Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Ada kesedihan pasti ada kebahagiaan


__ADS_3

Pada suatu malam, Mu Lian memutuskan untuk tetap di dalam gerobak. Bersama Mu Haocun, Mu Lian memformulasikan obat racik yang tepat untuk pasien-pasien intensif.


Setelah melalui pengamatan yang panjang dan diskusi yang panjang, Mu Lian tidak menyangka akan menemukan bahan-bahan obat racik tersebut di taman herbal selatan.


Tempat yang disediakan khusus untuk membudidayakan tanaman herbal yang berasal dari Gua Sejati.


Kini Mu Lian sudah bisa membudidayakan tanaman dari dunia luar maupun dari Gua Sejati karena terpapar akselerator.


"Lian'er, dengarkan kakek. Kau sudah berusaha semaksimal mungkin jadi jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri," kata Mu Haocun misterius.


Tangan Mu Lian yang sedang sibuk menumbuk tanaman herbal berhenti seketika, Mu Lian menatap Mu Haocun curiga.


"Maksud kakek, akan ada korban jiwa meski kita telah meracik obat ini?" tanya Mu Lian sambil terus menatap Mu Haocun.


"Kau telah belajar macam-macam pil yang umum diketahui di dunia ini. Padahal ada pil khusus yang dibuat oleh para Grandmaster, pil yang dibuat diluar resep standar yang telah kau pelajari," kata Mu Haocun tanpa balas menatap Mu Lian.


Meski Mu Haocun tidak menjawab pertanyaannya secara langsung, Mu Lian tahu jawabannya dari sikap Mu Haocun yang tidak mau menatap matanya.


Mu Lian tahu persis bahwa kakeknya tidak pandai dalam mengungkapkan isi hatinya. Mu Haocun hanya pandai menjelaskan pengetahuan terkait tanaman herbal dan Ahli Alkimia.


Mu Haocun tetaplah Mu Haocun, saat ini pun Mu Haocun tetap menjadi dirinya sendiri. Dia menjelaskan seluk beluk Grandmaster, tingkat Ahli Alkimia yang belum sempat ia jelaskan secara mendetail kepada Mu Lian.


"Grandmaster adalah gerbang yang membatasi dua dunia. Dunia pertama adalah dunia Ahli Alkimia biasa yang sering ditemui di dunia ini, yang kedua adalah dunia Ahli Alkimia tingkat tinggi yang sangat sedikit sekali orang mendapatkannya.


Dunia ini memberikan seseorang peluang paling besar mencapai tingkat profesional. Seseorang yang memiliki peluang paling besar mencapai tingkat profesional, bisa membuat pil dengan resep diluar standar," kata Mu Haocun menjelaskan.


"Kakek memberitahuku karena aku memliki peluang yang besar?" kata Mu Lian.


"Tentu saja. Apalagi kau ini cucuku. Darah keluarga Mu mengalir di dalam nadimu. Kakek hanya berpesan, jangan minder dengan asal-usulmu.


Kau berasal dari keluarga Mu yang dulu sangat terkemuka. Meski sekarang nama kita telah pudar kita adalah keluarga yang sangat terhormat," kata Mu Haocun.


"Akan kuingat. Tapi, kenapa kakek tidak mencoba membuat resep ini menjadi pil?" kata Mu Lian.


"Kakek cedera," kata Mu Haocun malas menjelaskan lebih jauh mengenai cedera yang dialaminya, "intinya adalah kakek tidak bisa membuat resep ini menjadi pil dan kau pun begitu. Masih panjang perjalananmu hingga bisa membuat pil sendiri,"


Mu Lian tidak bisa mendeteksi cedera yang dimaksud Mu Haocun sehingga dirinya pun baru tahu kalau Mu Haocun cedera separah itu.


Untungnya, cedera tersebut tidak mempengaruhi Mu Haocun membuat pil dari resep standar. Mu Haocun menjelaskan karena memang energi yang dibutuhkan untuk membuat pil dengan resep baru sangatlah besar.


Mau tidak mau, Mu Lian meracik obat sesuai kemampuannya. Setidaknya, Mu Lian berhasil mendapatkan rasio yang tepat setelah berhari-hari berkutat diantara tanaman-tanaman herbal. Sehingga aroma herbal dapat dicium dari tubuh Mu Lian.


Mu Lian memberikan obat racik tersebut sesuai instruksi Mu Haocun. Mu Lian memberikan obat racik dengan beberapa cara, cara pertama obat racik dilarutkan ke dalam larutan khusus yang tidak akan menghancurkan efek yang terkandung dalam obat racik tersebut meski sudah dilarutkan.


Larutan tersebut kemudian Mu Lian masukkan langsung ke dalam pembuluh darah yang bertumpang tindih dengan jalur chi yang beredar dari dantian ke seluruh tubuh.

__ADS_1


Pembuluh darah tersebut hanya bisa ditemukan pada penduduk pribumi dunia ini. Mu Lian berhasil mempelajarinya bersamaan dengan tehnik jarum akupuntur.


Cara kedua adalah mengubah obat racik menjadi uap herbal. Obat racik dipanaskan di dalam kuali hingga berubah menjadi uap sepenuhnya kemudian uap tersebut dimasukkan ke dalam wadah berbentuk tabung.


Barulah uap itu dialirkan melalui selang yang dibuat secara khusus langsung menuju hidung pasien.


Alasan mengapa Mu Lian harus repot-repot menggunakan 2 cara diatas karena satu kondisi aneh lagi yang ada pada pasien-pasien tersebut.


Organ-organ mereka bekerja sangat lambat sehingga Mu Lian takut memasukkan obat racik ke dalam sistem pencernaan pasien-pasien itu.


Obat selain memiliki manfaat, efek sampingnya dapat berakibat buruk pada tubuh. Apalagi kepada pasien-pasien yang kondisinya sangat rentan ini.


Awalnya pun Mu Lian berniat mengurangi dosis obat racik yang akan diubahnya menjadi larutan dan menjadi uap itu, namun Mu Haocun melarangnya.


Karena jika dosisnya berbeda dari yang telah mereka perhitungkan, efeknya juga malah berbeda.


Pada hari ke lima setelah Mu Lian memberikan obat racikannya kepada pasien-pasien intensif, Mu Lian mulai bisa membedakan mana pasien yang berhasil mengabsorpsi obat raciknya dan mana yang gagal.


Berdasarkan pengamatan selama 5 hari terakhir, dapat disimpulkan bahwa semakin tua usia seseorang, semakin sulit orang tersebut mengabsorpsi obat racik.


Dan bagi yang berhasil mengabsorpsi, semakin murni chi orang tersbeut, semakin lama absorpsi obat raciknya.


Beberapa orang andalan Xu Tidan dan Du Luhan ada diantaranya. Begitu juga yang berasal dari kelompok lain.


Mereka semua masih muda dan terbaik dalam bidangnya. Satu lagi alasan Mu Lian menjadi terbebani. Masalahnya adalah mereka itu generasi penerus.


Apalagi Du Luhan yang terlihat sangat khawatir. Namun Du Luhan tahu bahwa Mu Lian telah berusaha sekuat tenaga, tinggal waktu yang menunjukkan hasilnya bagaimana.


Xu Tian, Du Luhan dan ketua kelompok lain yang mendengar kabar duka bahwa anggota yang usianya hampir sepantar mereka telah gugur karena gagal mengabsorpsi obat racik telah merelakan kepergian prajurit-prajurit sejati itu.


Merasa menyesal karena tidak cukup kuat untuk membuat pil diluar resep standar, Mu Lian selalu mengunjungi kelima ketua kelompok dan menanyakan apa lagi yang bisa ia lakukan untuk membantu meringankan kesulitan yang mereka alami.


Berkali-kali tawaran Mu Lian ditolak secara halus, apalagi Mu Lian telah banyak membantu mereka baik dalam persediaan pil maupun mengobati pasien intensif.


Namun karena Mu Lian keras kepala, semuanya menjadi terbiasa dengan sosok Mu Lian yang 'suka membantu' itu.


Selain terbiasa dengan Mu Lian, semuanya juga mulai terbiasa dengan kepergian rekan-rekan mereka dan lebih mudah merelakan kepergian mereka.


Karena sejatinya di dunia ini ada pertemuan pasti ada perpisahan, ada kesedihan pasti ada kebahagiaan. Dan ada kematian ada juga kehidupan. Semuanya selalu menyeimbangkan satu sama lain.


Rekan-rekan yang gugur mereka semayamkan dengan adat masing-masing. Han Shi dan Wei Cheng datang dan memberitahukan lokasi yang bagus untuk persemayaman kepada Mu Lian secara langsung.


Setidaknya lokasi tersebut bentuk keprihatinan Bei Huaiwei terhadap prajurit-prajurit yang gugur. Informasi tersebut kemudian diteruskan oleh Mu Lian.


Lokasi yang yang dimaksud tidak lain adalah dimensi tempat pohon raksasa, Bei Huaiwei, Hong Bai dan gerobak ajaib berada.

__ADS_1


Hanya ketua kelompok dan beberapa orang kepercayaan masing-masing ketua kelompok yang diperbolehkan untuk 'menguburkan' rekan-rekan mereka di dahan pohon yang sangat unik tak jauh dari pohon persemayaman Bei Huaiwei dan Hong Bai.


"Hmm, lumayan. Kali ini hanya sedikit yang gugur," kata Wei Cheng sambil mengelus dagu.


"Sepertinya mereka mampu beradaptasi dengan baik setelah berhasil melewati kultivasi secara berpasangan," kata Han Shi.


Kultivasi secara berpasangan berlangsung selama kurang lebih 3 minggu hingga kondisi tubuh semua orang yang ada di dalam Gua Sejati stabil.


Baru beberapa hari terakhir ini semuanya merasakan kebebasan bergerak tanpa harus bertengkar menentukan siapa yang lebih dulu menentukan tujuannya hari itu.


"Wah ada beberapa yang berhasil meningkatkan kultivasi mereka," kata Wei Cheng sambil membentuk bentuk lup menggunakan ranting-ranting (jari-jari) elastisnya.


Han Shi menoleh ke arah Mu Lian yang sejak tadi diam mengamati sosok Xu Tian , Du Luhan dan ketua kelompok lain yang sudah lama menghilang dari balik portal.


Merasakan tatapan Han Shi, Mu Lian pun menjelaskan perkembangan semuanya meningkat pesat karena bantuan dari Han Shi dan Wei Cheng yang menghadang hewan-hewan buas serta spirit beast-spirit beast.


Dengan begitu, semuanya dapat berkultivasi dengan tenang. Sayangnya, Han Shi dan Wei Cheng tidak hanya membantu Mu Lian saja namun membantu semuanya tanpa pandang bulu, bahkan kaki tangan dari sekte aliran sesat pun juga tidak ketinggalan.


Han Shi dan Wei Cheng menjelaskan bahwa semuanya berhak mendapat kesempatan yang sama. Urusan balas dendam dan urusan dunia yang lainnya, Han Shi dan Wei Cheng angkat tangan.


Mu Lian mengobrol dengan Han Shi dan Wei Cheng selama beberapa saat kemudian kembali ke gerobak. Mu Lian menyempatkan diri untuk melambaikan tangannya kepada Hong Bai yang terus saja mengamatinya di kejauhan.


Informasi yang Mu Lian dapatkan barusan adalah karena ada hukum sebab akibat, Han Shi dan Wei Cheng tidak bisa selamanya menghadang hewan buas dan spirit beast, cepat atau lambat mereka harus menghadapinya secara langsung.


Mu Lian berniat mendiskusikannya dengan Mu Haocun, Master Yi, dan Meng Zhi. Namun yang dibahas Mu Haocun saat ini malah kabar mengejutkan dari Meimei.


"Kau yakin?" kata Meng Zhi dengan ekspresi tak percaya.


Mu Lian mengamati mulut Ling Zizhou yang terbuka lebar. Satu bola tenis bisa langsung tertelan oleh Ling Zizhou.


"Aku sudah mengobservasi Mei'er selama 3 minggu ini. Dan sepertinya dia lebih baik beristirahat di tempat tidur dan tidak banyak bergerak.


Kau tahu kan masa pembuahan calon janin keturunan makhluk legenda seperti dirimu ini sangat riskan? Lingkungannya harus tepat dan emosi sang ibu pun harus dijaga," kata Mu Haocun melanjutkan,


"Lian'er, tolong tambah dosis akselerator dan chi baru di dalam gerobak. Mei'er sangat membutuhkan dua hal tersebut,"


"Baik kakek, tapi kakek sebaiknya menuntun anak-anak untuk beradaptasi lebih cepat," kata Mu Lian mengangguk.


"Aku...aku...punya adik lagi..." gumam Ling Zizhou, pupilnya bergetar hebat dan matanya tidak fokus.


Siapa ayahnya, sang calon kakak yang terlihat lebih gugup. Meng Zhi malahan tidak bisa berkata apa-apa.


Dia tidak menyangka akan menantikan seorang anak seperti layaknya pasangan suami istri biasanya.


Sejatinya, pasangan berbeda spesies memiliki kemungkinan kecil untuk memiliki anak. Meng Zhi salah satu yang beruntung.

__ADS_1


Dan orang-orang beruntung lainnya pun harus menunggu berpuluh-puluh tahun sebelum akhirnya memiliki buah hati.


Mungkin karena Meng Zhi merupakan angsa, jenis makhluk legenda yang kelasnya paling rendah dan darahnya tidak semurni Dilong dan lain sebagainya.


__ADS_2