Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Gerobak ajaib


__ADS_3

Mu Lian dan yang lain tiba di kantor pos pusat. Tepatnya Pohon akasia paling besar yang berdiri tak jauh dari gedung dewan.


Seperti biasa, jauh dibelakang gedung dewan berdiri dinding kokoh yang pernah Mu Lian lihat di gedung dewan ibu kota Mao.


Namun mereka tidak ke gedung dewan, melainkan ke arah lain. Yaitu ke arah pohon akasia terbesar di daerah itu.


Dimana banyak sekali burung-burung yang hilir mudik. Suara kepakan sayap dan cicit burung mendominasi kantor pos pusat. Beberapa dahan dan beberapa helai bulu burung berjatuhan di sekitar pohon.


Pada dahan-dahan pohon, berdiri orang-orang yang mengawasi lalu lintas burung-burung pembawa surat tersebut.


Meimei menjelaskan bahwa orang-orang itulah yang disebut sebagai tukang pos, meski sebenarnya yang pantas disebut tukang pos adalah burung-burung yang hilir mudik itu.


Yah, intinya kunjungan Mu Lian ke kantor pos menambahkan bumbu dalam petualangannya kali ini.


Mu Lian naik pelat melayang yang terbuat dari kayu menuju salah satu dahan yang berfungsi sebagai meja resepsionis.


Dalam hal ini, Mu Lian sudah merasakan pengalaman yang sama ketika dirinya menaiki 'lift' menuju kediaman (pusat kediaman di dalam gerobak).


Perbedaannya adalah, alat ajaib ini terasa kurang aman. Sedikit saja Mu Lian salah menginjakkan kakinya, Mu Lian bisa terjun bebas.


Meimei dan Ling Zizhou tidak henti-hentinya mengingatkan Mu Lian untuk tidak banyak bergerak, membuat tubuhnya malah semakin ingin bergerak.


Untungnya, tidak ada kecelakaan pada kunjungan Mu Lian ke kantor pos pusat, kalau ada, bisa-bisa tidak ada lagi kantor pos pusat di ibu kota.


Mu Lian membawa pulang surat dari Xiaoxiao dan Master Zhengheng dan mengakhiri petualangan mereka hari itu.


Mu Lian membawa yang lain membicarakan surat Xiaoxiao di Gedung Pertemuan Utara sambil makan siang dengan anak-anak.



(Gedung Pertemuan Utara)


Gedung itu sebenarnya berfungsi sebagai ruang makan indoor dimana mejanya cukup unik, yaitu menggunakan air untuk menciptakan kesan bahwa makanan yang disajikan melayang.


Gedung ini otomatis menjadi gedung favorit anak-anak yang sangat senang melihat makanan mereka mengapung kesana-kemari.


Setelah Ling Zizhou dan Meimei meletakkan semua lauk di meja, diskusi panas pun dimulai. Sebenarnya yang merasa panas adalah Master Yi dan Ling Zizhou karena mendengar negeri Si diungkit dalam surat itu. Bagi Master Yi dan Ling Zizhou, negeri Si adalah kata terlarang untuk diucapkan.


"Negeri Si? Humph, sampai mati pun aku tak sudi menginjakkan kaki disana!" kata Master Yi berapi-api.


"Orang-orang keparat yang kerjanya tukang menculik orang itu pantasnya berada di tempat sampah!" geram Ling Zizhou sebagai korban penculikan, yah, nyaris. Untungnya Master Yi berhasil menggagalkan penculikan terhadap murid kurang ajarnya ini.


"Tolonglah, aku rindu kepada Xiaoxiao, ya? Sebentar saja?" kata Mu Lian mengeluarkan ekspresi memelas terbaiknya.


Master Yi dan Ling Zizhou luluh. Mereka akhirnya mau diajak berkunjung ke negeri Si namun di dalam hati, mereka tidak akan menjamin keselamatan orang-orang sekte dari negeri Si.


Kemarahan kultivator aliran asura seperti yang dipraktikan Master Yi dan Ling Zizhou tidak pernah pandang bulu.


Satu bakat yang hampir dimiliki penganut praktik tersebut adalah mereka berbakat menyimpan dendam.


Mu Haocun menggeleng. Tidak bisa, dia sangat yakin bahwa sahabatnya ini sudah menyimpan dendam kepada orang-orang negeri Si.


Khususnya anggota sekte tertentu. Mu Haocun membujuk Mu Lian untuk menemui Xiaoxiao di lain kesempatan, jika gadis itu sudah tidak di negeri Si lagi.


Akhirnya Mu Lian setuju dan memutuskan untuk fokus pada tujuan awalnya setelah mengetahui bahwa dirinya tidak bisa pulang ke Bumi, yaitu menjadi orang yang kaya raya.


Mu Lian sudah berdiskusi mengenai hal tersebut dengan yang lain. Dan semuanya pun setuju bahwa Mu Lian harus berjualan di tempat-tempat yang memiliki kemungkinan paling besar untuk dikunjungi para kultivator seperti contohnya ibu kota.


Atau, negeri dengan lingkungan ekstrim seperti negeri Chen, Chou, Wei, dan Xu. Mu Lian mencatat semua tempat itu.


"Ih, XiaoHan, ambillah dengan hati-hati! Kalau jatuh ke air bagaimana?" kata XiaoQiu.


Benar saja, beberapa piring bergoyang dengan kencang seperti perahu yang terjebak badai. Sedikit saja digoncang semua makanan bisa jatuh ke dalam air.


"Anak-anak, makanlah dengan tenang," tegur Meimei.


"Baik, Mei jiejie!"


Untungnya, anak-anak itu sangat menurut kepada Meimei sehingga tidak menambah keributan yang sudah ada.


"Aku akan mulai menjual pil minggu depan setelah mengisi ulang stok-stok pil yang kosong," kata Mu Lian mengalihkan topik pembicaraan.


Master Yi dan Ling Zizhou tenang kembali. Master Yi minum teh dalam diam sedangkan Ling Zizhou makan sambil memerhatikan topik pembicaraan Mu Lian.

__ADS_1


"Kita akan tetap menjualnya di gerobak ini?" tanya Ling Zizhou.


"Iya, apalagi aku sudah membuat rak pajangan di gerobak. Bukankah lebih hemat juga kalau kita menjualnya langsung?" kata Mu Lian.


Mu Lian dengar akan ada pemotongan biaya karena telah menggunakan jasa rumah lelang jika mereka menjual barang melalui rumah lelang tersebut.


Mu Lian yang ingin mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya, merasa hal tersebut sangat tidak efektif dan memilih tetap berjualan di gerobak.


Ling Zizhou terdiam. Orang di dunia ini sangat mengutamakan kekuatan di atas segalanya. Orang-orang yang kuat biasanya suka mengintimidasi kelompok lain untuk kepentingan mereka.


Mu Lian pun tidak akan lepas dari orang-orang tersebut. Apalagi Mu Lian dengan beraninya menjual pil langsung sendiri tanpa ada backing-an....Tungu, Ling Zizhou melihat ke arah gurunya, Mu Haocun, Meimei dan Meng Zhi.


Kemudian pemuda itu tersenyum sinis. Tentu saja Mu Lian memiliki backing-an paling kuat. Ling Zizhou pun tidak khawatir lagi.


"Tenang saja, jika ada orang yang berniat jahat pada gerobak ini, mereka tidak akan bisa. Karena mereka akan disibukkan dengan hal lain," kata Mu Lian memahami apa yang menjadi kekhawatiran Ling Zizhou.


"Apakah ada trik menarik lagi?" tanya Meng Zhi penasaran.


"Wah, apa itu?!" kata Meimei penasaran juga.


"Huhu, aku tidak bisa menjelaskannya kepada kalian, jadi lihatlah sendiri nanti bagaimana," kata Mu Lian misterius.


Meimei dan Meng Zhi memprotes Mu Lian yang berusaha misterius namun hanya bisa meminum teh dalam diam karena Mu Lian tetap tutup mulut.


Seusai makan siang, semua kembali ke kediaman masing-masing. Mu Haocun menarik Mu Lian kemudian membisikkan sesuatu,


"Bagaimana kabar Xiaobai?" kata Mu Haocun.


"Baik, kek. Anak itu sudah mampu melepas kepergian ibunya. Kadang-kadang dia ingat ibunya dan sedikit murung, tapi tentu saja aku buat dirinya sibuk agar tidak mengingat yang sedih-sedih," kata Mu Lian.


Mu Haocun mengangguk. Dia tidak bisa sering-sering pergi ke dunia semu karena pasti kepergiannya disadari oleh Master Yi dan Meng Zhi.


Dua sahabatnya itu sangat sensitif dengan keberadaan dirinya yang sangat mencolok. Tentu saja keduanya akan sangat mengetahui jika dirinya tiba-tiba menghilang dari dunia ini.


Mu Haocun berpesan agar Mu Lian terus memberinya pil kultivasi dan pil purifikasi yang dibuat oleh Mu Haocun sementara belum ada pil surgawi.


Membesarkan makhluk legenda saja sulitnya minta ampun, apalagi membesarkan makhluk mitos.


Makanan sehari-hari Xiaobai hanya dapat ditemukan di gua suci namun dapat juga diganti dengan pil seperti pil kultivasi, pil purifikasi dan pil surgawi, dimana ketiga pil tersebut terkenal sebagai pil paling mahal selain pil Zhen dan pil Epifani.


Kasus yang sama pun terjadi kepada kelima kultivator yang beberapa hari yang lalu membeli pil Zhen. Mereka hanya mampu membeli 5 botol sedangkan sisanya diberikan kepada Mu Lian.


Seusai makan malam itu, Mu Lian segera kembali ke ruang kendali dan berdiri tepat di bawah ujung runcing kristal.


Karena tidak ada siapa-siapa di sekitar sana, Mu Lian pun langsung mengaktifkan cincin yang terlilit di salah satu akar yang meliliti kristal misterius itu.


Cincin itu adalah cincin untuk masuk ke dunia semu. Mu Lian merasa lebih aman untuk menyimpannya di dalam gerobak daripada dibawa kemana-mana di jemarinya.


Setelah tersedot masuk dan melihat pemandangan rawa-rawa yang sering dilihatnya, Mu Lian pun segera pergi ke pohon raksasa.


"Rawr!" Xiaobai merasakan kehadiran Mu Lian. Xiaobai mengelilingi Mu Lian dengan gesit, sayap mungilnya mengepak-ngepak dengan sangat gemas.


"Xiaobai, apa Xiaobai menjadi anak yang baik pagi ini?"


"Rawr, tentu saja, Lian jiejie. Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa membersihkan tubuhku, habis itu aku jalan pagi!"


Mu Lian mengangguk puas. Setelah menjadi Master Alkimia, Mu Lian belajar bagaimana cara melakukan 'telepati'. Dan setelah mendapat bimbingan dari Mu Haocun, Mu Lian segera menguasainya.


"Ok, sekarang aku akan membuatkan Xiaobai makanan. Tunggu yang baik, ya!"


"Rawr! Lian jiejie akan membuat makanan! Cepat, cepat! Aku ingin melihat api itu!"


Mu Lian tersenyum kemudian mengeluarkan kuali serta tanaman -tanaman herbal dari kantung dimensionalnya.


Uwaa. Xiaobai meletakkan pantat mungilnya di tanah dan mengamati proses pembuatan pil dengan tenang. Tatapannya terus terpaku kepada api pil milik Mu Lian.


Dua puluh menit kemudian, Mu Lian memberikan pil kultivasi kualitas tinggi yang berhasil dibuatnya kepada Xiaobai.


Mu Lian menyuapi Xiaobai pil tersebut kemudian mengeluarkan pil purifikasi kualitas unggulan yang dibuat oleh Mu Haocun.


"Ini dari kakek," kata Mu Lian menyuapi Xiaobai pil purifikasi.


Setelah kenyang, Xiaobai minta digendong. Mu Lian pun menggendong dan membawa Xiaobai ke dalam pohon raksasa dimana kegiatan selanjutnya adalah mendengarkan dongeng sebelum tidur sebelum akhirnya dinyanyikan nina bobo sampai tertidur.

__ADS_1


Mu Lian menceritakan si kancil yang mencari ketimun. Xiaobai bertanya mengapa kancil tidak makan pil seperti dirinya? Dan pertanyaan lain seperti biasanya.


Melihat Xiaobai tertidur, Mu Lian pun segera tidur agar tubuhnya kembali bugar karena besok dan hari-hari selanjutnya, Mu Lian harus bekerja lembur membuat pil.


Mu Lian hendak memastikan agar pil miliknya menjadi viral di ibu kota sehingga banyak kultivator yang mau bertransaksi dengannya!


Keesokan harinya, Mu Lian bangun sangat pagi sekali bahkan di luar, matahari pun belum menyingsing.


Namun Mu Lian diharuskan bangun karena itulah jadwal bangun Xiaobai. Mu Lian menghabiskan waktu sebentar dengan Xiaobai kemudian segera keluar dari dunia semu.


Seperti biasa, Mu Lian tidak tahan dengan tatapan memelas Xiaobai ketika dirinya akan keluar dari dunia semu.


Anak itu sangat kesepian. Mu Lian mengingatkan dirinya agar membelikan mainan untuk Xiaobai. Ketika Mu Lian kembali ke ruang kendali, XiaoHua baru memasuki ruangan dan memanggilnya untuk sarapan.


Hari itu, Mu Lian dengan giat membuat pil. Di sela-sela membuat pil, selain menemani Xiaobai, Mu Lian bermeditasi untuk menguatkan energi spiritualnya. Begitu pula dengan satu minggu ke depan.


Suatu ketika Meng Zhi mendapati energi spiritual Mu Lian seperti akan melonjak lagi.


"Aku selalu dibuat terkejut dengan perkembangan energi spiritual Lian'er. Aku sampai tidak percaya dengan omongan bahwa energi spiritual adalah bagian dari bakat dan tidak dapat dilatih," kata Meng Zhi kepada Mu Haocun.


"Hahahah! Eh? Maaf? Oh, maksudmu Lian'er? Bagaimana tidak? Dia cucu dari Mu Haocun!" kata Mu Haocun berusaha menahan tawanya.


Pada permukaan cermin langit, nampak Ling Zizhou yang sedang dikerumuni karena dikira sebagai ketua sekte aliran sesat, lagi.


Mu Haocun tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan, namun Mu Haocun selalu terhibur dengan ekspresi yang dikeluarkan oleh Ling Zizhou dan orang-orang disekitarnya yang menyadari bahwa mereka salah paham saja.


Kali ini yang meluruskan kesalahpahaman adalah XiaoQiu dan XiaoHan. Mu Haocun berpikir, keputusannya tepat untuk segera membuat pil Zhen.


Lihat saja, pemuda itu kembali ekspresif dan membuat masalah! Mu Haocun memegang perutnya yang sakit karena menahan tawa.


Meng Zhi menghela napas sambil menggeleng. Yah, Meng Zhi tidak bisa mengatakan apa-apa terhadap sikap Mu Haocun karena dimatanya pun sikap Ling Zizhou sangat imut.


Ling Zizhou itu ibaratnya anjing Chihuahua, bertubuh mungil namun sangat galak dan ingin menggigit orang disekitar yang tubuhnya lebih besar daripada dirinya sendiri.


Satu episode itu tidak menganggu persiapan Mu Lian membuka toko pil nya secara resmi. Setelah satu minggu kerja keras, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga.


Gerobak diparkirkan di dekat pusat perbelanjaan tak jauh dari gedung dewan. Bentuknya yang berbeda dari ruko-ruko yang ada disekitar membuat gerobak nampak paling mencolok.


Apalagi ketika seorang kakek memasang banner bertuliskan "Gerobak Ajaib" yang dituliskan dengan kaligrafi yang sangat indah.


Orang-orang dunia ini yang sangat menyukai kemeriahan, keunikan dan sesuatu yang menarik segera mengerumuni gerobak itu.


Apakah mereka akan melakukan akrobat? Trik sulap? Segera setelah melihat kerumunan, kultivator-kultivator segera bergabung untuk memeriksa gerobak.


Betapa terkejutnya mereka melihat dua anak kecil di temani seorang pemuda sedang berdiri di depan pajangan berisi botol porselen.


Beberapa kultivator mengenali pemuda itu. Kemarin, mereka menuduhnya sebagai orang sekte aliran sesat.


Kultivator lainnya, fokus pada tulisan yang ada pada botol. Pil raga, pil internal, pil kehidupan dan pil kultivasi. Semua orang menanyakan apakah pil yang mereka jual itu asli?


Ling Zizhou yang sudah mendapat arahan dari Mu Haocun dan Mu Lian segera mengambil sebuah botol dan menawarkan kepada salah satu kultivator yang ada diantara kerumunan sebagai relawan.


Seorang wanita maju kemudian mencium mulut botol porselen tersebut. Wanginya, pil ini adalah pil kehidupan.


Wanita itu mengeluarkan jian miliknya dari sarung kemudian melukai tangannya dengan tebasan yang cukup dalam.


Setelah meminum satu pil dari botol tersebut, luka yang ada di tangan wanita itu sembuh seperti sedia kala. Proses penyembuhannya berlangsung dalam beberapa menit dan sangat nampak oleh mata.


"Pil raga kualitas tinggi!" seru wanita itu.


"Yang benar saja!"


"Jangan berbohong, anda pasti komplotan mereka, kan?!"


"Hei dia datang bersama kami! Kami dari sekte..."


Semua kultivator yang hadir segera berdebat. Orang-orang biasa segera menyingkir dan menonton perdebatan itu dari jauh.


Mendengar keributan, semakin banyak kultivator datang. Termasuk dewan-dewan yang baru saja tiba dan hendak menuju gedung dewan.


Pagi itu, Mu Lian sukses menyebarkan namanya sebagai ahli Alkimia dan penjualan pil nya laku keras di pasaran.


Hal tersebut tentu saja menarik perhatian rumah lelang yang ada di ibu kota. Dan salah satunya, menunjukkan sikap tidak suka mereka kepada Mu Lian.

__ADS_1


"Cepat, selidiki siapa ahli Alkimia itu! Kalau bisa, seret dia kesini!" kata ketua rumah lelang "Lereng Kaca"


Beraninya mereka menganggu bisnis Lereng Kaca! Pria berbadan gempal itu bersungut-sungut dan meremukkan meja dengan telapak tangannya.


__ADS_2