
"Selamat datang di Gedung Dewan Chen. Kami sangat senang menerima tamu terhormat seperti anda di sini, silahkan," kata seorang pria paruh baya dengan tanduk naga yang sangat indah.
Pakaian yang dikenakannya seragam dengan anggota-anggota dewan lain, di dominasi dengan warna coklat, warna tanah. Yang membedakan pria tersebut dengan anggota dewan yang lain adalah bordiran tubuh naga tanah yang dijahit menggunakan benang berwarna keemasan.
Ada sekitar 10 orang yang mengenakan pakaian yang sama dengan pria tersebut. Sikap anggota-anggota dewan yang lain, termasuk Dewan Di juga sangat sopan kepada kesepuluh orang tersebut.
"Terimakasih, kami juga senang bisa mengunjungi Gedung Dewan," kata Meng Zhi. Berdiri di sebelah kirinya, sesosok ditutupi kain berwarna putih. Tampak Mu Lian dan Meimei berdiri di belakang Meng Zhi dan orang yang ditutupi kain putih tersebut.
Mu Lian dan yang lain mengikuti pria paruh baya itu memasuki ruangan megah yang didominasi warna kuning. Ruangan itu sangat crah, seperti disinari matahari.
Pada pilar-pilarnya terdapat ukiran naga, patung-patung naga pun berdiri dengan gagah berani, seperti menjaga pilar-pilar tersebut.
(ilustrasi silahkan disesuaikan dengan deskripsi pada cerita)
Permadani berwarna keemasan membagi ruangan menjadi dua. Dan di kanan dan kiri nya terdapat tempat duduk untuk anggota dewan.
Di ujung ruangan, gapura menyerupai gerbang bulan berdiri dengan anggun. Gerbang itu memancarkan sinar lembut ke sekelilingnya. Gerbang itu menjaga benda berbentuk bulat yang menyerupai cermin.
"Cermin itu fungsinya untuk memonitor lalu lintas pada Bola Dunia. Kita tidak mau ada yang salah pada Bola Dunia. Sekalinya gagal fungsi, nyawa taruhannya," kata si pria paruh baya.
Mu Lian yang sedang melihat-lihat sekelilingnya segera melihat ke arah yang ditunjuk, pada ujung ruangan.
Terlihat beberapa dewan yang sedang berdiri di depan 'monitor'. Sebagian sedang mencatat sesuatu di atas kertas sedangkan yang lain sedang mengamati cermin.
Sepertinya hanya orang-orang yang tercatat saja yang bisa melihat isi cermin itu karena Mu Lian tidak bisa melihat kedalamnya, begitu juga dengan Meimei yang berada disampingnya.
Ketika Mu Lian menoleh untuk memeriksa apakah Meimei dapat melihat isi cermin, Meimei menggeleng.
Mu Lian pun menyerah dan mengalihkan perhatiannya kembali pada ukiran-ukiran naga yang menghiasi pilar-pilar.
Kadang-kadang matanya bertemu dengan seorang dewan yang juga sedang melihatnya. Tentu saja dewan itu sedang membicarakan Mu Lian, Meimei, Meng Zhi dan Ling Zizhou.
Benar. Yang menyamar menjadi Mu Lian saat ini adalah Ling Zizhou. Karena tubuhnya hampir mirip dengan Zhi Yuefeng, Ling Zizhou pun disuruh menyamar menjadi Mu Lian.
"Lihat, ada anggota termuda. Apa mungkin Gerobak Ajaib merekrut orang berapapun usianya ya?"
"Mana? Oh, benar,"
"Apa semua staf Gerobak Ajaib bisa membuat pil semua? Kalau bisa, Gerobak Ajaib organisasi yang luar biasa dong!"
"Sst, diam. Kita dengarkan saja saat para petinggi berbicara dengan mereka,"
Pria paruh baya yang memimpin di depan Mu Lian dan yang lain menoleh ke arah dewan yang saling berbisik, membuat mereka buru-buru menutup mulut dan melanjutkan apa yang sedang mereka kerjakan.
"Maaf atas antusiasme anggota kami terhadap anda sekalian. Tapi memang, harus kuakui, keberadaan kalian cukup mengguncang dunia bawah.
Tak akan lama hingga kabar mengenai Gerobak Ajaib sampai di telinga dewan-dewan di Negeri selain Negeri Chen dan Negeri Mao," kata si pria paruh baya.
Si paruh baya hanya mengucapkan fakta karena dewan dari Negeri Mao pun sudah meminta konfirmasi mengenai keberadaan Gerobak Ajaib kepada mereka.
Dan informasi beredar sangat cepat di lingkungan dewan, meski berbeda negara, informasi beredar sangat cepat karena adanya Bola Dunia.
Mu Lian dan yang lain berhenti di dekat daerah pemonitoran Bola Dunia. Kursi serta meja yang ada di sini terbuat dari kayu pilihan dan ukirannya terlihat lebih mendetail dan sangat indah.
Dewan-dewan yang berada di daerah itu pun mengenakan pakaian yang sama dengan pria paruh baya. Mereka adalah pilar yang mengawasi jalannya Dewan di Negeri Chen.
"Selamat datang..."
__ADS_1
Seorang pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Fu Yuan mewakili dewan dengan jabatan yang tinggi tersebut berbincang dengan Meng Zhi.
Sebelumnya mereka diarahkan untuk duduk di meja kursi yang tersedia. Setelah dihidangkan teh, Fu Yuan pun mulai menanyakan keperluan Gerobak Ajaib di Negeri Chen.
Mu Lian sangat suka dengan sikap Fu Yuan yang tidak berbasa-basi. Fu Yuan juga tidak berusaha keras menyanjung agar bisa lebih dekat dengan mereka.
Mu Lian dan Meimei saling menatap. Sepertinya sekte aliran sesat belum 'mengkontaminasi' seluruh dewan. Buktinya masih ada Fu Yuan, belum lagi Mu Lian melihat masih banyak yang seperti Fu Yuan.
Hanya sebagian kecil saja dewan yang berhasil dibujuk untuk bekerja sama dengan sekte aliran sesat. Tinggal, bagaimana caranya mengidentifikasi dewan-dewan yang berpindah pihak tersebut.
"Jadi, Gerobak Ajaib aalah organisasi baru? Dan baru berjalan selama satu bulan?" kata Fu Yuan tak percaya.
Mu Lian merapatkan bibirnya. Dia benar-benar bingung, mengapa orang menganggap Gerobak Ajaib sebagai organisasi? Hanya ada dirinya, Mu Haocun, Master Yi, Ling Zizhou, Meimei, Meng Zhi dan anak-anak Desa Jinan yang tinggal di Gerobak Ajaib!
Tidak ada struktur organisasi, tidak ada kejelasan mengenai anggotanya, tidak ada kejelasan mengenai visi dan misi.
Namun sepertinya Meng Zhi tidak mau bersusah payah meluruskan kesalahpahaman, Meng Zhi terus menjawab pertanyaan-pertanyaan Fu Yuan seperlunya.
"Kudengar, anda sedang mencari informasi mengenai Gua Suci? Apa anda akan kembali lagi ke Negeri Chen?" kata Fu Yuan.
"Benar. Kami sebenarnya sedang berkeliling dunia untuk mencari Gua Suci, jadi tentu saja kami tidak tahu kapan akan kembali ke Negeri Chen," kata Meng Zhi.
Fu Yuan terus menatap ke arah Ling Zizhou, berharap pertanyaannya dijawab langsung oleh Ling Zizhou namun sayanganya, pertanyaannya tersebut dijawab oleh Meng Zhi.
"Ah, sayang sekali. Maaf, kalau boleh saya tahu, sebenarnya apa yang anda butuhkan? Mungkin kami bisa membantu menyediakan," kata Fu Yuan tidak menyerah.
Meski Fu Yuan tidak berusaha membuat Mu Lian dan yang lain terkesan terhadapnya, Fu Yuan tetap tidak bisa menahan godaan untuk merekrut orang-orang berbakat di hadapannya.
Bagaimana caranya menarik orang-orang berbakat? Tentu saja dengan memberi bayaran terbaik serta memfasilitasi orang tersebut.
"Maaf, kami harus menolak tawaran anda. Tujuan kami mendirikan Gerobak Ajaib adalah agar orang-orang dapat membeli pil berkualitas tanpa memandang status orang tersebut," kata Meng Zhi melanjutkan,
"Oh? Tujuan anda mulia sekali..." kata dewan-dewan yang berada disekitar.
Dewan Di menunjukkan pil yang dibuat oleh Mu Lian kepada dewan yang lain, jadi mereka tahu persis betapa berkualitasnya pil tersebut.
Dan kini, Meng Zhi mengatakan siapa saja bisa membeli pil tersebut tanpa harus memesan terlebih dahulu?!
Karena Ahli Alkimia sangat sedikit, seseorang yang hendak membeli pil harus memesan jauh-jauh hari. Biasanya, seseorang yang memiliki statuslah yang sering didahulukan.
Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Gerobak Ajaib. Makanya nama Gerobak Ajaib mengguncang Negeri Chen dari pertama Gerobak Ajaib beroperasi hingga saat ini.
Setelah puas berbincang dengan Meng Zhi, dan kecewa karena tidak dapat berbincang langsung dengan Ketua Gerobak Ajaib. Akhirnya Fu Yuan memberi ijin menggunakan Bola Dunia yang terbuat dari giok.
"Ini adalah perijinan paling tinggi yang dapat diberikan Dewan kepada seseorang. Dengan adanya ijin ini, anda tidak perlu membuat ijin menggunakan Bola Dunia di negeri lain. Cukup menggunakan perijinan ini saja," kata Fu Yuan melanjutkan
"Kami juga mengurus ijin berdirinya organisasi Gerobak Ajaib. Dimana setelah melalui proses verifikasi, Gerobak Ajaib mendapatkan medali emas. Termasuk satu diantara beberapa organisasi terkemuka,"
Mu Lian dan yang lain terdiam. Tidak menyangka dewan akan membantu mereka sejauh itu. Apalagi setelah mendengar bahwa Gerobak Ajaib mendapat medali emas.
Itu artinya Gerobak Ajaib berhasil berdiri sebagai organisasi yang mendapatkan hak spesial, yaitu hanya wajib membayar pajak setahun sekali dengan tambahan membagi beberapa produk unggulan mereka kepada Dewan.
Fu Yuan melihat keraguan di mata Meng Zhi kemudian berkata,
"Jangan segan-segan. Menurutku, Gerobak Ajaib memang pantas mendapatkan perlakuan istimewa tersebut. Dan jangan takut kami mengharap balas, kami hanya ingin Gerobak Ajaib tidak melupakan kami dan semua penduduk Negeri Chen," kata Fu Yuan.
Mulus sekali! Fu Yuan membujuk Mu Lian dan yang lain dengan sangat halus namun sangat menggoda! Kalau Fu Yuan seorang businessman pasti Fu Yuan sangat sukses.
"Terimakasih, kami..." kata Meng Zhi berusaha melawan keinginannya untuk menoleh ke arah Mu Lian, "...tidak akan melupakan jasa kalian,"
__ADS_1
Satu jam kemudian, seorang dewan menyerahkan giok berbentuk persegi dan medali emas dengan ukiran padi mengelilingi lima bintang di atas gedung dewan. Yang dilihat-lihat mirip dengan lambang nasional Republik Rakyat Cina.
"Sayang sekali, waktu kita habis. Maaf, kami tidak bisa menyuguhkan santapan lezat kepada anda," kata Fu Yuan. Fu Yuan menjelaskan bahwa kejadian akhir-akhir ini membuat dewan sangat sibuk. Apalagi ada oknum yang harus mereka tangkap.
"Tidak masalah. Terimakasih atas segalanya," kata Meng Zhi. Fu Yuan dan dewan-dewan berpakaian spesial mengantarkan Mu Lian dan yang lain hingga pintu keluar.
Setelah itu, Mu Lian dan yang lain mengikuti Dewan Di ke lapangan luas di lingkungan publik. Ruangan kerja dewan yang baru saja mereka kunjungi berada di daerah terbatas yang hanya boleh dimasuki dewan dan orang-orang yang memiliki ijin.
Di lapangan ini, orang-orang yang hendak menggunakan Bola Dunia diharuskan menunggu giliran untuk dipanggil.
Terlihat beberapa transportasi ajaib dengan ukuran kecil hingga medium dalam antrian. Tak jauh dari perbatasan antara daerah terbatas dan lapangan, terparkir Gerobak Ajaib.
Disampingnya, berdiri Master Yi yang sedang menghadapi kerumunan. Beberapa dewan membentuk pagar disekeliling gerobak membantu Master Yi menghalau orang-orang tersebut.
Ketika kerumunan melihat kedatangan sesosok berkain putih bersama rombongannya, kerumunan pun semakin berisik.
"Tuan! Kami dari rumah lelang..."
"Tuan! Tuan! kami dari sekte..."
Semuanya berusaha berkenalan dengan Gerobak Ajaib. Dewan yang berjaga di sekitar gerobak, langsung bersikap seperti bodyguard, memastikan Mu lian dan yang lain masuk ke dalam gerobak.
Master Yi berdiri sendiri menghadang kerumunan yang hendak menerobos dan mendekati gerobak, mengeluarkan sedikit aura mengintimidasi kerumunan tersebut.Tidak ada yang berani lagi bergerak apalagi bertemu tatap dengan tatapan tajam dari Master Yi.
"Anak-anakku pasti sedih karena kalian pergi tanpa berpamitan kepada mereka," kata Dewan Di.
"Maaf, anda lihat sendiri kan keadaan diluar saat ini," kata Meng Zhi tersenyum pahit.
"Anda benar. Sampai jumpa di lain kesempatan," kata Dewan Di.
"Sampai jumpa Dewan Di! Salam untuk nyonya dan anak2!" kata Mu Lian sambil melambaikan tangan.
Gerobak mulai berjalan dijaga oleh dewan di kanan dan kiri gerobak. Dengan mengantongi perijinan tertinggi untuk menggunakan Bola Dunia, gerobak boleh langsung ke pos pemeriksaan terakhir tanpa mengantri.
Master Yi turun dari gerobak untuk menunjukkan giok berbentuk persegi dengan ukiran Dilong dipermukaannya.
Mu Lian mengintip dari balik kain. Setelah melewati dinding raksasa, Mu Lian melihat samudera dan titik balik tiba-tiba menghilang ditelan 'kubah'.
Benar, kubah yang setengah terbenam di dalam tanah dengan permukaan transparan yang mengkilap. Kubah tersebut memerangkap gumpalan awan yang terlihat seperti permen kapas. Hanya saja warna permen kapas tersebut berwarna kejinggaan.
Mu Lian ingin mengamati Bola Dunia lebih lama lagi, namun sayangnya Mu Lian harus menyingkir karena Master Yi hendak naik.
Gerobak pun berjalan mendekati Bola Dunia. Dan ketika gerobak memasuki Bola Dunia, Mu Lian merasakan perasaan tersedot seperti ketika akan memasuki dunia semu dan perasaan seperti pesawat yang sedang melewati awan, terasa berguncang hebat.
Tak lama, perasaan tersebut berhenti dan ketika Master Yi turun dari gerobak, Mu Lian mengambil napas dalam karena melihat sesuatu yang seharusnya langit menjadi air berwarna kehijauan.
Ikan-ikan dan berbagai makhluk hidup air lain berenang di luar lapisan transparan yang menyelimuti sekeliling Mu Lian.
Ling Zizhou yang sudah melepas kain putih bergabung dengan Mu Lian mengamati pemandangan bawah air tersebut dengan mulut terbuka.
.........
Note:
-kalian bisa melihat penampakan Negeri Chen yang mengerucut di ibu kota. Nah pertemuan antara samudera dan titik balik ada di Bola Dunia.
-karena sangat dekat dengan samudera dan titik balik, ibu kota terkenal sangat berbahaya dan penduduknya hanya terdiri dari kultivator kuat dan anggota2 dewan. Tapi selalu disediakan penginapan untuk tamu yang berkunjung.
__ADS_1
-Tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi penduduk pribumi sebenarnya ada di luar ibu kota