Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Siapa?


__ADS_3

"Xiaobai, ayo kejar, kepakkan sayapmu, jangan malas!" kata Mu Lian.


Xiaobai mengejar burung rakit dengan antusias. Sayapnya yang lebih kecil dari pada tubuhnya masih belum dapat membawanya terbang.



"Tunggu, tunggu aku!" kata Xiaobai masih terus berusaha mengejar burung rakit tersebut.


Mu Lian mengamati pergerakan burung rakit yang masih lincah, menggangguk puas, Mu Lian kemudian berkata,


"Xiaobai, aku sudah mengisi penuh mainan itu dengan chi. Jadi, kau bisa main sepuasnya. Jangan lupa makan siang dan tidur siang,"


"Eh? Lian jiejie sudah mau pergi?" kata Xiaobai menghiraukan burung rakit yang sudah menjauh.


Akhir-akhir ini, Mu Lian selalu terlambat datang sehingga Xiaobai harus menunggu dengan rasa khawatir.


Apa manusia ini akan pergi juga sama seperti ibunya? Hanya itu yang ada di dalam pikiran Xiaobai.


"Iya, sebentar lagi sarapan. Semuanya juga akan berkumpul," kata Mu Lian tersenyum.


Mu Lian menceritakan Mu Haocun, Master Yi, Ling Zizhou, Meimei, Meng Zhi dan anak-anak Desa Jinan kepada Xiaobai setiap malam sebelum Xiaobai tertidur.


Baginya, cerita Mu Lian dan yang lain adalah salah satu penghiburan di dunia semu yang sepi ini. Biasanya, meski Baize hanya memiliki satu keturunan, Baize junior akan selalu ditemani kedua orang tuanya hingga anak tersebut tumbuh mandiri.


Karena Xiaobai telah yatim piatu, dia hanya memiliki Mu Lian dan Mu Haocun. Tak lupa 'tetangga' yang hidup tak jauh darinya. Sayangnya Xiaobai tidak bisa dan mungkin tidak akan pernah bertemu dengan tetangganya tersebut.


"Baiklah, Xiaobai akan menjadi anak baik dan menunggu Lian jiejie," kata Xiaobai.


Mu Lian mengelus bulu Xiaobai yang lembut seperti kapas kemudian segera keluar dari dunia semu karena perutnya sudah berbunyi.


Sebelum memberikan enam mainan rakit yang diisi penuh dengan chi nya, Mu Lian juga membuat pil kultivasi untuk makan siang Xiaobai.


Selain itu, Mu Lian juga membuat stok baru untuk diantarkannya kepada Ling Zizhou dan Master Yi. Mu Lian berniat untuk berpura-pura menjadi pelanggan dan pergi ke penginapan untuk mengirim stok pil tersebut.


Ketika Mu Lian tiba di Gedung Pertemuan Utara, anak-anak sudah memenuhi meja dan memainkan air yang mengalir di meja. Ada juga yang iseng mengerjai teman yang duduk disebelahnya. Suara tawa menghiasi Gedung Pertemuan Utara.


Meng Zhi terlihat duduk dengan tenang di tengah keramaian tersebut, dengan teh yang dituangkan ke cangkirnya oleh Meimei dengan suasana yang sangat romantis.


Mu Lian menghiraukan suasana mencurigakan diantara keduanya dan duduk tepat diseberang Meng Zhi kemudian berkata,


"Kakek kemana?" kata Mu Lian.


"Masih memeriksa tuan muda, tapi tadi malam aku lihat kondisinya semakin membaik. Mungkin satu atau dua hari lagi tuan muda siuman," kata Meng Zhi menyeruput teh nya.


"Syukurlah, melihat kondisinya seperti itu, aku pun jadi gugup," kata Meimei menggeleng.


Mu Lian sedikit bingung dengan ucapan Meimei, mendengar ucapannya, kemungkinan tuan muda adalah orang penting di klan Xuanwu. Wujud aslinya saja telah membuat Mu Lian sangat terkejut.


"Omong-omong, aku ingin berpura-pura menjadi pelanggan dan pergi menemui Ah Zhou dan kakek Yi. Sekalian jalan-jalan. Rasanya sudah lama tidak keluar," kata Mu Lian.


"Oh," kata Meimei dan Meng Zhi bersamaan. Pantas saja, ternyata Ling Zizhou dan Master Yi lah yang mereka lupakan.


"Hmm? Zhi gege melupakan sesuatu?" kata Mu Lian tak percaya, cangkir berhenti tepat di depan mulutnya.


"Ehem. Yah, siapa sih yang tidak lupa apalagi setelah bekerja tanpa henti?" kata Meng Zhi mencari pembenaran.


Masalahnya adalah sudah dua hari berlalu dan Meng Zhi baru ingat jika Master Yi masih menunggu kabar darinya.


"Bilang saja kau melupakannya karena asik berduaan dengan Mei'er," kata Mu Haocun memasuki ruangan dan duduk di sebelah Mu Lian.


"Kakek! Aku ingin pergi ke pasar, sekalian ke Ah Zhou dan Kakek Yi untuk menyerahkan persediaan pil," kata Mu Lian buru-buru menyampaikan maksudnya untuk pergi keluar gerobak.


"Baiklah, bawa Ah Zhi bersamamu. Jangan datang secara bersamaan nanti ada yang curiga. Dan berhati-hatilah," kata Mu Haocun. Mu Lian mengangguk.


"Oh, Ah Yi dan aku sebenarnya ingin membawamu memeriksa Lereng Kaca," kata Meng Zhi akhirnya ingat untuk membicarakan masalah yang mereka temui di Lereng Kaca. Meng Zhi menjelaskan kesulitannya untuk memetakan Lereng Kaca.


"Hmm, menarik. Aku jadi penasaran dengan rumah lelang itu. Tapi sayangnya, aku harus memastikan keselamatan tuan muda dulu," kata Mu Haocun.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kakek memiliki hutang budi kepadanya?" kata Mu Lian penasaran karena inisiatif Mu Haocun.


Mu Lian sangat mengenal Mu Haocun yang selalu mementingkan keuntungan. Jika transaksi yang ada dihadapannya tidak menguntungkan, malah bisa membahayakan nyawanya, Mu Haocun akan menolak transaksi tersebut.


Beda halnya jika transaksi yang ada dihadapannya memiliki keuntungan yang besar, setimpal dengan resiko yang datang bersamanya, Mu Haocun akan menerimanya.


"Tidak. Tentu saja karena tuan muda banyak uangnya," kata Mu Haocun. Dugaan Mu Lian tepat.


Mu Lian hanya mengangguk menyetujui keputusan Mu Haocun sedangkan Meimei dan Meng Zhi saling menatap, karena tidak berdaya melihat Mu Lian yang semakin hari semakin mirip dengan Mu Haocun.


...


"Apa kalian sudah mendapat kabar terbaru dari Gerobak Ajaib?"


"Tidak. Setelah berjualan sekitar 3 minggu mereka langsung menghilang begitu saja dan memindahkan transaksi ke penginapan ini. Setelah itu, aku dengar mereka mendapat undangan dari Lereng Kaca,"


"Wah pantas saja kemarin banyak sekali yang membicarakan tandu milik Lereng Kaca. Tandu itu terlihat berkeliaran di sepanjang jalan ibu kota,"


"Tapi, aku dengar kabar angin kalau Gerobak Ajaib sedang melakukan perawatan,"


"Perawatan?"


"Gerobaknya, gerobaknya sedang dirawat. Mungkin ada kerusakan atau sesuatu yang mendesak,"


Mu Lian mendengarkan pembicaraan tiga orang di depannya. Selama dua jam penuh Mu Lian ikut mengantri dan Mu Lian baru bisa memasuki penginapan setelah tiga orang di depannya ini.


"Ah, gadis kecil, kasihan sekali kau sudah menunggu lama. Kau berbakti sekali pada ayahmu, semoga ayahmu lekas sembuh. Mudah-mudahan setelah kami, masih ada persediaan pil. Kami berjanji tidak akan membeli pil internal agar ayahmu kebagian," kata salah seorang diantaranya.


Mu Lian tersentuh dengan kebaikan tiga orang pria di hadapannya. Mereka adalah Dilong paling baik yang pernah ditemuinya, selain si ibu tiga anak.


Mu Lian berpura-pura menjadi anak yang ayahnya sedang terluka. Ayah 'bayangan' Mu Lian mengidap luka internal yang cukup parah dan ceritanya Mu Lian baru mendengar kabar mengenai Gerobak Ajaib dan segera ke penginapan.


Ketika pertama tiba di depan penginapan, hanya tiga orang ini yang bertanya kepada Mu Lian, gadis yang terlihat baru memasuki tingkat pengkondensasian chi.


Dan selama dua jam mengantri, ketiga orang itulah yang terus memerhatikan Mu Lian dan mengajaknya berbicara.


"Terimakasih. Semoga kalian mendapat balasan yang lebih baik. Ngomong-ngomong, apa anda sekalian akan datang kesini lagi?" tanya Mu Lian.


Tak lama, ketiganya dipanggil masuk dan benar saja, sesuai janji, mereka bertiga tidak memborong banyak-banyak pil, apalagi pil internal.


Mu Lian yakin, persediaan pil pun sebenarnya sudah sangat terbatas sehingga Ling Zizhou dan Master Yi pasti sudah membatasi pembelian.


"Oh, Tuan Meng. Anda baru datang? Bagaimana kabar anda?" kata orang-orang yang mengantri di belakang Mu Lian. Selama dua hari terakhir ini Meng Zhi tidak terlihat.


Pelanggan yang datang untuk membeli pil hanya melihat pemuda dengan wajah yang bisa mengalahkan pemimpin sekte aliran sesat manapun dan seorang kakek yang sangat kuat.


Melihat kedatangan Meng Zhi, petugas resepsionis penginapan pun segera menyambut Meng Zhi dan mengantarnya ke dalam. Meng Zhi melirik Mu Lian dan berbicara melalui telepati,


"Sampai jumpa di dalam,"


Mu Lian hanya mengangguk. Kebetulan ketiga orang baik yang baru saja kembali melihatnya dan membalas anggukan Mu Lian.


"Gadis kecil, kau beruntung. Kami menceritakan kisahmu pada pihak Gerobak Ajaib dan mereka memiliki persediaan pil internal. Semoga ayahmu lekas sembuh," kata ketiga orang itu berpamitan.


Mu Lian mengingat-ingat wajah ketiga orang itu kemudian mengikuti petugas resepsionis menuju kamar Ling Zizhou dan Master Yi.


Ternyata Meng Zhi baru tiba di depan kamar dan berpapasan dengan Mu Lian. Petugas resepsionis yang mengantar Meng Zhi segera berpamitan dengan membawa petugas yang mengantar Mu Lian.


"Kami undur diri dulu untuk memberi tahukan kepada pelanggan diluar bahwa Gerobak Ajaib akan melakukan transaksi kembali setelah makan siang," kata Petugas resepsionis senior.


"Jangan lupa, kami pesan dua porsi tunggu-Ah Yi, apa kau ingin makan siang? Iya? Baiklah, tiga porsi makan siang paket lengkap," kata Meng Zhi berpura-pura bertanya kepada Master Yi padahal makanan itu untuk Mu Lian.


Mu Lian mengikuti Meng Zhi memasuki kamar. Mu LIan sangat suka dengan nuansa nyaman yang terasa di kamar itu.


Ruangan tempat tidur dan ruangan menerima tamu terpisah dengan sekat yang terbuat dari kayu. Meski sekat itu sedikit regang, namun cukup untuk menjaga privasi di ruangan tempat tidur.


"Bagaimana?" kata Meng Zhi.

__ADS_1


"Kau harus mencoba makanannya, tak ku sangka makanan yang mereka sajikan cukup lezat. Yah, walaupun masih kalah jauh dengan buatanku," kata Ling Zizhou bangga.


"Aku tak sabar untuk mencobanya. Oh iya, ini. Persediaan untuk satu minggu ke depan," kata Mu Lian.


"Loh? Kudengar kau sedang merawat seorang pasien? Apa kau baik-baik saja? Jangan bilang kau memaksakan diri!


Nanti kalau kau jatuh sakit bagaimana?!" kata Ling Zizhou menghiraukan kantung dimensional yang diserahkan kepadanya dan malah memeriksa air muka Mu Lian.


Wajah Mu Lian memang sedikit pucat, apalagi kulitnya sedikit bersisik karena kurang istirahat. Ada lingkaran hitam di bawah matanya.


"Tuh kan!" kata Ling Zizhou khawatir.


"Berbaringlah. Nanti kalau makanannya sudah datang, akan kami bangunkan," kata Meng Zhi. Sebenarnya kondisi Meng Zhi pun tak berbeda jauh dengan Mu Lian.


Hanya saja Meng Zhi terlihat sudah lebih baik karena telah menghabiskan waktu berdua saja dengan Meimei, hingga melupakan Ling Zizhou dan Master Yi...


"Aku tidak apa-apa. Ini, periksa dulu dan tentukan penjualannya bagaimana. Oh iya, ketiga orang yang baru saja keluar, apa kalian ingat? Kalau mereka kembali lagi kesini, tolong berikan mereka lebih banyak pil," kata Mu Lian tersenyum.


"Sepertinya mereka pun orang-orang baik," kata Master Yi. Mu Lian mengangguk.


Ketika ketiga orang itu menemui mereka, Master Yi tidak mencium baik itu amarah, dendam, kebencian dan lain sebagainya.


"Kakek akan mencari tahu dari sekte mana mereka," kata Master Yi. Dari seragam yang mereka kenakan, Master Yi dapat menduga bahwa mereka berasal dari sebuah sekte.


Makan siang datang tiga puluh menit kemudian. Meski petugas penginapan penasaran dengan gadis yang berhasil menarik perhatian pihak Gerobak Ajaib hingga mendapat undangan makan siang bersama mereka, petugas itu tidak banyak bicara dan segera pergi dari kamar.


Mungkin saja rumor mengenai Mu Lian telah beredar di kalangan pelanggan. Apalagi antrian masih terlihat di depan penginapan ketika Mu Lian mengintip melalui jendela.


"Jangan khawatir, kita gunakan saja ceritamu mengenai gadis yang mencari pil internal untuk ayahnya. Kita gunakan kesempatan ini untuk mendongkrak reputasi Gerobak Ajaib," kata Meng Zhi.


Jika kabar mengenai Gerobak Ajaib membantu orang yang membutuhkan beredar, pasti reputasi Gerobak Ajaib semakin baik dan Gerobak Ajaib akan banjir pesanan.


"Oh iya, master, mana benda yang ingin kau tunjukkan pada Master Mu?" kata Ling Zizhou.


Master Yi meletakkan cangkir berisi tehnya kemudian segera menyentuh kantung dimensionalnya namun ingat Mu Lian tengah makan sehingga tangannya kembali meraih cangkir teh tersebut.


"Nanti saja," kata Master Yi menyeruput teh nya.


"Apa barang itu sangat penting? kalau iya, sebaiknya kakek Yi menyerahkannya sendiri," kata Mu Lian khawatir.


"Tidak apa. Kakek percaya padamu. Yang harus Lian'er ingat, bukalah bungkusan itu bersama-sama dengan Ah Cun," kata Master Yi.


Melarang pun percuma. Jadi Master Yi melakukan pendekatan berbeda. Mu Lian boleh melihat isi bungkusan yang nanti diberikan padanya bersama Mu Haocun.


Ucapan Master Yi sedikit meredakan rasa penasaran Mu Lian hingga rasa penasaran itu dapat Mu Lian tahan. Setidaknya hingga tiba di gerobak.


Setelah melahap sajian lengkap makan siang nan lezat yang disediakan penginapan, Mu Lian menghiraukan tatapan yang mengamati gerak-geriknya dan segera pulang ke gerobak.


Mu Lian merasakan tatapan itu berasal dari pelanggan yang mengantri dengan setia di penginapan.


Setibanya di gerobak, Mu Lian segera berlari di sepanjang tangga menuju Lobby dan menjalankan lift menuju lantai 15 ke dalam mode cepat sehingga lift naik dengan sangat cepat.


Dari pintu keluar Pagoda Utara, Mu Lian berjalan di tengah-tengah Taman Herbal Utara yang sudah ditanami berbagai macam tanaman herbal. Warna hijau telah mendominasi taman yang awalnya terlihat gersang itu.


Pertama-tama Mu Lian hendak mencari Mu Hacoun di Gudang Pertemuan Utara, namun Mu Lian tidak merasakan keberadaan seorang pun di sana sehingga Mu Lian menanyakan seseorang yang sedang berdiri di ruang kendali, Meimei.


"Master Mu ada di kediamannya. Bagaimana kabar Ah Zhou dan Master Yi?" kata Meimei.


"Mereka terlihat sedikit kesal ketika mendengar mereka dilupakan. Baiklah, aku ke kakek dulu ya Mei jiejie!" kata Mu Lian.


Tak lama, Mu Lian tiba di depan kediaman Mu Haocun, Dan Shen. Tanpa basa-basi Mu Lian melewati gerbang yang terbuka dan melintasi pekarangan.


Mu Lian merasakan keberadaan seseorang yang yang sedang berjalan tanpa tahu arah di bangunan utama. Mu Lian mengikuti orang tersebut.


"Siapa?" kata seorang pemuda. Mu Lian terkejut mendapati mata yang menatapnya adalah mata yang sama dengan pemuda yang dibawa Mu Haocun tiga hari yang lalu. Mata berwarna biru langit.


Mu Lian sempat tidak mengenali pemuda itu karena matanya kini terlihat dingin, berbeda dengan mata penuh senyum yang dilihatnya tiga hari yang lalu.

__ADS_1


"Anda siapa?" kata Mu Lian.


"..."


__ADS_2