Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Inti rumah lelang


__ADS_3

"Jangan sentuh. Mundur 100 langkah," kata Meimei sambil menyingkap kain kemudian turun dari gerobak. Beberapa orang ikut keluar dari gerobak. Setelah dihitung-hitung jumlahnya ada 12 orang.


"Sudah keluar semua? Tidak ada yang tertinggal?" kata Mu Lian mengintip dari dalam gerobak.


"Kami sudah keluar nona,"


"Sudah,"


Beberapa penyusup itu sangat terkejut melihat lebih dari 10 orang sekaligus keluar dari gerobak. Ketika akhirnya salah satu penyusup tersadar kemudian ia berkata,


"Maaf. Anda..."


"Kami dari Gerobak Ajaib dan kami bekerja sama dengan orang yang bernama Ketua Jun, salah satu pimpinan di rumah lelang ini. Ini adalah beberapa anggota kami yang akan membantu kalian. Tolong saling jaga mulai dari sekarang," kata Meimei.


Setelah Ketua Jun memberi sinyal untuk memanggil rekan-rekannya, Ling Zizhou menyempatkan diri untuk kembali ke gerobak dan menceritakan perkembangan terbaru kepada Meimei.


Mu Lian juga memutuskan untuk meracuni snack yang akan dibagikan kepada pihak Lereng Kaca setelah mendengar kabar terbaru dari Meimei.


Dan Mu Haocun, menyuruh Mu Lian dan Meimei mengantarkan 10 klan Xuanwu yang masih menunggu di kediaman mereka, keluar gerobak untuk ikut bergabung dengan Zhi Yuefeng dan yang lain. Mu Haocun berkata agar suasana semakin meriah dan urusan di Lereng Kaca cepat selesai.


Para penyusup yang mendengar Gerobak Ajaib akan membantu mereka, segera mengucapkan terimakasih kepada Meimei. 10 klan Xuanwu itu kemudian bergerak bersama para penyusup ke lokasi selanjutnya karena menilai tidak perlu memasang jebakan di sekitar gerobak.


"Salam kenal, kami adalah rekan Ketua Jun. Karena tiba-tiba ada perubahan jumlah anggota, kami akan membawa anda merebut tiga lokasi sekaligus dari pihak Lereng Kaca, apa anda keberatan?"


Ketua kelompok penyusup melirik ke salah seorang 'anggota' Gerobak Ajaib yang paling dekat dengannya. Dia bingung siapa yang memiliki suara di antara kelompok itu karena semuanya terlihat kuat.


"Tidak. Kami akan mengikuti rencana anda. Tapi setelah membantu anda, kami akan berjalan sendiri karena ada urusan penting," jawab orang tersebut.


Benar. Jika tidak ada Zhi Yuefeng, kelompok itu tidak terlalu memikirkan siapa yang berhak menjadi ketua diantara mereka. Asal ada salah satu yang mewakili mereka bicara, semuanya setuju-setuju saja. Salah satu keunikan klan Xuanwu.


Mendengar jawaban dari perwakilan klan Xuanwu, si ketua penyusup pun menjelaskan secara singkat struktur organisasi Lereng Kaca.


Tepat ada 6 unit yang diketuai oleh pendiri Lereng Kaca; bidang keamanan yang mengawasi juga jalannya menara pengawas, bidang perawatan rumah lelang yang juga mengawasi regulasi di rumah lelang, bidang keuangan, komunikasi, transportasi serta pelelangan.


Dan karena mereka berada di bangunan yang dekat dengan kantor utama bidang keamanan, mereka ditugaskan untuk merebut menara pengawas.


Baru setelah itu membantu rekan-rekan mereka merebut rumah lelang dan bidang keuangan. Jun Mo mengepalai bidang komunikasi jadi mereka hanya harus merebut kelima unit tersebut dari pihak Lereng Kaca.


Yang harus mereka waspadai adalah ketika merebut bidang perawatan rumah lelang karena orang yang memegang kendali atas rumah lelang ini dapat dengan leluasa mengubah-ubah posisi cermin sehingga akan menciptakan Array baru yang belum diketahui fungsinya apa.


Setidaknya mereka harus berhasil merebut 3 unit sebelum lelang malam ini selesai. Karena 50 staf Lereng Kaca yang tidak memakan snack berada pada acara lelang malam itu. Mereka adalah Unit Transportasi dan Pelelangan. Anggota elit Lereng Kaca.


Jun Mo menyuruh rekan-rekannya untuk berhati-hati menghadapi orang-orang dari unit keamanan, transportasi serta pelelangan karena menurutnya, merekalah yang paling kuat di Lereng Kaca.


Untungnya, anggota-anggota ketiga unit tersebut sedikit dan korban snack Mu Lian di unit keamanan cukup banyak. Dari 250 orang hanya tersisa 50 orang saja. Orang-orang yang beruntung tersebut selamat karena kedisiplinan mereka yang sangat tinggi.


Mereka menyimpan snack pemberian Gerobak Ajaib untuk nanti dimakan setelah mereka selesai bertugas.

__ADS_1


Meski begitu, sesuai yang telah Jun Mo katakan kepada Meng Zhi, mereka mungkin akan kesulitan merebut Lereng Kaca jika tidak ada bantuan dari Gerobak Ajaib.


Bukan apa-apa, Jun Mo hanya takut kepada faktor yang bisa tiba-tiba muncul begitu saja dan menghancurkan rencananya yang telah disiapkan matang-matang.


10 anggota klan Xuanwu mendengarkan penjelasan ketua penyusup sambil bersiap-siap menggerebek unit kemanan karena sebentar lagi mereka tiba di pusat menara pengawas.


Rombongan ini terus menuruni tangga dimana lantai berubah menjadi lantai yang terbuat dari permukaan mengkilap juga, lantai jadi seolah-olah terbuat dari cermin karena dapat memantulkan bayangan orang-orang yang berjalan di atas permukaannya.


Dan disepanjang perjalanan menuju pusat menara pengawas, anggota-anggota penyusup yang telah memasang jebakan di beberapa titik lokasi bergabung dengan rombongan. Termasuk anggota yang mengunci sekat yang memisahkan komplek perumahan staf dengan rumah lelang.


Tak lama, ketua para penyusup memberi tanda dengan menggunakan tangannya, menyampaikan bahwa mereka telah tiba.


Suara-suara lantang terdengar dari kejauhan. Terdengar berbagai perintah dari beberapa orang serta suara-suara protes.


Sudah tahu kondisinya begini keamanan Lereng Kaca malah asik bertengkar? Para penyusup menggunakan kesempatan untuk melancarkan serangan tiba-tiba.


"ARRGH!"


Seorang petugas menara berhasil ditumbangkan ketua penyusup. Cairan merah sedikit mengotori lantai dengan permukaan mengkilap namun petugas tersebut masih hidup, ia hanya dibuat menjadi tak bisa bertarung sementara.


Rombongan segera menyebar di sepanjang lantai dasar ruangan berbentuk kubah tersebut. Ada 5 lantai yang menyusun ruangan yang tersusun dari permukaan mengkilap.


Suara-suara terdengar tak hanya dari lantai dasar melainkan dari lantai 5, dimana ketua keamanan mengurus segala hal yang berkaitan dengan menara pengawas serta keamanan Lereng Kaca dari sana.


Rombongan penyusup bersama 10 anggota klan Xuanwu menyerang petugas-petugas menara yang sedang bertengkar di lantai dasar, ada sekitar 11 orang yang terlihat sedang cekcok.


"Penyusup!"


Petugas menara terlihat salah tingkah, mereka tidak siap. Mereka berhasil menghunuskan senjata namun kuda-kuda mereka kurang mantap, menyebabkan kehilangan momentum untuk menyerang atau bertahan.


Gelombang kedua petugas keamanan yang baru saja datang dari lantai 2 sedikit lebih baik karena mereka sudah tahu mengenai keberadaan para penyusup. Sekitar 9 orang yang turun dari lantai 2.


Kemudian panik melihat ternyata yang menyusup ada 20 orang, tolong, bukannya penyusup itu harusnya atau 2 orang? Kenapa ini ada satu rombongan? Begitu pikir 9 petugas keamanan tersebut sebelum tak sadarkan diri.


Satu petugas keamanan yang paling mencolok karena aura mematikan disekelilingnya melihat suasana kacau ini dari lantai teratas.


"Atur posisi dan kendalikan emosi kalian! Simpan semua perbedaan dan lindungi dulu rumah kita dari penyusup ini baru kita bicarakan secara baik-baik masalah yang menimpa Lereng Kaca!"


Suara langkah kaki bergema di sepenjuru ruangan, aktifitas terlihat dari lantai 5 hingga lantai 3, semua petugas keamanan yang tersisa segera menuruni tangga untuk menangkap penyusup, maksudnya rombongan penyusup.


"Mundur, mulai sekarang kita pancing mereka ke jebakan-jebakan yang telah dipasang," kata ketua penyusup.


10 anggota klan Xuanwu mengangguk menyetujui. Mereka baru saja pulih dan hendak menyimpan tenaga untuk keadaan yang lebih mendesak, terutama untuk melindungi Zhi Yuefeng.


Kalau ada alat yang dapat mempermudah pekerjaan mereka mengapa harus mencari jalan yang lebih sulit? Pertarungan gerilya pun dimulai.


.........

__ADS_1


Di ruangan pertemuan, Mo Fan menyadari kejanggalan snack yang diberikan oleh pihak Gerobak Ajaib.


Awal mula kecurigaan muncul adalah ketika staf-staf Lereng Kaca yang memakan snack tersebut, termasuk 2 pendiri Lereng Kaca yang mengetuai unit keamanan serta keuangan, tiba-tiba pamit undur diri.


Petugas keamanan di sekitar ruang pertemuan pun tak terlihat batang hidungnya. Mo Fan berteriak memanggil-manggil siapapun yang ada di luar ruangan, tidak ada yang menjawab.


Rumah lelang terasa seperti makam, sangat sunyi hingga Mo fan dapat mendengar detak jantungnya sendiri.


Tidak, dia memiliki sifat penakut sehingga sedikit saja ada kejadian janggal seperti ini, Mo Fan sudah menjadi paranoid terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk.


"Ketua Mo, apa yang terjadi? Kemana perginya staf-staf Lereng Kaca?" kata Saudara Chao ketika melihat Mo Fan yang sudah sangat ketakutan. Gawat, Mo Fan harus segera ditangkap dan diberi obat penenang.


Saudara Chao berdiri terlalu cepat hingga Mo Fan secara refleks ikut berdiri dan mundur beberapa langkah, kursinya terjatuh akibat gerakan tiba-tiba Mo Fan. Dengan suara gedebuk yang cukup keras, membuat suasana semakin mencekam.


Saat ini Mo Fan seperti sedang bermain film thriller dimana adegan tokoh sampingan menyadari dirinya menjadi target pertama pembunuh psikopat. Wajah ketakutannya tidak ada duanya.


Tangannya dengan gemetar mengambil sesuatu dari balik pakaiannya. Benda itu tersembunyi di sekitar dadanya.


Ketika benda itu dikeluarkan, Zhi Yuefeng, Saudara Chao dan 2 pendekar bayangan lainnya melihat benda berwarna putih dan pipih, tiba-tiba mendapatkan volume seperti balon yang ditiup. Benda tersebut menjadi berbentuk kubus.


"Tunggu!" kata Saudara Chao.


Mo Fan tidak peduli dengan Saudara Chao dan mengaktifkan benda berbentuk kubus tersebut. Benda itu sedikit bercahaya, disusul suara gemuruh seperti gempa bumi yang terdengar di seluruh rumah lelang.


Mo Fan mengaktifkan array. Dia mengaktifkan seluruh bagian rumah. Rumah lelang pun terlihat hidup.


Yang ada ditangan Mo Fan adalah inti rumah lelang, yang mampu mengaktifkan cermin-cermin yang merangkap sebagai array.


Karena Mo Fan berpikir untuk menjauhkan keempat orang yang ada di hadapannya ini, maka Mo Fan membuat array yang ada di ruangan pertemuan menimbulkan efek Zhi Yuefeng dan ketiga pendekar bayangannya terlempar keluar ruangan.


"GRRRK"


Cermin-Cermin yang ada di sekeliling ruangan pecah berkeping-keping kemudian bergerak seperti sekumpulan nyamuk, mulai memisahkan Mo Fan dengan kelompok Zhi Yuefeng.


Ketika serpihan-serpihan cermin mulai berterbangan kearahnya, Zhi Yuefeng merasa curiga dan segera menarik Saudara Chao yang sedang berusaha menggapai Mo Fan.


Benar saja, setelah serpihan-serpihan cermin berkumpul didepannya, tiba-tiba saja serpihan-serpihan tersebut memadat dan kembali menjadi cermin utuh.


Proses tersebut berlangsung dalam sekejap saja, memotong meja kayu menjadi dua. Kalau Zhi Yuefeng tidak menarik Saudara Chao, tangan kanannya pasti bernasib sama dengan meja kayu itu.


Karena posisi cermin-cermin berubah, maka array-array yang ada di sepenjuru rumah lelang pun berubah.


Rombongan Ling Zizhou dan Meng Zhi tiba-tiba terperangkap ke dalam ilusi sedangkan Mu Lian dan Mu Haocun tiba-tiba melihat Cermin Langit gelap gulita.


Tak hanya itu, rombongan yang terdiri dari penyusup dan 10 anggota klan Xuanwu terpisah di tengah jalan kemudian dua-duanya harus menghadapi petugas keamanan di ruangan dengan cuaca yang ekstrim.


Sedangkan di bagian paling ujung rumah lelang, tempat dilaksanakannya acara lelang, tiba-tiba berpindah tempat ke ruang penyimpanan.

__ADS_1


Meski bukan termasuk ruang penyimpanan utama, ruang penyimpanan itu memiliki beberapa harta yang cukup menggiurkan.


Beberapa orang pun dengan nekat membungkus benda-benda incaran mereka menggunakan apapun yang mereka miliki, bahkan dengan pakaian mereka sendiri!


__ADS_2