Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Diserang!


__ADS_3

"Ketua! Mereka sudah bergerak!" kata seorang pria. Ling Zizhou segera menghambur keluar ruangan untuk memeriksa keadaan diluar.


Terdengar perdebatan yang cukup panas dari tiga belah pihak. Satu pihak meminta agar segera menyerahkan Mu Lian dan Gerobak Ajaib, satu pihak berusaha menenangkan padahal mereka juga memiliki niat tersembunyi yang sama dengan pihak sebelumnya.


Sedangkan pihak fluorite menentang dua kelompok yang datang dan menuntut menyerahkan Gerobak Ajaib.


Xu bersaudara saling menatap namun tetap berada di dekat Mu Lian, jaga-jaga jika ketua sekte fulorite memiliki niat tersembunyi menahan mereka di ruang itu.


"Sepertinya sudah dimulai," kata ketua sekte fluorite. Suara-suara pertarungan mulai terdengar semakin nyaring dan mendekati rumah pohon yang digunakan Mu Lian.


"Ah Jing!" kata Xu Ke berdiri sambil menghunuskan pedangnya. Xu JIng juga demikian. Mereka berdua berdiri di dekat Mu Lian dan tidak membiarkan siapapun mendekati Mu Lian termasuk ketua sekte fluorite dan dua orang yang sedang bersamanya.


"Turunkan senjatamu, kau berani menghunuskan senjata di depan ketua?!" kata seorang pria jangkung.


"Maaf, dalam kondisi segenting ini apa kami tidak boleh berusaha untuk membela diri?" kata Xu Jing tersenyum. Kondisi yang dimaksud adalah ketika dinding rumah pohon hancur dan menunjukkan pertarungan yang cukup sengit diluar sana.


Ling Zizhou terlihat yang paling sibuk menghalau siapa saja yang berani mendekati rumah pohon. Pemuda itu memaki dan semakin ganas membalikkan serangan setelah melihat rumah pohon hancur.


"Cukup. Bantu Junior Ling, biar aku yang melindungi nona LianLian," kata ketua sekte fluorite. Kedua pria itu mengangguk dan membantu menghalau siapa saja yang mendekati rumah pohon.


"Sepertinya benar-benar tidak bisa dibicarakan secara baik-baik ya," kata Mu Lian menghela napas.


"Tentu saja tidak! Lihat, mereka bersemangat sekali untuk menjemputmu," kata Xu Jing menggeleng.


"Fokus, Ah jing," kata Xu Ke mengingatkan. Xu Jing meminta maaf dan mulai fokus dengan pertarungan yang terjadi di sekitarnya.


Mu Lian masih duduk dengan tenang karena pertarungan yang terjadi terasa seperti


Sedang menguji kemampuan lawannya, belum bertarung secara mati-matian.


Apalagi semuanya sudah tinggal bersama selama setahun, pasti ada keraguan untuk saling menyakiti.


Luka yang Mu Lian lihat selama pertarungan berlangsung adalah luka sayatan yang tidak terlalu dalam dan tidak melukai bagian vital.


Kedua ketua dari Zhongjian frustasi melihat pertarungan yang berujung jalan buntu ini. Akhirnya salah satunya bicara,"Nona LianLian, ikutlah bersama kami. Kami akan membayar lebih tinggi daripada mereka,"


"Kenapa saya harus ikut bersama anda? Anda ragu dalam pertarungan yang berlangsung saat ini tapi tega membiarkan tetangga yang sudah tinggal bersama anda selama setahun berada dalam bahaya di dalam Gua Sejati?" kata Mu Lian menggeleng.


Menurut Mu Lian mereka sama saja mencuci tangan mereka sendiri, tidak mau mengotori tangan mereka, hipokrit.


Kedua kelompok yang menuntut Mu Lian pergi bersama mereka itu terdiam. Jelas terlihat meski mereka sudah mendiskusikan rencana mereka jauh-jauh hari, rencana mereka memiliki kekurangan dan kurang matang.


Orang yang membujuk Mu Lian agar mau pergi bersama kedua kelompok itu pun sepertinya kurang membulatkan tekad dan menyiapkan banyak strategi.


Mendengar jawaban Mu Lian, kedua kelompok tersebut melanjutkan serangan mereka. Kini lebih agresif dan buru-buru. Salah seorang ketua terus melihat ke sekeliling seperti takut akan sesuatu.

__ADS_1


Mu Lian hanya menggeleng kemudian menggunakan energi spiritualnya untuk melakukan telepati ke Ling Zizhou, Xu Jing dan Xu Ke,


"Dia mencari Kakek Yi dan Zhi Ge. Karena aku sudah puas melihat-lihat, aku akan kembali ke gerobak. Ah Jing, ikut aku,"


Xu bersaudara sangat terkejut mendengar suara Mu Lian di dalam kepala mereka karena Mu Lian baru menggunakan telepati untuk berbicara kepada mereka.


Namun karena situasinya kurang tepat untuk bicara, Xu Ke hanya mengangguk, "Paman Tian pasti mendengar keributan ini dan sedang membawa bala bantuan kesini. Nona Lian dan Ah Jing duluan saja. Kalau Ah Zhou juga mau ikut silahkan saja,"


"Tidak. Aku akan menemanimu," kata Ling Zizhou buru-buru membalas.


"Gimana caranya kami berdua kabur dari sini? Mereka membawa hampir 50 orang dan tempat ini hampir sesak karena mereka," kata Xu Jing menggaruk kepalanya.


"Ah Jjing benar. Apa tidak sebaiknya Ah Zhou dan aku bekerja sama membukakan jalan untuk kalian?" kata Xu Ke.


"Tidak perlu. Ku pastikan mereka tidak akan bisa menangkapku," kata Mu Lian segera mengeluarkan gondola ajaib.


Mu Lian menarik Xu JIng untuk segera menaiki gondola kemudian dalam sekejap mengeluarkan chi dalam jumlah yang sangat banyak.


Mu Lian belajar struktur gondola ajaib dan cara mengendalikannya. Suatu hari Mu Lian menemukan cara agar gondola berjalan secepat bullet train.


Dan cara tersebut sedang Mu Lian gunakan saat ini. Mu Lian memenuhi badan gondola dengan chi milikinya namun tidak segera membiarkan chi tersebut mengalir.


Tidak hingga akhirnya seluruh badan gondola mengeluarkan suara seperti ranting patah, Mu Lian baru melepaskan chi tersebut.


Daya ledaknya membuat gondola bisa berlari secepat bullet train. Full Power! Kedua kelompok yang sedang mengepung tempat itu pun tidak sempat bereaksi.


"UWAAA!" Xu Jing hanya bisa berteriak sambil berusaha menyebarkan chi ke seluruh tubuhnya. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya di atas gondola yang sedang menembus hutan dengan sangat cepat.


Xu Jing mengagumi Mu Lian yang usianya hanya terpaut satu tahun lebih muda bisa mengendalikan chi sebaik ini.


Saat itu Mu Lian terlihat seperti kobaran api, hanya saja api digantikan dengan chi. Namun Mu Lian tidak kehilangan kendali dengan chi yang sangat melimpah itu.


Itu yang terlihat dari luar. Apa yang dirasakan Mu Lian saat itu adalah seluruh tubuhnya bekerja dengan sangat keras untuk mengendalikan chi. Bahkan Mu Lian mengendalikan pori-pori pada tubuhnya agar tidak membuang-buang chi yang ada.


Perjalanan pulang kembali ke gerobak hanya ditempuh kurang lebih 50 detik. Perjalanan terasa hanya sekejap saja.


Gerobak Ajaib terparkir persis seperti sebelum mereka pergi namun ada tamu tak diundang yang sedang mengepung gerobak.


Dan Meimei, sang ibu yang baru beberapa minggu lalu baru saja melahirkan tampak bergerak lincah menghadang orang-orang yang menyerbu gerobak.


Xiaoleng, Xiaojia, Xiaohan dan Xiaoqiu berada di sayap samping gerobak terlihat melempar sesuatu untuk menganggu konsentrasi lawan.


Mu Lian memelankan laju gerobak agar orang-orang yang hendak ditabraknya tidak terluka terlalu parah.


"UWA!"

__ADS_1


Tetap saja, orang-orang yang ditabrak gondola ajaib terpental sangat jauh dan cedera ketika menabrak batang pohon raksasa.


"Mei jie, masuk!" kata Mu Lian menyuruh Meimei kembali ke gerobak. Xu Jing hendak loncat keluar gondola dan menggantikan Meimei mengusir orang-orang yang masih tersisa namun Mu Lian menghalanginya.


"Tunggu," kata Mu Lian menahan Xu Jing kemudian menggunakan tangan satu lagi menunjukkan telapak tangannya dan mengerahkan energi spiritualnya untuk membekukan pergerakan lawan.


"!"


Semua yang terkena energi spiritual Mu Lian membeku di tempat masing-masing. Mata mereka terbelalak dan terlihat separuh jiwa mereka melayang.


"Keren!" celetuk Xu Jing.


Mu Lian menunggu gerobak lepas landas sebelum akhirnya mengikuti dari belakang. Sempat ada drama dimana Xiaohan dengan sangat tidak beruntungnya tergelincir dari pijakan sehingga harus bergelantungan untung saja Xiaoqiu sigap menarik Xiaohan naik kembali dan drama tersebut selesai.


"Xiaohan, dasar anak itu," kata suara Mu Haocun terdengar dari alat komunikasi, "Mereka, orang-orang dari kelompok kita kan? Apa akhirnya mereka mulai menjalankan rencana tersembunyi mereka?"


"Betul," kata Mu Lian menjelaskan kejadian dari awal samapi akhir yang terjadi hari ini.


"Menurut kakek bagaimana? Menurutku sih kita baiknya menjaga jarak dulu. Tapi ada satu masalah yang membuatku khawatir, sekte aliran sesat, mereka menculik orang-orang dan sepertinya membuat pasukan dari orang-orang yang diculik," kata Mu Lian mengingatkan informasi yang dibawa oleh Ling Zizhou.


"Nah itu dia. Untuk sementara ini biarkan mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan, kita berputar-putar saja dulu disini," kata Mu Haocun menyuruh Mu Lian untuk tidak jauh-jauh keluar pemukiman.


Dengan adanya sekte aliran sesat, lebih aman berada di dalam kelompok daripada sendirian. Apalagi banyak sekali penculikan.


Mu Lian menghela napas panjang. Ingin menghemat energinya, Mu Lian meminta Xu Jing untuk menggantikan dirinya selama beberapa menit.


"Tetap waspada, aku ingin memejamkan mata sebentar," kata Mu Lian yang segera duduk dan tenggelam dalam meditasinya.


Mu Lian duduk melayang di dalam kesadarannya, di hamparan galaksi yang dipenuhi bintang-bintang, planet-planet serta asteroid hanya beberapa menit saja.


Karena tiba-tiba perasaannya tidak enak, Mu Lian segera kembali ke dunia nyata dan mendapati kehadiran orang-orang asing sedang berlari dengan kecepatan tinggi menuju pemukiman.


Mu Lian mengerahkan indra spiritualnya dan benar saja, orang-orang itu dengan cepat mendekati pemukiman.


Aura mereka sangat menjijikkan, aura abyssal. Mu Lian segera memperingatkan Mu Haocun, "Kakek, kita diserang! Orang-orang itu, apa sudah memiliki kekuatan sebanyak ini?"


"Lian'er, kembali ke lokasi sebelumnya dan jemput orang-orang bodoh itu!" eru Mu Hacoun menyuruh Mu Lian menyelamatkan orang-orang uang sebelumnya hendak membawa paksa gerobak ajaib.


Untungnya, boneka-boneka sekte aliran sesat itu belum memasuki kawasan pemukiman sehingga MU Lian bisa kembali ke lokasi sebelumnya dan menyuruh mereka memberitahu bahwa mereka diserang.


"Benarkah? Hmm, aku percaya kepada nona apalagi nona memiliki kekuatan spiritual yang sangat luar biasa. Cepat! Sebarkan informasi ini kepada semuanya!" kata pria paruh baya yang sebelumnya ditabrak Mu Lian.


"Bagi yang belum bisa berdiri silahkan duduk di sini dan di gerobak," kata Mu Lian kepada orang-orang yang belum pulih setelah terkena energi spiritualnya.


Mu Lian dan Mu Haocun kemudian berusaha secepat mungkin bergabung dengan Ling Zizhou dan Xu bersaudara. Dapat dipastikan semuanya berkumpul disana mengingat sebelumnya sedang terjadi 'perselisihan'.

__ADS_1


"Aku harap semuanya sudah berkumpul disana..." gumam Mu Lian.


__ADS_2