Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Kelahiran


__ADS_3

Mu Lian melayang dalam keadaan duduk bersila.


Padang rumput menghampar luas sejauh mata memandang, batasnya berbaur dengan batas langit sehingga menciptakan warna gradasi yang lembut.


Tanaman-tanaman herbal yang pernah ia proses menjadi pil menggunakan api miliknya terlihat melayang di atas permukaan padang rumput.


Cahaya lembut berpendar dari tanaman tersebut. Menciptakan pemandangan yang cukup memukau di tempat yang damai itu.


Setiap Mu Lian tidur, Mu Lian pasti dibawa ke tempat itu. Meski sebelumnya Mu Lian tidak ingat dirinya telah tertidur namun ketika kesadarannya kembali Mu Lian sudah ada di tempat itu.


Sehingga ada dua fase yang dialami Mu Lian ketika dirinya sedang tidur. Yang pertama ketika dirinya tidak ingat apa-apa, Mu Lian menyimpulkan bahwa saat itulah dirinya benar-benar tidur, otaknya beristirahat dan tubuhnya pun begitu.


Fase kedua adalah ketika kesadarannya kembali namun secara harfiah, Mu Lian belum benar-benar terbangun, Mu Lian masih berada yang dianggapnya sebagai 'mimpi'.


Namun mimpi tersebut konstan dan Mu Lian bisa mengingatnya ketika bangun. Mu Lian menghabiskan waktu cukup lama di padang rumput ini sebelum akhirnya bisa benar-benar bangun.


Pada akhirnya Mu Lian menggunakan waktunya untuk berkultivasi. Dan ajaibnya, kecepatan kultivasinya meningkat dengan cepat ketika dirinya berada di padang rumput.


Meski begitu, kebutuhan chi Mu Lian meningkat pesat agar dirinya bisa melangkah ke tingkat kultivasi yang lebih tinggi.


Mu Haocun pun menyampaikan bahwa Mu Lian itu sama dengan dirinya, membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengumpulkan chi yang begitu murni.


Namun Mu Lian tidak boleh patah semangat, sedikit-sedikit juga pasti chi murni miliknya akan terkumpul sehingga cukup untuk naik ke tingkat kultivasi yang lebih tinggi.


Beberapa menit yang terasa seperti bertahun-tahun pun berlalu. Mu Lian tahu sebentar lagi tiba waktunya untuk bangun.


Mu Lian membuka matanya perlahan-lahan. Menatap ke pemandangan yang memukau itu untuk terakhir kalinya.


Terbersit ide bagaimana munculnya tanaman-tanaman yang melayang disekitar padang rumput itu.


Sudah lama Mu Lian memikirkannya. Dan kini dirinya semakin yakin bahwa api miliknya lah yang membuat tanaman-tanaman tersebut muncul di tempat ini.


Mu Lian juga sadar bahwa tempat ini adalah salah satu tempat di kesadarannya. Entah bagaimana caranya tempat ini muncul kemudian membantunya berkultivasi.


Oh iya, di tempat ini pun Mu Lian jadi seperti bisa berkomunikasi dengan api berwarna lilac yang sering digunakannya untuk membuat pil.


Meski warnanya cukup nyaman dipandang mata, tidak seheboh warna merah ataupun jingga ternyata sifatnya seperti anak-anak. Sangat ceria.


Di padang rumput, api tersebut bisa Mu Lian ajak berkomunikasi dan latih supaya lebih stabil. Mu Lian tidak menargetkan api itu menjadi kuat hingga menghancurkan apa saja yang ditemuinya, tidak.


Karena pada hakikatnya, Alkimia di dunia ini bukan menghancurkan apalagi menciptakan sesuatu. Ahli Alkimia bukanlah Tuhan.


Pada hakikatnya, Alkimia sangat dekat dengan alam. Melalui apinya Ahli Alkimia membantu semua tanaman yang ada untuk membangkitkan potensial paling maksimal yang bisa dikeluarkan.


Ahli Alkimia selayaknya membimbing tanaman-tanaman tersebut seperti guru yang membimbing murid-muridnya ke jalan yang benar.


Ahli Alkimia berperan sebagai fasilitator saja. Potensi tanaman hanya milik tanaman itu sendiri.


Api lilac miliknya, memiliki kekurangan yaitu dalam hal kestabilan untuk membimbing tanaman-tanaman tersebut.


Kadang Mu Lian merasakan kobarannya menjadi tak terkendali sehingga membingungkan si tanaman bersangkutan. Hal tersebutlah yang membuat proses pembuatan pil menjadi lebih lama.

__ADS_1


Pembuatan pil yang terlalu berlarut-larut sering merugikan seorang Ahli Alkimia. Bisa saja energi spiritual Ahli ALkimi tersebut berada dalam posisi 'kelelahan' sehingga tidak bisa digunakan untuk beberapa jam ke depan.


Maka dari itulah disamping berkultivasi, Mu Lian juga melatih api lilac miliknya di padang rumput ini.


...


Mu Lian membuka matanya. Tatapan Mu Lian disambut oleh pemandangan kamar yang sangat ia kenal.


Hari baru telah dimulai. Mu Lian segera bersiap-siap untuk beraktivitas. Sambil berganti pakaian, Mu Lian mengingat kembali interaksinya dengan tanaman-tanaman yang telah menjadi bagian dari padang rumput itu.


Dari interaksi tersebut, Mu Lian mengetahui lebih dalam seberapa besar tanaman-tanaman itu. Mu Lian sering kali mendiskusikan treatment apa saja yang bisa dilakukan berdasarkan potensial-potensial yang ditemukannya dengan Mu Haocun.


Bersama-sama, mereka menuliskan resep-resep baru di dalam sebuah buku besar. Mencari waktu luang untuk mencoba resep tersebut kemudian memilah resep mana saja yang telah berhasil atau gagal.


Ada alasan mengapa Mu Lian bersikeras mempelajari tanaman-tanaman yang kini menjadi penghuni padang rumput.


Mu Lian sebisa mungkin menghindari untuk menggunakan pohon misterius dalam kesempatan apapun.


Ketika pertama terdampar di Gua Sejati, Mu Lian terpaksa menggunakan pohon misterius karena nyawa dirinya dan orang-orang yang ia sayangi terancam.


Mu Lian tahu ketika Xiaobai mengungkit pohon misterius, solusi untuk membantu wanita-wanita yang sedang hamil itu adalah meminjam kekuatan pohon misterius.


Namun Mu Lian semakin enggan meminjam kekuatan pohon misterius setelah tahu sebenarnya apa itu pohon misterius.


Seperti yang diucapkan Mu Haocun, bahwa Mu Lian adalah manusia. Mu Lian tidak bisa menyelamatkan semua orang.


"Pagi Xiobai, sudah mau berangkat?"


"En. AKu ingin menemui mu sebelum berangkat. Doakan aku pelajaran hari ini lancar!" kata Xiaobai menggosok tubuhnya ke wajah Mu Lian.


Harta berharga sertra pil misterius legendaris yang pembuatnya memiliki tingkat profesi lebih tinggi daripada Mu Haocun sebagai pemegang gelar profesi tertinggi di generasi saat ini.


"Semangat. Aku akan menjemputmu di jam yang sama," kata Mu Lian.


Xiaobai segera terbang mendahului Mu Lian. Terbang secepat kilat karena takut terlambat. Kalau terlambat pasti Xiaobai akan diejek selama seminggu.


Mu Lian pun tidak berlama-lama di kamar. Karena kegiatannya hari ini cukup padat. Mu Lian melangkah dengan cepat sambil mengedarkan pandangannya ke arah taman. Setidaknya kebiasaan ini menambah moodnya agar semakin semangat beraktivitas.


Dimulai dari sarapan bersama, mengecek wanita-wanita hamil di kediaman mereka. Setelah itu Mu Lian mengajar anak-anak sampai tiba waktunya makan siang.


Kemudian Mu Lian mengecek kembali wanita-wanita hamil itu. Sorenya, saat anak-anak sedang berkultivasi, Mu Lian menguji resep baru bersama Mu Haocun.


"Oh iya kek, hari ini aku menemukan sesuatu," kata Mu Lian menceritakan interaksinya dengan tanaman-tanaman yang ada di padang rumput dalam mimpinya.


Mu Lian telah memberitahu keberadaan padang rumput tersebut kepada Mu Haocun jadi Mu Haocun tidak terkejut mendengar padang rumput diungkit terus oleh Mu Lian.


Lagi pula Mu Haocun lah yang pertama kali menyarankan Mu Lian untuk berkultivasi di padang rumput itu.


"Hmm, ada lima tanaman yang fungsinya baru ku dengar. Bagus, Lian'er. Terus asah kemampuanmu itu," kata Mu Haocun.


Mu Lian menatap Mu Haocun. Tak percaya dengan ucapannya barusan. Di mata Mu Lian, Mu Haocun adalah orang berwawasan luas dalam bidang tanaman herbal.

__ADS_1


"Kemampuanku berbeda denganmu, sayang. Memang garis keturunan kita memiliki kemampuan-kemampuan unik. Tapi kemampuanku lebih kuat di sini," kata Mu Haocun menunjuk matanya.


Energi spiritual keluarga Mu sangat kuat. Dengan bakat bawaan seperti misalnya, Mu Haocun yang memiliki observasi sangat kuat, matanya mampu melihat bahkan apa yang ada dibalik tembok paling tebal sekalipun. Bakat ini kemudian diperkuat setelah kontrak dengan Juejiang terealisasi.


Berbeda dengan kemampuan Mu Haocun, kemampuan Mu Lian sangat mendukung Ahli Alkimia seperti dirinya.


"Kemampuanmu membuka pintu ke dunia yang lebih baru lagi. Kau adalah jembatan untuk bisa berkomunikasi dengan api pil. Lewat komunikasimu dengan api pil kau akhirnya bisa mengetahui secara detail suatu tanaman herbal," kata Mu Haocun.


Mu Lian semakin semangat setelah mendengar kata-kata tersebut. Ia menuliskan informasi-informasi baru yang didapatkannya dari tanaman herbal-tanaman herbal yang ada di padang rumput.


Mu Lian berkerja dengan tekun selama hampir satu bulan penuh. Meski Mu Lian mendapat berita bahwa ada beberapa orang terluka, kegiatan Mu Lian tidak terganggu karena permintaan pil masih bisa Mu Lian tangani.


Ling Zizhou, Xu Tian dan Du Luhan juga ikut andil dalam mengatur agenda tersembunyi mereka. Prioritas utama mereka bertiga adalah mengurangi beban Mu Lian.


Jadi ketiganya berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada yang terluka maupun dalam keadaan bahaya.


Tanpa terasa tiba waktunya untuk Meimei bersalin. Malam itu, Mu Lian dan Mu Haocun lupa waktu karena sedang membuat resep baru.


Keduanya seperti berada di dunia mereka sendiri jika sudah bekerja diantara timbunan tanaman herbal.


Untungnya, tidak ada yang perlu diperhatikan saat seorang kultivator akan bersalin. Mereka akan bersalin selayaknya wanita di Bumi. Bahkan kemungkinan bayi lahir dengan selamat lebih tinggi dibandingkan di Bumi.


Di dunia ini, jika berhasil melewati masa-masa penuh kobaran, sang ibu dan anak dapat dipastikan 100% selamat.


Yang membuat keduanya lupa waktu adalah karena mereka sedang berdiri mengamati adonan gelap keunguan di dalam kuali raksasa.


Mu Lian mengaduknya menggunakan tongkat kayu yang diberikan oleh Mu Haocun. Kadang adonan diaduk dengan berirama kadang Mu Lian berhenti mengaduk sebelum akhirnya mengaduk kembali dengan irama baru.


Mu Haocun berdiri disamping Mu Lian sambil mencatat apa saja yang tertangkap oleh matanya. Kadang Mu Haocun memberi arahan kepada Mu Lian.


Mereka berdua telah melakukan kegiatan tersebut selama hampir 6 jam dan hingga saat ini keduanya belum menunjukkan tanda akan berhenti.


Ketika adonan tiba-tiba mengeluarkan gelembung-gelembung udara seperti air yang mendidih, Mu Lian pun berhenti sepenuhnya. Mu Haocun mengangguk puas.


Mu Lian banjir keringat, pakaiannya benar-benar basah namun Mu Lian menunggu penjelasan Mu Haocun dengan sabar.


"Racikannya sempurna, strukturnya berkaitan erat dan tidak ada yang longgar sedikitpun," kata Mu Haocun. Matanya gemerlapan, layaknya bintang di langit malam.


"Oke. Kalau kakek bilang begitu aku akan percaya," kata Mu Lian. Lagipula dirinya tidak bisa melihat apa yang Mu Haocun lihat.


Mu Lian pernah membaca buku warisan keluarganya yang suatu hari diberikan oleh Mu Haocun seperti angin lewat.


Disana tertulis jika seorang Mu yang memiliki kemampuan melihat seperti Mu Haocun, maka kesuksesan racikan maupun pembuatan pil adalah 97%.


Tetap saja, memberikan obat racikan baru yang resepnya diluar resep standar yang ada di dunia itu membuat Mu Lian khawatir. Orang pertama yang akan diberikan obat tersebut menjadi kelinci percobaan.


"Kemampuanku memang lebih sering ditemui di keluarga kita sehingga tercatat di buku warisan keluarga.


Tapi banyak juga yang memiliki kemampuan-kemampuan unik seperti dirimu. Kau membaca catatan kaki pada bab terakhir buku warisan keluarga?" Mu Lian mengangguk.


Dicatatan kaki tersebut tertulis agar generasi-generasi selanjutnya percaya pada kemampuan unik masing-masing.

__ADS_1


"Hmm, aku gugup untuk melihat hasilnya besok," kata Mu Lian. Mu Haocun memegang pundak Mu Lian.


Namun belum sempat bicara, tiba-tiba Xiaohan menghambur masuk sambil berteriak kegirangan, "Kami berhasil! Kami berhasil! Kakek, Lian jie! Ayo cepat ikut aku, anak kembar Mei jie telah lahir!"


__ADS_2