
Di Shenping merapikan pakaiannya, memeriksa apakah ada darah yang mengotori pakaiannya. Dia khawatir ada darah yang mengotori pakaiannya karena dia baru saja mengurus lima jasad korban pertarungan.
Sebenarnya tidak tepat disebut sebagai korban karena Di Shenping menemukan senjata mencurigakan yang kaya akan zat abyssal. Zat yang sudah diperingatkan jauh-jauh hari oleh dewan negeri Mao.
Kejadian paling mengejutkan dalam abad ini yang terjadi pada orang paling bijaksana, tentu kabar itu dengan sangat cepat beredar ke seluruh dewan yang ada di dunia bawah.
Sejak saat itu, dewan negeri Chen memutuskan untuk membawa alat ajaib yang menjaga mereka dari zat abyssal.
Dan semua kerusuhan serta kejadian yang terjadi harus ditangani oleh dewan yang membawa alat ajaib tersebut. Salah satu anggota dewan yang terpilih adalah Di Shenping.
Alasan dirinya terpilih adalah karena satu bulan yang lalu, istri serta ketiga anaknya kebetulan berada di lokasi dimana benda misterius membuat air samudra menyembur setinggi beberapa meter.
Dan tepat malam ini, saat dirinya sedang melakukan patroli, Di Shenping harus mengurus jasad orang-orang misterius itu.
Setelah berdiskusi dengan anggota dewan yang lain selama tiga jam penuh, semuanya memutuskan bahwa orang-orang yang tak bernyawa itu adalah anggota sekte aliran sesat.
Dewan tidak akan membuat pihak yang membunuh kelima orang ini bertanggung jawab. Kalau bisa malah dewan hendak memberi bantuan kepada pihak tersebut.
Bahkan ada beberapa anggota yang menyangkut pautkan pertengkaran antar klan yang terjadi beberapa hari yang lalu dengan kejadian malam ini.
Namun ada beberapa yang menyangkal. Yah, intinya dewan sedang menyelidiki lebih dalam apakah ada oknum yang menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya atau tidak.
Di Shenping menghela napas panjang. Lelah menghiasi wajahnya ketika pintu rumahnya terbuka dan wajah istrinya yang cantik muncul dari balik pintu.
"Sayang? Kenapa tidak masuk?" kata wanita itu.
"Oh, aku sedang merapikan pakaianku," kata Di Shenping. Nyonya Di memahami makna dibalik kata-katanya itu kemudian tatapannya menuntut penjelasan.
Di Shenping menghela napas panjang namun tetap menceritakan semua yang terjadi kepada istrinya. Istri Di Shenping menatapnya dengan cemas.
"Jangan khawatir, aku membawa alat ajaib ini. Oh, iya, apa anak-anak masih tidur?" kata Di Shenping menunjukkan cincin di jari kelingkingnya.
"Masih. Mereka kalau sudah tidur pasti susah dibangunkan," kata istrinya tertawa.
"Hah, Aku khawatir kebiasaan tidur mereka akan membahayakan nyawa mereka saat dewasa nanti," kata Di Shenping.
Kultivator hidup di dunia yang keras sehingga dituntut untuk selalu waspada bahkan dalam keadaan tidur sekalipun.
Maka dari itu Zhi Yuefeng pun yang tertidur pulas setelah diberi obat tidur oleh Xiaohua dan Xiaobao, sangat ketakutan.
Dapat dikatakan bahwa saat itu Zhi Yuefeng, benar-benar seperti bayi, lemah tanpa pertahanan diri.
"Tenang saja, ketika sudah tiba saatnya, akan kuajarkan mereka bagaimana mempertahankan diri mereka sendiri.
Sekarang, mereka masih kecil, biarkan mereka menikmati perlindungan ayah dan ibunya," kata Nyonya Di. Di Shenping mengangguk menyetujui.
Nyonya Di mengajak suaminya masuk. Mereka menuang mata air kabut dan mengobrol bersama. Sudah lama mereka tidak menjalani waktu berdua saja.
Di Shenping merasa rileks di sekitar istrinya dan menikmati mata air kabut yang ada di dalam cangkirnya.
Di Shenping mengganti pakaiannya dan pindah mengobrol dengan istrinya di kamar. Meski lelah, dia tidak berniat untuk tidur dan lebih memilih menghabiskan waktu berharganya dengan istrinya.
Dengan tingkat kultivasinya, setidaknya Di Shenping bisa tidak tidur selama beberapa hari lagi. Lagipula pagi-pagi sekali, tepatnya beberapa jam lagi, ia harus berangkat lagi ke gedung dewan.
Karena masih banyak yang harus diselidiki termasuk oknum dalam dewan yang bersembunyi dengan lihai.
Namun dua jam kemudian, pintu depan rumah diketuk dan Di Shenping mendapat kabar bahwa ada kabar mengenai fenomena gaib.
Orang-orang ditabrak dengan sesuatu tak kasat mata, menghilang sekejap kemudian muncul dengan keadaan tak bernyawa.
Di Shenping berpesan kepada istrinya untuk selalu waspada terhadap keadaan di sekitarnya dan segera pergi ke lokasi kejadian.
...
Di Shenping tiba di di lokasi kejadian yang letaknya berada di dekat titik balik. Memang daerah ini sangat jarang rumah sehingga tindak kejahatan lebih besar kemungkinannya terjadi disini.
Maka dari itulah biasanya anggota dewan sering melakukan patroli di sekitar titik balik. Namun sepertinya makhluk misterius itu sangat kuat sehingga dapat melancarkan serangannya di depan hidung anggota-anggota dewan.
__ADS_1
Ataukah ada oknum yang membuat daerah di sekitar titik balik lokasi operasi sehingga siapapun musuh oknum tersebut datang kesini dan melepas makhluk misterius tersebut?
Siapa yang tahu. Di Shenping mencatat kecurigaannya di dalam hati tanpa berniat memberitahu kepada pria yang sedang dihampirinya ini.
Pria itu sedang berdiri mengawasi anggota-anggota dewan yang sedang memindahkan jasad-jasad yang tersembunyi diantara rumput setinggi tulang kaki.
Beberapa bercak darah mewarnai rumput-rumput menjadi merah dan bau besi tercium dimana-mana. Untungnya dini hari itu tak ada angin, bau darah pun tetap di lokasi ini dan tidak menyebabkan kepanikan bagi penduduk yang tinggal beberapa kilometer dari sana.
"Dewan Di, akhirnya anda datang juga,"
"Dewan Li, bagaimana kondisinya?"
"Kami masih melacak sosok misterius itu dengan jejak yang ditinggalkan disini. Lihat, jejaknya terlihat seperti roda,"
"Anda benar. Lalu, apa anda sudah menemukan sosok itu?"
"Unit 1 sampai dengan 3 sedang berpencar untuk memeriksa apakah ada jejak yang sama atau tidak. Sepertinya sebentar lagi mereka melapor,"
Di Shenping dan Dewan Li mengobrol tanpa peduli dengan jasad-jasad yang sedang diangkut disekitar mereka.
Tak lama, seorang pria berpakaian seragam dewan datang menghampiri keduanya dengan tergesa-gesa.
"Ah, anda sudah datang, bagaimana? Sudah dapat petunjuk?"
"Sudah! Selamat...pagi, Dewan Di. Sebaiknya anda berdua ikut denganku," kata pria itu sempat bingung hendak mengucapkan selamat malam atau selamat pagi. Masalahnya, saat ini sudah berganti hari, hanya saja matahari belum terbit.
Pria itu membawa Di Shenping dan Dewan Li ke titik balik, beberapa kilometer menuju arah keluar ibukota.
Di Shenping merasakan keberadaan beberapa orang dan anehnya, sebuah pertarungan. Ada energi aneh yang dirasakannya pada orang-orang tersebut. Seperti yang dirasakannya pada jasad-jasad di lokasi sebelumnya.
"Apa yang bertarung dari pihak kita?"
"Bukan, kami mengikuti rencana anda untuk menunggu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi,"
"Apa kalian merasakannya juga? Zat abyssal itu?" kata Di Shenping sambil menatap ke arah dua rekannya. Kedua rekannya mengangguk.
Tak lama, Di Shenping dapat melihat aksi kejar-kejaran di depannya. Namun apa yang dikejar kerumunan orang berpakaian hitam itu? Di Shenping menoleh ke arah rekan yang membawanya ke sini.
Di Shenping melewatkan kejadian tersebut namun tetap meletakkan pandangannya ke arah kerumunan orang-orang itu agar tidak melewatkan kesempatannya yang lain.
"&$(&^$&($^!"
Salah satu diantaranya terlihat seperti tertabrak sesuatu. Orang itu mengudara selama beberapa detik di udara, tidak, tubuhnya seperti terseret sesuatu. Lalu tiba-tiba menghilang.
Di Shenping mengamati kejadian itu dalam diam. Begitupula saat orang yang baru saja menghilang itu muncul kembali dalam keadaan berlumuran darah dan tidak bernyawa.
Dengan penglihatannya yang sangat kuat, Di Shenping dapat menangkap warna darah yang keluar dari orang yang tiba-tiba muncul kembali itu, berwarna hitam.
"Entah mengapa aku malah ingin menyemangati makhluk misterius yang sedang membantai orang-orang sekte aliran sesat itu,"
Darah hitam, siapa lagi kalau bukan anggota sekte aliran sesat. Kabar mengenai orang-orang yang memiliki zat abyssal dan darah hitam pun sudah beredar dikalangan dewan.
Semuanya diam. Diam karena menyetujui ucapan Dewan Li. Ketiga dewan yang menonton kejadian sambil berlari ini akhirnya terlihat oleh salah satu dari kerumunan itu.
"Oh, sepertinya kita jadi terlibat dalam pertarungan ini," kata Di Shenping.
Beberapa orang berpakaian hitam berlari ke arah Di Shenping dan kedua rekannya. Senjata tajam kehitaman terhunus ke arah mereka.
"Semuanya! Serang!" kata rekan Di Shenping ke arah pepohonan dan rumah-rumah tak jauh dari sana.
"Uwaa!"
Berbagai teriakan terdengar, salah satunya teriakan panik orang-orang berpakaian hitam itu karena tidak sadar bahwa mereka telah diawasi oleh anggota dewan.
Pertarungan yang awalnya terlihat kecil-kecilan menjadi pertarungan besar-besaran yang terjadi antara dewan dan anggota sekte aliran sesat.
Pertarungan itu tidak bertahan lama karena orang-orang sekte aliran sesat sudah kelelahan terlibat aksi kejar-kejaran dengan makhluk misterius itu.
__ADS_1
Di Shenping mengamati pemandangan di sekelilingnya, berusaha mencari-cari sosok misterius yang ternyata semenjak anggota dewan turun tangan, sudah tak terlihat menabrak dan menculik lagi. Sepertinya makhluk itu sudah pergi.
Permadani bintang di atas langit sudah mulai memisah dan bersiap-siap terbenam, begitu pula dengan bulan yang terang benderang itu.
Pemandangan bak tirai yang sedang disingkap berlangsung hingga matahari yang asli terbit, namun belum sepenuhnya tirai tersingkap kumpulan-kumpulan bintang itu menghilang seperti ditelan cahaya matahari.
Orang-orang yang baru pertama kali melihat pasti penasaran dengan kumpulan bintang yang tiba-tiba menghilang itu. Dan seperti itulah perasaan Di Shenping terhadap makhluk misterius itu, yang dia dan rekannya beri nama monster ganas.
...
"Lian'er, kami sudah membawa anggota terakhir pendekar bayangan dan anggota klan Xuanwu lainnya," kata Meimei sambil merebahkan diri di atas lantai kayu kemudian melanjutkan,
"Sementara ini mereka berkumpul di Gedung Pertemuan Selatan. Aku sudah memanaskan teh dan segala macamnya yang ada di dapur Gedung Pertemuan Utara,"
Akhirnya setelah sekian lama, Gedung Pertemuan Selatan digunakan juga. Meimei menyuruh orang-orang yang baru diselamatkannya bersama Zhi Yuefeng itu menunggu di Gedung Pertemuan Selatan.
Hal tersebut dilakukan karena Gedung Pertemuan Utara sering digunakan anak-anak dan mengingat anak-anak masih sedikit takut dengan orang asing.
"Huff, baik. Terimakasih Mei jiejie, kerja bagus. Anda juga tuan muda, anda baik-baik saja? Baru istirahat satu hari tapi anda sudah memegang pedang. Beristirahatlah," kata Mu Lian sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku.
Kakinya sudah gemetaran berdiri lama di atas kendali mengapung. Dantiannya terasa seperti kosong melompong karena chi di dalamnya digunakan secara terus menerus.
Sebenarnya tidak kosong melompong juga sih. Mu Lian baru pertamakali mengalami kerja sekeras saat ini. Pekerjaan yang dituntut untuk terus menggunakan chi seperti saat ini.
"Terimakasih, sekali lagi terimakasih telah membantu kami menyelamatkan rekan-rekan kami!" kata Saudara Chao berkali-kali membungkuk untuk mengucapkan terimakasih kemudian menghampiri Zhi Yuefeng.
Zhi Yuefeng baru saja kembali bersama Meimei dari Gedung Pertemuan Selatan. Dia masih berdiri di pintu masuk ruang kendali ketika Mu Lian menyuruhnya beristirahat.
"Tuan muda, duduk lah aku akan membawakan air minum," kata Saudara Chao sambil menarik Zhi Yuefeng untuk duduk namun Zhi Yuefeng bergeming.
Zhi Yuefeng menggeleng, dia hendak mengikuti Saudara Chao ke Gedung Pertemuan Selatan. Akhirnya, Mu Lian dan Meimei ditinggalkan berdua saja di ruang kendali.
"Aish, lelah sekali," kata Mu Lian ikut berbaring di samping Meimei setelah mendarat ke pinggir kolam.
"Hehe, malam yang meriah bukan begitu?" kata Meimei kemudian melanjutkan,
"Oh iya, gerakan apa itu namanya yang bisa membuat gerobak menikung tajam seperti itu?"
"Oh, itu namanya nge-drift. Langkah spesial yang dilakukan pengendara, dengan kemampuan mereka, mereka membawa mobil melewati tikungan tajam," kata Mu Lian tersenyum.
Mu Lian merasa bangga dengan dirinya sendiri karena telah berhasil mempelajari drift dari sopirnya.
Meski Mu Lian hanya bisa melihatnya terakhir kali di malam kecelakaan, Mu Lian tetap mengenang orang itu di lubuk hatinya seperti pamannya sendiri.
Mu Lian larut dalam nostalgianya sampai tidak sadar telah jatuh tertidur. Ketika bangun, Meimei sedang menghampirinya sambil membawa nampan berisi makanan.
"Huh, Mei jiejie? Kapan masaknya?" kata Mu Lian mengusap kedua matanya.
"Kau ini. Aku membangunkanmu untuk pergi sarapan tapi tidak bangun juga jadi ya sudah, aku bawakan saja," kata Meimei tersenyum.
"Hehe, terimakasih," kata Mu Lian segera melahap semua yang disediakan Meimei.
Mu Lian mendengar bahwa Meiemei telah memasak untuk tamu-tamu dari klan Xuanwu dengan bantuan Xiaohua dan Xiaojia.
Meimei juga telah menyuruh Xiaohua dan Xiaobao memberi pertolongan pertama menggunakan obat racik yang tersedia di kediaman Mu Haocun.
Sementara menunggu Mu Lian bangun, Semua anggota klan Xuanwu menjalani perawatan di Gedung Perawatan Selatan.
"Xiaohua terlihat sangat ketakutan ketika melihat orang-orang berpakaian hitam. Untunglah anak itu kuat dan akhirnya bisa dibujuk. Aku juga sudah menjelaskan bahwa mereka bukan orang jahat dan berasal dari keluarga bak-baik," kata Meimei.
Mu Lian mengangguk. Trauma memang masalah yang tidak bisa begitu saja disembuhkan, mungkin seiring berjalannya waktu, anak-anak bisa mengalahkan ketakutan mereka.
Dari penjelasan Meimei, ada 10 pendekar bayangan dan 10 anggota biasa klan Xuanwu yang berhasil diselamatkan.
Dan yang mengalami luka paling serius adalah anggota pendekar bayangan. Meimei berkata bahwa mereka sangat membutuhkan purifikasi karena mereka juga mengalami kontaminasi zat abyssal.
"Ah, kita harus-"
__ADS_1
DUAR!
Tiba-tiba suara keras terdengar menggema dari luar ruang kendali. Mu Lian meletakkan mangkuknya kemudian mengikuti Meimei untuk memeriksa suara apakah itu.