Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Tidak akan kuberikan pada siapapun!


__ADS_3

Tepat sebelum indera spiritual kembali memasuki tubuh Mu Lian, kuali berhenti bergetar. Mu Lian tertegun, energi spiritualnya sudah dalam level terendah sehingga harus diistirahatkan sebelum bisa digunakan kembali.


Mu Lian menatap kuali yang mulai melayang turun lekat-lekat. Api pil di tangan kanannya mulai meredup seiring turunnya kuali.


"Apa kau tidak penasaran dengan hasilnya?" kata Mu Haocun tersenyum geli.


"Ah, baik. Akan kubuka," kata Mu Lian sambil membuka tutup kuali dengan gugup.


Wangi semerbak masuk ke dalam hidung Mu Lian ketika kuali dibuka dan di dasar kuali terdapat empat butir pil berwarna hijau yang sangat keruh.


Mu Lian mengambil pil itu dan menunjukkannya kepada Mu Haocun. Warnanya terlihat sangat tidak meyakinkan bagi Mu Lian.


"Apakah pil ini pil kehidupan? Apa aku gagal?" kata Mu Lian.


"Ini benar-benar pil kehidupan. Selamat atas keberhasilanmu, Lian'er, " kata Mu Haocun sambil mengusap kepala Mu Lian.


"Benarkah?!" kata Mu Lian.


Dia tidak percaya akhirnya bisa membuat pil kehidupan juga. Setelah satu bulan melatih energi spiritual miliknya, Mu Lian merasa beruntung karena berhasil membuat pil kehidupan dalam sekali percobaan.


Dan memang tidak salah jika Mu Lian merasa begitu. Karena seorang ahli Alkimia magang baru akan berhasil membuat pil setelah sepuluh kali percobaan. Atau ada juga yang setelah berbulan-bulan berlatih.


Namun semenjak pertama kali bertemu, Mu Haocun tidak pernah meragukan kemampuan Mu Lian dalam Alkimia.


Waktu itu memang dantian Mu Lian tidak terasa sama sekali namun bagi Mu Haocun, energi spiritual Mu Lian terasa sangat murni sehingga siapa saja yang berada di dekat Mu Lian merasa nyaman.


Mu Haocun membimbing Mu Lian untuk duduk di pinggir tempat tidur karena wajahnya terlihat pucat. Diambilnya kuali serta pil kehidupan dari tangan Mu Lian.


"Beristirahatlah. Besok kita libur dulu. Kakek juga harus memanen Siwang Mogu yang sudah dewasa," kata Mu Haocun.


"Benarkah? Kalau begitu tolong jelaskan lagi lebih detail tugas yang kakek berikan padaku," kata Mu Lian.


"Penjelasannya bisa menunggu. Sekarang kau istirahat dulu. Lagi pula kita tidak akan langsung melakukan percobaan terhadap Siwang Mogu. Ada beberapa hal yang harus kakek lakukan terlebih dahulu," kata Mu Haocun.


"Baiklah," kata Mu Lian akhirnya berbaring dan memejamkan matanya.


Meskipun dirinya merasa sangat bersemangat mendengar Siwang Mogu sebentar lagi akan dipanen namun tubuhnya begitu lelah hingga tanpa sadar, Mu Lian menutup matanya dan jatuh tertidur.


Mu Haocun tersenyum melihat Mu Lian kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pil kehidupan yang dibuat Mu Lian.


Warnanya yang hijau keruh menandakan kualitasnya yang rendah. Meski begitu Mu Haocun merasakan struktur pil tersebut sangat padat dan bentuknya pun terlihat sempurna.


Mu Haocun meminum pil tersebut dan merasakan kualitas pil itu mendekati kualitas menengah.


Warnanya memang menunjukkan kualitas rendah namun dari segi kualitas bahan, pil itu berada setengah langkah dari kualitas sedang.


Mu Haocun merasakan seluruh bahan-bahan tercampur dengan baik dan api pil dikontrol dengan sangat baik menyebabkan bahan-bahan memiliki kematangan yang baik.


Bahan katalisnya berhasil mengeluarkan efektifitas Danggui dan Si Cao bahkan membuat efektifitasnya berada di tingkat yang lebih tinggi.


Mu Haocun mendekati meja kerjanya dan mengambil sebuah botol porselen dari laci. Ketiga pil kehidupan buatan Mu Lian dimasukkan ke dalam botol porselen tersebut.


Mu Haocun memastikan botol tertutup rapat dan menyimpan botol tersebut layaknya harta paling berharga.


Dia tersenyum dan menantikan pil-pil buatan Mu Lian. Mu Haocun akan memastikan untuk menyimpan semua pil buatan Mu Lian baik-baik.


...


Pagi itu Mu Lian bangun dengan pegal di seluruh tubuhnya. Dia bangkit dari tempat tidur kemudian melakukan peregangan selama lima belas menit.


Setelah merasa tubuhnya lebih baik, Mu Lian langsung turun ke pekarangan dan mencari Ling Zizhou.


"Selamat atas keberhasilanmu membuat pil, Lian'er," kata Han Tengfei .


Han Tengfei yang berpakaian hitam terlihat sangat kontras dengan salju yang terhampar di sekitar pekarangan hingga beberapa senti dari aula resepsionis, tempat diletakkannya meja makan. Han Tengfei duduk dengan anggun menunggu di depan meja makan.


Mu Lian menikmati pemandangan dihadapannya sambil memuji kepintaran Xiaoxiao dalam memilih pasangan. Senior Han sangat tampan dan tidak memiliki cela, kalau saja dia lebih banyak bicara, pikir Mu Lian.


"Darimana senior tahu?" kata Mu Lian penasaran.


Awalnya Mu Lian ingin menunjukkan pil buatannya kepada Liang Zizhou dan Han Tengfei namun setelah mencari di sepenjuru kamar Mu Haocun, pil itu tidak dapat ditemukan dimanapun.


"Tadi pagi kakek itu memamerkan pil buatanmu dan mengatakan tidak akan memberikannya kepada siapapun!" kata Ling Zizhou marah-marah sambil meletakkan beberapa lauk di atas meja.

__ADS_1


Mu Lian menepuk keningnya. Pantas saja dia tidak bisa menemukan pilnya, ternyata pil buatannya sudah diklaim Mu Haocun sebagai miliknya.


Melihat Ling Zizhou sudah selesai memasak dan meletakkan masakan di atas meja, Mu Lian memutuskan untuk duduk.


Ling Zizhou membagikan mangkuk bersih kepada Mu Lian dan Han Tengfei kemudian membagikan nasi.


Mu Lian menatap Ling Zizhou sedang memasukkan nasi ke dalam mangkuk Han Tengfei. Meski Ling Zizhou marah ketika Han Tengfei mengatakan bahwa nasinya kurang, namun Ling Zizhou tetap menambahkan beberapa sendok nasi ke dalam mangkuk Han Tengfei.


Sepertinya hubungan keduanya semakin erat setelah menghabiskan waktu bersama. Kata Ling Zizhou, setiap hari dia berlatih bersama Han Tengfei. Namun Mu Lian tidak tahu secara pasti seperti apa latihan mereka.


Setiap pulang latihan, Ling Zizhou selalu penuh tanah dan luka. Ketika luka-lukanya sembuh. Pasti ada luka baru lagi.


Awalnya Mu lian hendak memberitahu agar mereka tidak berlatih secara berlebihan, namun melihat Master Yi dan Mu Haocun yang tidak mengatakan apa-apa, Mu Lian jadi tidak mengatakan apa-apa.


Mu Lian hanya bisa membantu membuat obat oles dan teh racikan untuk menunjang latihan Ling Zizhou dan Han Tengfei.


"Tambah lagi," kata Han Tengfei.


"Kau itu makan seperti b*bi. Untung aku memasak lebih, kalau tidak Lian'er tidak akan kebagian," kata Ling Zizhou sambil memberikan apa yang Han Tengfei mau.


Mu Lian batuk karena tersedak nasi. Entah bagaimana sepertinya Ling Zizhou masih sama seperti pertama bertemu. Mulutnya masih saja mengatakan hal-hal yang kasar.


...


[Di kawasan budidaya Siwang Mogu]


Di dalam hutan, beberapa kilometer dari lokasi Mu Lian menyembunyikan keempat murid Mu Haocun, terhampar lautan bangkai dengan berbagai ukuran.


Asap-asap berwarna hitam mengepul di sekitar tumpukan bangkai tersebut. Tampak selusin *Egui melayang dimana asap hitam paling pekat. Beberapa gumpal asap masih dalam proses membentuk Egui.


Kawasan tersebut awalnya memiliki pohon yang tumbuh saling berdekatan. Kini, berubah menjadi gundul karena pohon-pohonnya dipotong.


Hal tersebut dilakukan untuk memperluas jarak pandang. Selain itu, agar dapat mengawasi Egui agar tidak ada yang terlewat dalam proses pembasmian.


Jika ada beberapa Egui yang berhasil kabur dan masuk ke kawasan pemukiman, akan banyak jatuh korban jiwa.


"Krieee!"


Seekor Egui dengan suara nyaring meraung karena menyadari kedatangan Mu Haocun, Meng Zhi, Master Yi dan Chu Minishen.


Bangkai-bangkai tersebut menyerap air dari salju namun tidak membusuk karena suhu dibawah nol derajat celcius.


Menyebabkan bangkai-bangkai tersebut dalam keadaan terawetkan. Dan membuat energi kematian mudah terkumpul.


Lapisan-lapisan tipis bunga es menjalar disekujur tubuh bangkai menyerupai akar. Tepat dipuncaknya, tampak sebalok es yang di dalamnya tumbuh sekumpulan jamur berwarna kehitaman.


Siwang Mogu, jamur yang mendapatkan nutrisinya dari energi kematian. Maka ketika dilapisi es, Siwang Mogu tetap tumbuh subur seperti biasa.


Berbeda halnya dengan tumbuhan pada umunya. Ketika tumbuh-tumbuhan tersebut dilapisi es, mereka seperti tertidur. Semua pertumbuhan dan kegiatan fotosintesis terhenti hingga lapisan es mencair pada musim semi.


Mu Haocun dengan berani mendekati Egui sambil memegang sebuah kertas mantera. Meng Zhi, Master Yi dan Chu Minishen mengikuti di belakang.


Ketiganya nampak bersiap dengan senjata masing-masing. Senjata mereka tapak berbeda dari biasanya.


Di atas permukaan jian dan qiang mereka di lapisi aksara-aksara yang memiliki fungsi perlindungan.


Egui tidak dapat diserang secara fisik, sehingga apabila tidak memiliki energi spiritual yang cukup, biasanya metode ini digunakan sebagai salah satu perlindungan.


Atau bisa juga menggunakan perisai yang dibuat dengan energi spiritual masing-masing. MAsalahnya, mereka harus melindungi Mu Haocun yang sedang mengaktifkan mantera untuk membasmi Egui.


Ketika Mu Haocun mengaktifkan mantera, dia akan menghabiskan energi spiritual yang sangat besar sehingga tidak bisa melindungi dirinya. Sedangkan, Egui yang terkena mantera tersebut akan legih agresif dan berusaha melukai si pemegang mantera.


Disinilah peran Meng Zhi, Master Yi, dan Chu Minishen. Mereka bertugas melindungi mereka sendiri dan menghalau Egui agar tidak melukai Mu Haocun selama proses pembasmian.


Mu Haocun mengaktifkan kertas mantera tersebut. Kertas yang dipermukaannya dipadati aksara-aksara bersinar terang kemudian mulai terbakar.


Mantera yang digunakan untuk membasmi Egui merupakan salah satu mantera terpanjang di dunia jadi seseorang membutuhkan bantuan kertas mantera untuk menggunakan mantera tersebut.


"Kriee!"


Egui mengamuk dan berusaha menyerang Mu Haocun namun dipukul mundur oleh Master Yi yang tiba-tiba muncul di depan Mu Haocun.


Meng Zhi dan Chu Minishen memposisikan diri di samping kiri dan kanan Mu Haocun sehingga Mu Haocun berdiri di tengah ketiganya.

__ADS_1


"Kriee!"


Kesebelas ekor Egui mendengar temannya meraung dan ikut menyerang Mu Haocun ketika merasakan mantera pembasmian menyapu tubuh mereka.


Tubuh Egui terbentuk dari energi kematian yang dipadatkan. Egui sangat berbahaya karena kesadarannya terbentuk dari perasaan yang sangat kuat.


Perasaan yang sangat kuat sehingga memiliki kesadaran sendiri yaitu kebencian, amarah dan dendam.


Biasanya makhluk hidup yang mati dengan mengenaskan atau tidak menerima dirinya matilah yang memiliki perasaan seperti itu.


Oleh karenanya, jenazah-jenazah korban peperangan dapat digunakan untuk budidaya Siwang Mogu.


Hal itu dilakukan ketika masa peperangan besar terjadi beberapa ratus tahun lalu. Dipercaya Siwang Mogu digunakan sebagai pengobatan pada pasien yang memiliki penyakit tidur.


Pasien tersebut telah berbulan-bulan bertempur di medan perang tanpa istirahat. Tanpa sadar, energi kematian yang sedikit demi sedikit terserap ke dalam tubuh terakumulasi sehingga menyebabkan deviasi qigong.


Setiap kali pasien mencoba tidur, mimpi buruk yang sama bahayanya seperti kenyataan datang. Ketika si pasien terluka di dalam mimpi, jiwanya akan ikut terluka.Seorang pasien dengan gejala stadium akhir akan mati dalam tidur.


Siwang Mogu ditambahkan sebagai salah satu bahan dalam membuat pil yang dapat membantu proses detoks energi kematian. Energi kematian yang keluar dari tubuh pasien dipurifikasi dengan bantuan array.


"Hari ini pun parasit-parasit ini tak kalah banyaknya dengan kemarin lusa," kata Chu Minishen sambil mengayunkan qiangnya dengan kuat.


"Aku jadi semakin yakin untuk menggunakan mantera ini kepada diriku sendiri setiap kali perasaan-perasaan burukku datang," kata Meng Zhi.


Kebencian, amarah dan dendam merupakan perasaan buruk yang merusak jiwa seorang manusia.


Biasanya seseorang merapalkan doa-doa untuk mensucikan hatinya. Hal yang sering dijumpai pula pada seorang biksu di Bumi.


"Kriee!"


Seekor Egui terpental setelah dipukul oleh Master Yi. Tubuhnya yang tembus pandang mulai berkerlap-kerlip karena kehabisan daya.


Setelah sepuluh menit berlalu, mantera mulai bekerja dalam menghilangkan kumpulan perasaan buruk tersebut. Beberapa Egui tidak dapat mempertahankan bentuk tubuhnya lagi.


Mereka kembali menjadi gumpalan asap hitam yang melayang-layang di udara. Beberapa Egui masih bisa menyerang namun serangannya tidak sekuat yang pertama.


"Nampaknya gelombang ini sudah selesai," kata Chu Minishen sambil memukul dengan asal seekor Egui yang masih keras kepala meskipun serangannya terasa seperti angin lalu.


"Kita harus tetap waspada, Master Chu," kata Master Yi akhirnya berbicara juga.


"Krr,"


Egui terakhir kembali menjadi gumpalan asap bersamaan dengan terbakar habisnya kertas mantera yang dipegang Mu Haocun.


"Baiklah mari kita istirahat dulu," kata Mu Haocun sambil meregangkan kedua tangannya.


Meng Zhi, Master Yi dan Chu Minishen menyetujui ide Mu Haocun. Keempatnya masuk ke dalam kawasan dengan pohon yang saling berdekatan.


Keempatnya duduk dibawah salah satu pohon dan merencanakan untuk memanen Siwang Mogu setelah membasmi sekelompok Egui gelombang ke tiga yaitu ketika matahari terbenam.


Sejak tunas Siwang Mogu tumbuh, dalam sehari, mereka harus membasmi sekitar empat gelombang Egui. Tepatnya setiap 4 jam sekali dalam kurun waktu 24 jam.


Berbeda ketika pertama kali energi kematian terakumulasi. Dalam sehari, Egui hanya muncul dua kali atau dalam hari-hari tertentu hanya muncul sekali saja.


Mu Haocun selalu menyempatkan pulang untuk membimbing Mu Lian pada malam hari. Padahal kalau Mu Lian mengetahui bahwa setiap tengah malam Mu Haocun harus membasmi Egui, pasti Mu Lian tidak akan merepotkan Mu Haocun.


"Lihatlah, Yi, Zhizhi, ini pil kehidupan buatan Lian'er. Tapi aku tidak akan membagikannya pada kalian jika nanti kalian terluka. Lagi pula ini pil kehidupan, jadi tidak akan bisa mempurifikasi luka dari Egui," kata Mu Haocun.


Master Yi menggelengkan kepala, sedangkan Meng Zhi hanya bisa tersenyum geli melihat sahabatnya terus memamerkan pil buatan Mu Lian.


Sudah tiga kali mereka berdua mendengar Mu Haocun membanggakan pil buatan Mu Lian. Namun pada akhir kalimat, Mu Haocun selalu mengatakan tidak akan membagikan pil tersebut kepada mereka.


Kalau begitu, untuk apa dibahas?! Jika memang pil itu akan disimpan oleh Mu Haocun, mengapa dirinya terus membahas pil buatan Mu Lian hingga membuat keduanya penasaran?


Berbeda halnya dengan Master Yi dan Meng Zhi, Chu Minishen hanya mengangguk dan setuju pada setiap pujian yang diberikan oleh Mu Haocun kepada Mu Lian.


Ketika Mu Haocun mengatakan pil tersebut tidak akan dibagikan, Chu Minishen tidak berani berpikir untuk memiliki, karena pil tersebut pasti kualitasnya tinggi hingga *profesional seperti Mu Haocun menyimpan pil tersebut baik-baik.


.........


Note:


*Pada chapter sebelumnya tanpa sadar author menggunakan kata preta. Mulai chapter ini author akan menggunakan Egui.

__ADS_1


*Pada chapter sebelumnya, Mu Haocun merupakan grandmaster bidang Alkimia. Namun mengingat Mu Haocun adalah salah satu ahli ALkimia terbaik dan seseorang yang berhasil mencapai puncak bidang ALkimia, author memutuskan untuk mengganti tingkatnya menjadi profesional. Tingkat paling tinggi yang pernah dimiliki dunia ini.


__ADS_2