Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Master


__ADS_3

Di pesisir negeri Chen. Sebuah gerobak terparkir di tengah sabana, dibawah teriknya matahari. Meski begitu, nampak beberapa orang berkumpul di bagian belakang gerobak tersebut.


Orang-orang itu adalah kultivator-kultivator yang kebetulan lewat. Sebenarnya, orang-orang yang melihat gerobak berbentuk unik di tengah jalan yang sering dilalui itu pasti penasaran.


Ketika didekati, gerobak itu dikira menjalankan bisnis human traficking karena wajah Ling Zizhou yang jahat dan anak-anak berumur 12 tahun di bagian belakang gerobak.


Tentu saja, anak-anak kecil yang sudah luluh dengan masakan buatannya, membela Ling Zizhou hingga berani menendang serta memukul kultivator-kultivator yang berani menghunuskan jian mereka kepada Ling Zizhou.


Hidup bersama Master Yi, Ling Zizhou, Meimei dan Meng Zhi membuat anak-anak desa Jinan menjadi pribadi yang kuat dan pemberaniberani.


Setelah kesalahpahaman diluruskan, Kultivator-kultivator itu dipaksa bertanggung jawab karena telah menuduh orang berbuat jahat.


Anak-anak ini belajar dari Mu Haocun dan Mu Lian. Mereka diajarkan untuk mampu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menghasilkan uang.


Untungnya kultivator-kultivator rendah hati, bukan tipikal kultivator yang baru terjun ke dalam dunia kultivasi.


Kelima kultivator tersebut sudah terjun ke dalam dunia kultivasi dalam waktu yang lama, bahkan mereka memiliki murid-murid sangat banyak di bawah naungan mereka.


Hal tersebut menyebabkan mereka dapat berkompromi dengan sikap anak-anak kecil itu dan setuju untuk membeli barang yang mereka jual (lebih mudah untuk ditipu, ehem, maksudnya, dibujuk).


Yang paling mengejutkan adalah ternyata barang yang dijual di gerobak ini adalah berbagai macam pil dengan berbagai macam kualitas.


"Ini! Aku ambil yang ini, ini, ini, eh? INI JUGA!!" kata seorang paman berdada bidang.


"Astaga, semuanya! Ini, ambil semua inti spirit beast milikku!"


"Hei, jangan serakah dan berbagilah pada kami. Kau kira akan cukup waktunya jika kita mencari pil ke rumah lelang yang lain?"


Kelompok yang beranggotakan lima orang kultivator itu segera berdebat namun tak sampai menimbulkan perselisihan karena mereka berasal dari sekte yang sama.


"Tenang saja, kalian bisa mengambil semua yang ada di sini asalkan kalian punya uangnya," kata Ling Zizhou yang datang memeriksa pembeli pertama Mu Lian.


Kelima kultivator itu tidak menghiraukan nada bicara Ling Zizhou dan langsung memborong semua yang ada di pajangan.


Ketika hendak membayar, kelimanya melihat Meimei dan Meng Zhi yang baru saja melalui pintu yang kemudian meletakkan botol-botol baru di pajangan yang sudah kosong.


Hening.


Kelima kultivator itu merasakan hal yang sama. Terkejut melihat kedua sejoli terkenal dari Qinglong, Zhongjian.


"Anda berdua..."


"Oh, lama tak jumpa para tetua sekte Langit Mega," kata Meng Zhi menganggukkan kepala. Meimei melakukan hal yang sama juga tanpa bicara.


"!!"


Ternyata benar! Mereka berdua adalah Untouchable Beauty (nama dao Meimei) dan Sword's Sunset (nama dao Meng Zhi).


"Salam, Untouchable Beauty dan Sword's Sunset. Kalau boleh kami tahu, sedang apa anda di sini?" kata salah seorang kultivator.


"Ini adalah bisnis adik kecil kami, tentu saja kami sedang membantunya," kata Meimei memutar bola matanya.


"!?"


"Ehem, silahkan membayar sesuai dengan harga yang tertera," kata Xiaobao yang sudah dari tadi menengadahkan tangannya untuk menerima pembayaran.


Akhirnya kelima kultivator senior itu memutuskan untuk tidak menanyakan lebih jauh lagi dan menyelesaikan pembayaran dulu karena ingin segera melihat-lihat stok yang baru saja datang.


Lagi pula hal yang paling penting saat ini adalah memborong semua pil yang ada untuk murid-murid kesayangan mereka yang hendak mengikuti kontes.


"Kakek, apakah kelima kultivator itu berasal dari dunia yang sama dengan Mei jiejie dan Zhi gege?" tanya Mu Lian yang mengamati seluruh kejadian itu melalui cermin langit di ruang kendali.


"Slurp. Benar. Sekte Langit Mega merupakan salah satu sekte terbesar di sana. Tentu saja mereka akan mengenali Ah Zhi dan Mei'er," jawab Mu Haocun sambil menyeruput teh nya.


Mu Haocun duduk di pinggir kolam, berseberangan dengan Mu Lian yang sedang duduk di pusat ruang kendali di tengah kolam.

__ADS_1


"Hmm, kakek, bagaimana kalau kita tanya apakah mereka memiliki hati burung Zhen atau tidak?" kata Mu Lian.


Hati burung Zhen adalah salah satu bahan terpenting untuk membuat pil Zhen. Dalam tubuh Ling Zizhou, racun belum terdetoks sepenuhnya.


Sedangkan untuk Mu Lian sendiri, karena terpengaruh oleh spiritual suci milik Bai Wenlan dan mendapatkan gelar seseorang yang berhasil melewati ujian sang Baize, Mu Lian terhindar dari penyakit dan racun. Menyebabkan racun yang ada dalam tubuh Mu Lian kehilangan efektivitasnya.


"Boleh, kalau mereka memiliki banyak hati burung Zhen, sekalian saja kakek buatkan untuk mereka," kata Mu Haocun berbaik hati demi Ling Zizhou.


Entah mengapa akhir-akhir ini pemuda itu sedikit kehilangan semangatnya (tidak sering marah-marah). Mungkin salah satu penyebabnya adalah racun di dalam tubuhnya.


Salah satu yang membuat suasana semakin meriah adalah keributan yang ditimbulkan Ling Zizhou dalam berbagai hal.


Menerima persetujuan Mu Haocun, Mu Lian pun mengoperasikan kendali untuk membawa pesan suaranya ke alat identifikasi yang ada di bagian belakang gerobak.


Meimei melihat alat identifikasi berkedip-kedip, tanda pesan suara masuk. Mu Lian sudah mengajari berbagai hal yang perlu Mu Haocun, Master Yi, Ling Zizhou, Meimei dan Meng ZHi pelajari.


"Mei jiejie, tolong tanyakan kepada senior-senior itu apakah mereka memiliki hati burung Zhen atau tidak? Kalau iya, tanyakan berapa yang mereka miliki? Kakek akan membuatkan mereka pil Zhen jika mereka memiliki cukup banyak hati burung Zhen," suara Mu Lian terdengar dari alat identifikasi.


Kelima kultivator yang berdiri tak jauh dari alat identifikasi mendengar suara Mu Lian. Bukan suara seorang gadis yang sangat lembut yang membuat mereka kehabisan kata-kata melainkan ketika Mu Lian mengungkit pil Zhen.


"Kebetulan kami baru saja dari negeri Xu. Kami memang sengaja mengumpulkan bahan-bahan pil Zhen dan tidak menyangka akan bertemu dengan ahli Alkimia seperti anda," kata salah seorang kultivator menjawab pertanyaan Mu Lian.


Alat identifikasi masih berkedip-kedip, itu artinya Mu Lian masih bisa mendengar jawaban dari kultivator tersebut.


"Baiklah, silahkan menunggu hingga kami kabari besok. Semua bahannya, silahkan berikan kepada Mei jiejie atau Zhi gege," kata Mu Lian senang.


Mu Haocun yang mengamati dari pinggir kolam hanya mengangguk, setuju dengan ucapan Mu Lian. Mu Haocun pun segera bangkit dan meregangkan tubuhnya.


"Kakek mau kembali ke *Dan Shen dan bersiap-siap," kata Mu Haocun.


"En. Jangan memaksakan diri, kalau butuh bantuan panggil saja aku melalui Xiaohua" kata Mu Lian. Xiaohua adalah salah satu anak yang berusia 12 tahun.


Anak perempuan itu cukup cerdas dan sangat dekat dengan Mu Lian. Minatnya terhadap tanaman herbal pun satu frekuensi dengan Mu Lian, membuat keduanya semakin dekat.


"Haha, tentu saja dirimu yang sekarang ini belum bisa membantuku membuat pil Zhen. Tapi mungkin tak akan lama lagi," gumam Mu Haocun. Karena saat ini pun Mu Lian sudah berada di tingkat Master.


Pepatah mengatakan bahwa sesuatu yang ada di dalam hati dapat mempengaruhi kultivasi seseorang.


Hati Mu Lian sudah tenang, menerima dan berkeinginan untuk maju. Jadilah Mu Lian mampu menaikkan tingkat profesi Alkimianya ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu Master.


Meski begitu, Mu Haocun tidak memaksa Mu Lian harus mampu membuat pil lanjutan yang dibuat oleh Master Alkimia pada umumnya, yaitu pil Purifikasi dan pil Zhen.


Rencananya Mu Haocun akan mengajarkan Mu Lian membuat kedua pil tingkat lanjut itu bulan depan. Ketika Mu Lian sudah terbiasa dengan tingkat masternya.


Malam itu, Meimei mengantarkan banyak sekali hati burung Zhen dan bahan-bahan lain untuk membuat pil Zhen.


Sementara menunggu pil Zhen selesai dibuat, kelima kultivator itu membangun tenda tak jauh dari gerobak.


Meski tak sedang membutuhkan makan, kelima kultivator itu minum teh bersama untuk merayakan keberhasilan mereka mengamankan pil untuk persiapan kontes.


Kontes ini sebenarnya diadakan baik di dunia bawah, Zhongjian maupun Langit Agung. Bagi makhluk hidup di dunia ini yang memiliki usia yang sangat panjang, hanya inilah penghiburan mereka.


Keesokan harinya, kelima kultivator itu segera pergi setelah menerima beberapa botol pil Zhen. Beberapa botol pil Zhen tersebut bahkan menghabiskan seluruh sisa inti spirit beast yang mereka miliki.


Mereka sampai harus menyerahkan lima botol pil Zhen untuk menutupi kekurangan tersebut. Meski begitu, kelima kultivator tersebut pergi dengan wajah berseri.


Mu Lian dan yang lain kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke ibu kota dengan santai. Mu Lian menyempatkan diri untuk mengeksplor sabana yang terasa seperti sedang safari di Afrika.


Mu Lian turun ketika tidak ada orang, takut jika ada penduduk pribumi negeri Chen dan keberadaannya menimbulkan kegaduhan seperti ketika di ibu kota Mao. Untungnya sampai saat ini Mu Lian belum bertemu dengan satu pun Dilong.


Masalahnya adalah ketika mereka tiba di ibu kota. Mu Lian cemberut sepanjang hari karena tidak bisa keluar dari gerobak sama sekali.


Mu Lian hanya bisa mengamati Dilong yang berlalu lalang di jalanan, serta keramaian di depan gedung dewan.


Matahari di negeri Chen memang terik dan cuacanya lebih panas dibandingkan di Lembah Ufuk Timur, namun siapa yang dapat menolak pesona tempat yang baru pertama kali ia kunjungi?

__ADS_1


Mu Lian hanya bisa pasrah mengagumi tanduk gagah para Dilong serta ketampanan mereka.


"Apa nanti aku akan memiliki tanduk seperti itu?"


"Ha, mana mungkin anak yang tidak mau memakan brokolinya menumbuhkan tanduk gagah seperti itu!"


Setelah anak-anak menyelesaikan pekerjaan rumah mereka, anak-anak itu sering mengunjungi ruang kendali untuk mengamati pemandangan luar melalui cermin langit.


Anak-anak yang masih kecil menunjukkan keengganan mereka untuk berada di daerah asing dan lebih memilih berada di dalam gerobak. Sejak pertama pindah ke dalam gerobak, anak-anak sangat puas dan betah.


Namun tetap saja Mu Lian dan yang lain akan mengajak anak-anak tersebut keluar dan menjelajahi berbagai tempat untuk mencari minat serta bakat mereka.Satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan ketika kalian hendak membesarkan seorang anak.


Kalung ajaib dipesankan oleh Ling Zizhou di toko pandai besi terdekat yang di bangun oleh seorang ahli Metalurgi untuk memfasilitasi murid-muridnya.


Pada akhirnya, Mu Lian harus menunggu selama lima hari sebelum akhirnya kalung tersebut selesai dibuat.


Dengan hati yang riang, Mu Lian menyeret Ling Zizhou, Meimei, Xiaohua dan Xiaobao melihat-lihat ibu kota Chen.


Oh, perkenalkan, Xiaohua dan Xiaobao adalah dua orang dari dua puluh anak Desa Jinan yang memiliki ketertarikan pada bidang Alkimia.


"Ukh, panas," kata Xiaobao mengelap keringat yang mengucur dari dahinya.


Anak itu terbiasa dengan cuaca sejuk Desa Jinan dan tidak pernah terpapar matahari secara langsung seperti ini.


Setiap kali mereka berjalan beberapa meter dan melihat pohon akasia, Xiaobao pasti menyempatkan diri untuk berteduh dibawah pohon itu.


"Hihi, geli sekali," kata Xiaohua sambil memegangi rumput-rumput yang menggelitik tulang keringnya itu.


"Bagaimana menurut kalian ibu kota Chen?" kata Mu Lian sambil terus melihat ke kanan dan kirinya.


"Panas!" kata Xiaobao dan Xiaohua bersamaan. Meimei tertawa kecil sedangkan Ling Zizhou memutar kdua bola matanya.


"Hah! Segini yang kalian katakan panas? Kalian tidak tahu apa sepanas apa-" Ling Zizhou berhenti. Bukannya anak-anak ini memang baru pertama kali singgah di daerah hangat ini?


"Ehem, yang penting kalian harus terbiasa dengan cuaca di sini, kalau kalian berkunjung ke tempat yang cuacanya lebih panas lagi, bagaimana?" kata Ling Zizhou dengan wajah bangga, baginya suhu segini hanya mampu menggelitik dirinya.


"Kebiasaan, menyombongkan diri di hadapan yang lebih lemah darimu. Xiaobao, Xiaohua, jangan tumbuh seperti Ah Zhou, mengerti? Tetap rendah hati namun terus giat berlatih agar tidak ada yang berani menganggu kalian," kata Meimei menggelengkan kepala.


Keduanya mengangguk kemudian Xiaobao mengingat sesuatu dan bertanya, "Ngomong-ngomong, kita sebenarnya mau kemana?"


Mereka sudah berkeliling selama tiga jam, para gadis dan satu anak perempuan sudah berbelanja sepuas mereka, sudah berwisata kuliner, melihat-lihat cowok tampan, namun Mu Lian terus menyeret mereka ke suatu tempat.


"Oh, Aku ingin memeriksa kantor pos pusat untuk memeriksa surat dari Xiaoxiao," kata Mu Lian.



Mini Teater



Mu Lian: "Astaga! Lihat pemuda itu! rambut pirang, tatapan tajam, garis wajah sempurna,"



Mu Lian berpikir dalam hatinya bahwa bertransmigrasi ke dunia ini tidak buruk juga. Mata berwarna kuning itu persis seperti mata kucing yang menatap tajam mangsanya. Membuat siapa saja yang melihat mata tersebut terpaku di tempat.



Meimei: "Yang mana? Oh, apakah pemuda itu tipe Lian'er?"



Meimei tersenyum manis ke arah pemuda yang sedang dikagumi Mu Lian, namun entah mengapa senyuman tidak sampai ke matanya, malahan nafsu membunuh terpancar dari matanya yang indah itu.


__ADS_1


Ling Zizhou: "Siapa? Siapa yang berani mendekatimu? Dia harus melewati mayatku dulu sebelum bisa membawamu pergi kami!"



__ADS_2