Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Pohon Misterius (2)


__ADS_3

"Orang-orang br*ngs*k itu sedang merencanakan sesuatu aku tahu itu! Dan mereka menggunakan cara kotor untuk mencapai tujuan mereka!" kata Ling Zizhou mengakhiri cerita pengalamannya 3 bulan lalu.


Amarah Ling Zizhou meluap-luap menyebabkan aura asuranya tak terkendali. Mu Lian buru-buru memukul bahu Ling Zizhou namun pukulan itu mengandung sedikit energi spiritual, membuat bulu kuduk Ling Zizhou berdiri.


"Uhuk," Ling Zizhou batuk-batuk untuk menghilangkan perasaan tidak enak setelah dipukul Mu Lian. Hal tersebut membuat auranya tenang kembali.


"Sikap impulsifmu itu suatu saat nanti akan merugikanmu. Coba untuk mengurangi kebiasaanmu itu.


Jadi, apa Zhi ge memberikan instruksi lebih lanjut? Tidak mungkin kan kau kembali hanya untuk menyampaikan informasi saja?" kata Mu Lian.


"Zhi ge menyuruhku untuk memantau situasi hingga Zhi ge dan master kembali. Yah, dengan banyak sekali tugas mengasuh orang-orang lemah ini," kata Ling Zizhou mencibir.


"Aw, Ah Zhou jangan begitu. Aku memang lemah makanya aku selalu mengikutimu. Menurutku berada disampingmu itu lebih aman. Yah, meskipun pendengaranku semakin lama semakin buruk karena kau sering teriak-teriak," kata Xu Jing terkekeh.


"Sial! Aku lupa betapa menyebalkannnya dirimu! Sini Kau!" seru Ling Zizhou mulai bermain kejar-kejaran dengan Xu Jing.


"Ah, Lian'er apa tidak apa-apa kau memberitahu informasi ini kepada kami?" kata Xu Ke menatap Mu Lian dengan canggung.


"Kalau dari dulu Ke ge ingin membocorkan rahasia kami, kau sudah melakukannya dari dulu. Tapi nyatanya? Kau dan Ah Jing pura-pura tidak tahu apa-apa dan hidup berdampingan bersama kami bahkan membantu kami.


Aku sudah menganggap kalian berdua keluarga meski kalian berasal dari sebuah sekte. Wah sayang sekali ya, padahal aku ingin sekali merekrut orang-orang bertalenta," kata Mu Lian tersenyum.


Xu Ke membalas dengan senyuman canggung. Sudah lama Mu Lian mengajaknya untuk bergabung namun sumpah setianya kepada sektenya tidak bisa dianggap main-main.


"Terimakasih," gumam Xu Ke sungguh-sungguh.


"Aku yang berterimakasih," balas Mu Lian.


"Aku akan membantu Ah Zhou memantau keadaan sekitar dan membagikan informasi dari pertemuan ketua-ketua regu dari semua sekte.


Oh iya, bisakah aku membagikan informasi ini kepada paman? Aku akan memilih mana saja yang akan kubagikan dengan paman," kata Xu Ke.


"Bagus! Maksudku, iya boleh. Kalau bisa hanya berikan informasi mengenai sekte aliran sesat menculik orang-orang dan meluluh lantakkan base mereka saja," kata Mu Lian. Mu Lian tidak ingin informan baru mereka ketahuan.


Ling Zizhou. Masih tidak bisa memilih informasi apa yang bisa dan tidak bisa dibagikan seluruhnya.


Hanya metode kultivasinya saja yang menakutkan, orangnya, menurut Mu Lian masih senaif anak kecil! Untung saja yang ada di hadapan Ling Zizhou dan Mu Lian saat itu Xu bersaudara!


Mu Lian bangkit dari kursinya dan segera pamit pulang karena mereka sudah mengobrol lama sekali. Malam semakin larut.


Di luar rumah terlihat sekelebat bayangan mengitari sekeliling rumah pohon. Ling Zizhou dan Xu Jing masih bermain kejar-kejaran.


"Lian'er! Mau pulang?" kata Xu Jing yang paling pertama muncul disamping Mu Lian lebih dulu.


Xu Ke segera masuk ke dalam rumah dan beristirahat setelah melihat Mu Lian diantarkan oleh dua bodyguard.


"Kau ingat pemuda yang kau bilang pendek tapi lincahnya minta ampun? Kemarin dia berhasil naik ke tingkat menengah pembentukan pondasi!" kata Xu Jing memulai gosip dengan antusias.


Xu jing tahu betul jika Ling Zizhou tidak pernah mau bersusah payah menghapalkan nama orang-orang yang ditemuinya jadi dia selalu memberitahu ciri khas yang diingat Ling Zizhou menyangkut orang yang akan mereka bahas.


"Si cengeng itu?" kata Ling Zizhou tak percaya.


"Iya! Dia..." Xu Jing memberitahu Ling Zizhou kejadian apa saja yang dilewatkannya 3 bulan belakangan.


Xu Jing dan Ling Zizhou sangat fokus dengan gosip mereka namun kaki mereka secara otomatis berjalan ke arah gerobak ajaib.


"Tunggu, aku mau menjemput Xiaobai dulu," kata Mu Lian segera menghentikan langkah kedua pemuda yang nyaris meninggalkannya.


"Ah iya, lupa. Bola bulu yang galak itu, apa dia sudah baikan?" kata Xu Jing sambil mengelus dagunya yang mulus.

__ADS_1


"Hah? Kenapa dengan makhluk tak berguna itu?" kata Ling Zizhou.


...


"Ukh, aku...tidak mungkin...suatu hari...suatu hari anda yang akan jatuh ke dalam kubangan penuh lumpur ini!" kata Xiaobai dengan suara melengking.


"Huh, aku menunggumu dari berabad-abad yang lalu nyatanya kau terus yang jatuh ke dalam lumpur itu! Ckck tiap hari kau itu semakin pandai menggertak saja," kata Wei Cheng menggeleng puas.


Melihat buntalan putih yang kini sepenuhnya dipehuhi lumpur kecoklatan sedangkan dirinya duduk bersila di dahan dengan berkarisma merupakan suatu kepuasan tersendiri bagi Wei Cheng.


Di hadapannya papan permainan menyerupai catur menunjukkan bidak-bidak berwujud orang-orangan dan bangunan-bangunan berada di posisinya masing-masing.


Bidak-bidak itu beragam wujud, kalau disamakan akan menyerupai permainan monopoli yang memiliki beragam benda yang bisa diletakkan di dalam papan permainannya.


Perbedaannya papan di hadapan Wei Cheng terlihat hidup, orang-orangan dan semua yang ada dalam papan permainan itu pun begitu.


Hari itu, Wei Cheng mulai mengajarkan papan yang disebutnya dengan simulasi kehidupan. Xiaobai akan diajak untuk bertanding mempertahankan wilayah serta sumber daya yang dimilikinya.


Dipercaya bahwa permainan tersebut telah menjadi kegiatan untuk melepas penat ketika dua Baize kebetulan bertemu.


Sambil melepas penat, bisa sekaligus mengasah logika dan strategi. Dengan begitu merangsang kinerja otak dan meningkatkan kapasitas otak juga.


Beberapa bulan yang lalu, Xiaobai selalu diberi pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana perkembangannya terhadap pengetahuan dunia.


Selain itu, Wei Cheng juga ingin mengetahui kualitas Xiaobai dan menurut pengamatanny selama beberapa bulan terakhir Xiaobai memiliki kualitas diatas rata-rata. Anak itu sangat unggul malah!


Wei Cheng curiga Xiaobai merupakan salah satu garis keturunan terkuat diantara Baize-Baize lainnya.


"Hah, tapi tetap saja masih anak ingusan! Masih harus menunggu 1000 tahun lagi untuk bisa mengalahkanku anak ingusan!" kata Wei Cheng meregangkan tubuhnya.


Lengannya yang menyerupai akar terlihat seperti tumbuhan menjalar. Wei Cheng berjalan meninggalkan Xiaobai.


Xiaobai melayang dengan susah payah karena tubuhnya berat dipenuhi lumpur. Setelah mengibaskan bulunya dengan sekuat tenaga, sebagian besar lumpur berjatuhan menyisakan sebagian kecil yang harus dibersihkan dengan air mengalir.


Xiaobai kemudian melesat dengan cepat ingin segera pergi dari pohon persemayaman. Ketika melewati portal, ternyata Mu Lian sudah menunggu dengan dua pemuda yang Xiaobai tidak sukai.


"!"


"Wah! Galak seperti biasanya!" kata Xu Jing sambil menghindar terjangan maut Xiaobai.


"Ew, dia sepertinya sengaja ingin mengotori kita dengan lumpur ini!" kata Ling Zizhou ketika melihat cipratan lumpur berhasil mengenai ujung pakaiannya.


"Lian jie!"


"Xiaobai, kau kotor sekali. Ini lumpur?"


"Ah, kakek-kakek menyebalkan itu! Ahem, lupakan. Ada hal penting yang harus kubicarakan! Ini mengenai pohon misterius yang ada di dalam ruang kendali-"


"-baiklah. Tapi sebelumnya kita kembali dulu dan membersihkan dari lumpur-lumpur ini," potong Mu Lian.


Mu Lian membawa Xiaobai dalam dekapannya meski tubuh Xiaobai basah dan penuh lumpur. Mu Lian takut Xiaobai kedinginan sehingga ia pun menggunakan qinggong agar tiba k gerobak lebih cepat.


"Sampai jumpa," kata Mu Lian terburu-buru meninggalkan Ling Zizhou dan Xu Jing yang belum sempat membalas.


Xiaobai tak bisa menahan keinginannya untuk segera memberikan rahasia yang berhasil ia bongkar kepada Mu Lian.


Xiaobai pun mulai membeberkan apa sebenarnya pohon misterius yang menjadi inti dari ruang kendali.


"Jadi jasad ibumu berubah menjadi pohon dan kini berada dalam kondisi statis? Apa maksudmu banyak potensial yang bisa digali lebih dalam darinya?" kata Mu Lian pelan.

__ADS_1


Ketika mendapatkan kebenaran dari pohon misterius, Mu Lian sedang menuruni tangga melintasi ruangan penuh gemerlap lampion-lampion kecil, menambah kesan misterius situasi saat itu.


"Ya, makanya kaum kami selalu menutup diri dari masyarakat karena ketika tubuh kami sudah dingin pun jasad kami masih menyimpan berjuta-juta potensi.


Sebut saja energi seperti yang kau ceritakan ada di Bumi. Energi dari jasad kami memang akan habis tapi dalam kurun waktu yang cukup lama," kata Xiaobai. Saat itu Xiaobai hanya berdua saja dengan Mu Lian jadi ia menggunakan komunikasi langsung.


"Apa itu artinya..."


"Ya, kita bisa mencari cara untuk menyelamatkan wanita-wanita itu. Huh, walaupun aku tidak peduli tapi sepertinya LIan jie peduli,"


"Ah, tidak. Xiaobai. Itu diluar hak milikku. Ibumu telah memberikanku gerobak ajaib sebagai wujud terimakasihnya karena aku mau menjagamu yang aku lakukan dengan senang hati.


Tapi pohon misterius itu, maksudku, jasad Bai Wenlan adalah sepenuhnya milikmu. Aku akan lebih memihakmu dibandingkan kakak-kakak itu,"


"Tapi...kau telah menganggap mereka seperti kakakmu sendiri bukan?"


"Tidak. Keputusanku sudah final. AKu tidak mau mendengar apapun itu yang menyangkut pohon misterius. Biarkan Bai Wenlan, ibumu beristirahat dengan tenang," kata Mu Lian dengan tatapan sendu. Xiaobai tidak mengucapkan sepatah kata lagi.


Namun Mu Lian bertanya dimana jasad Bai Wenlan sebelumnya disimpan sebelum berubah menjadi pohon misterius. Ternyata jasad Bai Wenlan ada di dalam cahaya yang masuk ke dalam dada Mu Lian waktu itu.


Jasad Bai Wenlan termodifikasi secara otomatis ketika Mu Lian sedang membuat sketsa interior gerobak ajaib dalam pikirannya.


Yang tidak Xiaobai ceritakan adalah bahwa tidak hanya jasad ibunya saja yang berubah menjadi pohon misterius namun jasad ayahnya juga. Jadi pohon misterius adalah perpaduan dari jasad ibu dan ayahnya.


Xiaobai menghargai Mu Lian sehingga semua pendapatnya pun pasti ia dengarkan. Lagipula Xiaobai belum tahu secara pasti potensi-potensi yang mampu dilakukan pohon misterius.


Begitu banyak pengetahuan yang belum ia susun dan pahami. Rasanya pikirannya berada di dalam labirin tak berujung dan dengan tingkat kesulitan paling tinggi.


Seekor Baize tanpa pendamping bisa mati karena otaknya terbebani pengetahuan dari berbagai macam bidang. Belum lagi matanya yang bisa menembus melihat suatu kebenaran. Mata kebenaran begitu sebutannya.


Perjalanan Xiaobai masih sangat panjang namun ia beruntung memiliki Mu Lian dan Mu Haocun. Tak lupa guru gilanya yang anehnya mampu membimbing Xiaobai menyusun pengetahuan-pengetahuan itu dengan sangat cepat.


Hari itu ditutup dengan perjuangan Xiaobai untuk membersihkan bulunya yang sangat lengket. Lumpur itu ketika sudah setengah kering lengketnya seperti permen karet. Kulitnya terasa sangat perih setelah bulunya berkali-kali tersangkut di sisir.


Keesokannya, semuanya berkegiatan seperti biasa. Xiaobai memulai pelajarannya dengan tatapan seperti prajurit yang sebentar lagi akan pergi ke medan perang.


Apalagi Xiaobai bertekad untuk mencari alternatif lain yang dapat membantu Mu Lian menangani kobaran yang sebentar lagi akan bermunculan pada wanita-wanita yang sedang dirawat di gerobak ajaib.


Ling Zizhou bergabung dengan kelompok Xu Tian (pamannya Xu bersaudara) dengan motif tersembunyinya, memantau situasi di sekitar.


Apalagi tim eksplorasi kini sudah beroperasi seperti biasanya. Dan tim ini diijinkan beroperasi meski mereka harus melakukan misi bunuh diri.


Alasannya yang pertama karena pil yang dijual Mu Lian sangat terbatas, semuanya memaklumi karena Mu Lian dan Mu Haocun harus merawat wanita-wanita yang sedang hamil itu.


Kedua, alasan yang semakin memotivasi semuanya adalah cadangan makanan mereka sudah hampir habis.


Mereka bukanlah kultivator tingkat tinggi yang tahan tidak makan selama setahun. Paling lama mereka bisa menahan metabolisme mereka dan menggantinya dengan chi yaitu selama 3-5 bulan saja.


Dengan bayaran kultivasi mereka tidak akan maju-maju. Dan di dalam Gua sejati, situasi tersebut sangat merugikan mereka.


Mereka pada akhirnya dihadapkan dua pilihan, mati karena menjadi makhluk paling lemah disini atau mati ketika berusaha. Tentu saja semuanya memilih pilihan kedua.


Xu bersaudara dan Du Luhan membimbing anak-anak dalam pelajaran serta kultivasi mereka. Kedua puluh anak tersebut terlihat semakin tangguh dan aktif.


Tak lupa, mereka membantu merawat wanita-wanita yang sedang hamil. Skill anak-anak itu pun semakin banyak.


Tak hanya daya pikir mereka yang tajam, insting, kemampuan bertarung, bertahan hidup, skill sehari-hari semua yang bisa diajarkan telah mereka pelajari dengan cepat.


Sedangkan Mu Lian semakin pusing karena mendapat kabar bahwa Meng Zhi dan Master Yi belum bisa kembali karena sekte aliran sesat semakin menggila.

__ADS_1


Satu bulan lagi! Anaknya Meimei satu bulan lagi akan lahir! Mu Lian memijit keningnya sendiri memikirkan nasib anak yang ayahnya itu entah berada dimana


__ADS_2