Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Bangsawan Orisinal


__ADS_3

Mu Lian saat ini tengah menikmati hangatnya bermandikan cahaya setelah menderita seperti seabad lamanya, Mu Lian merasakan kedamaian dan kini menikmatinya sepenuh hati.


Meski begitu, Mu Lian tahu Mu Lian harus segera bangun. Sebuah suara memberitahunya untuk segera bangun kalau tidak mau terjebak dalam keadaan tidak hidup tapi tidak mati.


"Ukh," Mata Mu Lian perih karena cahaya menyilaukan matanya.


"Lian'er," kata Mu Haocun yang dengan segera masuk dalam pandangannya.


"Kakek? Dimana ini?" kata Mu Lian.


Mu Haocun menceritakan bahwa ini adalah tempat persemayaman pemilik Gua Sejati. Dan pemilik suara yang mengutuk mereka agar menebus kesalahan mereka di dalam Gua Sejati.


Mu Haocun menceritakan juga bagaimana Mu Lian tidak sadarkan diri hingga bagaimana pemilik Gua Sejati menyelamatkannya.


"Sudah berapa hari kita disini?" tanya Mu Lian.


"14 hari," jawab Mu Haocun kemudian menoleh ke satu arah.


Mu Lian penasaran dengan apa yang dilihat Mu Haocun namun di detik yang sama terkejut hingga tidak bisa berkata-kata karena ada kepala naga yang sangat besar menyembul dari lantai kamarnya.


Meski kedua matanya tertutup, Mu Lian dapat merasakan tatapan makhluk itu pada dirinya. Tubuhnya sangat transparan sehingga Mu Lian dapat melihat dinding kamar yang berada di balik kepalanya.


Yang menarik perhatian Mu Lian adalah tubuhnya yang transparan itu bermandikan cahaya yang sama seperti cahaya di dalam mimpinya.


Dan yang ada di sekeliling tubuhnya. Mu Lian mengamati kedua tangannya kemudian berkata, "Kakek, apa yang terjadi pada tubuhku?"


"Ah, itu..."


Mu Haocun menjelaskan bahwa seseorang yang terpapar esensi naga celestial harus mencari partner untuk meringankan efek samping yang terlalu kuat untuk ditanggung sendirian.


Sayangnya, tidak ada yang cocok dengan Mu Lian. Dan ditengah keputus asaan, ketika tanpa sengaja Hong Bai muncul ke permukaan, secara perlahan namun pasti, Mu Lian terhubung dengan Hong Bai.


Proses tersebut mula-mula sangat sulit dilihat, jika bukan kakrena Wei Cheng, semuanya pasti masih masih mencari partner Mu Lian di sepenjuru Gua Sejati.


"!"


"Master Hong Bai, perkenalkan ini Mu Lian, Mu Lian, perkenalkan, ini Master Hong Bai. Master Hong Bai," kata Mu Haocun.


"Senang berjumpa denganmu, gadis kecil. Aku senang kau baik-baik saja," suara Hong Bai menggema di dalam kepala Mu Lian.


Moncongnya yang indah menyentuh kening Mu Lian dengan lembut. Setidaknya itu yang terlihat dari mata Mu Haocun karena sebenarnya tubuh Hong Bai sudah tidak bermaterialisasi lagi di dunia nyata.


Seteah beberapa menit berbincang dengan Mu Lian melepas rindu, Mu Haocun keluar untuk membawakan makanan untuk Mu Lian.


Mu Lian terkejut melihat dua wajah baru yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Kedua orang itu menghampiri Mu Lian dan berhenti di samping tempat tidur.


"Oh, luar biasa. Ternyata kalau kau bangun energi spiritualmu sekuat ini, gadis kecil," kata Wei Cheng mengangguk-anggukkan kepalanya.


Mu Lian tidak bisa berkata apa-apa saking terkejutnya dan hanya bisa makan congee yang diberikan kepadanya dalam diam. Matanya terus menatap ke arah Han Shi dan Wei Cheng.


"Perkenalkan, namaku Han Shi dan dia Wei Cheng. Aku sangat senang bertemu denganmu, begitu juga tuanku," kata Han Shi.


"Namaku...Nama saya Mu Lian..." kata Mu Lian.

__ADS_1


Wei Cheng tiba-tiba duduk di samping tempat tidur dan membuat lekukan dalam di kasur yang sangat empuk itu.


Sesuai dugaan Mu Lian, tubuh Wei Cheng yang menyerupai pohon itu sangat berat. Orang-orang tidak akan pernah menduganya karena Han Shi dan Wei Cheng bergerak seperti manusia pada umumnya, sendi-sendi mereka terlihat berjalan normal.


Padahal, kulit-kulit mereka yang albino memiliki struktur seperti pohon, tentu saja semua karakteristik pohon sudah melekat pada mereka.


Tubuh M Lian miring ke arah Wei Cheng hingga lengannya menyentuh kulit Wei Cheng yang sedingin es. Bulu kuduk Mu Lian sampai berdiri dibuatnya.


"Kau melewatkan satu lagi fans gadis kecil ini Han Shi, namanya tuan Hong Bai. Aku sampai salah mengira bahwa partnernya adalah gadis kecil ini, Hahaha, kau lihat wajah Yang Mulia, Han Shi? Pfft, perutku sampai sakit menahan tawa!" kata Wei Cheng tertawa terbahak-bahak.


Mu Lian terguncang-guncang karena Wei Cheng sehingga congee yang baru dimakan setengah itu tumpah ke pahanya.


"Dasar bodoh!" kata Han Shi membantu membersihkan tumpahan congee dengan satu jentikan jarinya.


Tumpahan congee melayang dengan telekinesis Han Shi, Hong Bai menciptakan air ajaib yang membasuh pakaian Mu Lian hingga kering dan terakhir pakaian Mu Lian dikeringkan kembali oleh Han Shi.


Semuanya terjadi begitu cepat, bahkan telah selesai 5 menit lebih cepat dari Mu Haocun yang membawa congee baru untuk Mu Lian.


"Baiklah, hari ini kami hanya ingin bertemu dan berkenalan saja denganmu. Kami akan pergi supaya kau bisa beristirahat. Sampai jumpa dilain waktu, Mu Lian," kata Han Shi segera menyeret Wei Cheng keluar kamar. Mu Lian baru bereaksi setelah menghabiskan congee.


"Kakek, mereka..."


"Dari cerita yang kakek dengar dari pemilik Gua Sejati, tuan Bei Huaiwei, mereka terjebak dalam kondisi tidak hidup tapi tidak mati juga. Singkat cerita, mereka terjebak disini karena urusan yang belum selesai," kata Mu Haocun.


"Astaga, mereka seperti hantu saja," gumam Mu Lian.


Entah apa yang membuat mereka seperti itu, masih banyak misteri yang belum Mu Lian ungkap. Namun saat ini, Mu Lian memilih untuk beristirahat dan memulihkan dirinya terlebih dahulu


...


Awalnya Mu Lian tidak da niatan sama sekali untuk bermeditasi. Apalagi setelah kesibukan yang ia lalui satu tahun belakangan ini. rasanya butuh liburan dan Mu Lian berniat untuk berleha-leha untuk sementara waktu.


Namun pada suatu pagi, Mu Lian mendapatkan epifani, dan kebetualan ada Hong Bai didekatnya. Jadi dengan bantuan Hong Bai, Mu Lian bermeditasi untuk memecahkan teka-teki dalam proses epifani tersebut.


Tidak ada yang berani menganggu Mu Lian bahkan si tuan rumah sendiri. Bei Huaiwei sampai meragukan dirinya sendiri sebagai tuan rumah karena merasa Mu Lian lah yang menguasai tempat ini.


Apalagi dibelakangnya ada Hong Bai yang melindungi dan mendukung apapun yang Mu Lian lakukan.


Tidak ada yang tahu apa yang sedang dialami Mu Lian pada proses epifaninya tersebut. Hanya Mu Haocun saja yang bisa menangkap sedikit apa yang sedang dialami Mu Lian di dalam wilayah alam bawah sadarnya.


Bei Huaiwei sampai kagum dengan kekuatan yang mengalir dalam diri Mu Haocun dan Mu Lian karena biasanya meski berkerabat, tidak pernah ada yang secocok Mu Lian dan Mu Haocun.


"Aku pernah mendengar salah satu keluarga bangsawan yang memiliki karakteristik seperti ini," kata Bei Huaiwei kepada Mu Haocun suatu hari yang damai.


"Saya yakin saya tidak tahu keluarga yang anda maksud karena generasi kita dipisahkan berjuta-juta tahun yang lalu," kata Mu Haocun sambil menyeruput tehnya.


"Hmm, kau benar. Generasiku itu dua angkatan dibawah para bangsawan orisinal, manusia-manusia pertama dan terkuat yang diciptakan Tuhan di Dataran Tiantang ini," kata Bei Huaiwei datar sedangkan Mu haocun menyemburkan teh yang sedang diminumnya.


"Itu uhuk...lama sekali, dalam buku sejarah para bangsawan orisinal termasuk salah satunya Yang Mulia Raja Giok Yu Huang, anak laki-laki dari Yang Mulia Kaisar Giok Yu Di, uhuk," kata Mu Haoucun ditengah-tengah batuk.


"Ah, Yang Mulia Yu Huang! Beliau seniorku!" kata Bei Huaiwei sambil 'menepuk' pahanya sendiri.


"Pantas saja makhluk purba ini begitu besar," gumam Mu Haocun. Makhluk yang 'memakan' mereka semua memiliki ukuran sangat besar, bahkan memenuhi setengah wilayah perairan di dalam Gua Suci.

__ADS_1


Berdasarkan cerita Bei Huaiwei, wilayah perairan dibuat sangat dalam dan luas agar bisa menampung tubuh makhluk tersebut.


Apa hubungan makhluk raksasa itu dengan Bei Huaiwei masih menjadi misteri dan Mu Haocun pun tidak berani menanyakannya karena tidak sopan.


Selain itu dapat menyalahi aturan yang diterapkan pada pemilik gua Suci dan bisa menyebabkan masalah yang sangat besar.


Meski begitu, Bei Huaiwei masih saja meluangkan waktu untuk mengobrol santai dengan Mu Haocun. Menanyakan apa yang terjadi pada tahun-tahun yang dilewatkan dirinya.


"Tunggu, kau pernah bercerita bahwa keluargamu itu keturunan bangsawan juga bukan? Berarti kau itu masih ada hubungannya dengan bangsawan-bangsawan orisinal.


Meski semakin lama gen kalian bangsawan orisinal semakin lemah seiring berjalannya waktu dan karena menikah silang, tetap saja, kau itu keluarga bangsawan.


Hmmm, coba ceritakan padaku, apa yang keluarga bangsawan generasi ini lakukan, aku jadi penasaran!" kata Bei Huaiwei.


Mu Haocun berhenti sejenak karena merasakan keberadaan Mu Lian yang semakin mendekat, kemudian mulai bercerita.


Cepat atau lambat, Mu Lian harus mengetahui asal-usul keluarganya jadi tidak ada yang perlu Mu Haocun sembunyikan.


Mu Lian tiba di ruangan berpilar saat Mu Haocun menceritakan keluarga Mu yang konon termasuk salah satu keluarga bangsawan di dunia ini.


Mu Lian memasuki ruangan bersama Han Shi dan Wei Cheng sambil mendengarkan cerita Mu Haocun.


"Selamat siang gadis kecil, namaku Bei Huaiwei, pemilik Gua Suci dan Gua Sejati yang kalian singgahi saat ini.


Heh, kau mendengarnya bukan? Asal-usul keluargamu yang luar biasa?" kata Bei Huaiwei sambil mengamati reaksi Mu Lian.


"Salam. Nama saya Mu Lian. Saya menghadap tuan, pemilik Gua Suci dan Gua Sejati. Terimakasih sudah mau menerima kami di sini selama ini.


Terkait keluarga saya, saya tidak tahu seluar biasa apa keluarga saya karena jujur, saya baru 2 tahun tinggal di dunia ini. Anda pasti sudah mendengar pengalaman saya yang tumbuh di dimensi lain dari kakek bukan begitu?


Tapi satu hal yang saya yakin, di atas langit ada langit. Apalagi maaf, kakek, bukannya Lian'er meremehkan keluarga kita, tapi keluarga kami dapat dikatakan sudah sangat menurun.


Jadi saya hanya ingin hidup sejahtera dan damai dengan kakek yang setelah sekian lama baru saya temui ini.


Selain dengan kakek, saya juga ingin hidup bersama anggota-anggota keluarga yang lain yang sangat saya sayangi itu, tanpa mereka mungkin saya sudah kehilangan diri saya sendiri di dimensi ini," kata Mu Lian.


Mata Mu Haocun sampai berkaca-kaca mendengar ucapan Mu Lian sedangkan Bei Huaiwei, sangat gembira melihat kerendah hatian Mu Lian.


"Semakin lama aku semakin menyukaimu! Aku doakan semoga jalan hdupmu penuh keberkahan dan selalu di jalan yang benar!" kata Bei Huaiwei menjelaskan kepada Mu Lian.


Dirinya hanyalah serpihan-serpihan dari apa yang tersisa berjuta-juta tahun yang lalu. Terjebak karena keinginannya yang belum tercapai.


Bei Huaiwei tidak bisa selalu membantunya karena jalan kultivasi seseorang berbeda-beda. Setiap orang memiliki jalan Dao nya masing-masing. Namun Bei Huaiwei mengatakan akan membantu Mu Lian sebisanya.


"Karena aku tertarik padamu dan keluarga kecilmu, aku akan berusaha semampuku untuk membantu kalian," kata Bei Huaiwei melanjutkan


"Semakin kuat atau tidak kalian sendiri yang menentukan, kami hanyalah sisa-sisa dari masa kejayaan Dataran Tiantang. Masa depan sepenuhny ada di tangan kalian generasi penerus kami,"


Mu Lian mengamati Bei Huaiwei dengan tatapan kagum. Bei Huaiwei memiliki kekuatan yang luar biasa, Mu Lian yakin itu, apalagi Mu Lian sangat sensitif terhadap chi maupun energi spiritual.


Dan energi spiritual Bei Huaiwei, sudah melebihi nalar Mu Lian. Mungkin saja itu sebabnya Bei Huaiwei masih bisa mematerialisasikan kesadarannya di dunia ini.


Bei Huaiwei hanya tersenyum ketika melihat tatapan mata Mu Lian. Mu Lian kemudian diusir secara halus dari sana dan mendengar janji bahwa mereka akan bertemu lagi 3 hari kemudian.

__ADS_1


Mu Lian sudah pulih total dan dibolehkan pulang. Namun Mu Lian terkejut ketika mendapati Gerobak Ajaib berada beberapa kilo dari pohon persemayaman.


__ADS_2