Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Nasib masih memihak mu Lian dan yang lain. Boneka-boneka sekte aliran sesat sudah memasuki kawasan pemukiman namun semuanya berkumpul di daerah paling jauh dari pintu masuk utama, yaitu di daerah sekte fluorite.


Ketika Mu Lian tiba, semuanya sudah mengesampingkan perselisihan dan permusuhan yang ada dan sedang berkumpul mendiskusikan rencana menghalau sekte aliran sesat.


"Lian'er!" kata Ling Zizhou segera menghampiri Mu LIan dan Xu Jing.


""Kenapa kita masih belum bergerak?" kata MU LIan heran.


"Hah, mana bisa setelah apa yang terjadi. Tapi tenang saja, sekarang mereka melakukan gencatan senjata dan mau bekerja sama. Kau, tetap disini bersamaku, siapa yang tahu kan ada yang mau mengambil kesempatan dalam kesempitan?" kata LIng Zizhou sinis.


Ling Zizhou sengaja berbicara dengan suara yang cukup keras agar bisa didengar semua yang ada disana.


Hasilnya, ketika semuanya pergi untuk melakukan tugas masing-masing, mereka sempat melempar tatapan tajam ke arah Ling Zizhou.


"Hah," kata Ling Zizhou ba;as menatap.


Tak butuh waktu lama untuk memulai ronde baru pertarungan. Kelompok yang Mu Lian identifikasi berhasil masuk dengan paksa, merusak alat ajaib yang melindungi pemukiman.


"Bagaimana mereka tahu lokasi kita," kata Xu Tian menghela napas.


Mu Lian hanya diam dan mengamati pergerakan kelompok tersebut. Dan setelah menerima beberapa laporan bahwa orang-orang itu tetap menyerang meski tangan dan kaki mereka terpotong pun akhirnya Mu Lian bisa menyimpulkan.


"Mereka tidak tahu. Hanya kebetulan saja jalur mereka berada tepat dimana kita berada. Paman sudah berhasil mengambil alat ajaib yang rusak? Bagaimana?" kata Mu LIan.


Xu Tian menerima rongsokan dari anggotanya dan menunjukkan apa yang membuatnya jadi seperti ini. Ada ceceran daging serta darah yang menempel.


"Mereka lari dengan kekuatan penuh menabrak perisai dan terus menabrak tanpa henti. Energi mereka membuat chi dalam alat ajaib ini bereaksi tak terkendali menyebabkan sirkuit di dalamnya meledak.


Kalau memang seperti yang diinfokan bahwa mereka tidak terganggu dengan rasa sakit, waktu menabrak perisai dan tubuh mereka hancur mereka tetap menabrak perisai hingga alat ajib hancur lebih dulu," kata Xu Tian menggeleng.


Mu Lian hanya diam. Masih berdiri di atas gondola ajaib dan sesekali berkomunikasi dengan Mu Haocun. Meimei berjaga di depan gerobak seperti prajurit yang tangguh.


Orang-orang yang tidak tahu pasti tidak akan menyangka bahwa Meimei baru saja melahirkan. Apalagi tubuhnya harus beradaptasi setelah kultivasinya menurun secara drastis. Kini Meimei berada di tingkat pembentukan pondasi.


Namun semangt tempur yang terlihat di matanya tak kalah dengan semua yang ada di sana. Meski mengenakan pakaian sederhana dan pedang yang terlihat rapuh, pembawaan Meimei membuat semua yang melihatnya tidak berani meremehkannya.


Mu Lian mencuri pandang ke arah pedang yang tersampir di pinggangnya. Pedang tersebut didapatkan selama berada di Gua Suci.


Salah satu harta berharga namun karena tingkatannya tidak menemui kebutuhan Xiaobai, Pedang tersebut disimpan bersama benda-benda lain yang tidak lolos tes kualitas.


Beberapa pedang diberikan kepada anak-anak untuk berlatih. Dan Meimei menemukan pedang yang tepat untuk dirinya yang baru ini. Meimei merasakan tatapn Mu Lian dan balas menatapnya dengan tatapan lembut.


Mu Lian mengalihkan tatapannya ketika menyadari kedatangan Ling Zizhou. Pemuda itu kembali setelah mengatakan bahwa dirinya akan melihat keadaan dan membantu sedikit jika ada yang terpojok.


Mu Lian tidak menyangka jika Ling Zizhou akan kembali lebih cepat. Apalagi dengan ekspresi khawatir di wajahnya.


"Ada yang aneh," kata LIng Zizhou.

__ADS_1


"Daya tempur seperti ini tidak akan bisa meluluh lantakkan sekelompoik sekte?" kata Mu Lian. Ling Zizhou mengangguk.


"Semua tempat yang aku, Master dan Zhi ge datangi benr-benar tak bersisa. Menurutmu daya tempur sekuat apa yang bisa menyebabkan hal seperti itu?" kata Ling Zizhou.


"Hmm kecuali mereka kalah jumlah. Selain kualitas ada kuantitas bukan? Kalau misalnya kualitas kalah, bisa digantikan dengan kuantitas yang lebih banyak.


Bagaimanapun seorang kultivator adalah manusia, mereka hanya wadah untuk menyimpan energi alam yaitu chi. Tapi pasti mereka juga bisa kelelahan," kata Xu jing ikut menimpali sambil duduk dengan tangan terikat kebelakang seperti seorang sndera.


Pemuda itu hanya bisa duduk tak berdaya di sebelah Mu Lian di atas gondola ajaib. Xu JIng dalam situasi memprihatinkan seperti itu karena kekeras kepalaannya untuk ikut bertarung melawan boneka-boneka sekte aliran sesat.


Untu meredakan pertengkaran adik kakak dan membuat Xu Ke berjuang di garda depan dengan tenang, Mu Lian harus mengikat Xu jing menggunakan energi spiritualnya. Tali tak kasat mata itu benar-benar membuat Xu JIng tak berdaya.


"Kalau begitu, kita harus menghemat tenaga kita," kata Mu Lian.


"Ah, maksudmu kita mengirim orang untuk menghadang boneka-boneka itu dalam beberapa gelombang ya? Sehingga kelompok yang tidak bertarung bisa beristirahat.


Hmm, aku bersyukur kita memiliki informasi mengenai hal ini. Baiklah, aku akan memberitahukan rencana ini kepada ketua-ketua yang lain," kata Xu Tian.


Ketua-ketua kelompok lain pergi ke pos masing-masing karena penasaran dengan orang-orang yang menjadi korban penculikan dan menjadi boneka sekte aliran sesat.


Mereka mendengar informasi bahwa kekuatan mereka menjadi berkalikali lipat lebih kuat dari sebelumnya.


Untungnya ketua-ketua kelompok tersebut hanya mengamati, tidak termakan nafsu mereka untuk ikut bertarung.


Setelah mendengar bahwa Xu Tian berniat mendiskusikan rencana dengan mereka, semua ketua kelompok berkumpul kembali tak jauh dari Mu Lian.


Mu Lian masih merasakan tatapan tak nyaman dari ketua kelompok tersebut, sepertinya dalam pikiran masing-masing mereka masih ingin membawa gerobak ajaib dan Mu Lian ke bawah naungan sekte mereka.


Mereka segera melancarkan rencana tersebut membuat daya tempur mereka seakan tidak pernah habis.


Mu Lian melihat selama beberapa jam ke depan, semuanya berada dalam kondisi prima dan belum ada yang terluka parah.


Yang membuat MU Lian terkejut adalah daya tahan boneka-boneka itu. AKal pikiran mereka benar-benar hilang, tidak bisa merasakan rasa sakit, dan sangat kuat.


Karena kekuatan mereka menjadi berkali-kali lipat lebih kuat, tubuh mereka pun menjadi sulit dihancurkan.


Butuh waktu sekitar tiga jam seseorang benar-benar membuat seorang boneka tidak bisa bertarung lagi.


Beberapa jam pertama terbukti tidak menjadi masalah. Namun apa yang datang ke depannya benar-benar mengejutkan semuanya termasuk Ling Zizhou. Pantas saja sekte aliran sesat berhasil menculik dan meluluh lantakkan sekelompok sekte.


Bala bantuan datang tepat ketika pertarungan telah berjalan hampir delapan jam. Boneka-boneka yang menjadi bala bantuan itu terlihat berbeda dari yang sudah dilawan semuanya.


Ada jarum-jarum mengkilat warna hitam yang menembus dari tengkorak mereka. Mata mereka hitam sepenuhnya dan aura disekeliling mereka mengeluarkan aura abyssal yang cukup kuat.


Sebelum boneka-boneka itu memasuki kawasan pemukiman, Mu Lian sudah memperingatkan kedatangan kekuatan yang berbeda dari yang sudah mereka lawan.


Meski begitu, apa daya mereka di hadapan aura abyssal? Dengan cepat korban berjatuhan akibat teracuni aura abyssal. Saat seseorang yang telah teracuni aura abyssal menggunakan chi mereka secara berlebihan proses korupsi dantian mereka akan terjadi lebih cepat.

__ADS_1


Mu Lian mendengar suara pertarungan semakin mendekat, orang-orang yang dikirim untuk mengusir boneka-boneka itu semakin terpojok hingga terpaksa mundur secara perlahan-lahan. Tanpa sadar mereka semakin mendekati dimana Mu Lian dan yang lain menunggu.


"Lebih banyak yang datang lagi!" kata Mu Lian.


Mendengar lebih banyak musuh yang datang, semuanya sepakat untk mengirim dua kelompok atau lebih dalam satu gelombang. Ketua kelompok sekte akan ikut dalam kelompok tersebut.


"Nona LianLian, jangan jauh-jauh dari gerobak dan tetap waspada kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah mereka masuk ke sini," kata salah seorang ketua.


Mu Lian merasakan tatapan yang berbeda dari yang sebelumnya. Kini dalam tatapan mereka ada rasa kagum. Mungkin setelah Mu Lian berkali-kali mengerahkan enrgi spiritualnya. Yang tanpa sengaja dapat dirasakan semua yang ada disana.


Kini tidak ada yang tidak percaya kalau Mu Lian mengakui telah membuat salah satu pil yang sering mereka beli itu. Mu Lian menjadi salah satu individu berbakat yang ingin direkrut oleh para ketua kelompok.


Sayangnya, kini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal tersebut, semuanya harus menghadapi boneka-boneka yang tangguh itu. Balum lagi beberapa diantaranya ada yang mereka kenali.


Sepertinya sekte aliran sesat berhasil menculik banyak sekali individu-individu berbakat dari sekte-sekte yang lumayan besar namanya.


"Si*lan! Merek berhasil menculik Pedang Dibawah Rintikan Sewindu Hujan!" kata salah satu ketua kelompok yang baru saja kembali untuk beristirahat.


"APA?!"


Du Luhan menunjukkan reaksi yang paling mencolok. Dia mengerutkan keningnya begitu pula ketua kelompok yang lain. Namun mereka tidak sempat berpikir jauh karena harus segera menggantikan kelompok yang baru saja mundur itu.


Setelah lima jam, Mu Lian tidak melihat musuh ada niatan mundur malahan mereka menerjang semakin ganas, parahnya lagi Mu Lian merasakan individu yang sangat berbahaya.


Mu Lian dengan jelas bisa merasakan energi spiritualnya seperti menabrak dinding setebal baja, namun karena energi spiritual Mu Lian lebih kuat Mu Lian bisa menembus tembok tersebut.


Hasilnya, Mu Lian merasakan sesuatu yang menjijikkan. Tubuhnya seperti terjatuh di lubang penuh serangga. Sangat berisik dan kacau.


Bersamaan dengan masuknya energi spiritual Mu Lian ke balik tembok tersebut, semuanya mendengar pekikan yang tidak tertahankan yang lokasinya tak jauh dari sana.


"Astaga apa itu?"


"Seperti bukan manusia!"


Semua yang sedang beristirahat buru-buru berdiri. Begitu Mu Lian berseru,"Mereka datang!"


Keadaan pun mulai kacau. Orang-orang yang ada jauh di depan tiba-tiba terdesak hingga ke tempat Mu Lian dan yang lainnya menunggu.


Mereka terlihat panik, karena mereka bisa terdesak hingga sejauh ini. Rencana mereka pun berantakan. Ynag seharusnya masih harus beristirahat buru-buru membantu yang hampir dipenggal atau di potong tangan serta kakinya.


Melihat pergerakan yang berbeda dari sebelumnya, ketua kelompok pun memerintahkan semuanya mengeluarkan semua kemampuan mereka.


Ling Zizhou yang terus berada di garda terdepan bersama Xu Ke akhirnya menampakkan batang hidung mereka. Pakaian mereka bersimbah darah, compang-camping.


Ling Zizhou sempat bertukar tatap dengan Mu Lian namun akhirnya terus bertarung dengan boneka yang menyerangnya dengan ganas meski telah kehilangan tangan kirinya.


"Lian'er lepaskan aku!" kata Xu Jing buru-buru berdiri setelah Mu Lian melepaskan ikatannya sesuai permintaan pemuda tersebut.

__ADS_1


Mu Lian pusing dengan dentangan permukaan besi yang bertemu satu sama lain, dengan teriakan-teriakan perang kedua bela pihak namun yang paling memusingkan adalah bau amis darah yang mulai memekat di sekelilingnya.


Medan perang bukanlah tempat bagi yang berhati lemah. Apalagi orang modern seperti dirinya yang terbiasa dengan kedamaian.


__ADS_2