Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Rumah pohon


__ADS_3

Gerobak keluar dari kerongkongan ke daerah bukaan yang cukup besar. Daerah itu gelap dan mencekam. Mu Lian merasakan gerobak seperti terlempar keluar dan mulai terjun bebas.


"Astaga," kata Mu Lian. Karena saat itu cairan berwarna kehijauan menyembur dari langit-langit di atas serta dinding di sekitar mereka.


Semburannya setara semburan uap bertekanan tinggi. Sehingga meski dinding serta langit-langit itu jauh, semburannya mencapai Mu Lian yang kini tengah melayang di tengah-tengah ruangan.


"Hati-hati, jangan sampai kena. Lihat, ada makhluk seperti ubur-ubur yang berenang diantara cairan itu," kata Mu Haocun.


Mu Lian menghindari cairan-cairan yang mengandung ubur-ubur misterius itu. Gerobak melayang kesana kemari untuk menghindar.


Benda-benda yang terisap bersama mereka langsung dihinggapi ubur-ubur saat terkena cairan kehijauan itu.


Seekor Spirit Beast terlihat meronta-ronta ketika puluhan ubur-ubur menempel pada tubuhnya sebelum akhirnya jatuh ke genangan yang memenuhi setengah ruangan ini.


Kalau mereka ditelan oleh makhluk hidup, kemungkinan ruangan ini adalah lambungnya. Apalagi melihat genangan berwarna kehijauan yang bisa dikatakan sebagai asam lambung makhluk misterius ini.


Semua yang ditelan makhluk ini terjun bebas menuju genangan cairan kehijauan. Melihat pemandangan tersebut, Mu Lian jadi membandingkannya dengan air terjun.


Dinding-dinding yang mengelilingi mereka terus berkontraksi tanpa henti sehingga benda-benda dalam genangan tersebut mengalir menuju saluran yang berada beberapa kilo meter di depan Mu Lian.


Tanpa pikir panjang, Mu Lian memacu gerobak menuju saluran yang dilihatnya. Berbahaya jika Mu Lian tetap disana.


Pemandangan yang dilihat Mu Lian setelah keluar saluran esofagus adalah pohon-pohon tinggi menjulang dengan batang-batangnya yang memiliki diameter lebih dari 10 meter. Mu Lian mendarat di batang pohon paling dekat.


Dia yakin bahwa gerobak masuk lebih dulu ke dalam perut makhluk misterius ini, jadi pertanyaannya kemana Meng Zhi, Xiaohan dan Xioaqiu?


"Ah Zhou, Mei jie, kita berhasil mendarat di batang pohon dengan selamat. Periksa keadaan disekitar, tetap waspada. Kita akan mencari Zhi ge, Xiaohan dan Xiaoqiu dari sini.


Kalau kalian berdua menemukan mereka duluan, kalian tinggal menghubungiku melalui alat komunikasi," kata Mu Lian. Ling Zizhou dan Meimei saling menatap.


Mu Lian pun menjelaskan bahwa ada beberapa gondola ajaib yang diparkir di lantai 6 pagoda. Tinggal pilih salah satu, pada gondola tersebut terpasang alat identifikasi sekaligus alat komunikasi seperti yang sering mereka gunakan pada gerobak.


Ling Zizhou dan Meimei segera berlari melewati pintu, menuruni tangga, melewati Lobby dan menaiki lift.


Ling Zizhou dan Meimei menerobos aula pagoda dan menaiki bangunan dengan atap kubah yang membawa mereka ke lantai 6.


"Woah...ini sih bukan hanya beberapa gondola! Apa Lian'er membangun pabrik gondola ajaib?" gumam Ling Zizhou.


"Ayo cepat, kita tidak tahu kapan Ah Zhi akan muncul," kata Meimei menarik lengan Ling Zizhou.


Meimei memilih gondola yang berada paling dekat dengan mereka. Meimei hanya tinggal memasukkannya saja ke dalam kantung dimensi.


Mu Lian juga telah menjelaskan bahwa dia membuat gondola dianggap seperti alat ajaib oleh kantung dimensi.


Jadi ketika Meimei menyalurkan chi kepada kantung dimensi, kantung dimensi menyisir sekitar Meimei, mencari benda yang akan dimasukkan ke dalam.


Dengan pengaturan yang dibuat Mu Lian tersebut, gondola secara otomatis bisa masuk ke dalam kantung dimensional.


Ling Zizhou yang tertarik setelah melihat Meimei dengan mudahnya memasukkan gondola ke dalam kantung dimensional, memilih satu gondola ajaib untuk dirinya.


"Lebih cepat kalau kita berpencar," kata Ling Zizhou.


Saat Ling Zizhou dan Meimei sedang mengambil gondola ajaib di lantai 6, Mu Lian dan Mu Haocun mengamati cairan-cairan hijau dengan berbagai benda yang masih keluar dari saluran esofagus seperti air terjun.


Satu kelompok berhasil mendarat dengan selamat di batang pohon yang berada beberapa ratus meter dari Mu Lian berada.


"Oh, itu Zhou ge, dan Mei jie!" seru Xiaobao. Setelah kembali dari luar, anak-anak memang langsung ke ruang kendali.


Mereka juga sempat melihat penderitaan Mu Lian ditengah pusaran badai. Tidak ada yang berani berbicara karena takut memecah konsentrasi Mu Lian.


Mereka baru terdengar lagi suaranya setelah gerobak mendarat di batang pohon dengan selamat. Itu pun baru Xiaobao yang berbicara.

__ADS_1


"Apa Lian jie yakin bahwa Zhi ge, Xioahan dan Xiaoqiu ada dibelakang kita?" kata Xoaleng akhirnya.


"En. Sejak tadi aku belum merasakan chi milik Zhi ge, kalian juga lihat kan, waktu di lambung, maksudku di ruangan sebelumnya, kita belum melihat sosok mereka?" kata Mu Lian. Xiaobao mengangguk.


"Oh, iya, Lian'er. Kau bilang sebelumnya, kau merasakan aura abyssal yang lewat dengan cepat? kata Mu Haocun.


"Ah, iya. Kalau tidak salah saat kita baru saja melewati rongga mulut dan baru memasuki saluran esofagus. Mereka lewat dengan sangat cepat, seperti dikejar sesuatu.


"Ck, sekte aliran sesat itu," kata Mu Haocun menghela napas panjang. Apa boleh buat, kali ini mereka berhasil melarikan diri.


Mu Haocun yakin pasti mereka melarikan diri ke daerah yang paling sepi. tidak mungkin mereka berhenti di sekitar sini. Lihat saja, ada beberapa kelompok yang berhasil mendarat dengan selamat.


"Tes, tes. Zizhou disini! Aku belum menemukan tanda-tanda Zhi ge," kata Ling Zizhou.


"Aku juga belum menemukan mereka," kata Meimei tegang. Bagaimana tidak, Meimei menyaksikan sesuatu yang semakin membuatnya khawatir terhadap Meng Zhi.


Beberapa kelompok keluar secara bersamaan, mungkin ada 3 kelompok beranggotakan 50 orang, dan 2 kelompok lagi beranggotakan 35 orang.


Kelompok dengan anggotanya yang berpakaian abu-abu, jatuh bebas karena alat ajaib mereka dirusak oleh seekor spirit beast.


Dalam kekacauan seperti itu, kelompok lain menutup mata dan sibuk dengan kelompok mereka sendiri.


Namun yang mengejutkannya, sebuah pedang raksasa tiba2 keluar dari lubang. Meski cahayanya kian redup, sinar tersebut bersinar hingga radius beberapa kilometer.


"Itu! Astaga, apa yang Zhi ge lakukan?!" kata Ling Zizhou.


"Dia menggunakan Qinren untuk melindungi dirinya dan orang2 yang bersamanya! Ayo kita bantu, Ah Zhou!" kata Meimei.


Meimei segera menghampiri Pedang raksasa yang tidak mampu mempertahankan posisinya di udara. Semakin lama, pedang tersebut semakin turun, bahkan tidak sampai di batang pohon terdekat.


Untungnya, Meimei dan Ling Zizhou masing2 menyokong pedang tersebut agar tidak jatuh lebih jauh.


"Transportasi yang bagus,"


"Ya, kan, Master? Lian'er punya banyak sekali di lantai 6 pagoda, master harus bawa satu!" kata Ling Zizhou.


Tak lama, semuanya tiba di tempat Mu Lian menunggu. Batang pohon yang dipilih Mu Lian memang yang paling besar diantara pohon-pohon yang dekat dengan lubang keluar.


"Terimakasih!"


Setelah melewati badai mengerikan yang terasa seperti seabad itu akhirnya semuanya bisa bernapas lega. Namun Meng Zhi, sasaran ucapan terimakasih mereka, telah jatuh pingsan.


"Ah Zhi,"


"Zhi ge!"


Di dalam gerobak, setelah memastikan Meng Zhi, Xiaohan dan Xiaoqi mendarat dengan selamat, Mu Lian tak sadarkan diri di dalam dekapan Mu Haocun.


Meski telah meminum pil untuk memulihkan chi nya, Mu Lian tetap merasa lelah setelah berusaha menguasai tehnik chi barunya itu.


...


"Bagaimana keadaan Senior Zhi?" tanya Xu Jing.


"Bagaimana apanya? Belum bangunlah! Kembali saja nanti, pasti akan kuberitahu kalau Zhi ge sudah siuman. Ga sabaran banget sih?!" jawab Ling Zizhou ketus.


Xu Jing hanya tersenyum. Seminggu telah berlalu semenjak mereka tiba di dalam perut makhluk raksasa ini.


Satu Minggu juga digunakan Xu Jing untuk mengenal Ling Zizhou dengan temperamen meledak-ledak dan ucapannya yang pedas itu. Kini Xu Jing dan rekan-rekannya sudah terbiasa di dekat Ling Zizhou.


Sebaliknya, Ling Zizhou malah kesal karena orang-orang yang diselamatkan Meng Zhi terus mengikuti mereka.

__ADS_1


Satu minggu berlalu dan semua yang berpartisipasi dalam pencarian harta berharga di gua suci kali ini telah menerima kenyataan bahwa mereka terperangkap di dalam perut makhluk raksasa.


Kini semuanya menetap dan membangun kediaman di batang-batang pohon. Batang-batang pohon ini juga ternyata menyambung satu sama lain jadi semuanya dapat berjalan kemana saja.


Dan dari sekian banyak batang pohon yang ada, kelompok-kelompok yang diselamatkan Meng Zhi menetap di batang pohon di dekat gerobak berada. Hal inilah yang membuat Ling Zizhou kesal.


Setiap hari ada saja yang datang untuk menjenguk Meng Zhi. Namun Ling Zizhou dan Master Yi mengusir secara halus, menurut Mu Haocun, mereka tidak tahu apakah Mu Lian mengijinkan orang luar masuk ke kediaman di dalam gerobak.


Jadi sebaiknya mereka menunggu Mu Lian siuman untuk menanyakan hal tersebut. Untungnya tidak ada yang tersinggung setelah diusir secara halus oleh Ling Zizhou dan Master Yi.


Namun tetap saja, Xu Jing selalu mengikuti kemanapun Ling Zizhou pergi, selama Ling Zizhou berada di sekitar gerobak.


Seperti hari ini, Xu Jing duduk di sebelah Ling Zizhou yang sedang bermeditasi. Mereka berada di batang pohon paling tinggi beberapa meter di atas gerobak.


Dari sana Xu Jing mengamati beberapa kelompok yang juga sudah tidak asing baginya, membangun beberapa rumah untuk anggota-anggota mereka. Salah seorang dari kelompok paman bermata satu melambai ke arahnya. Xu Jing membalas.


Kelompok-kelompok lain yang juga merupakan kenalan sektenya, menetap tak jauh dari sana. Bisa dibilang kini mereka satu RW.



(sumber: pinterest)


Tak lama, Xiaoleng dan Xiaojia kembali bersama Master Yi, pria berusia 30 tahunan datang bersama mereka.


"Ke Gege!" kata Xu Jing.


"Ah Jing, kau ini, terus saja mengganggu Ah Zhou," kata Xu Ke.


Ling Zizhou yang tak sengaja mendengar cara Xu ke memanggilnya langsung terbangun dan menatap tajam ke arah Xu Jing dan Xu Ke. Dua orang yang sok kenal sok dekat kepadanya maupun kepada semua orang dari gerobak.


Tapi Ling Zizhou tidak menolak mentah-mentah sikap yang ditunjukkan oleh Xu Jing, Xu Ke maupun kelompok-kelompok yang kini menjadi tetangga mereka karena Ling Zizhou dapat melihat ketulusan dibalik sikap mereka.


"Apa yang kalian temukan kali ini?" kata Ling Zizhou berusaha menghiraukan tatapan Xu Ke yang membuatnya bergidik.


"Kali ini kami berjalan cukup jauh dan bertemu dengan kelompok lain. Mereka dari Zhongjian. Yah, karena kami tidak mengenal satu sama lain, sikap mereka tidak bersahabat.


Ada beberapa yang sepertinya memiliki niat lain tapi untungnya senior Du pergi bersama kami jadi mereka tidak berani melaksanakan agenda tersembunyi mereka itu," kata Xu Ke.


Senior Du yang Xu Ke maksud adalah pria bermata satu dan mengejutkannya, dia berasal dari Zhongjian. Gayanya yang sederhana malah membuat dirinya dan rekan-rekan sektenya dianggap eksentrik.


"Si tua Du? Apa dia benar-benar sudah sembuh? Senior Li kan mengalahkannya dengan telak?" kata Xu Jing.


"Ah Jing, panggi dia senior. Tentu saja, malahan dia sudah bisa menggunakan salah satu jurus andalannya. Meskipun terkena penalti dari dunia bawah," kata Xu Ke. Xu Jing hanya tersenyum.


Ling Zizhou menghiraukan percakapan dua orang didepannya dan penasaran dengan struktur perut makhluk raksasa ini.


Tetangga-tetangga mereka yang lengket seperti lem ini terus saja meminta mereka untuk melakukan ekspedisi bersama.


Ekspedisi ini bertujuan untuk mempelajari lingkungan yang akan menjadi tempat tinggal mereka semua mulai saat ini.


Penemuan pertama adalah tempat yang cocok ditinggali mereka adalah pada batang-batang pohon.


Semua kebutuhan mereka disediakan dari pohon-pohon ini. Baik itu tempat tinggal, makanan maupun air untuk minum.


Hewan-hewan biasa maupun spirit beast dapat ditemukan pada pohon-pohon tertentu, yaitu pada pohon yang membentuk kanopi paling tinggi diantara semua yang ada.


Warna batang pohonnya juga paling gelap diantara semuanya. Dengan daun bersinar seperti kunang-kunang di malam hari.


Penemuan yang kedua adalah ada spirit beast pribumi yang mendiami pohon-pohon tertentu. Khususnya yang terlihat banyak jaring laba-laba.


Jaring-jaring tersebut sangat lengket dan harus dihancurkan menggunakan chi. Mereka belum menemukan spirit beast yang membuat jaring tersebut. Mungkin spirit beast tersebut hanya keluar saat malam hari.

__ADS_1


__ADS_2