Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Xu Jing


__ADS_3

Meimei mengamati Mu Lian yang sedang memasukan jarum ke dalam kotak, "Kau baik-baik saja?"


"Hmm? Yah, begitulah," jawab Mu Lian seadanya.


Mu Lian mengedarkan pandangan ke eseklilingnya, memastikan untuk terakhir kalinya apakah keadaan benar-benar sudah aman.


Beberapa pertarungan sudah selesai, tinggal pertarungan yang cukup bear yang terjadi 20 km dari Mu Lian yang belum selesai.


Kedua belah pihak sepertinya masih memiliki banyak kekuatan sehingga pertarungan mereka mampu merusak lingkungan sekitar dan menerbangkan debu serta cairan kemerahan ke udara.


Namun Mu Lian tidak mengindahkan pertarungan yang terjadi tersebut. Mu Lian membantu Meimei untuk menenangkan chi-nya karena kini Meimei terlihat semakin kewalahan mengatasinya sendiri.


"Mei jie, duduk bersila. Aku akan membantumu," kata Mu Lian. Meimei menuruti Mu Lian.


Mu Lian duduk di belakang Meimei dan meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Meimei.


Mu Lian menngerahkan energi spiritual serta chi nya sekaligus. Meski begitu, Mu Lian menggunakan kedua sumber kekuatan tersebut dengan lembut sehingga Meimei merasa nyaman.


Setelah membantu Meimei selama beberapa menit, Mu Lian menemukan bahwa tubuh Meimei sebenarnya masih cedera akibat penurunan tingkat kultivasi secara paksa.


Kehamilan membuat tubuh Meimei terluka dan harus rehat selama beberapa bulan bahkan direkomendasikan setahun.


Itu lah sebabnya wanita di dunia ini yang memandang kultivasi diatas segalanya tidak akan mau memiliki anak.


Berbeda-dengan wanita berpandangan tersebut, Meimei menyambut kelahiran anaknya dengan Meng Zhi dengan penuh suka cita.


Apakah itu sebabnya pasca kelahiran, Meimei malah terkesan lebih kuat dari ibu-ibu pada umumnya?


Mu Lian belum pernah melihat wanita pasca melahirkan di dunia ini selain Meimei jadi belum bisa membandingkannya.


Namun yang Mu Lian tahu pasti, Meimei saat ini memang sedikit kewalahan dengan tubuhnya yang masih cedera tapi masih bisa bertarung dan mengalahkan tiga musuh yang memiliki kultivasi diatasnya.


Meski begitu, Meimei memang memaksakan tubuhnya. Untungnya, setelah dibantu oleh Mu Lian, Meimei bisa merebut kembali kendalinya atas chi-nya yang sedikit kacau.


"Terimakasih," kata Meimei meringis.

__ADS_1


"Meridiannya masih sakit?" kata Mu Lian. Meimei menggeleng.


"Sedikit, tapi kalau segini masih tidak ada apa-apanya," kata Meimei.


"Sepertinya pertarungan sudah berakir," kata Meimei. Meimei menunjuk ke arah pertarungan besar yang terjadi 20 km dari mereka. Di sana sudah tenang. Tidak ada hempasan angin kencang ataupun kilatan cahaya dari jurus-jurus.


Mu Lian hanya menatap Meimei.


"Iya, iya. Aku tahu. AKu tidak ke sana, lihat? Aku masih duduk kan?" kata Meimei mengangkat tangannya. Mu Lian menghela napas lega.


Sayangnya kelegaannya tidak berlangsung lama karena Ling Zizhou bersama Xu Ke dan Xu Tian terlihat lari tergesa-gesa ke arah Mu Lian dan Meimei.


"Ah Jing..." gumam Mu Lian. Perasaannya tidak enak setelah melihat pemuda itu berlumuran darah dan digendong layaknya princess oleh Xu Ke.


Sebenarnya yang berlumuran darah dan pakaiannya compang camping tidak hanya Xu Jing, Ling Zizhou dan Xu Ke juga namun karena Xu Jing di gendong, pemuda itu terlihat lebih memprihatinkan.


Xu Ke dan Ling Zizhou mendarat di dekat Mu Lian dengan wajah super cemas. Xu Tian berhenti tak jauh dari gondola dengan wajah tak kalah cemas.


"Ke Ge, Mei jie, ikut aku kembali ke gerobak. Ah Zhou, kawal gerobak dan pergi ke tempat yang aman. Untuk sementara ini kita jaga jarak dulu dengan yang lain.


Xu Tian terkejut mendengar suara Mu Lian namun setelah diam beberapa saat memutuskan untuk tinggal disini.


Bagaimanapun juga Xu Tian sudah diberi amanah untuk mengetuai anggota-anggota dari sektenya untuk mengeksplorasi Gua Suci.


"Kuserahkan Ah JIng kepadamu," kata Xu Tian masih dengan ekspresi cemas sekaligus bersalah. Mu Lian mengangguk kemudian membawa Meimei, Xu Ke dan Xu Jing kembali ke gerobak.


"Hah...pada akhirnya aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi, sama seperti dahulu....padahal aku pamannya..." kata Xu Tian.


Xu Tian sengaja mengutarakan isi hatinya karena di sebelahnya ada Ling Zizhou yang sama-sama ditinggalkan sama dengan dirinya. Mungkin untuk menghibur Ling Zizhou.


...


Frustasi. Mu Lian merasa frustasi. Tangannya seperti berusaha menggenggam air namun air tersebt terus saja berhasil kabur dari tangannya.


Itulah yang dirasakan Mu Lian selama beberapa hari ini. Mu Lian sudah melakukan yang terbaik untuk menolong Xu JIng namun kondisi Xu JIng semakin hari semakin menurun.

__ADS_1


Mu Haocun pun sudah berkata bahwa kini waktu pemuda yang sudah susah payah dijaga dengan bantuan Mu Haocun beberapa bulan yang lalu, sudah tidak bisa ditahan lagi dan berjalan dengan cukup cepat.


Mu Haocun tidak menjelaskan secara detail apa yang dilakukannya terhadap Xu Jing namun Mu Haocun menjelaskan secara singkat bahwa waktu Xu Jing seperti dijaga, umpamanya daging yang dijaga kesegarannya dengan dimasukan ke dalam freezer.


Namun dengan pertarungan besar yang terjadi beberapa hari yang lalu, bantuan dari Mu Haocun jadi hilang keefektifannya.


Belum lagi Xiaobai yang tidak pulang-pulang setelah pemukiman diserang. Mu Lian sampai meminta tolong Ling Zizhou yang sedang terluka untuk mencari tanda-tanda dari Xiaobai.


Sayangnya, Ling Zizhou tidak berhasil menemukan keberadaan Xiaobai. Ling Zizhou juga membawa berita buruk bagi Mu Lian dan Mu Haocun.


Mu Lian melihat Ling Zizhou menunggu di depan gerobak melalui cermin langit dan segera keluar untuk mendengar kabar darinya.


"Lian'er. Portal menuju Pohon Persemayaman hilang," kata Ling Zizhou tanpa basa-basi.


"Maksudmu?" tanya Mu Lian menuntut penjelasan.


"Kau tahu bukan kalau portal selalu berpindah-pindah tapi pasti tidak akan terlalu jauh dari tempat sebelumnya?


Nah semenjak kau menyuruhku untuk mencari Xiaobai aku menunggu di tempat yang sama tapi portal tidak ada. Aku mencari ke sekitar tapi tidak ada tanda-tanda dari portal.


Aku meminta tolong Ke Ge, paman Tian dan paman Luhan untuk merasakan apakah ada keanehan di Gua Sejati ini dan hasilnya selama beberapa hari terakhir Gua seperti kehilangan vitalitas mereka.


Itu sebabnya semakin sedikit serangga-seranga cahaya serta spirit beast yang aktif di sekitar sini. Tapi entahlah aku juga belum melihat apakah efek yang sama berlaku untuk seluruh bagian tempat ini," kata Ling Zizhou menjelaskan dengan cemas.


"Tunggu, kalau benar evolusi terjadi setiap sepuluh tahun sekali, kenapa terjadi perubahan setelah satu tahun? Ada yang aneh disini. Ada puzzle yang hilang. Bagaimana pergerakan sekte aliran sesat?" kata Mu Lian.


"Semua yang luka ringan mulai berpatroli di sekitar pemukiman. Kau tahu bagaimana paniknya mereka ketika gerobak menghilang dari pandangan mereka? Bah! Kacau! Untung saja paman Tian bisa meyakinkan mereka!


Oh iya, hasil dari patroli; tidak ada pergerakan. Sepi bagai kuburan. Suasana itu membuat semuanya resah," kata Ling Zizhou menggeleng.


Andaikan ada kabar dari Meng Zhi dan Master Yi, Mu Lian bisa berdiskusi dengan Mu Haocun mengenai langkah yang selanjutnya harus mereka ambil.


Sayangnya, ketidakpastian membuat Mu Lian terikat ditempat dan hanya bisa mengamati perkembangan selanjutnya.


"Anu...bagaimana keadaan Xu Jing?" kata Ling Zizhou setelah lama diam.

__ADS_1


__ADS_2