
Tak lama, proses pengekstraksian chi memasuki tahap akhir. Beberapa bahan terakhir yang dibutuhkan telah dimasukkan ke dalam kuali. Mu Lian dan yang lain menunggu dengan penuh harap cemas
Beberapa saat kemudian, Mu Lian menyadari ada chi yang merembes keluar dari kuali Mu Haocun. Sebelum yang lainnya menyadari, Mu Lian telah menyadari ini berkat kesensitifannya terhadap chi.
Aliran chi tersebut melambung tinggi di udara hingga pada ketinggian tertentu mengalir bebas dari pengaruh array.
Meng Zhi, Meimei, Ling Zizhou dan Saudara Chen akhirnya menyadari bahwa chi berhasil diekstrak dan kini mulai memadati Bukit Selatan.
Mungkin beberapa menit lagi akan menyebar ke seantero Lembah Ufuk Timur. Xiaoxiao yang terakhir menyadari bahwa pengekstraksian chi berhasil.
"Berhasil," kata Xiaoxiao.
"En," kata Mu Lian mengangguk puas.
Mu Lian memejamkan mata untuk merasakan aliran chi di sekelilingnya. Ah, sayang sekali dia tidak bisa menyerap chi yang sangat lezat ini!
"Ya ampun, lihat gelembung-gelembung hitam itu!" seru Meimei.
Gelembung-gelembung hitam yang Meimei maksud berasal dari cairan hitam yang tumpah dari mulut kuali.
Saat ini Mu Haocun telah memadamkan api pilnya dan dengan sangat hati-hati memposisikan kuali agar cairan hitam tersebut tidak mengenai tubuhnya.
"Apa itu?" kata Xiaoxiao bingung.
Beberapa tetes tumpah ke atas tanah menyebabkan tanah menghitam disertai bunyi desis. Asap berwarna keabuan mengepul di atasnya.
"Berbahaya," kata Meng Zhi.
"Aku harap Master Mu memikirkan cara untuk mengatasinya," kata Ling Zizhou.
Mu Haocun yang sejak awal memejamkan mata, akhirnya membuka mata kemudian berkata,
"Master Zhengheng, anda bisa menon-aktifkan arraynya, terimakasih,"
"Baik. Hati-hati Master Mu, cairan itu terlihat berbahaya," kata Master Zhengheng sambil menon-aktifkan array. Wajahnya basah karena keringat, begitupun pakaiannya.
Sesaat setelah array dinon-aktifkan, angin berhenti berhembus dan resonansi yang dirasakan Mu Lian semakin redup hingga menjadi riak kecil saja.
Mu Haocun yang sudah mengeluarkan beberapa kertas mantera dari kantung dimensionalnya berkata,
"Lian'er, aku titipkan kertas mantera ini padamu," kata Mu Haocun.
"Oh," kata Mu Lian sambil berjalan mendekati array. Mu Lian berhenti di samping Master Zhengheng.
"Dengarkan baik-baik arahan dariku. Kita tidak memiliki banyak waktu," kata Mu Haocun.
Mu Lian membuka telinga lebar-lebar, kemudian dengan arahan dari Mu Haocun, Mu Lian menggerakkan kertas mantera-mantera tersebut menggunakan energi spiritual miliknya.
Kertas mantera yang dipersiapkan Mu Haocun ada dua. Kertas mantera pertama adalah yang biasa digunakan untuk membasmi Egui. Kertas ini tetap melayang di dekat Mu Haocun. Sepertinya Mu Haocun lah yang akan menangani kertas mantera ini.
Kertas mantera kedua, berukuran A5 yang dipenuhi tulisan berwarna emas di permukaannya. Kertas ini digunakan untuk menyegel bibit kehidupan. Kertas ini diberikan pada Mu Lian.
"Aku akan menangani cairan hitam ini terlebih dahulu," kata Mu Haocun sambil membuka tutup kuali. Beberapa kertas mantera berhenti bergerak, dan menunggu seperti seekor ular yang siap menerkam.
Cairan hitam meliuk-liuk naik, layaknya *ular kobra yang bangkit dari keranjangnya karena mendengar seruling yang dimainkan si pemikat ular.
Sebuah benda bulat yang tak lain dan tak bukan adalah bibit kehidupan, terlihat timbul-tenggelam di cairan hitam tersebut.
Beberapa kertas mantera tersebut mulai terbakar ketika Mu Haocun mengaktifkannya. Merasakan serangan dari kertas mantera, cairan hitam tersebut bergetar hebat.
Tak lama, cairan hitam tersebut seperti menyusut hingga akhirnya menyisakan bibit kehidupan yang melayang dengan energi kematian yang sangat mengerikan.
"Lian'er, aktifkan kertas mantera dan dalam hitungan ketiga bungkus biji ini dengan kertas mantera; 1, 2, 3!" kata Mu Haocun.
Mu Lian menuruti perintah Mu Haocun. Namun betapa terkejut dirinya ketika mendapati berapa banyak jumlah energi spiritual yang dihabiskan untuk mengaktifkan kertas mantera-kertas mantera itu.
Mu Lian mengernyit. Meski begitu dia tetap mengerahkan energi spiritualnya untuk membungkus bibit kehidupan.
"Tahan. Apapun yang terjadi jangan sampai biji itu meloloskan diri. Kau pasti bisa," kata Mu Haocun.
Mu Lian menahan perlawanan yang diberikan bibit kehidupan dengan sisa energi spiritual yang dimilikinya, maksudnya, dengan segenap kekuatannya.
__ADS_1
Setelah memastikan tak ada perlawanan lagi, Mu Lian menggerakkan bibit kehidupan yang telah disegel itu ke arah Mu Haocun. Mu Haocun menerimanya kemudian memasukannya ke dalam kantung dimensional.
"Kerja bagus," kata Mu Haocun.
"T-terimakasih," kata Mu Lian. Tubuhnya goyah karena lemas.
"Hati-hati," kata Meng Zhi sambil menangkap Mu Lian kemudian melanjutkan
"Aku tak percaya anda memercayakan kertas mantera itu pada Lian'er,"
"Aku bahkan terkejut melihat Lian'er berhasil mengaktifkan beberapa kertas mantera itu sekaligus," kata Meimei sambil mengambil Mu Lian dari Meng Zhi.
"Terlalu ceroboh, kakek! Bagaimana kalau Lian'er terluka!" tegur Ling Zizhou.
"Hoho, maaf-maaf. Hanya Lian'er yang bisa kupercaya untuk menangani kertas mantera itu," kata Mu Haocun santai.
"Huft memang bakat keturunan itu luar biasa," kata Master Zhengheng sambil menatap Mu Lian dan Mu Haocun dengan tatapan kagum.
Saudara Chen tidak menanggapi ucapan Master Zhengheng, namun kini nilai Mu Lian di matanya menjadi semakin tinggi.
Melihat kondisi Master Zhengheng yang harus dipapah dan dirinya yang nyaris tidak bisa berdiri dengan tegak, Mu Haocun segera menyuruh Ling Zizhou untuk membereskan TKP.
Xiaoxiao membantu Ling Zizhou karena hanya mereka lah yang menganggur. Saudara Chen memapah Master Zhengheng kembali ke penginapan.
Kondisi yang sama dialami oleh Mu Haocun dan Mu Lian. Keduanya harus dipapah oleh Meng Zhi dan Meimei untuk kembali ke rumah.
...
Saat Mu Lian, Mu Haocun, Meimei dan Meng Zhi tiba tak jauh dari rumah Mu Haocun, mereka disuguhi pemandangan empat kakek-kakek dan empat belas remaja mengerumuni seorang kakek dan seorang pemuda di depan gerbang.
Ternyata kakek itu adalah Master Yi, ekspresi di wajahnya sangat mengerikan. Sedangkan di sampingnya, Han Tengfei. Wajahnya tanpa ekspresi, setiap orang yang melihat tahu pasti bahwa pemuda itu sedang melamun.
"Kami akan menunggu disini sampai Master Mu kembali dan menanyakan langsung padanya!" kata seorang kakek dengan tahi lalat yang sangat besar di hidungnya.
"Master Bing, kita tidak tahu kapan Master Mu akan
kembali, jadi tolong jangan berdiri menunggu di depan pintu Master Mu. Tidak enak jika terlihat tetangga," kata Changyi. Mutong, Jiaojiao dan Liuzhi menyetujui ucapan Changyi.
Ketika kakek dengan tubuh jangkung hendak mengatakan sesuatu, Master Yi berjalan melewati kerumunan tersebut diikuti Han Tengfei. Dengan tubuh yang kuat, mereka membelah kerumunan itu hingga tercipta sebuah jalan.
Orang-orang yang terdorong ke samping kiri dan kanan itu kemudian menatap kemana Master Yi dan Han Tengfei pergi.
Tak jauh di depan, Mu Haocun dipapah seorang pria tampan yang memiliki aura yang sangat dingin. Tampak rambut berwarna putih di sebagian rambut bagian depannya.
Di sampingnya, seorang wanita cantik berparas menawan dengan kulit seputih salju. Matanya yang berwarna biru seperti dapat melihat ke dalam jiwa seseorang yang menatapnya.
Di balik punggungnya seorang gadis manis menatap dengan mata besarnya, penasaran dengan apa yang terjadi. Kulitnya yang putih bersih kontras dengan bibir pinknya, menambah kesan manis di wajahnya.
Beberapa pemuda mati kutu ketika dihadapkan kecantikan Meimei sedangkan beberapa pemuda lagi menatap tak percaya pada gadis yang sedang digendong wanita cantik itu. Mereka tak percaya bahwa di dunia ini ada gadis yang semanis dan seanggun itu!
Melihat tatapan 'tergila-gila' yang dilemparkan sekumpulan pemuda itu pada Meimei dan Mu Lian, Mu Haocun dan Meng Zhi merasa sedikit tersinggung.
"Maaf aku tidak bisa menerima tamu hari ini. Alasannya bisa kalian lihat sendiri, berdiri saja aku tak mampu," kata Mu Haocun sambil mengedarkan tatapan tajam ke kerumunan orang itu.
"Master!" kata Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi menghampiri. Keempatnya melemparkan tatapan iba pada Mu Lian yang dibalas dengan senyuman.
"Master Mu, kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata seorang kakek bertubuh pendek menghampiri. Namun Master Yi dan Han Tengfei menghadang kakek itu seperti seorang bodyguard.
"Tidak ada yang bisa kujelaskan pada kalian, Changyi, Liuzhi, antarkan tamu-tamu terhormat ini kembali ke Embun Pagi," kata Mu Haocun.
Mater Yi dan Han Tengfei membawa Mu Lian, Mu Haocun, Meng Zhi dan Meimei masuk. Mutong dan Jiaojiao pun membantu menjaga mereka dari belakang.
Awalnya kerumunan itu menunjukkan protes dan terlihat mendekati dengan berani, namun setelah Master Yi, Meng Zhi, Meimei dan Han Tengfei mengeluarkan aura mereka, kerumunan itu pun terdiam mematung dengan ekspresi ketakutan.
Ketika pintu gerbang ditutup, kerumunan itu tersadar kemudian menciptakan sedikit kegaduhan. Para tetangga keluar untuk menonton kerumunan itu namun akhirnya kembali melakukan kegiatan mereka karena bosan.
Kerumunan tersebut akhirnya bubar setelah Ling Zizhou datang. Orang-orang di sekte Embun Pagi belum pernah sekalipun bertemu dengan Ling Zizhou.
Jadi, ketika mereka melihat wajah Ling Zizhou untuk pertama kalinya, mereka ketakutan setengah mati. Apalagi Ling Zizhou saat itu benar-benar mengeluarkan isi hatinya yang mengatakan agar orang-orang itu enyah dari sini!
Mu Lian yang sedang makan merasa suasana kembali tenang. Ketika melihat Ling Zizhou masuk bersama Xiaoxiao, dia tahu alasannya. Kemudian Mu Lian menyuap kembali dagingnya yang tadi belum sempat ia makan.
__ADS_1
Seminggu pun berlalu dengan episode-episode kecil seperti beberapa orang terlihat berdiri di depan rumah Mu Haocun. Untungnya ada Ling Zizhou dan Master Yi yang terbukti ampuh mengusir orang-orang tersebut.
Episode lainnya yaitu seorang murid tingkat 1 yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Belum lagi seorang murid terbunuh tanpa sebab di dalam kamarnya sendiri.
Mu Haocun dan yang lain berusaha menyelidiki murid yang menghilang tersebut karena murid tersebut ditetapkan juga sebagai tersangka pembunuhan.
Namun sepertinya usaha itu sia-sia karena murid tersebut seperti ditelan Bumi, atau istilah yang dapat digunakan Mu LIan saat ini hilang ditelan Dunia Bawah?
Intinya kasus tersebut dikesampingkan dulu karena tidak ada cukup petunjuk sehingga membuat penyelidikan berjalan sangat alot.
Suatu hari, Master Zhengheng mengunjungi rumah Mu Haocun. Master Zhengheng membawa serta semua orang yang menginap di penginapan Paman Guo. Mereka pun memutuskan untuk menggelar perayaan keberhasilan mereka.
Betapa tidak, mereka berhasil mengekstrak 80% chi yang terkandung di dalam bibit kehidupan. Selain itu, permasalahan menipisnya chi di Lembah Ufuk Timur dapat terselesaikan dengan chi tersebut.
"Bersulang!" kata Master Zhengheng yang terlihat sangat ceria. Mu Haocun, Master Yi, dan Chu Minishen ikut bersulang kemudian meminum teh mereka.
Karena tidak ada satu pun orang yang memiliki arak, mereka pun memutuskan bersulang menggunakan teh.
Saudara Su dan Saudara Chen hanya mengamati dari pinggir dan mengisi ulang cangkir yang telah kosong.
"Silahkan cicipi spring roll ini. Master Mu meminta isiannya dengan tanaman herba," kata Meimei.
Seketika itu juga Master Zhengheng dan Chu Minishen tertegun. Mereka menimbang di dalam hati mereka apakah akan mencicipi spring roll itu. Tapi jika tidak, akan terlihat tidak sopan.
Di sisi lain, para remaja terlihat sedang asyik bermain. Apa boleh buat, mereka tidak mungkin membaur dan mengikuti cara orang-orang dewasa merayakan sesuatu. Terutama, tidak untuk mencicipi spring roll rekomendasi Master Mu!
"Ah! Jangan cepat-cepat!" kata Ling Zizhou.
"Pfft haha," Mu Lian, Xiaoxiao, dan ketiga murid Chu Minishen tertawa melihat Ling Zizhou meloncati kotak bertuliskan karakter mandarin bulan dan angka 3.
Hari itu suasana sangat meriah dan karena banyak remaja seusianya, Mu Lian mengajak mereka bermain *Han Zi.
Orang yang sebelumnya bermain akan mengucapkan karakter sesuai dengan keinginannya kemudian orang yang bermain selanjutnya harus loncat ke dalam kotak yang berisi karakter yang diucapkan orang tersebut.
Setelah beradaptasi dengan permainan Han Zi, para pemuda itu mulai bermain dengan licik. Mereka mulai mengucapkan karakter dengan cepat atau sengaja menunda-nunda kemudian mengubah karakter itu di tengah pengucapannya.
Meski begitu, pemuda-pemuda itu tetap bermain dengan lembut jika yang selanjutnya bermain adalah Mu Lian atau Xiaoxiao.
Yang awalnya permainan untuk mengenalkan karakter pada anak kecil, berubah menjadi pertandingan kompetitif di antara pemuda-pemuda itu! Sungguh kekanak-kanakan, ehm maksudnya, kreatifitas yang tinggi!
...
Hari-hari berlalu. Kini Mu Lian sedang mempersiapkan perjalanannya ke ibu kota, hal yang sudah sangat ia nantikan. Han Tengfei, Chu Minishen dan ketiga muridnya pergi lebih dulu daripada Mu Lian.
Mereka harus kembali ke sekte mereka sebelum orang-orang sekte Rajawali Agung tahu bahwa alasan dibalik kepergian mereka berkaitan dengan Lembah Ufuk Timur dan Mu Haocun.
Selama beberapa hari, Xiaoxiao terlihat murung dan sering melamun. Meski gadis itu diajak bertukar surat oleh Han Tengfei, tetap saja gadis itu merindukan Han Tengfei.
Belum lagi nantinya Xiaoxiao akan mengikuti kemanapun Master Zhengheng pergi. Mu Lian berusaha menghibur Xiaoxiao, namun ternyata dirinya pun tak kalah sedih ketika melepas keberangkatan Liuzhi dan Jiaojiao.
Ketiganya saling berpelukan dan menangis karena emosi. Anehnya, Ling Zizhou pun tampak berdiri dalam disamping ketiga remaja itu.
Ling Zizhou dan Liuzhi telah membentuk ikatan yang cukup erat diantara mereka berdua jadi tentu saja Ling Zizhou merasa 'sedikit' sedih ketika Liuzhi pergi.
"Disetiap pertemuan ada perpisahan. Tapi yakinlah dengan adanya perpisahan itu, akan semakin mempererat ikatan diantara kalian.
Dan suatu hari nanti, takdir akan mempertemukan kalian kembali," kata Master Yi pada Ling Zizhou di suatu malam.
Malam itu Master Yi menatap lembut muridnya, dan mengelus kepalanya. Membuat Ling Zizhou merasakan kedamaian yang dulu pernah dirasakannya dahulu, ketika ayahnya masih ada.
.........
Note:
* Aye!
* Han Zi \= Engklek
__ADS_1