Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Keberadaan Master Yi


__ADS_3

"Cepat cari! Tamu sudah menunggu dari tadi!"


"Wakil ketua, Tuan Yan Jinkong mengamuk dan merusak properti. Beliau meminta bertemu dengan Ketua Jun sekarang juga,"


"Wakil ketua, pedang pusaka dan tombak pembelah angin menghilang!"


"Wakil ketua, jantung Pixiu menghilang!"


Wakil ketua Lereng Kaca memijat pelipisnya ketika mendengar masalah berdatangan. Tepat di depannya, Ketua Lereng kaca, Jun Mo, duduk sambil meminum teh dengan ekspresi muram.


"Ketua Jun, mengapa terjadi masalah saat tamu dari Gerobak Ajaib datang?!" kata Wakil ketua tanpa sadar meninggikan suaranya.


Wakil ketua tidak menanyakan alasan mengapa terjadi masalah melainkan menuduh bahwa tamu dari Gerobak Ajaiblah biang keladi dari semua yang terjadi saat ini.


Ketiga orang yang menjemput Ling Zizhou dan Meng Zhi lah yang pertama mencurigai bahwa keduanya menyebabkan masalah yang terjadi pada acara lelang malam ini.


Jun Mo hanya diam. Dia menunggu tiga orang tersebut memeriksa ruangan yang sedang ditempati Ling Zizhou dan Meng Zhi.


"Ketua Jun, Wakil ketua, kedua orang itu tidak ada di ruangannya!" kata si pria paruh baya.


"!"


"Ketua Jun, dugaan kita benar, Gerobak Ajaib mencari masalah dengan Lereng Kaca!" kata Wakil ketua diikuti dengan anggukan si pria paruh baya.


"Jangan begitu, siapa tahu mereka tersesat saat sedang berkeliling rumah lelang," kata Jun Mo melanjutkan


"Cari lagi barang-barang yang hilang. Siapa tahu barang-barang tersebut dicuri oleh pihak ketiga yang menyusup masuk,"


Jun Mo secara terang-terangan tak mau menyalahkan Gerobak Ajaib. Jun Mo telah memutuskan untuk mengerahkan segala cara untuk membawa Gerobak Ajaib ke sisinya.


Salah satunya adalah tidak menyinggung pihak Gerobak Ajaib meski mereka telah membuat Jun Mo rugi.


Jun Mo tidak tahu bahwa ada oknum yang telah menyinggung pihak Gerobak Ajaib, contohnya saja si pria paruh baya.


"Lalu, apa yang harus kita lelang malam ini?" kata Wakil ketua dengan jengkel.


"Keluarkan semua harta yang disimpan Lereng Kaca satu tahun belakangan ini dan pilih yang nilainya sama dengan barang-barang yang hilang," kata Jun Mo.


Tidak baik membuat pelanggan menunggu. Mereka sudah menunda acara lelang selama tiga puluh menit, mungkin mereka harus mengeluarkan barang yang lebih berharga dan dijual dengan harga sedikit lebih murah untuk mengkompensasi pelanggan.


Wakil ketua dan beberapa petinggi Lereng Kaca merasa hati mereka tertusuk benda tajam dan berdarah.


Harta berharga yang susah-susah dikumpulkan, harus hilang begitu saja. Padahal harta tersebut sering dibagikan sebagai insentif. Sebagai bentuk penghargaan bagi orang-orang yang bekerja keras.


Ekspresi wajah orang-orang di sekitar ketua menjadi masam. Mereka tidak akan menyangka, rumah lelang sebesar mereka, akan takluk dengan nama kecil seperti Gerobak Ajaib. Dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa!


Di suatu tempat, jauh dari Jun Mo dan anak buahnya, Meng Zhi sedang mengamati keadaan di sekelilingnya. Di tangan kanannya ada benda yang dicari oleh pihak Lereng Kaca.


Botol kaca besar, di dalamnya gumpalan daging terendam cairan sepenuhnya. Jantung pixiu. Meng Zhi membagi perhatiannya kepada lingkungan di sekitarnya dan benda yang ada di tangannya itu.


Tiba-tiba, Meng Zhi merasakan keberadaan seseorang tak jauh di dekatnya. Meng Zhi menghunuskan jian miliknya ke arah orang tersebut.


"Ah Yi?" kata Meng Zhi terkejut saat melihat Master Yi berdiri di depannya.


"Ah Zhi," kata Master Yi.


"Kau tidak tahu apa yang terjadi pada Lian'er dan yang lain?" kata Meng Zhi. Bukankah Master Yi seharusnya menjaga gerobak?


"Apa yang terjadi?" kata Master balik bertanya. Meng Zhi hanya menggeleng.


"Kita cari Ah Zhou dulu," kata Meng Zhi.


"Bocah bau itu ada di sana," kata Master Yi segera berjalan menuju arah yang ditunjuknya. Meng Zhi mengikuti.


Keduanya menuruni anak tangga dan tiba di sebuah ruangan setelah berjalan kurang lebih lima belas menit.


Master Yi membuka pintu tanpa gagang yang terbuat dari cermin dengan keras, membuat orang yang ada di dalam ruangan tersebut melempar senjata ke arah Master Yi.


"Bocah bau, masih saja tidak tahu ini gurumu," kata Master Yi menangkap senjata dengan aura yang tak biasa. Itu adalah pedang pusaka yang dicari pihak Lereng Kaca.


"Master!" kata Ling Zizhou buru-buru memberi hormat.


"Oh, panen yang cukup bagus," kata Meng Zhi mengamati jian di genggaman Master Yi kemudian tombak besar yang tergeletak di dekat kaki Ling Zizhou.


"Zhi gege!" kata Ling Zizhou melempar tatapan penuh tanya. Mengapa gurunya ada disini?

__ADS_1


Meng Zhi melambaikan tangannya, menyuruh Master Yi dan Ling Zizhou duduk di kursi yang ada di ruangan itu.


Meng Zhi menceritakan semua yang terjadi di samudra kepada Master Yi. Rumor yang beredar setelahnya dan usaha Meng Zhi mengalihkan perhatian masyarakat kepada dirinya dan Ling Zizhou.


"Jadi, ceritakan, kenapa kau malah ada disini," kata Meng Zhi penasaran.


"Aku mencium bau darah dan kebencian di udara," kata Master Yi.


Master Yi sangat sensitif terhadap perasaan benci dendam, darah dan perasaan-perasaan negatif lainnya karena dirinya mempraktikan aliran Asura.


"Apa yang kau temukan?" kata Meng Zhi. Kalau Meng Zhi berhenti bertanya, Master Yi akan menghentikan ceritanya begitu saja.


"Aku mengikuti kabar angin mengenai rumah megah yang hancur dalam semalam karena perselisihan antar klan. Katanya kedua klan ini ingin memenggal leher satu sama lain dan menghiraukan dewan," kata Master Yi.


"Lalu?"


"Aku kerumah itu," kata Master Yi.


"Iya, lalu? Apa yang kau temukan dirumah itu?" kata Meng Zhi.


"Darah, banyak sekali. furniture rusak semua, tapi aku tidak menemukan sesuatu yang penting, kecuali.." kata Master Yi mengeluarkan tanda pengenal yang terbuat dari giok.


Warnanya hitam sehitam intan.Terdapat ukiran menyerupai sisik-sisik ikan di permukaan giok tersebut.


"Ini...Xuanwu?" kata Meng Zhi.


"Setelah pergi kesana kemari aku bertemu dengan rekan Master Zhengheng dan setelah cerita ini itu dia meminta tolong kepadaku," kata Master Yi mempersingkat ceritanya.


Meng Zhi mengusap wajahnya menggunakan kedua tangan, frustasi dengan penjelasan Master Yi. Untungnya, Master Yi masih menyampaikan poin-poin pentingnya.


"Oke, jadi rumah megah itu ternyata markas sementara rekan Master Zhengheng, kemudian markas mereka diserang sekte aliran sesat bukan begitu?" kata Meng Zhi kemudian melanjutkan setelah melihat Master Yi mengangguk,


"Dilihat dari jejak darah di markas itu rekan-rekan Master Zhengheng terluka dan setelah meyakinkan mereka bahwa kau mengenal Master Zhengheng, mereka meminta tolong kepadamu, untuk?"


"Menyelamatkan rekan mereka, disini, di rumah lelang," kata Master Yi. Meng Zhi dan Ling Zizhou membuka mulut tanpa bersuara.


Mereka bingung karena Master Yi melewatkan penjelasan bagaimana Master Yi tahu bahwa rekan Master Zhengheng yang entah diculik atau tidak itu berada di Lereng Kaca.


Master Yi mengeluarkan lima pasang bola mata segar dari kantung dimensionalnya. Benda tersebut menggelinding ketika diletakkan di atas meja.


"Kau menggunakan jurus itu? Mata Dua Masa?" kata Meng Zhi. Master Yi mengangguk kemudian menatap Ling Zizhou dengan tatapan 'Kapan kau akan menguasai jurus ini?'.


Mata Dua Masa. Mata yang mampu melihat masa lalu dan masa depan. Padahal tidak demikian, jurus itu hanya melihat memori yang tersimpan dalam organ atau tubuh manusia, yang Master Yi pilih adalah bola mata.


Mata dipilih karena mata adalah organ yang menyaksikan kejadian yang berlangsung saat itu serta memori yang tersimpan adalah memori paling baru.


Sedangkan otak adalah prosesor, pengolah informasi. Dan organ ini pun menyimpan sangat banyak informasi, bahkan memori semenjak kecil, sangat tidak efisien.


"Satu rekan Master Zhengheng melihatku saat sedang meringkus orang sekte aliran sesat yang sedang memburu mereka," kata Master Yi.


Meng Zhi pun akhirnya paham bagaimana Master Yi dengan mudah meyakinkan rekan-rekan Master Zhengheng bahwa Master Yi adalah kawan.


"Sudah ketemu dimana rekan Master Zhengheng?" kata Meng Zhi mengamati ekspresi Master Yi.


"Belum. Tempat ini luas sekali, ayo kita gunakan Ah Cun," kata Master Yi mengerjap.


Meng Zhi merapatkan bibir, jadi, sekarang Master Yi mengajaknya untuk menggunakan Mu Haocun sebagai radar.


Ling Zizhou, Meng Zhi dan Master Yi pun keluar rumah lelang dari jalan yang ditemukan oleh Master Yi. Jalan itu menghubungkan mereka ke gua rahasia.


Mereka harus berjalan satu jam untuk muncul ke permukaan. Ternyata struktur rumah lelang adalah semakin turun ke dalam tanah, jadi saat naik tangga sebenarnya mereka turun.


Ada array pembalik kenyataan yang membuatnya menjadi seperti itu. Lereng Kaca pun menjadi sangat rahasia dan sulit ditemukan.


Maka dari itulah Master Yi mengusulkan untuk membawa Mu Haocun. Ketiganya tidak kembali ke penginapan melainkan ke lokasi yang sudah ditentukan jika hendak kembali ke gerobak.


Saat itu dini hari, cuaca masih sejuk dan hanya ada hamparan sabana yang sunyi. Ling Zizhou, Meng Zhi dan Master Yi berhenti di bawah pohon akasia yang cukup besar.


Ling Zizhou tersandung sesuatu, dengan suara duk yang cukup keras. Setelah dipegang ternyata yang membuatnya tersandung adalah bagian dari gerobak.


Menggunakan Ling Zizhou sebagai acuan, Meng Zhi berhasil meraih tepi gerobak dan menyingkap terpal yang menutupi muka gerobak. Ketiganya segera menghilang dan suasana sunyi kembali.


...


Saat Meimei memasuki ruang kendali, Mu Lian tidak dapat ditemukan dimanapun. Hanya kendali yang sedang mengapung dalam diam di atas cermin langit.

__ADS_1


Ada tiga sosok yang menarik perhatiannya terpantul dari cermin langit, Ling Zizhou, Meng Zhi dan Master Yi.


Meimei menatap sosok Master Yi cukup lama. Dia tidak sadar jika Master Yi menghilang sebelum Mu Haocun berpesan untuk mengabari kedatangan Master Yi karena Master Yi suka menghilang dan muncul secara tiba-tiba.


Memastikan sendiri kedatangan Master Yi dengan matanya sendiri, Meimei pun segera menuju kediaman Mu Haocun, Dan Shen, bangunan di sebelah kediaman Mu Lian.



Meimei yakin bahwa pada waktu ini, Mu Haocun masih merawat pasien yang baru saja dibawanya. Pemuda dengan kondisi cukup kritis.


Meimei tak menyangka akan bertemu dengan Pangeran klan Xuanwu di dunia bawah. Apa yang membuatnya terluka hingga tak sadarkan diri?


Meimei melewati gerbang depan dan disuguhi taman dengan jalan yang terbuat dari paving block.


Meja dan kursi yang terbuat dari batu di bawah atap tanaman rambat berada di kanan dan kiri Meimei.



Setelah melalui gerbang bulan raksasa, Meimei masuk ke bangunan paling besar. Dari sana Meimei terus berjalan ke sebuah kamar. Mu Haocun sedang berdiri mengamati pemuda yang terbaring dengan mata terbuka.


Keduanya menatap dalam diam. Kemudian Mu Haocun menoleh ke arah Meimei dan berkata, "Ada kabar tebaru, Mei'er?"


"Master Yi datang, bersama Ah Zhi dan Ah Zhou," kata Meimei. Meimei merasakan tatapan pemuda itu padanya.


"Ah, mereka sudah kembali. Aku tinggal sebentar ya, Tuan Muda. Mohon bersabar hingga aku kembali," kata Mu Haocun kemudian mengikuti Meimei keluar kamar.


Mu Haocun mengadakan pertemuan di Gedung Pertemuan Utara. Meimei dan Ling Zizhou menyiapkan teh dan camilan yang dapat membantu kultivasi.


Meng Zhi menceritakan interaksinya dengan Lereng Kaca tiga hari belakangan ini, termasuk menjelaskan temuan Master Yi mengenai rekan-rekan Master Zhengheng.


Setelah penjelasan panjang lebar selesai, Meng Zhi, Ling ZIzhou dan Master Yi mengeluarkan jarahan mereka hari itu.


Mu Haocun tidak memerdulikan tiga barang di depannya, matanya lansung tertuju pada tumpukan tanaman herbal di depannya. Master Yi membawa dengan akurat tanaman apa yang stoknya sudah habis.


Beberapa teratai api bahkan berada diantara tumpukan tanaman herbal yang dibawa oleh Master Yi. Teratai api digunakan untuk membuat pil surgawi.


"Haha, panen yang sangat bagus! Ada bahan untuk membuat kertas mantra dan tinta mantra juga, kebetulan sekali stok kertas mantraku habis," kata Mu Haocun dengan ekspresi gembira.


"Apa ada sesuatu yang sangat mendesak hingga kau ingin membuat kertas mantra sendiri?" tanya Meng Zhi.


Kertas mantra dapat dibeli di rumah lelang...Meng Zhi menggeleng, tentu saja mereka tidak bisa dengan bebas keluar masuk rumah lelang karena sedang diincar.


Kecuali Mu Haocun mengutus salah satu dari mereka yang belum menunjukkan wajah kepada orang-orang.


Namun, sepertinya Mu Haocun telah memutuskan untuk membuat sendiri. Mu Haocun menatap Meng Zhi kemudian berkata,


"Sesuatu yang mendesak itu adalah nyawa Pangeran Xuanwu sedang terancam,"


"Pfft," Meng Zhi dengan sengaja menolehkan kepalanya ke arah Ling Zizhou agar Meimei tidak tersembur.


"..." (Ling Zizhou)


"Kenapa dia ada disini? Tunggu, apakah Pangeran Xuanwu ada hubungannya dengan kedatangan Master Zhengheng ke dunia bawah?" kata Meng Zhi dengan suara teredam. Meimei sedang mengelap mulutnya yang belepotan.


"Iya. Aku membutuhkan mantra yang cukup kuat untuk menyelamatkan nyawa Tuan Muda. Jadi lebih baik buat sendiri saja, yah, aku membutuhkan bantuan Lian'er untuk mengukir mantra tersebut di atas kertas mantra," kata Mu Haocun.



Mini Teater



Mu Haocun: Mei'er, tolong beritahu aku kalau Ah Yi kembali.



Meimei: Eh?



Mu Lian: Loh? Mas-maksudku Kakek Yi kemana?"



Mu Lian dan Meimei baru menyadari bahwa Master Yi hilang!

__ADS_1



__ADS_2