Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Mencoba dan gagal


__ADS_3

"Awas!" seru Ling Zizhou.


Belum sempat Mu Lian menghindari jebakan yang berada beberapa senti dari kakinya, lengan Mu Lian ditarik.


Tubuh Mu Lian diangkat sehingga wajahnya menghadap tanah. Seseorang memanggul Mu Lian dan pergi dari kawasan penuh jebakan.


"..." (Mu Lian)


"Apa kau terluka?" tanya Meimei dengan tatapan khawatir. Mu Lian diturunkan dari bahu dan berdiri menghadap Meimei dan Meng Zhi.


"Aku baik-baik saja, jiejie," jawab Mu Lian. Mu Lian menoleh ke arah Ling Zizhou, orang yang tadi memanggul dirinya.


"Tidak. Kau belum siap. Lebih baik kita tunggu beberapa hari lagi," kata Ling Zizhou sambil mengernyit.


"Aku akan menghindari jebakan itu jika kau tidak memanggulku," kata Mu Lian melanjutkan "Tapi terimakasih sudah membawaku keluar dari lokasi penuh jebakan itu. Aku ingin berhenti tapi bingung harus bagaimana,"


"Kerja bagus. Kita istirahat dulu hingga chi mu pulih," kata Meng Zhi.


Mu Lian baru sadar jika chi nya mulai berkurang, meski umpamanya hanya beberapa gelas saja. Mu Lian yang terbiasa dengan chi melimpah dalam dantiannya merasa lelah hanya dengan kehilangan sedikit chi.


Jika Ling Zizhou dan yang lain tahu tentang hal ini, mungkin saja mereka berguling-guling di tanah saking jengkelnya. Siapa yang tidak mau memiliki chi yang berlimpah?


"Mu Lian, kalau kau ingin berhenti bilang saja. Kami pasti segera menjemputmu," kata Ling Zizhou.


"Aku benar-benar tidak sempat memberi tahu," kata Mu Lian lesu.


Namun sepertinya Ling Zizhou tidak dapat menerima alasan Mu Lian dan mulai menceramahinya seperti ibu yang mendapati anak gadisnya pulang sangat larut.


"Huft, aku sampai tidak sempat bereaksi melihat Zizhou sudah memanggul Lian'er dan membawanya keluar dari tempat itu," kata Meimei sambil menggelengkan kepala.


"En. Refleks Zizhou sangat bagus, apalagi dengan bakatnya dalam kultivasi, aku yakin dia akan menjadi salah satu kultivator terkuat. Bahkan masuk 100 besar," kata Meng Zhi sambil mengangguk.


"Sehebat itu?!" kata Meimei.


"Aku dengar dari Master Mu bahwa ketika usianya 10 tahun, suatu kejadian menimpa dirinya sehingga Zizhou mengalami trauma.


Kemudian Zizhou bertemu dengan Master Yi pada usia 14 tahun. Semenjak saat itu Zizhou dibesarkan sendiri oleh Master Yi dan diajarkan kultivasi saat usianya 15 tahun," kata Meng Zhi.


"Oh. Jadi dia terlambat belajar. Tetap saja, mencapai pembentukan pondasi dalam waktu 4 tahun. Pencapaian yang luar biasa," kata Meimei.


Ling Zizhou dan Mu Lian sudah berjalan jauh di depan. Ling Zizhou terus menceramahi Mu Lian dengan suara lantang hingga terdengar dari tempat Meimei dan Meng Zhi berdiri.


"Aku dengar ilmu senjata Zizhou telah mencapai tingkat kesadaran," kata Meng Zhi.


"Sungguh? Huft, pemuda yang benar-benar mengerikan," kata Meimei.


Ucapan Meimei bukan tak berdasar karena untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam ilmu senjata, seseorang harus mempelajari beribu-ribu ilmu dari senjata pilihannya.


Tingkatan dalam ilmu senjata itu sendiri memiliki beberapa tingkatan yaitu kontrak (memilih senjata kemudian membiasakan diri dengan senjata pilihannya), penguasaan, kesadaran, pemusatan, hikmah, serta ambang.


Ada tingkatan di atas ambang namun jarang ada yang melampaui tingkatan ambang. Adapun yang berhasil melewati tingkatan ambang, mereka memilih bersembunyi dan tidak pernah menunjukkan ilmu senjatanya pada siapa pun.


"Lian'er dan Zizhou sudah jauh, ayo kita susul mereka," kata Meng Zhi menyadarkan Meimei.


Mu Lian dan yang lain kembali ke tempat peristirahatan. Siang itu Ling Zizhou tidak menyetujui Mu Lian berburu spirit beast.


Meimei dan Meng Zhi merasa Ling Zizhou tidak akan bisa dibujuk untuk mengubah pikirannya sehingga mereka diam dan tidak memaksa.


"Kau ini, lapar atau memang suka makan daging ini?" kata Ling Zizhou.


"Bukan salahku. Aku sangat lelah dan membutuhkan asupan makanan lebih," kata Mu Lian sambil mengedikkan bahu.


Siang itu Meimei dan Meng Zhi ikut makan. Meimei dan Meng Zhi memenuhi asupan makanannya setelah enam hari tidak makan.


"Jiejie, mengapa jiejie dan Senior Meng sering makan malam bersama kakek?" kata Mu Lian.


Meimei berkata dirinya dan Meng Zhi tidak terlalu membutuhkan makan, namun seingat Mu Lian Meimei dan Meng Zhi sering datang ke rumah Mu Haocun untuk makan bersama.


"Mm. Zhizhi rindu dengan Master Mu dan ingin bernostalgia dengan berkumpul bersama-sama seperti dulu kala," kata Meimei.


"Dipikir-pikir semenjak senior datang, master selalu tidak sabar untuk berkumpul bersama Master Mu dan Senior Meng," kata Ling Zizhou.


"Ah. Benar juga. Aku jarang bertemu dengan Master Yi tapi semenjak jiejie dan Senior Meng datang, semuanya berubah," kata Mu Lian mengangguk.

__ADS_1


Setelah makan siang, Mu Lian mencoba untuk bermeditasi karena Ling Zizhou tidak memperbolehkan Mu Lian berburu spirit beast hari itu.


Dalam sikap meditasi, Mu Lian merasakan chi di sekitarnya. Namun merasakan bahwa chi di sekitarnya menipis, Mu Lian membuka mata.


Ling Zizhou dan Meng Zhi tidak terlihat di sekitar gua sedangkan Meimei hilir mudik di depan pintu masuk gua. Mu Lian beranjak dari tanah kemudian menggeliat.


"Jiejie, bisakah kita pindah ke lokasi dengan chi yang lebih banyak?" tanya Mu Lian.


Meimei yang sedang memotong daging Opposum menjadi beberapa bagian berhenti ketika mendengar suara Mu Lian.


"Oh. Lian'er, apa chi disini sudah menipis?" kata Meimei sambil tersenyum.


Mu Lian bergidik melihat wanita yang tersenyum sambil 'memutilasi' seekor Opposum. Ditangannya terdapat pisau berlumuran darah.


"Ehem. Ya, hari ini sudah sangat menipis dibanding kemarin," kata Mu Lian sambil memijat keningnya.


"Baiklah, mari kita tunggu Zizhou dan Zhizhi kembali baru kita bicarakan lagi," kata Meimei.


Mu Lian mengangguk kemudian buru-buru masuk ke dalam gua. Mu Lian duduk di bagian paling dalam gua sambil mengendus kantung obat racik.


Tiga puluh menit kemudian, Ling Zhizou terlihat memasuki gua bersama Meng Zhi.


"Senior Meng, Zizhou," kata Mu Lian.


"Lian'er. Kau tidak bermeditasi?" kata Meng Zhi.


Melihat Mu Lian sedang berdiri dan menyapa membuatnya heran. Biasanya ketika dirinya kembali dari patroli gadis itu sedang bermeditasi.


"Ada apa?" tanya Ling Zizhou setelah melihat ketidak biasaan itu.


"Bisakah kita pindah ke lokasi dengan chi yang lebih banyak?" kata Mu Lian.


"Oh. Chi disini sudah tidak mencukupimu?!" kata Meng Zhi terkejut.


"Hmm. Tempat peristirahatan selanjutnya sedikit mendekati puncak. Aku...tidak tahu apa lokasi itu aman atau tidak," kata Ling Zizhou khawatir.


"Tingkat tertinggi spirit beast di gunung ini adalah tingkat 3 bukan? Selama kita menghindari tipe pelacak aku rasa tidak apa-apa," kata Mu Lian setelah lama diam.


Selagi berada di Gunung Kaki Langit, Mu Lian ingin meningkatkan level kultivasinya. Hal itu membuat dirinya merasa lebih tenang untuk menjalani hari di dunia ini.


Mu Lian dan yang lain berdiskusi selama dua puluh menit dimana akhirnya Ling Zizhou kalah suara dan dengan terpaksa berjanji membawa Mu Lian dan yang lain ke lokasi peristirahatan keesokan harinya.


Malam itu, Ling Zizhou yang masih kesal karena kalah suara, dia menyalurkan kekesalannya dengan berbicara terus menerus pada Mu Lian.


Ketika sedang mengamati langit yang semakin gelap, menunggu makanan masak, atau ketika dirinya sedang berselonjor untuk menurunkan makanan.


Mu Lian menoleh ke arah Meimei untuk meminta bantuan, namun Meimei dan Meng Zhi sedang bermeditasi. Mu Lian menatap sepasang kekasih itu dengan lekat.


Chi di sekitar gua sudah sangat tipis, jadi untuk tujuan apakah kedua orang tersebut bermeditasi? Mu Lian awalnya hendak meniru Meimei dan Meng Zhi namun tubuhnya terasa berat.


Akhirnya Mu Lian memejamkan mata, merasakan suara Ling Zizhou yang semakin sayup-sayup.


"Senior, kapan kita berangkat?" tanya Ling Zizhou.


Ketika pagi menjelang, Ling Zizhou terbangun dari tidurnya yang tidak terlalu nyenyak, disebabkan oleh seorang gadis.


Bisa-bisanya gadis itu ketiduran saat dirinya sedang bicara. Ling Zizhou menatap Mu Lian yang masih tertidur pulas dengan tatapan tajam.


"Sebentar lagi. Biarkan Lian'er tidur lebih lama," jawab Meng Zhi.


Ling Zizhou mengangguk dan membantu Meimei memasak sarapan. Semenjak Mu Lian mengatakan bahwa dia menyukai masakan yang dibuat olehnya, Ling Zizhou selalu menyempatkan diri untuk membantu Meimei.


Master Yi telah berpesan padanya bahwa dia harus menjaga Mu Lian dengan segenap kemampuannya. Ling Zizhou pun melaksanakan pesan gurunya termasuk dalam menjaga asupan makanan Mu Lian.


Pagi itu Ling Zizhou dan Meimei membuat sup Opposum. Mu Lian kesulitan makan daging Opposum yang memiliki banyak serat sehingga Ling Zizhou menjadikannya sup agar dagingnya lebih empuk.


Wangi lezat menyelimuti sepenjuru gua hingga masuk ke hidung Mu Lian yang sedang tertidur pulas. Hidungnya berdenyut, menghirup dengan serakah wangi yang lezat itu.


Ling Zizhou mengangguk puas melihat supnya berhasil membangunkan Mu Lian dan membangkitkan nafsu makannya.


Mu Lian menggeliat kemudian beranjak ke dekat Ling Zizhou dengan mata masih menutup.


"Heh, lihatlah Senior Meimei. Kita berhasil menyadarkan seseorang dari mimpinya," kata Ling Zizhou sambil melanjutkan "Sepertinya sup ini akan ampuh menyadarkan seseorang dari ilusi tipe penjebak tingkat 4,"

__ADS_1


"Kau ini ada-ada saja. Lian'er, buka matamu dan segera makan supnya sebelum dingin," kata Meimei sambil berusaha membangunkan Mu Lian.


"Mmm,"


Meimei mengedarkan mangkuk berisi sup hangat pada Meng Zhi dan Ling Zizhou. Ketika mangkuk diletakkan di depan Mu Lian, mata Mu Lian secara otomatis terbelalak.


"..." (Ling Zizhou)


Melihat Mu Lian mengambil mangkuk dan bersiap untuk melahap sup tersebut, Meimei mengambil bagiannya kemudian duduk. Seusai sarapan, Mu Lian dan yang lain bersiap untuk mendaki, menuju lokasi peristirahatan baru.


Ling Zizhou memimpin di depan, setelahnya Meimei dan Mu Lian berjalan berdampingan sedangkan Meng Zhi berjalan di belakang ketiganya.


Pendakian berlangsung lama karena Ling Zizhou tidak yakin apakah daerah di depannya merupakan daerah spirit beast tipe penjebak atau bukan.


Ketika itu juga Meng Zhi turun tangan dan mengidentifikasi spirit beast apakah yang menempati daerah tersebut.


Jika Gunung Kaki Langit masih sama persis seperti yang Ling Zizhou ingat, mungkin saja saat ini Mu Lian dan yang lain sudah duduk santai di lokasi peristirahatan.


Mu Lian dan Meimei menghibur Ling Zizhou, berkata bahwa baik itu satu jam atau dua jam penundaan bukan masalah bagi mereka. Yang penting mereka sampai di lokasi peristirahatan.


Dalam perjalanan menuju lokasi peristirahatan, Mu Lian menyaksikan langsung Ling Zizhou dan Meimei menangani si rakus tingkat 2 dan 3.


Pertarungan mereka melawan spirit beast sudah jauh di atas Mu Lian. Mu Lian sampai malu saat mengingat dirinya melawan spirit beast.


"Tunggu," kata Meng Zhi. Ling Zizhou berhenti di tempatnya diikuti Mu Lian dan Meimei. Meng Zhi maju ke depan melewati Ling Zizhou kemudian menatap tanah di depannya dengan lekat.


"Mundur beberapa langkah," kata Meng Zhi. Mu Lian dan yang lain mundur sangat jauh, berlindung dibalik pohon yang rindang.


Jika seorang kultivator pembentukan jiwa mengatakan mundur beberapa langkah, mundur lah sejauh mungkin. Skala mereka dengan kultivator di bawahnya sangat jauh, bagaikan bumi dan langit ke tujuh.


Meng Zhi terlihat amat kecil dari tempat Mu Lian berdiri, namun Mu Lian dapat melihat dengan jelas jebakan demi jebakan yang terpicu ketika Meng Zhi lewat.


Jika kau terbiasa dengan kamar mu yang seperti kapal pecah, kau akan tercengang melihat kekacauan yang ditimbulkan jebakan-jebakan itu di sekitar Meng Zhi.


Meng Zhi bergerak sangat cepat hingga terlihat seperti bayangan. Dentuman keras mengiringi setiap jebakan yang terpicu.


Tanah melesak beberapa meter ke dalam tanah menciptakan pemandangan seperti kawah.Tiba-tiba Meng Zhi bergeming. Untungnya dibawah kakinya tidak ada jebakan.


Meimei dengan sigap membuat gestur tangan, melancarkan suatu *mantera yang tidak pernah Mu Lian lihat.


Setelah melihat serangkaian gestur, Mu Lian merasakan lonjakan chi dari jari Meimei yang menghadap langit.


Meng Zhi pun bergerak kembali. Tak lama, Meng Zhi mendekati sebuah pohon berbatang tebal dan berdaun rindang. Meng Zhi menebas batangnya yang tebal seperti menebas tofu.


Pohon jatuh dengan suara gedebum. Sesosok makhluk yang menyerupai sotong pun keluar dari balik dedaunan.


Meng Zhi menebas makhluk itu tepat di tengah kemudian makhluk itu tergeletak tak bernyawa di sekitar pohon.


"Aku tak menyangka akan bertemu dengan tipe penjebak tingkat 3," kata Ling Zizhou.


Mu Lian dan yang lain menghampiri Meng Zhi. Mereka berjalan dengan sangat hati-hati agar tidak terperosok ke dalam lubang-lubang di tanah.


"Wow, tingkat 3 sudah semengerikan ini?" kata Mu Lian.


"Yang mengerikan itu sebenarnya jebakan ilusinya. Kau ingat ketika senior Meng tiba-tiba berhenti?" kata Ling Zizhou.


"Eh? Maksudmu, Senior Meng jatuh ke dalam ilusi tipe penjebak itu?" kata Mu Lian tak percaya. Kakinya tanpa sengaja tergelincir dari pinggir lubang.


"Awas," kata Ling Zizhou sambil memegang lengan Mu Lian. Meimei memegang lengan Mu Lian yang lain.


"Jangan mengajak Lian'er mengobrol, Zizhou. Kau tidak lihat lokasinya tidak tepat untuk mengobrol?" kata Meimei sambil mendelik ke arah Ling Zizhou.


"Baik, Senior," kata Ling Zizhou setelah membuka dan menutup mulutnya beberapa kali.


Mu Lian dan yang lain melanjutkan perjalanan dengan tanpa hambatan. Spirit beast yang dihadapi pun bukan tipe penjebak.


Ketiga tiba di tempat tujuan, Mu Lian merasa dirinya berubah menjadi manusia gua. Karena tempat peristirahatan kali ini berupa gua namun lebih besar daripada gua sebelumnya.


Meski begitu, yang Mu Lian rasakan ketika dirinya berselonjor adalah rasa puas. Puas karena perjalanan mereka sukses besar. Mu Lian dan yang lain tidak bertemu dengan tipe pelacak sama sekali.


.........


Note:

__ADS_1


* Mantera di dunia itu bukan berupa ucapan/kata-kata tapi berupa gestur tangan seperti shinobi dalam n*ruto 😁


__ADS_2