
"Sisi kirimu! sisi kirimu! perkirakan gerakan selanjutnya!" seru Ling Zizhou.
Suara wuush wuush mengiringi terkaman spirit beast yang menuju sisi kiri tubuh Mu Lian. Mu Lian dengan tangkas menghindari terkaman horizontal yang akan memotong tubuhnya tersebut.
Sepersekian detik kemudian telapak tangan Mu Lian memukul udara kosong dekat spirit beast itu. Suara keras terdengar dari tubuh spirit beast.
Spirit beast itu meraung kemudian semakin membabi buta. Setelah menghindari terkaman mematikan dari spirit beast, Mu Lian melakukan gerakan kombo terpaan angin musim penghujan.
Telapak tangannya dengan tangkas memukul udara kosong di sekitar dada, perut kemudian kaki spirit beast. Mu Lian menutup gerakan kombo dengan menjejakkan kaki kanannya di tanah dan memukul udara kosong dengan kedua telapak tangannya.
"Haaa!"
Dengan suara gedebum dan suara kantung pecah, darah memancar dari punggung spirit beast. Pukulan telapak tangan Mu Lian mengenai dada, perut dan kaki spirit beast itu kemudian menembus hingga ke belakang.
Spirit beast tergeletak di atas tanah dengan bersimbah darah. Tubuhnya dihiasi lubang berbentuk telapak tangan. Darah tak berhenti mengalir dari luka tersebut.
Mu Lian memalingkan muka. Isi perutnya serasa naik ke tenggorokan ketika melihat spirit beast yang berhasil ditumbangkannya. Mu Lian menutup mulutnya dengan tangan.
Sudah lima hari berlalu semenjak Mu Lian melihat pemandangan brutal ini namun Mu Lian tetap merasakan mual setiap menumbangkan spirit beast.
Selama lima hari itu Mu Lian menghadapi 15 spirit beast. Dalam sehari, Mu Lian harus menghadapi 3 spirit beast.
Mu Lian setuju dengan pepatah yang mengatakan bahwa practice make perfect. Karena Mu Lian merasakan dirinya semakin lihai dalam menghadapi spirit beast.
Namun tetap saja, Mu Lian tidak tahan dengan darah dan bau amis yang dikeluarkannya. Mu Lian mampu bertahan ketika merawat pasien dengan luka parah namun tidak jika luka tersebut diakibatkan oleh dirinya.
Apalagi dengan jurus terpaan angin musim penghujan. Mu Lian sampai nyaris kehilangan kesadaran saat melihat luka yang ditimbulkan jurusnya sangat brutal.
Mu Lian sempat berpikir tidak akan pernah bisa mengeluarkan jurus yang dipelajarinya namun setelah nyaris terpotong menjadi dua, Mu Lian membuang sifat naifnya itu.
Mu Lian menjauh dari bangkai spirit beast sambil mengenang peristiwa selama lima hari terakhir. Kemudian duduk dibawah pohon untuk menunggu Ling Zizhou mengambil inti spirit beast.
Ling Zizhou nampak kecil karena jarak antara Mu Lian dan bangkai spirit beast yang jauh. Namun Mu Lian tetap mengernyit karena sebagai orang yang mendalami tanaman herbal, indera penciuman Mu Lian terlatih sehingga Mu Lian dapat mencium bau amis darah yang masih mengalir dari bangkai spirit beast tersebut.
"khkhhaa," Mu Lian mengendus kantung berisi obat racik kemudian menghela napas panjang.
"Ini inti spirit beast nya," kata Ling Zizhou sambil melempar sebuah kristal berbentuk *prisma segitiga sama sisi.
Mu Lian menangkapnya kemudian memasukkan inti spirit beast beserta kantung berisi obat racik ke dalam kantung dimensional.
Ling Zizhou berjaga di sekitar perimeter ketika melihat Mu Lian bermeditasi. Hari ini 'jatah' spirit beast yang harus ditumbangkan oleh Mu Lian sudah habis.
Ling Zizhou mengamati keadaan sekitar sambil sesekali melirik ke arah Mu Lian. Pemuda itu tidak habisnya dibuat takjub dengan jumlah chi yang diserap oleh Mu Lian.
Begitu pula dengan Meng Zhi dan Meimei. Mereka terkejut ketika pertama melihat Mu Lian bermeditasi. Mereka semakin yakin bahwa pergi ke Gunung Kaki Langit merupakan keputusan yang tepat.
Setidaknya berdasarkan jumlah chi yang diserap oleh Mu Lian ketika sedang bermeditasi, Mu Lian dapat menekan jumlah spirit beast yang ada di Gunung Kaki Langit.
Mereka tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi dengan tanaman herbal yang ada di lembah tersebut jika Mu Lian tetap di Lembah Ufuk Timur.
Beberapa saat kemudian, Meng Zhi dan Meimei kembali dari barisan pepohonan. Mereka menghampiri Ling Zizhou karena melihat Mu Lian sedang bermeditasi.
"Kami sudah mengusir spirit beast terdekat agar tidak kemari lagi," kata Meimei.
"Tapi seperti biasa, kita sebaiknya mencari tempat untuk beristirahat yang jauh dari bangkai spirit beast ini," kata Meng Zhi.
"Aku dan master memiliki tempat peristirahatan 5 kilometer dari sini. Kita akan menuju ke sana setelah Mu Lian selesai bermeditasi," kata Ling Zizhou.
"Aku selalu kehabisan kata-kata ketika melihatnya dengan mata kepala ku sendiri," celetuk Meimei sambil melihat ke arah Mu Lian.
"Hmm. Apa semua orang yang bermarga Mu berbakat semua," gumam Meng Zhi.
Matahari terbenam sepenuhnya ketika Mu Lian dan yang lain tiba di gua tempat peristirahatan yang diberitahukan Ling Zizhou.
Mu Lian menyalakan api unggun menggunakan cincin pemberian Xiaoxiao kemudian Meimei mulai memasak *Opposum.
"Heh, Danggui dan Si Cao, bahannya masih sama tapi ditambahkan katalis, ada berapa banyak? Hmm..." racau Mu Lian.
Tubuhnya berselonjor sambil bersandar di dinding gua. Matanya setengah terpejam.
"Astaga, sudah lima hari masih saja meracau," kata Ling Zizhou.
"Tapi tidak separah kemarin," celetuk Meimei.
"..." (Meng Zhi sedang bermeditasi)
"Maksudmu saat kita membuat sup cacing?" kata Ling Zizhou.
"En. Dan lain sebagainya," kata Meimei.
__ADS_1
Mu Lian memiliki kebiasaan baru setelah tiba di Gunung Kaki Langit. Setiap malam seusai makan, gadis itu berselonjor sambil meracau hingga tertidur.
Meimei sampai mengira Mu Lian terkena parasit milik spirit beast. Setelah memastikan Mu Lian baik-baik saja, Meimei dan yang lain membiarkan Mu Lian meracau semalaman.
Keesokan paginya, Mu Lian selalu bangun dengan wajah berseri. Meimei dan yang lain pun menduga bahwa ini merupakan cara Mu Lian untuk beradaptasi.
"Hup. Hup. Ah~," kata Mu Lian.
Mu Lian melakukan peregangan seperti yang dilakukan anak-anak sekolahan pada pelajaran olahraga di Bumi.
"Apa itu berpengaruh untuk kultivasi?" kata Ling Zizhou. Pemuda itu akhirnya bertanya pada Mu Lian setelah lima hari memendam rasa penasarannya.
"Zizhou, aku merasakan perbedaan yang signifikan setelah melakukan peregangan. Seperti kata pepatah, di tubuh yang kuat ada jiwa yang sehat.
Jadi kalau kau rajin melatih serta menjaga tubuhmu, maka jiwamu akan sehat dan itu akan berpengaruh juga pada kultivasimu," kata Mu Lian sok tahu.
Ling Zizhou tertegun. Dia tidak pernah mendengar hal itu sebelumnya. Setelah menimbang-nimbang. Tiba-tiba dia meletakkan jian miliknya di atas tanah.
"Apa kau bisa mengajariku?" kata Ling Zizhou.
"Tentu saja. Kau sudah sering menjaga ku jadi sebagai imbalannya, aku akan mengajarimu peregangan," kata Mu Lian.
Beberapa saat kemudian Meimei dan Meng Zhi yang sedang bersiap-siap mencari spirit beast melihat Ling Zizhou meniru gerakan Mu Lian yang aneh.
Kepala Mu Lian dan Ling Zizhou mendongak menatap langit kemudian menunduk menatap tanah.
Mereka menolehkan kepala ke kiri dan ke kanan. Menelengkan kepala ke kiri dan ke kanan sebelum akhirnya memutar kepala ke kiri dan ke kanan.
Mereka mengaitkan kedua tangannya kemudian *mendorong tangan mereka ke depan, ke atas, ke samping kiri dan ke samping kanan.
Setelah itu mereka menekuk *lutut kanan mereka sedangkan kaki kiri mereka lurus. Kedua tangan berada di atas paha kanan. Mereka melakukan gerakan yang sama untuk kaki sebelah kiri.
Meimei dan Meng Zhi saling menatap. Ketika mereka kembali melihat ke arah Mu Lian, gadis itu sudah duduk di tanah. Kedua telapak kakinya saling menempel.
Mu Lian meletakkan kedua tangannya di atas kaki kemudian *mencondongkan tubuhnya ke arah kaki.
"Usahakan kepala dan punggung mu tetap lurus," kata Mu Lian.
Setelah beberapa detik, Mu Lian meluruskan kakinya kemudian *menyilangkan kaki kanan ke atas kaki kiri dengan posisi kaki kanan yang memijak ke tanah dan lututnya dalam posisi tegak.
Mu Lian memutar bahu ke arah kanan secara perlahan dan menahan posisi ini selama beberapa detik. Mu Lian kemudian melakukan gerakan yang sama untuk kaki kirinya.
"Kemana tujuan kita hari ini?" tanya Mu Lian.
"Ehm, kita akan pergi ke arah timur," jawab Meng Zhi.
"Ayo, lebih baik kita segera berangkat," kata Meimei.
"Spirit beast tipe apakah yang akan aku hadapi hari ini?" tanya Mu Lian.
"Tipe penjebak," jawab Meng Zhi.
"Kalian yakin, senior? Mu Lian baru bisa menumbangkan si rakus setelah tiga hari mencoba dan gagal," kata Ling Zizhou.
"Cepat atau lambat Lian'er akan berhadapan dengan tipe penjebak. Jadi sebaiknya dia mulai berlatih," kata Meimei
"Jika keadaan menjadi berbahaya, aku akan segera turun tangan," kata Meng Zhi.
"Hmm tetap saja..." kata Ling Zizhou tidak meneruskan kata-katanya.
"Bagaimana karakter tipe penjebak?" tanya Mu Lian.
Melihat keengganan Ling Zizhou membiarkan Mu Lian berhadapan dengan tipe penjebak membuat Mu Lian semakin penasaran dengan spirit beast itu.
Meimei menjelaskan bahwa tipe penjebak menangkap mangsa dengan membuat jebakan-jebakan penuh tipu muslihat.
Tubuh aslinya bersembunyi di sekitar, menunggu untuk menerkam mangsa yang jatuh ke dalam jebakan miliknya.
Ketika tiba di tempat yang telah di tentukan Meng Zhi, Mu Lian menunggu Meng Zhi mencari spirit beast tipe penjebak bersama Meimei dan Ling Zizhou.
"Tunggu dan pelajari dengan seksama jebakan-jebakan yang ada disekitar, jangan gegabah," kata Ling Zizhou.
"Jika kau ragu, mundur lah biar kami yang menangani," kata Meimei.
"Jebakan apa yang paling berbahaya?" tanya Mu Lian.
"Untuk tingkat 1 jebakan-jebakan yang biasanya kau temukan adalah lumpur pengisap chi. Jika jatuh ke dalam lumpur chi-mu diisap hingga tidak berdaya.
Ada juga lubang berisi paku yang terbuat dari tanah, tapi jangan salah paku ini amat tajam sehingga kultivator pembentukan pondasi pun dapat terluka karena jarum-jarum itu.
__ADS_1
Ada juga jebakan yang akan meledak ketika diinjak, membuat kaki mu tidak berguna sehingga kau tidak bisa lari saat diterkam," kata Meimei.
"Hah?!" kata Mu Lian tak percaya.
"Senior, makanya aku bertanya apa senior yakin akan membiarkan Mu Lian menghadapi spirit beast itu?" kata Ling Zizhou. Wajahnya menjadi serius.
"Iya. Kalau bukan sekarang, kapan lagi Lian'er akan berlatih menghadapinya?" kata Meimei. Melihat Meimei tidak akan mengubah pendapatnya Ling Zizhou menoleh ke arah Mu Lian.
"Mu Lian, kalau kau ragu jangan memaksakan diri," kata Ling Zizhou.
"Aku tahu," kata Mu Lian bersungguh-sungguh. Dia tidak ingin diterkam saat tidak bisa bergerak, atau kehilangan kakinya, atau menjadi *Chuan'r daging manusia
Sepuluh menit kemudian Meng Zhi datang dan membawa Mu Lian dan yang lain ke kawasan yang dicurigai terdapat spirit beast tipe penjebak.
Meng Zhi sampai harus memastikan tingkatan tipe penjebak cocok sebagai lawan latihan Mu Lian melalui jebakan-jebakan yang ada di sekitar.
Hal itu lah yang membuat Meng Zhi lama. Meng Zhi memberikan poin-poin penting untuk menghadapi spirit beast tipe penjebak.
Beberapa menit kemudian Mu Lian dan yang lain tiba di tempat yang ditunjukkan Meng Zhi. Mu Lian mengambil napas panjang kemudian maju selangkah demi selangkah.
Mu Lian berjalan dengan waspada. Setelah mendengar penjelasan dari Meimei dan Meng Zhi, Mu Lian berhipotesis bahwa jebakan yang dibuat oleh spirit beast tipe penjebak mungkin akan meninggalkan jejak berupa chi.
Seperti pada makhluk hidup, Mu lian dapat merasakan chi, jadi Mu Lian menduga akan merasakan hal yang sama. Mu Lian meningkatkan perhatiannya pada chi di sekeliling dirinya.
Beberapa saat kemudian Mu Lian merasakan chi di tanah dekat kakinya. Tanpa berpikir panjang Mu Lian menghindari tanah tersebut.
Tanah yang sebelumnya dihindari Mu Lian melesak beberapa meter ke dalam tanah. Di dalamnya ujung-ujung runcing terlihat sangat mengintimidasi.
Kemudian pada saat yang sama Mu Lian merasakan chi dari sisi sebelah kanannya, Mu Lian menghentikan kakinya yang akan menyentuh sisi tersebut.
Mu Lian melompat ke sisi berlawanan dengan goyah karena menggunakan satu kaki untuk menopang titik berat tubuhnya.
Mu Lian terus menghindar, tidak berani berhenti sedetik pun karena konsekuensi yang diterimanya sangat buruk
Baru melangkahkan kaki ke kawasan spirit beast tipe penjebak saja Mu Lian sudah disuguhi jebakan-jebakan maut.
Perasaan ragu mulai melanda Mu Lian, namun tubuhnya tidak berhenti bergerak di tempat yang sama.
Ini pertama kalinya Mu lian menghadapi jebakan spirit beast tipe penjebak, meskipun sudah mendengar penjelasan dari Meimei dan Meng Zhi tetap saja jebakan aslinya mampu membuat Mu Lian terdesak hingga Mu Lian kesulitan untuk berpikir jernih.
Menghadapi jebakan-jebakan itu serasa seperti sedang mengerjakan tugas namun sang dosen memberikan tugas baru sehingga tugas-tugas kita semakin menumpuk.
"Awas!" seru Ling Zizhou.
...…...
Note:
(Mu Lian malah keingetan tugas kuliah 😂)
* Kristal berbentuk prisma segitiga sama kaki
* Opposum(menyerupai tikus, kadang suka disamakan sama tikus padahal buka. Rasa dagingnya seperti daging kerbau; manis dan berserat)
* mendorong tangan ke atas
* Runner's stretch
* Bound angle pose
* Seated spinal twist
* Chuan'r (sate asal china, dapat ditemukan di street food/pedagang kaki lima)
dagingnya bisa sapi, domba, atau jangkrik dan bahan tidak biasa lainnya seperti yang bisa ditemukan di Thailand. Bumbunya umm gurih gurih enyoy 🤤 (author belum pernah nyoba sih tapi kelihatannya enak, pengen coba ga?)
__ADS_1