
Tanpa terasa, dua bulan berlalu begitu saja. Semuanya sibuk dengan tugas masing-masing sehingga tidak banyak yang terlihat dengan wajah cemas lagi.
Begitu pula dengan Mu Lian. Selain tanpa henti memproduksi pil, Mu Lian juga mengidentifikasi tanaman-tanaman lokal yang dibawa pulang oleh tim ekplorasi.
Selama dua bulan ini Mu Lian dan Mu Haocun berhasil mengidentifikasi 26 tanaman yang fungsinya sama dengan tanaman herbal dari luar.
Dengan bimbingan Mu Haocun, Mu Lian berhasil menyusun bahan-bahan yang tepat untuk membuat pul kehidupan, pil raga, pil internal, pil kultivasi bahkan ada bahan yang mampu memproduksi pil Zhen.
Setelah dipastikan tidak ada efek samping buruk, bahan-bahan terebut menjadi bahan alternatif selagi menunggu tanaman-tanaman herbal yang Xiaoqi, Xiaofu dan anak-anak tanam di taman herbal.
Tidak hanya disibukkan dengan penelitian dan tugasnya memproduksi pil, Mu Lian juga harus membuat obat racik untuk meringankan gejala kutukan makhluk kegelapan.
Racikan tersebut dibuat mudah terbakar namun tidak menghilangkan manfaat yang terkandung di dalamnya, agar asap yang diciptakan bisa dihirup dan meringankan gejala kutukan. Kini bau herbal tercium di sepenjuru pemukiman.
Jendela-jendela nampak dibiarkan terbuka baik itu siang maupun malam. Lagipula siapa sih yang mau menyusup ke rumah-rumah itu?
Kutukan makhluk kegelapan sudah diatasi. Meski tidak dapat diatasi sepenuhnya setidaknya bisa mencegah agar gejalanya lebih parah.
"Lian'er, apa kau baik-baik saja?" kata Xu Jing khawatir.
"Aku...bingung menjelaskannya..." kata Mu Lian tersenyum lemah. Kantung mata Mu Lian semakin besar karena hanya bisa tidur 4 jam setiap hari selama dua bulan.
"Ck, kapan makhluk-makhluk jelek itu pergi sih? merepotkan saja!" kata Ling Zizhou.
Mu Lian hanya diam dan mengatur alat ajaib menyerupai dupa di hadapannya itu. Tingginya setara dengan perut orang dewasa, membuat jumlah racikan yang harus Mu Lian masukkan sangat banyak.
Racikan tersebut akan habis setelah 2 minggu kemudian. Meski begitu, Mu Lian tetap harus menyicil membuat racikan setiap dirinya selesai membuat pil.
"Kalau fenomena ini seperti yang Lian'er duga, seperti peralihan musim, kemungkinan 3 atau 4 bulan bukan?" kata Xu Jing menatap ke arah Mu Lian. Mu Lian mengangguk.
"Ah, 4 bulan?! Yang benar saja! Sial!" kata Ling Zizhou.
Namun bagaimanapun juga fenomena alam adalah sesuatu di luar jangkauan Ling Zizhou, Master Yi saja tidak dapat berbuat apa-apa, apalagi dirinya yang masih berada di tingkat pembentukan pondasi.
Hal tersebut tak hanya membuat Mu Lian muram, semua tetangga-tetangganya pun begitu. Sehingga banyak orang-orang yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dengan wajah yang suram.
Meski dunia di dalam perisai tidak sehitam putih di luar sana, suasana yang suram membuat dunia mereka tidak berbeda jauh dengan dunia monokrom di luar sana.
Setidaknya untuk 1 bulan ke depan, tidak ada yang berusaha mengubah suasana menjadi ceria karena mereka sendiri sangat sibuk.
Setiap orang memiliki tugasnya masing-masing dan mereka tidak bisa bermalas-malasan, kalau tidak nyawa merekalah yang paling pertama melayang pada saat tepat satu tahun fenomena "itu" terjadi.
Hingga akhirnya, dunia kembali berwarna dan semua kehidupan kembali terlihat. Bola-bola air sebiru langit menjadi pemandangan yang paling dinantikan setelah 3 bulan lamanya harus puas memompa air dari batang pohon dengan bantuan alat ajaib.
"Akhirnya! Kita tidak perlu kerja rodi lagi!" seru Xu Jing kegirangan.
__ADS_1
Memompa air menjadi kegiatan paling tidak disukai semua orang karena banyak langkah yang harus dilakukan sebelum akhirnya bisa memulai memompa.
Pertama mereka harus mencari dahan yang warnanya hampir mendekati dahan penghasil mata air.
Yang kedua, mereka harus melubangi dahan tersebut menggunakan alat ajaib yang wujudnya menyerupai bor.
Setelah itu barulah mereka memompa airnya dengan memanipulasi chi dari tubuh mereka ke arah dahan tersebut.
Intinya adalah kerja dilakukan berkali-kali bahkan dapat menghabiskan chi milik seseorang. Pernah ada satu dahan yang harus dipompa oleh 5 orang.
Untungnya, peralihan musim hanya berlangsung selama 3 bulan. Keceriaan sedikit demi sedikit kembali sehingga suasana tidak semuram sebelumnya.
Meski waktu terus berjalan menuju hari H, setidaknya kini mereka tidak perlu direpotkan memompa air lagi.
Berbeda dengan Mu Lian, yang kini masih disibukkan membuat racikan baru yang bisa membantu kultivasi semua yang ada disana.
Karena Mu Lian sangat dekat dengan tetangga-tetangganya itu, Mu Lian jadi ingin membantu dengan seluruh tenaganya.
Mu Lian sempat berdiskusi dengan Mu Haocun mengenai racikan apa yang mampu meningkatkan kesempatan seseorang naik ke tingkat kultivasi yang lebih tinggi.
Mu Lian jadi tahu bahwa untuk membuat sebuah pil yang sepenuhnya baru baik itu kegunaan maupun susunan bahannya, membutuhkan penelitian bertahun-tahun. Jadi Mu Lian mencari alternatif lain yaitu membuat racikan.
Karena dasar racikan tersebut berasal dari teh yang dapat membantu mempercepat pemulihan chi, Mu Lian dapat memformulasikan racikan tersebut dalam waktu 5 hari.
Dan racikan yang baru jadi itu, langsung dimasukkan ke dalam pembakar raksasa yang diletakkan di tengah-tengah balai warga.
Mereka pikir Mu Lian hanya mengganti racikan menjadi racikan yang lebih wangi saja, tidak tahu bahwa racikan tersebut membuka kesempatan lebih banyak lagi dalam kultivasi.
Mu Lian pun tidak repot-repot meluruskan kesalahpahaman mereka karena Mu Haocun juga berkata bahwa racikan tersebut belum tentu meningkatkan kultivasi seseorang melainkan meningkatkan kesempatannya saja.
Semuanya beraktivitas seperti biasa tanpa mengetahui apapun. Bahkan semuanya terlihat seperti sedang tergesa-gesa karena memang waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri hanya 3 bulan lagi.
Awalnya tidak ada yang aneh dan semua berjalan seperti biasanya. Namun tepat 2 minggu kemudian, dimulai dari Du Luhan dan Xu Tian, keduanya mengaku merasakan pintu ke tingkat kultivasi selanjutnya.
Diikuti ketua-ketua yang lain dan beberapa orang yang memang memiliki tingkat kultivasi cukup tinggi.
Semuanya menjadi sangat heboh karena menyaksikan fenomena yang jarang terjadi, mengalami epifani massal.
Bahkan ada yang memulai kelompok untuk mendiskusikan apakah epifani massal bisa terjadi dan apa penyebabnya.
Mu Lian yang mendapat kabar bahwa banyak yang membuat terobosan dalam kultivasinya, segera membagikannya kepada Mu Haocun.
Mu Haocun pun memberikan tugas untuk mewawancara setiap orang yang ada disana kepada Mu Lian.
Dari wawancara tersebut, kesimpulan yang Mu Lian dapatkan adalah yang pernah meminum pil Mu Lian dan Mu Haocun juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Du Luhan, Xu Tian dan ketua-ketua lain.
__ADS_1
Bagaimana dengan yang belum pernah sekalipun meminum pil yang dibuat oleh Mu Lian dan Mu Haocun?
Orang-orang tersebut menunjukkan tanda-tanda kultivasi mereka akan naik saat 1 bulan sebelum hari H tiba.
Namun dari sekian banyak yang menunjukkan tanda-tandanya, hanya sedikit yang berhasil naik ke tingkat kultivasi yang lebih tinggi.
Meski kenaikan yang mereka alami masih dalam tingkatan yang sama, contohnya Du Luhan masih di tingkat pembentukan inti, dia naik ke tahap akhir.
Tetap saja, meningkatkan kultivasi dalam waktu yang singkat merupakan keajaiban dan rejeki bagi semua kultivator khususnya semua yang terjebak di Gua Sejati dan dalam keadaan terdesak ini.
Mendekati hari H, Du Luhan dan Xu Tian semakin sering berdiskusi, apalagi setelah keduanya berhasil naik ke tahap akhir pembentukan inti bahkan setengah kaki dari tahap pembentukan jiwa.
"Aku sedikit lega setelah kita berhasil meningkatkan kultivasi. Memang ada beberapa yang gagal tapi setidaknya menambah kesempatan kita untuk bertahan," kata Du Luhan.
"Sebaiknya kita pisahkan mana yang berhasil meningkat dalam beberapa bulan ini mana yang tidak.
Kelompok yang berhasil meningkatkan kultivasinya akan menjadi garda terdepan dan melindungi yang lain sedangkan yang lain membantu dikala dibutuhkan saja," kata Xu Tian.
"Kau benar, seperti yang diharapkan dari rival terberatku. Heh, aku bersyukur terjebak disini bersamamu," kata Du Luhan. Xu Tian hanya memutar bola matanya.
"Ngomong-ngomong, apa kau merasakannya? Perubahan yang awalnya kecil tapi lama-lama memicu kultivasi kita? Kau tahu, setelah menghirup aroma obat racik yang baru," kata Du Luhan.
"Aku tahu. Tapi kuminta, meski harus menukarnya dengan nyawamu, jangan pernah membicarakan hal itu lagi kepada siapapun. Bawa hal tersebut ke dalam kuburanmu," kata Xu Tian. Wajahnya sedikit tegang.
Jika fenomena epifani massal bocor keluar sana dunia bisa jungkir balik dibuatnya. Menjadi kuat adalah hal terpenting bagi semua kultivator di dunia ini.
Semuanya pasti berlomba-lomba mendapatkan sesuatu yang dapat membantu mereka menjadi kuat dalam waktu yang singkat. Du Luhan pun mengerti apa yang disampaikan Xu Tian.
Meski Du Luhan menganggap Xu Tian sebagai rivalnya, Du Luhan menyadari bahwa kelebihan yang dimiliki Xu Tian adalah pikiran rasionalnya. Oleh sebab itu, Du Luhan selalu mendengarkan apa yang diucapkan oleh Xu Tian.
Du Luhan dan Xu Tian mengumpulkan semua ketua pada rapat yang diselenggarakan 3 hari kemudian, dan karena semuanya mau bekerja sama, rapat selesai lebih cepat sehingga bisa fokus pada hari H.
Orang-orang dengan tingkat kultivasi paling tinggi diposisikan di luar perisai, mereka bertugas menjaga perisai yang mengelilingi daerah pemukiman dan mengawasi alat ajaib di sekeliling mereka.
Sedangkan, Mu Lian menjadi pilot utama hari ini. Bagaimanapun juga gerobak telah menjadi bagian dari diri Mu Lian sehingga hanya Mu Lian yang bisa mengoperasikan gerobak dengan lebih maksimal daripada Mu Haocun.
Bagi yang tidak berjaga di depan perisai pun memilih berkumpul di balai warga. Tidak ada yang mau ketinggalan pada hari yang sangat penting ini.
"Lapor, kelompok pengintai 1 tidak menemukan hal aneh,"
"Lapor, kelompok pengintai 5 tidak menemukan hal aneh,"
Perwakilan kelompok pengintai 1 dan 5 mengaku bahwa mereka belum melihat ada hal ganjil namun Du Luhan dan Xu Tian menyuruh kelompok pengintai terus mengawasi sekitar.
Sebaliknya, Meng Zhi bersama dengan Ling Zizhou malah tidak melihat satu pun kelompok pengintai yang ditugaskan untuk melapor kepada mereka berdua.
__ADS_1
"Aneh, seharusnya mereka melapor setiap 30 menit sekali paling lama satu jam sekali," kata Meng Zhi.
"Coba kita tunggu 30 menit lagi, apalagi pengintai kita ditugaskan untuk mengawasi daerah yang cukup jauh dari sini," kata Ling Zizhou.