
"Astaga! Aku tidak menyangka akan bertemu dengan Master Mu disini!" kata seorang wanita dengan nada tertahan.
Ekspresinya seperti para fans yang bertemu dengan idola mereka. Begitu pula pria yang berdiri di sebelahnya.
Penampilan keduanya terlihat biasa namun aura mereka sangat kuat. Bagaimana tidak, keduanya merupakan anggota dewan.
Tentu saja tingkat kultivasi mereka tidak dapat diremehkan. Karena para anggota dewan bertugas melindungi penduduk negeri Mao.
"Terimakasih sudah mau mendengarkan permintaanku yang egois ini. Sekali lagi senang bertemu dengan anda berdua.
Jika anda membutuhkan pil apapun itu akan kuberikan, ehem, dengan dengan harga bersaing tentunya," kata Mu Haocun menunjukkan ekspresi murah hati.
Wanita dan pria asing yang ada di depan Mu Haocun itu merasa terharu dan gembira luar biasa ketika mendengar ucapan Mu Haocun tersebut.
Satu orang yang tidak terpengaruh dengan ekspresi murah hati yang ditunjukkan oleh Mu Haocun adalah Master Yi.
Setelah membawa kedua orang itu ke hadapan Mu Haocun, Master Yi berdiri dengan tenang di salah satu pojok ruangan. Dongfang Xing tidak ikut serta untuk menghindari kecurigaan dewan-dewan yang lain.
"Justru kami yang sangat berterimakasih! Tentu saja, kami tidak akan berani mengambil pil yang anda buat tanpa membayar sepeserpun," kata si pria sambil menggelengkan kepala.
Siapa yang tidak tahu keajaiban pil yang Mu Haocun buat? Seseorang yang berada di puncak Alkimia dan sangat sulit untuk ditemui, tiba-tiba datang sendiri ke depan pintu rumah mereka.
Xi Rou dan Ting Xuan terus mengucapkan terimakasih kepada para leluhur mereka karena telah banyak melakukan kebaikan di dunia ini sehingga membuka pintu keberuntungan mereka.
Meski semua orang yang telah diangkat menjadi seorang dewan tidak diperkenankan menerima hadiah dalam bentuk apapun, Xi Rou dan Ting Xuan menganggap kesempatan saat ini sebagai keberuntungan yang tidak boleh dilewatkan jadi mereka tidak melanggar peraturan dewan.
Setelah berbincang beberapa saat, Mu Haocun meminta ijin untuk memulai menjiplak struktur wajah mereka dengan selembar adonan tipis yang ada di tangan Mu Haocun.
Benar. Mu Haocun menyarankan Mu Lian untuk membuat topeng penyamaran agar bisa melewati gedung pemerintahan dan mendekati perimeter ujung dunia.
Hanya cara ini yang dianggap cukup aman tanpa menimbulkan masalah dengan dewan. Setelah berdiskusi dengan Dongfang Xing, mereka mendapatkan orang-orang yang akan ditukar dengan Meimei dan Meng Zhi.
Mu Lian sedikit kecewa ketika mendengar bahwa dirinya tidak bisa ikut dalam pencarian keturunan Xucheng si bijaksana di ujung dunia.
Meimei dan Meng Zhi dipilih karena tingkat kultivasi mereka mendekati tingkat kultivasi Xi Rou dan Ting Xuan. Selain itu, tinggi serta pembawaan mereka hampir mirip dengan Meimei dan Meng Zhi.
Dan poin yang paling penting, Dongfang Xing merekomendasikan Xi Rou dan Ting Xuan karena mereka orang yang paling dekat dengannya.
Mereka bertiga telah melewati masa-masa sulit yang hampir mengancam nyawa bersama-sama sehingga tumbuh perasaan saling percaya diantara mereka.
Mu Haocun segera menyetujui hal tersebut kemudian menentukan janji bertemu. Xi Rou dan Ting Xuan diwajibkan datang karena akan menentukan keberhasilan perakitan topeng penyamaran.
Sehingga seperti yang dapat dilihat saat ini Mu Haocun sedang menempelkan benda yang terlihat seperti sheet mask itu ke wajah Xi Rou dan Ting Xuan.
Beberapa kali Mu Haocun terlihat mengotak-atik sheet mask tersebut menggunakan alat yang terlihat seperti alat penusuk jerawat atau komedo.
Jika Mu Lian melihatnya pasti Mu Lian ingin segera kembali ke Bumi untuk menggunakan alat penusuk jerawat serta sheet mask.
Sudah lama hidungnya terasa berat karena komedo yang menumpuk dan wajahnya yang terasa sangat kering setelah melewati musim dingin.
Namun Mu Haocun tidak membiarkan Mu Lian melihat proses perakitan topeng penyamaran karena prosesnya yang menurut Mu Haocun sangat panjang dan membuat siapa saja yang melihat merasakan ngilu.
Bagaimana tidak, sepanjang pra perakitan, Mu Haocun terus menusuk-nusuk jarum yang terbuat dari besi tersebut ke wajah Xi Rou dan Ting Xuan. Meski yang ditusuk sebenarnya adalah si adonan awal topeng.
__ADS_1
Enam belas jam kemudian, Mu Haocun meletakkan adonan awal topeng yang dijiplaknya dari wajah Xi Rou. Sedangkan Mu Haocun membutuhkan enam jam lagi untuk menjiplak wajah Ting Xuan.
Xi Rou dipersilahkan kembali lebih dulu dan setelah berjanji akan datang tiga hari kemudian, wanita itu segera keluar ruangan.
Di sebelah ruangan dimana Mu Haocun sedang menjiplak wajah Xi Rou dan Ting Xuan, Mu Lian sedang tertidur. Meski tempat tidur Mu Lian memiliki tirai, Mu Lian tidak menutup tirai tersebut.
Wajahnya masih menunjukkan tanda-tanda lelah yang dirasakannya selama beberapa hari terakhir ini. Terdapat lingkaran hitam dibawah matanya, menunjukkan Mu Lian baru bisa tidur setelah beberapa hari terakhir menderita insomnia.
Tak jauh dari sana, terdapat tempat tidur berkanopi lain yang ditempati oleh Meimei. Meimei telah berbagi kamar dengan Mu Lian semenjak tiba di ibu kota, jadi Meimei melihat semuanya.
Wanita itu lega ketika akhirnya Mu Lian jatuh tidur setelah kalah dengan rasa lelah yang menumpuk. Meimei menatap Mu Lian sambil berusaha mendengar kegiatan di kamar sebelah.
Sayangnya, Master Yi membuat kamar tersebut kedap suara sehingga Meimei hanya bisa mendengar ketika pintu kamar dibuka kemudian ditutup.
Keesokan harinya, ketika sarapan, Mu Lian yang malu karena ketiduran setelah mengatakan bahwa dia akan begadang untuk menunggu proses pra perakitan selesai, segera bertanya kepada Mu Haocun.
"Jangan khawatir. Kakek berhasil menyalin struktur wajah mereka tanpa ada yang tertinggal sedikitpun, bahkan tahi lalat dan bulu hidung mereka," kata Mu Haocun berusaha menenangkan Mu Lian. Mu Lian hanya tertegun karena tidak menyangka akan mendengar kata bulu hidung.
"Kakek gila! Jangan membicarakan hal menjijikkan seperti itu saat makan!" kata Ling Zizhou sambil mengernyitkan hidung.
Melihat sikap Ling Zizhou, Mu Lian sedikit merasa rileks. Interaksi antara Mu Haocun dengan Ling Zizhou lah yang membuat Mu Lian sedikit tenang.
Sikap santai Mu Haocun menunjukkan bahwa masalah menyusup ke gedung pemerintahan adalah perkara mudah. Begitu pula dengan mencari keturunan Xucheng si bijaksana.
Tiga hari kemudian Xi Rou dan Ting Xuan datang untuk memeriksa kesamaan topeng yang sudah setengah jadi itu dengan wajah mereka. Jika ada sesuatu yang perlu diperbaiki dan ditambahkan sekaranglah saatnya.
Keduanya juga menjelaskan secara lebih rinci jadwal serta tugas mereka saat di gedung pemerintah pada waktu yang telah ditentukan.
Pada hari itu Mu Lian, Meimei, Ling Zizhou dan Meng Zhi pun ikut mendengarkan Xi Rou dan Ting Xuan.
Dua hari kemudian, Beberapa orang berpakaian seragam berwarna hijau tua terlihat sudah mengantri dengan rapih di depan pintu gerbang raksasa agar bisa masuk ke balik dinding-dinding raksasa itu.
Dongfang Xing terlihat berjalan dengan langkah panjang yang sama seperti yang dilakukan orang-orang berpakaian hijau tua.
Sepintas, Dongfang Xing bersikap seperti dewan yang sedang dalam perjalanan menuju gedung pemerintah pada umumnya.
Padahal, Dongfang Xing memantau sekelilingnya dari ujung matanya. Menunggu sosok Xi Rou dan Ting Xuan yang telah ditukar dengan Meimei dan Meng Zhi.
"Selamat pagi Tuan Dongfang," kata si penjaga gerbang sambil memeriksa kartu identitas yang diserahkan Dongfang Xing. Dongfang Xing mengangguk.
Ketika si penjaga gerbang mengijinkan Dongfang Xing masuk, dua sosok yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.
Dongfang Xing tidak bisa melihat dengan jelas dari mana arah datangnya kedua Meimei dan Meng Zhi, namun Dongfang Xing yakin mereka sudah diingatkan untuk datang dari arah rumah Xi Rou dan Ting Xuan.
"Selamat pagi, Tuan Dongfang. Semalam anda tidak tidak membaca buku hingga lupa waktu lagi kan? Daripada menghabiskan waktu dengan buku lebih baik anda menghabiskan waktu dengan istrimu!" kata Meng Zhi dengan wajah dan suara Ting Xuan.
Meski suaranya sedikit serak, Dongfang Xing tidak menemukan adanya masalah dengan penyamaran Meng Zhi. Sangat meyakinkan.
Bagaimana tidak, Xi Rou dan Ting Xuan membeberkan beberapa rahasia Dongfang Xing serta dewan-dewan yang sering menganggu mereka agar komunikasi antara Meimei dan Meng Zhi dengan orang-orang tersebut lancar.
Dongfang Xing selalu digoda oleh Xi Rou dan Ting Xuan karena lebih memilih buku ketimbang istrinya. Sehingga tak jarang pemandangan Dongfang Xing yang berjalan bersama Xi Rou dan Ting Xuan sambil saling menggoda.
"Aduh, Tuan Dongfang, anda yakin tidak akan mengambil buku sebagai selir?" kata Meimei. Dongfang Xing tersenyum geli.
__ADS_1
Ucapan Meimei dan Meng Zhi sama dengan yang selalu diucapkan kedua temannya. Dongfang Xing pun merasa tenang dengan akting Meimei dan Meng Zhi.
Meimei dan Meng Zhi terus berbincang dengan Dongfang Xing sambil mengedarkan pandangan mereka ke komplek bangunan megah.
Beberapa saat kemudian, Ketiganya tiba di depan gedung utama dan menunggu apel pagi. Dongfang Xing, Meimei dan Meng Zhi datang sangat pagi dan baru ada beberapa orang yang berdiri tak jauh dari mereka.
Namun waktu berjalan sangat cepat dan tanpa sadar orang-orang berpakaian hijau tua telah memenuhi depan gedung utama.
Meimei dan Meng Zhi tidak begitu memperdulikan arahan dari seorang pria yang tingkat kultivasinya ternyata setara dengan Meimei, bahkan dibawah satu sub tingkat dengan Meimei.
Meimei dan Meng Zhi bukan meremehkan pria tersebut karena tingkat kultivasinya, melainkan mereka sedang fokus menjalankan misi untuk pergi ke ujung dunia.
Kegiatan demi kegiatan yang biasa dilakukan oleh Xi Rou dan Ting Xuan dikerjakan dengan gesit. Ketika beberapa orang terlihat hendak membuka obrolan dengan mereka segera mereka hindari dengan alasan masih banyak pekerjaan.
Untungnya Xi Rou dan Ting Xuan memang sering menghindari orang-orang yang mengajak mereka berbicara. Mereka terkenal ulet sama seperti Dongfang Xing.
Sehingga tanpa terasa, Meimei dan Meng Zhi pun berjalan menuju gerbang yang terletak di bagian paling belakang komplek bangunan megah tersebut.
Dengan melalui gerbang inilah Meimei dan Meng Zhi dapat bergerak dengan leluasa di daerah sekitar ujung dunia.
"Selamat sore, Tuan Ting, Nona Xi," kata seorang penjaga gerbang. Meng Zhi dan Meimei membalas.
Setelah berhasil melewati penjaga, Meimei dan Meng Zhi segera 'berpatroli'. Tugas mereka kali ini sebagai Xi Rou dan Ting Xuan memang untuk berpatroli di sekitar ujung dunia.
Meimei dan Meng Zhi menggunakan tehnik qinggong melewati deretan pohon-pohon cemara. Suasana disekitar terasa sangat sunyi dan mencekam karena tidak ada satu makhluk hidup pun yang terlihat.
Tanda-tanda kehidupan mulai terlihat setelah Meimei dan Meng Zhi berada satu jam dari gerbang. Beberapa orang yang melihat Meimei dan Meng Zhi bersiap menyambut keduanya.
Mereka adalah pos penjagaan sebelum Meimei dan Meng Zhi diijinkan masuk ke pemukiman khusus kemudian dibawa ke dewan yang bertugas disini untuk saling menerima laporan dari masing-masing pihak.
Pemukiman di dekat ujung dunia dihuni oleh para dewan dengan tingkat kultivasi tinggi. Meski begitu karena di dunia bawah, tingkat kultivasi mereka hanya sebatas pembentukan pondasi tahap akhir. Ada juga segelintir pembentukan inti namun tidak seberapa.
"Silahkan, Tuan Xu telah menunggu di dalam," kata si penjaga membawa ke sebuah rumah sederhana dengan pekarangan kecil.
Meimei dan Meng Zhi melihat seorang pria dengan telinga kelinci berwarna hitam tengah duduk sambil meminum secangkir teh.
Melihat Meimei dan Meng Zhi datang, pria itu bangun kemudian mempersilahkan duduk pada kursi yang telah disediakan.
Rupanya Tuan Xu membawa meja serta kursi ke pekarangan agar memudahkan proses penerimaan laporan yang dikirim oleh dewan dari sisi lain dinding.
Ketiganya menghabiskan waktu yang cukup lama untuk sekedar menerima laporan. Membuat Meimei gelisah apakah waktu mereka akan cukup untuk mencari keturunan Xucheng si bijaksana.
Namun nampaknya waktu mereka masih tersisa cukup banyak sebelum mereka diharuskan menutup kegiatan patroli ini dan kembali.
"Tuan Xu, kami akan mengunjungi Tuan Xiaoman untuk meminta nasihat darinya," kata Meng Zhi.
Ketika berperan sebagai Xi Rou dan Ting Xuan di salah satu gedung pemerintah tadi siang, Meimei dan Meng Zhi mendapati bahwa ada seorang pria yang selalu dimintai nasihat oleh dewan-dewan yang bertugas melakukan patroli di sekitar ujung dunia.
Pria tersebut bernama Xiaoman dan telah tinggal di sekitar ujung dunia bergenerasi-generasi lamanya. Dewan-dewan yang bekerja di gedung pemerintah mengenal dirinya sebagai seorang bijaksana yang mampu memecahkan berbagai masalah.
Meimei dan Meng Zhi pun seketika juga tahu bahwa Tuan Xiaoman yang mereka cari. Namun akhir-akhir ini beredar kabar bahwa kesehatan Tuan Xiaoman memburuk dan beliau sedang tidak menerima tamu.
Apalagi setelah masalah yang terjadi di keluarganya yang menyebabkan beberapa anggota keluarganya pergi ke sisi lain dinding.
__ADS_1
"Sayang sekali. Rumah Tuan Xiaoman masih ditutup rapat. Kemarin saja beliau menghiraukan kami yang datang memeriksa," kata Tuan Xu sedih. Meimei dan Meng Zhi saling menatap.