Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Syukurlah aku segera menyusul kalian


__ADS_3

"Ramai sekali," kata Xiaobai sambil mengamati orang-orang yang sedang berlari dari satu batang pohon ke batang pohon lainnya.


Satu kelompok dengan seragam biru dongker menarik perhatian Xiaobai karena kecepatan mereka hampir menyamai gondola ajaib yang sedang dinaiki Mu Lian dan dirinya.


"Lian jie sedang apa?" kata Xiaobai penasaran. Xiaobai tahu kalau Mu Lian bisa saja mendahului kelompok tersebut namun Mu Lian seperti bersikeras menyamai kecepatan mereka.


"Ah, tidak. Aku penasaran saja dengan bordiran pada pakaian orang-orang itu. Indah tapi sedikit janggal," kata Mu Lian menggeleng berusaha kembali fokus mengoperasikan gondola ajaib.


Mu Lian mempercepat laju gondola ajaib, dengan mudahnya meninggalkan kelompok berpakaian indah tersebut jauh di belakang.


Mu Lian merasakan chi di sekelilingnya, dia sengaja menghindari dahan dengan energi mencurigakan dan jarang mata air karena dapat dipastikan spirit beast menghuni daerah tersebut.


Xiaobai menatap bola-bola air berukuran cukup besar yang menempel pada dahan-dahan kecil. Air tersebut sangat jernih bahkan beberapa diantaranya terlihat ikan sedang berenang dengan bebas.


Air tersebut berkelap-kelip karena makhluk sangat kecil yang Mu Lian yakini menyerupai plankton, makanan bagi ikan-ikan penghuni bola-bola air tersebut.


"Benarkah? Berarti rantai makanan paling bawah adalah makhluk yang sangat kecil itu ya," kata Xiaobai setelah mendengar penjelasan Mu Lian.


Daya pikir Xiaobai semakin cemerlang setelah keluar dan mengamati kejadian di luar. Terkadang Mu Lian dan Mu Haocun memberi penjelasan mengenai satu atau dua hal sebelum Xiaobai dapat mengakses semua pengetahuan yang diturunkan dari ibunya.


"Benar. Xiaobai, maaf. Aku harus mencari lokasi XIaohan menggunakan indera spiritual. Memang dari tadi sepertinya kita berhasil menghindari daerah yang dihuni spirit beast tapi aku takut bertemu dengan spirit beast mutan.


Aku juga sudah khawatir kepada Xiaohan, jadi sebaiknya kita lanjutkan nanti lagi ya, setelah ini," kata Mu Lian kemudian segera memusatkan indera spiritualnya ke satu arah.


Ke arah yang sedang dituju. Mu Lian kemudian menyebarkan sedikit ke sekelilingnya, kira-kira hingga radius 400 meter. Hal ini dilakukan untuk menghindari bentrokan dengan spirit beast ataupun kelompok lain.


Ketika Mu Lian melakukan multitasking tersebut sambil tetap mengoperasikan gondola, gondola sedikit goyah. Untungnya gondola tetap beroperasi seperti biasanya.


Mu Lian sudah memperhitungkan bagaimana caranya bisa melakukan multitasking seperti yang dilakukannya sekarang. Hal ini dikuasainya ketika berlatih selama 3 hari bersama anak-anak dan yang lain.


Mungkin Xiaohan sudah berada sangat jauh di depan sehingga Mu Lian baru menemukan petunjuk setelah berjalan selama 15 menit.


"Astaga..." gumam Mu Lian.


"Melihat reaksi Lian jie, itu artinya Xiaohan sudah ketemu, kan?" kata Xiaobai. Mu Lian hanya bisa mengangguk.


"Siap-siap. Di depan sana ada spirit beast...er, 10 orang dari kelompok lain, oh dan ada Zhi ge juga," kata Mu Lian.


"...jelaskan situasinya padaku," kata Xiaobai.


"Enam orang menuju lokasi kita, apa boleh buat, saat kita melacak mereka pasti lokasi kita juga ketahuan.


Xiaohan...aku belum bisa memastikannya lagi karena dia sudah berada di luar jangkauanku. Sebentar lagi keenam orang itu tiba!" kata Mu Lian.


"Baiklah, Lian jie..." Xiaobai menjelaskan strategi paling tepat yang bisa digunakan Mu Lian saat itu. Baru saja Xiaobai selesai menjelaskan, muncul orang dengan aura yang cukup kuat menuju Mu Lian dan Xiaobai.


Mu Lian yang sudah menarik kembali indera spiritualnya, dengan leluasa mengerahkan seluruh energi spiritualnya ke arah orang tersebut.


Xiaobai menjelaskan, orang yang paling pertama muncul pasti orang dengan energi spiritual paling kuat. Orang itu akan menerjang tepat ke arah Mu Lian karena sudah tahu lokasi mereka berdua.


Namun kepercayaan dirinya terlalu tinggi, orang itu tidak tahu seberapa kuat energi spiritual Mu Lian. Yang menyebabkannya lengah sehingga energi spiritual Mu Lian dengan bebas dan akurat menyerang energi spiritual orang tersebut.

__ADS_1


"AAAARRRRGHH!" Orang tersebut terjun bebas, tubuhnya menggelung rapat dan terlihat kejang-kejang.


Sukses dengan serangan kejutan, Mu Lian melancarkan serangan kepada orang kedua yang muncul.


Mu Lian mengeluarkan kipasnya kemudian mengeluarkan jurus penuh dengan chi miliknya. Karena Mu Lian secara tiba-tiba berhenti mengalirkan chi ke gondola ajaib, gondola pun terjun bebas.


"KEEUUK!"


Mu Lian tidak sempat memastikan apakah orang kedua tersebut berhasil ditumbangkannya atau tidak karena Mu Lian kini sudah mengudara jauh di bawah.


Mu Lian hampir bisa melihat gumpalan asap hijau beberapa kilo di bawahnya. Bersamaan dengan manuver Mu Lian, Xiaobai berhasil membuat mereka tak kasat mata kembali. Mu Lian segera ambil langkah seribu dari sana.


Tak lama kemudian, Mu Lian mendengar suara pertarungan semakin jelas. Meng Zhi terlihat dapat mengendalikan keadaan sehingga Mu Lian segera pergi dari sana.


Tak lupa Mu Lian memberitahu Meng Zhi bahwa ia akan pergi menyusul Xiaohan melalui alat komunikasi yang ada di gondola ajaib.


Semakin lama Mu Lian menunda-nunda, semakin tidak enak perasaannya. Benar saja, ketika Mu Lian semakin dekat dengan lokasi Xiaohan, Mu Lian udah dapat melihat pohon raksasa di hadapannya ini bentuk nya saja sudah berbeda dari yang lain.


Selain itu, banyak cairan-cairan lengket berwarna keunguan yang menempel dimana-mana. Dan Mu Lian yakin dalam cairan tersebut ada makhluk hidup yang bergerak.


Bentuknya seperti belatung dengan ukuran cukup besar, ukurannya sebesar cicak. Tubuh mereka yang gendut menggeliat membuat cairan keunguan beriak.


"Makhluk ini...aku belum pernah melihat makhluk ini, ciri-cirinya pun tidak sama dengan spirit beast manapun," kata Mu Lian melirik ke arah Xiaobai. Xiaobai balas menatapnya.


"Spirit beast mutan!" kata Mu Lian dan Xiaobai bersamaan.


Mu Lian melewati wilayah tersebut dengan sangat hati-hati. Ia tidak ingin terbang terlalu dekat dengan cairan keunguan, tidak ada jaminan bahwa makhluk seperti belatung itu tidak akan loncat jika Mu Lian terlalu dekat dengannya.


Suara yang sangat memekakkan telinga menyambut Mu Lian, tak jauh darinya belatung raksasa yang setengah tubuhnya berada di dalam bola berisi cairan keunguan berhasil memerangkap gondola ajaib Xiaohan.


Du Luhan sudah menyerah untuk mengoperasikan gondola yang hampir remuk itu, kini dia fokus untuk bertahan dari pancaran cairan keunguan yang disemburkan oleh belatung raksasa.


"Err, kita tidak perlu mengalahkannya kan Lian jie?" kata Xiaobai dengan ekspresi jijik.


"En, kita hanya perlu membawa Xiaohan dan Senior Du pergi saja dari sini. Sepertinya makhluk itu tidak bisa kemana-mana dengan tubuhnya yang sebagian besar berada di dalam bola ungu itu," kata Mu Lian langsung setuju dengan Xiaobai.


Mu Lian kemudian mengerahkan chi yang telah dibaginya menjadi setipis rambut ke arah lokasi yang berhasil diidentifikasinya.


Yang mengejutkan Mu Lian adalah, tiba-tiba saja bola berwarna ungu itu pecah sehingga cairan berwarna ungu dibawahnya tumpah kemana-mana.


Belatung gemuk itu terjun bebas, menghancurkan dahan yang sangat tebal itu dengan mudah dan terus ke bawah.


Du Luhan dengan tangkas membawa Xiaohan pergi dari gondola dan melayang selama sesat di udara sebelum akhirnya mulai terjun bebas.


Wajah Du Luhan pucat pasi, Ia sudah menghabiskan sebagian besar chi miliknya. Langkah terakhirnya membawa Xiaohan pergi agar tidak ikut jatuh bersama belatung itu telah menggunakan sisa tenaganya.


"UWAAA...Senior Du!!" jerit Xiaohan.


Dengan tangkas Mu Lian memposisikan gondola miliknya di bawah Xiaohan dan Du Luhan sehingga keduanya jatuh tepat di gondola.


"Eh?! Lian jie ?!" kata Xiaohan tak percaya.

__ADS_1


"Syukurlah aku segera menyusul kalian," kata Mu Lian menggeleng. Du Luhan sudah terkapar dengan posisi tubuhnya digunakan sebagai bantalan untuk Xiaohan mendarat.


Du Luhan menggumamkan terimakasih kepada Mu Lian kemudian memejamkan matanya begitu saja. Baru sekali dalam hidupnya Du Luhan mengalami hal paling sial dalam hidupnya. Ia membutuhkan ketenangan batin sejenak.


"..." (Mu Lian dan Xiaobai)


Sepanjang perjalanan, Mu Lian berkomunikasi dengan yang lain dan menjemput satu persatu yang bisa Mu Lian jemput.


Selain Xiaohan, yang lain tidak mengalami kendala dan berhasil mengecoh musuh. Mungkin Xiaoqiu yang mengalami sedikit kendala.


Dari keenam anak yang berpartisipasi dalam operasi rahasia ini, hanya Xiaoqiu yang tertahan dan harus bersembunyi bersama rekan-rekan Xu bersaudara selama beberapa hari.


Xiaoleng, Junior Qi, Xiaohua dan rekan Du Luhan dijemput oleh Mu Lian sementara yang lain berhasil menemui Mu Lian di tempat yang telah mereka sepakati.


Saat itu mereka berhasil lepas dari mata-mata dan kejaran musuh. Semuanya beristirahat sejenak sambil mendengarkan penjelasan Mu Haocun mengenai lokasi baru yang akan Gerobak Ajaib gunakan.


Mu Haocun memanfaatkan peluang yang telah diberikan kepadanya dan berhasil mendapatkan lokasi tersebut dengan waktu yang sangat singkat.


Karena masih dalam mode mimikri, keamanan gerobak dapat dipastikan terjaga sehingga Master Yi, Ling Zizhou dan Meimei pun menjemput Mu Lian, anak-anak dan yang lain.


"Terimakasih atas kerja kerasnya. Silahkan, kakek membagikan pil chi ini kepada anda semua. Setidaknya setelah meminum pil ini, anda bisa siap bertarung kapan saja," kata Mu Lian.


Du Luhan menerima botol yang diserahkan kepadanya dengan mata terbelalak. Xu Tian hanya bisa memandangi botol yang ada di genggamannya dalam diam.


Namun segera tersadar dan menahan tangan Mu Lian yang hendak menyerahkan pil chi kepada Xu Jing, Xu Ke pun berbuat demikian.


"Kami sungguh berterimakasih. Tapi, Ah Jing tidak bisa meminum pil ini, maaf," kata Xu Ke dengan tatapan sedih.


Mu Lian dapat menghubungkan ucapan Xu Ke dengan kondisi abnormal pada dantian Xu Jing sehingga hanya mengangguk tanpa bicara apa-apa.


Namun Mu Lian tetap menyerahkan dengan paksa pil chi jatah Xu Jing itu kepada Xu Ke. Siapa tahu salah satu dari mereka ke depannya ada yang membutuhkan.


Semua yang menerima pil chi segera meminum pil tersebut dan bermeditasi selama beberapa menit. Dalam prosesnya, ekspresi lelah menghilang dari wajah mereka, rona kehidupan kembali ke wajah mereka.


Mu Lian lega melihat kondisi Du Luhan dan Xu Tian yang kembali prima. Yang lainnya pun begitu. Kecuali Xu Jing, yang harus mengandalkan dirinya sendiri untuk memulihkan chi miliknya.


Xu Jing masih dalam sikap meditasi sempurna dan memejamkan kedua matanya. Namun bukannya terlihat semakin membaik, wajah Xu Jing malah semakin pucat.


Xu Jing terlihat sedang kesakitan, keringat mengalir deras membasahi wajahnya. Mu Lian bertanya kepada Xu Ke sambil tetap menatap ke arah Xu Jing,


"Senior Xu, apakah adik anda baik-baik saja?"


"Oh, tenang saja. Kondisinya memang sudah bawaan sejak lahir. Setiap bermeditasi pasti kondisinya seperti itu," kata Xu Ke.


Xu Ke tidak mengatakan bahwa Xu Jing baik-baik saja namun mengatakan bahwa pemandangan itu sudah biasa dan menjelaskan bahwa kondisinya itu bawaan sejak lahir. Mu Lian pun jadi semakin menyadari bahwa kondisi abnormal Xu Jing lebih parah dari yang ia duga.


"Bagaimana dengan Senior Meng? Apa Senior Meng bisa datang sebelum 10 menit berakhir? Karena alat ajaib yang kita gunakan ini tidak kuat bertahan lama," kata Xu Tian mengalihkan pembicaraan.


Selama Mu Lian dan yang lain beristirahat, tidak ada satu pun musuh yang berhasil mengejar mereka karena alat ajaib yang Xu Tian maksud berfungsi membuat orang-orang tersesat.


Semakin dekat dengan target yang dilindungi alat ajaib tersebut, orang-orang akan semakin tersesat dan hasilnya hanya berputar-putar di tempat yang sama.

__ADS_1


__ADS_2