Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Dari kekuatan besar muncul tanggung jawab besar


__ADS_3

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Namun Mu Lian dan hanya bisa mengerjkan apa yang ia bisa kerjakan saat ini, terus mengawasi sekte aliran sesat.


Mereka pasti melakukan sesuatu hingga portal menuju pohon persemayaman tiba-tiba menghilang.


Malam itu Mu Lian berdiri di depan pohon misterius, tempat biasanya Xiaobai tidur-tiduran. Ruang kendali terasa lebih sepi tanpa kehadiran anak itu.


Mu Lian menatap pemandangan pohon-pohon raksasa yang menjulang, tingginya tidak terlihat jelas karena langit-langit sangat gelap.


"Lian,er," kata Meimei yang tiba-tiba sudah berdiri di tepi cermin langit. Sebenarnya Mu Lian terlalu banyak pikiran sampai dirinya lengah.


"Mei jie," kata Mu Lian segera menepi dan menghampiri Meimei.


"Kemari, kita duduk dan bicara," kata Meimei menarik Mu Lian ke gondola ajaib yang diparkir tak jauh dari sana.


Mu Lian sengaja memarkirkan gondola ajaib supaya komunikasi bisa berjalan lancar, sayangnya Meng Zhi dan Master Yi belum memberi kabar.


"Bagaimana, Mei jie?" kata Mu Lian.


"Kau sudah bekerja keras," kata Meimei sambil mengelus kepala Mu Lian, "Aku tahu kau mencemaskan Xiaobai, anakku dan banyak yang lainnya tapi kau masih punya kami. Kami akan selalu ada untukmu,"


Dengan satu kalimat dari Mei jie, tumpah semua rasa lelah dan cemas menjadi tangisan. Mu Lian mengaku bahwa dirinya juga kesal, kenapa terus saja membiarkan hal buruk terjadi di depan hidungnya.


Apalagi yang menyebabkannya adalah sekelompok yang sudah sangat ia hapal betul. Semenjak dirinya mencari jalan pulang hingga kini sudah menerima bahwa dirinya tidak bisa kembali.


Banyak sekali kejadian-kejadian yang bersangkutan dengan sekte aliran sesat. Sangat dekat namun sulit diraih. Mu Lian merasa seperti meraba-raba.


"Bukan salahmu. Orang-orang itu memang licik dan penuh tipu muslihat, hmmph!" kata Meimei melanjutkan, "Sepertinya bukan hanya masalah sekte aliran sesat saja yang membuatmu resah,"


Mu Lian diam. Dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan satu hal kecil pun dari Meimei. Perbedaannya Mu Lian dengan Mu Haocun dan ayahnya adalah Mu Lian masih mau menceritakan apa masalah yang dihadapinya.

__ADS_1


Diam sepertinya sudah menjadi bagian dari keluarganya namun Mu Lian melihat kalau terlalu banyak diam juga tidak baik. Mu Lian pun belajar untuk mengutarakan pikirannya. Ia mendapat banyak sekali pelajaran dari Meimei.


Mu Lian mengangguk, ia menjelaskan bahwa kondisi Xu Jing yang kian menurun begitu juga dengan Mu Haocun membuat Mu Lian merasa tak berdaya.


Hingga saat ini, Xu Jing belum sadarkan diri. Mu Haocun yang selama beberapa hari berusaha menstabilkan dantian Xu Jing pun ikut tumbang.


Kini di saat Mu Haocun tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa, Mu Lian harus kerja dua kali lebih banyak dari biasanya.


Meimei mengamati perubahan pada wajah Mu Lian, bimbang apakah akan mengatakan yang sebenarnya atau tidak. Sepertinya Mu Lian sampai pada poin yang tak kalah penting dari sebelumnya.


"Aku...merasa aneh," kata Mu Lian ragu-ragu.


"Aneh?" kata Meimei mendorong Mu Lian untuk terus bicara.


"Rasanya aku seperti bisa melakukan apa saja, bahwa tidak apa-apa menghancurkan sesuatu karena aku bisa...aku mampu...melakukannya..." kata Mu Lian bergidik.


Pembenaran tersebut sangat salah. Jika kalian memiliki kekuatan seharuya kalian melindungi bukannya enghancurkan. Namun perasaan itu begitu kuat hingga Mu Lian tidak bisa mengabaikannya.


"Sejak...tunggu.." kata Mu Lian ragu-ragu,"...sepertinya sejak aku belajar menggunakan jarum dan berkomunikasi menggunakan api pil,"


Meimei diam sejenak kemudian berkata, "Tahu tidak, saat pertama kali bertemu denganmu aku merasa kau itu sedikit...berbeda. Seolah-olah membatasi diri dari dunia, tidak ingin ikut campur dengan sekitar.


Dan ternyata alasannya adalah kau memang berasal dari dimensi lain. Hmm, setelah dua tahun bersama, aku melihat ada perubahan. Baiklah, sepertinya kau sudah siap,"


"Ah, dulu ya," kata Mu Lian malu, "Siap bagaimana maksudnya?"


"Mendengar sejarah keluargamu. Awalnya aku tidak percaya bahwa dirimu dan Master Mu itu kerabat. Tapi memang takdir itu sangat kuat ya. Kalau memang sudah ditakdirkan kembali pada akhirnya kemali juga," kata Meimei manggut-manggut.


"Apa kakek menyuruh Mei jie untuk menceritakan sejarah keluarga kami?" kata Mu Lian penasaran.

__ADS_1


"Sebenarnya suatu hari, saat itu aku sedang mengkondisikan tubuhku kembali dengan meditasi. Master Mu tiba-tiba memberikan slip berisi silsilah keluarga Mu. Entahlah, dia bilang untuk jaga-jaga.


Semua slip, dokumen penting dan harta berharga lainnya sudah Master Mu tata di kediamannya, katanya kau bisa memeriksanya jika ada waktu luang. Oh, Master Mu lupa memberikan informasi ini karena saking sibuknya," kata Meimei menggeleng.


Meimei mengeluarkan sebongkah batu giok berbentuk persegi panjang. Ukurannya sekecil stik es krim makanya disebut slip.


Slip merupakan salah satu media yang sering digunakan kultivator untuk menuliskan sesuatu. Ilmu beladiri, informasi penting dan lain sebagainya.


Yang membedakan hanya cara penggunaannya saja. Seseorang harus menggunakan energi spiritualnya untuk membaca informasi yang terkandung dalam sebuah slip.


Semakin bagus kualtitas slip semakin kuat dan tahan juga slip terpapar energi spiritual. Slip yang dipegang Meimei termasuk memiliki kualitas sangat bagus karena bisa tahan dengan energi spiritual Mu Lian dan Meimei.


Mu Lian merasakan kesadarannya terisap ke dalam slip. Cahaya terang menyilaukan matanya. Sesaat kemudian Mu Lian mendapati dirinya melayang diantara awan, disebelahnya Meimei juga sedang melayang.


Yang menarik perhatian Mu Lian adalah proyektor raksasa di hadapannya yang menampilkan gambar-gambar.


Mu Lian pun merasakan sensasi membaca tapi seperti menonton informasi yang dibacanya tersebut.


Karena informasinya dimunculkan dalam bentuk gambar, Mu Lian pun 'menonton' sambil mendengarkan penjelasan Meimei.


Mu Lian mendapati bahwa keluarganya adalah keluarga paling berpengaruh di dunia. Beridiri sejajar dengan keluarga-keluarga terkemuka lainnya.


Mu Lian melihat simbol-simbol keluarga terkemuka yang dimaksud. Dalam beberapa kedipan mata saja Mu Lian menerima informasi yang sangat banyak mengenai keluarga tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan keluarganya yang memiliki simbol lotus berwarna lilac.


Keluarga Mu terkenal karena memiliki energi spiritual yang sangat tinggi, bahkan ada beberapa mutiara semesta yang terlahir dari keturunan keluarga Mu.


Namun semakin besar kekuatan, semakin tidak stabil juga si pemegang kekuatan tersebut. Meimei menjelaskan bahwa keluarga Mu merupakan salah satu keluarga yang sering kalah dengan iblis dalam hatinya.


Iblis dalam hati adalah musuh paling besar seorang kultivator. Jika tidak bisa lepas dari iblis dalam hatinya seorang kultivator akan beresiko mengalami deviasi chi.

__ADS_1


"Karena saking besarnya kekuatan keluarga Mu, jadi sangat berisiko mengalami deviasi..." gumam Mu Lian.


"Dari kekuatan besar muncul tanggung jawab yang besar pula. Namun banyak anggota keluarga Mu yang tidak kuat dengan beban yang yang harus ditanggungnya itu," kata Meimei.


__ADS_2