
"Aku pertama kali kontak dengan orang-orang ini saat pertengahan musim dingin. Saat itu aku sedang dalam keadaan sulit jadi aku menerima tawaran orang-orang itu tanpa pikir panjang," kata Huang Yiming.
Saat ini di perkemahan hanya ada Mu Haocun, Mu Lian, Xiaoxiao dan Meimei yang duduk mengelilingi Huang Yiming.
Master Yi, Ling Zizhou, Meng Zhi dan Master Zhengheng mengurus beberapa hal penting serta menangani orang-orang berpakaian hitam.
Mereka pergi membawa orang-orang tersebut setelah efek obat racik Mu Lian habis. Dengan adanya Master Yi, Meng Zhi dan Master Zhengheng, orang-orang tersebut tidak akan bisa kabur.
"Apa isi dari botol porselen ini?" tanya Mu Haocun ke arah pecahan botol. Botol itu adalah botol yang dilemparkan orang berpakaian hitam ke arah Ling Zizhou.
"Itu...obat paralisis. Mereka memintaku membuat beberapa untuk digunakan menangkap kalian," kata Huang Yiming segan. Dia takut jika Mu Lian dan yang lain menganggap Huang Yiming berniat jahat kepada mereka.
"Kau bisa meracik obat itu? Tapi kenapa Ah Zhou baik-baik saja?" kata Mu Haocun.
"Ah, itu. Aku sengaja menukar bahannya sehingga isi dalam botol itu hanya sampah," kata Huang Yiming.
Mendengar hal tersebut, meyakinkan Mu Lian dan yang lain bahwa sebenarnya Huang Yiming benar-benar ingin menyelamatkan mereka dari orang-orang berpakaian hitam.
"Anda berniat menyelamatkan kami tapi hingga saat ini anda belum menyebutkan nama anda. Apa anda tidak percaya kepada kami?" tanya Mu Lian penasaran. Yang dilakukan Huang Yiming sangat terlihat kontradiktif.
Huang Yiming hanya diam. Bagaimana bisa ia percaya kepada orang yang mampu meracik obat seperti itu dan tanpa mengedipkan mata menonton orang-orang yang sedang tersiksa akibat pengaruh obat tersebut. Huang Yiming merasa orang-orang tersebut digunakan sebagai kelinci percobaan.
Namun tidak bersimpati karena beberapa dari mereka sempat menyiksa serta mengancam dirinya. Hal itu disebut sebagai karma! Meski begitu, sesuai dugaan Mu Lian. Huang Yiming masih mewaspadai MuLian dan yang lain.
"Master Mu, dia adalah orang yang merusak nama baik anda. Kita tidak bisa melepaskannya begitu saja," kata Meimei sambil mengelus jiang yang masih disarungkan. Sedikit saja Huang Yiming membuat kesalahan, Meimei akan menarik jian miliknya.
Huang Yiming tertegun mendengar nama 'Master Mu'. Dia hanya menatap Meimei dengan bodoh. Xiaoxiao hanya mengamati Huang Yiming sambil menggelengkan kepala.
"Aku yakin dia melakukannya karena suatu alasan. Kau ingat ketika dia mengatakan bahwa dia menerima tawaran orang-orang itu karena berada dalam kesulitan?" kata Mu Haocun sambil mengelus dagunya.
"Ha, sebaiknya penjelasanmu masuk akal sebelum sesuatu yang buruk terjadi kepadamu," kata Meimei sambil menatap tajam ke arah Huang Yiming.
Huang Yiming yang tersadar langsung memberanikan diri untuk bertanya, "Master Mu? Siapakah yang nona maksud?"
"Kakekku adalah Master Mu. Benar, Master Mu yang itu, satu-satunya Master Mu yang hebat di dunia ini," kata Mu Lian sambil tersenyum.
Mendengar hal tersebut Mu Haocun batuk pelan dan terlihat bangga karena dipuji oleh Mu Lian.
Padahal awalnya Mu Haocun tidak berniat membeberkan jati dirinya di hadapan Huang Yiming.
Mulut Huang Yiming membuka dan menutup seperti ikan. Kemudian dengan suara bergetar dia berkata,"Ti-tidak mungkin, bukankah Master Mu ada di Lembah Ufukk Timur?"
Xiaoxiao hanya bisa menahan tawa melihat Huang Yiming sedangkan Meimei hanya bisa memutar kedua bola matanya. Melihat ekspresi orang-orang disekitarnya, Huang Yiming merasa bahwa ucapan Mu Lian dan Mu Haocun adalah kebenaran yang sesungguhnya.
"Bagaimana kalau kakek membuktikan bahwa kakek adalah Master Mu yang asli?" kata Mu Lian.
Kipas menutupi mulutnya jadi Huang Yiming tidak tahu kalau Mu Lian sedang menyeringai. Yang terlihat hanya mata Mu Lian yang berubah menyerupai bulan sabit. Huang Yiming mengira Mu Lian sedang tersenyum.
"Jika itu yang Lian'er inginkan," kata Mu Haocun sambil mengeluarkan api pil miliknya kemudian api tersebut menyerupai bentuk bunga teratai.
Pada setiap ujung kelopaknya terdapat warna keemasan. Mu Lian mencuri pandang ke arah Mu Lian Berharap sedikit trik darinya akan membuat Mu Lian kagum pada dirinya.
Ketika melihat ata Mu Lian yang berbinar, Mu Haocun tersenyum bangga. Kemudian membuat api pil miliknya sedikit lebih besar.
"Oh!" kata Huang Yiming terkesiap. Saking terkejutnya, Huang Yiming jatuh terjengkang ketika melihat api pil berwarna lilac.
Bagaimana tidak, Huang Yiming berada di hadapan salah satu api legendaris. Bentuknya yang unik pun merupakan bukti bahwa api pil itu hanya dimiliki Master Mu seorang.
"Keren! Bagaimana kakek melakukannya?" kata Mu Lian sambil mengamati api pil Mu Haocun.
Mu Haocun tidak memperdulikan reaksi Huang Yiming, dia hanya menatap Mu Lian kemudian berkata,
"Secara natural. Lama kelamaan Lian'er juga bisa membuat api seperti ini,"
"Indahnya," kata Xiaoxiao sambil menghela napas.
"Benar. Api milik Master merupakan salah satu api paling indah di dunia," kata Meimei.
__ADS_1
"Hmm? Selain api milik kakek, masih ada lagi?" tanya Mu Lian penasaran. Dia benar-benar asing dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini.
"Humph! tetap saja api kakek lah yang paling indah!" kata Mu Haocun dengan keras kepala. Meimei hanya diam. Dalam segi keindahan, api milik Mu Haocun memang tidak ada yang bisa mengalahkannya. Namun dalam segi kekuatan, masih ada lagi di atas Mu Haocun.
"Um, apa yang harus kita lakukan kepada orang ini?" kata Xiaoxiao. Mu Lian, Mu haocun dan Meimei kemudian melihat ke arah Huang Yiming yang secara tidak sengaja mereka lupakan.
Huang Yiming sedang duduk dengan posisi aneh. Mulutnya terbuka dan matanya kosong. Huang Yiming overload dengan kejadian di hadapannya sehingga seperti dalam keadaan trans.
"Hmm, mau bagaimana lagi? Kita tunggu saja," kata Mu Lian.
"Hiraukan dia. Lihat, kakek bisa membuatnya seperti ini," kata Mu Haocun sambil membuat api berbentuk teratainya berputar.
Mu Haocun menunjukkan beberapa trik lagi di depan Mu Lian, Xiaoxiao dan Meimei. Sepenuhnya menghiraukan Huang Yiming yang kini sudah jatuh pingsan karena tidak kuat melihat pemandangan di hadapannya!
Beberapa menit kemudian, Master Yi, Ling Zizhou, Meng Zhi dan Master Zhengheng kembali ke perkemahan.
Mereka disambut dengan pemandangan Mu Haocun yang sedang mengadakan pertunjukan api dikelilingi para gadis dan Huang Yiming yang ditelantarkan begitu saja di atas tanah, tak sadarkan diri.
"Ckck, tak berguna!" kata Ling Zizhou ketika melewati tubuh Huang Yiming.
Bagi mereka, apa yang sedang dilakukan Mu Haocun adalah hal yang biasa jadi Master Yi, Ling Zizhou dan Meng Zhi hanya menyalahkan Huang Yiming karena terlalu lemah.
"..." (Master Zhengheng)
...
"Selamat pagi Paman Huang," kata Mu Lian dan Xiaoxiao.
"Selamat pagi," jawab Huang Yiming sambil meletakkan ranting-ranting di api unggun.
"Paman Huang, tolong cuci wok ini," kata Meimei. Huang Yiming mengangguk kemudian pergi ke sungai terdekat.
Tak lama, sarapan dibagikan dan Mu Lian dan yang lain sudah duduk menunggu Huang Yiming.
"Oh, tidak perlu menunggu. Aku akan menyuapi istriku dulu," kata Huang Yiming kaget ketika sekembalinya dari sungai, mendapati Mu Lian dan yang lain sedang menunggu dirinya.
"Apa Paman Huang butuh bantuan?" kata Mu Lian.
"Kasihan sekali, Bibi Huang," kata Xiaoxiao.
Mu Lian menatap lama tenda yang dimasuki Huang Yiming. Namun kemudian mulai menyantap sarapannya setelah Mu Haocun menyuruhnya makan.
Mu Lian menyantap sarapannya sambil mengingat kejadian malam sebelumnya. Setelah sadar, Huang Yiming mengenalkan dirinya sebagai penduduk yang diusir oleh orang-orang di desanya sendiri.
Alasan pembuangan dirinya dan istrinya adalah karena penyakit istrinya. Berdasarkan hasil diagnosis Mu Haocun, istrinya sebenarnya terkena pneumonia.
Huang Yiming mengatakan bahwa istrinya sejak dulu mudah sakit. Tak jarang istrinya hanya bisa berbaring di tempat tidur.
Suatu hari, ketika Huang Yiming diharuskan pergi bekerja di luar desa selama satu minggu, Huang Yiming meminta tolong tetangganya untuk menjaga istrinya.
Tetangganya itu suka berlagak dan mencintai uang. Namun anehnya, tetangganya itu sangat ulet dalam bekerja.
Secar keseluruhan, sikapnya sedikit lebih bisa dipercaya dari pada tetangga-tetangga yang lain.
Huang Yiming memberi uang yang sangat banyak agar tetangganya itu mau menjaga istrinya. Dan tetangganya itu mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya dengan baik.
Masalahnya adalah, ada orang-orang yang iri kepada tetangganya itu hingga merebut pekerjaan yang diberikan kepada Huang Yiming.
Beranggotakan enam orang, Bibi-Bibi tersebut, mencuri uang yang diberikan kepada tetangga Huang Yiming.
Kemudian mereka dengan sembarang merawat istri Huang Yiming, menyebabkan kondisi istrinya semakin memburuk.
Dan kejadian yang membuat kondisi istri Huang Yiming berubah menjadi pneumonia adalah ketika istrinya makan, seharusnya mereka menyuapinya dengan sangat hati-hati.
Apalagi terhadap pasien yang hanya bisa makan sambil berbaring. Mereka harus dengan sangat teliti mencegah agar tidak ada makanan yang salah masuk ke saluran pernapasan.
Namun mereka dengan ceroboh membuat istri Huang Yiming tersedak sehingga menyebabkan *pneumonia aspirasi.
__ADS_1
Benda asing yang tidak sengaja masuk ke saluran pernapasan istri Huang Yiming sepertinya menemukan jalan masuk dan mengendap di dalam paru-parunya. Kemudian setelah lama mengendap membuat bakteri menginfeksi paru-paru istri Huang Yiming.
Setibanya di desa, Huang Yiming yang terpaksa memperpanjang masa perjalanannya itu karena suatu masalah, mendapati kondisi istrinya sudah sangat memprihatinkan.
Istrinya sudah batuk parah, tubuhnya demam dan yang membuat orang-orang desa menjauh, tidak ada yang mendekati adalah karena napas istrinya memiliki bau tidak sedap.
Sepertinya tingkat infeksinya sudah cukup parah sehingga napas istri Huang Yiming mengeluarkan bau tidak sedap.
Huang Yiming marah bukan kepalang. Dia memarahi tetangganya karena tidak bertanggung jawab, namun setelah tahu bahwa dia pun korban dari keenam tetangganya yang licik itu Huang Yiming berhenti menyalahkannya.
Siapa yang tidak tahu keenam orang licik dan penuh muslihat itu di desa ini? Keserakahan mereka telah membuat kerusakan di mana-mana.
Termasuk menyebabkan kerusakan pada istrinya. Namun yang membuat Huang Yiming kecewa adalah, kepala desa yang menjadi takut terhadap penyakit yang diderita istri Huang Yiming.
Dia takut kalau penyakit itu menyebar di dalam desa dan menyebabkan kematian. Karena kepala desa melihat istri Huang Yiming yang terlihat seperti sedang menunggu sisa napas terakhirnya.
Huang Yiming kecewa dan marah. Selain karena takut penduduk desa terjangkit penyakit yang sama dengan istrinya, kepala dea juga sebenarnya memilih membela istrinya, yang merupakan salah satu anggota dari keenam orang licik tersebut.
Huang Yiming keluar dari desa itu setelah berusaha meluluh lantakkan rumah kepala desa. Huang Yiming nyaris menghabiskan seluruh gaji yang baru saja didapatkannya dari perjalanan bisnis yang membuat istrinya terjangkit pneumonia hanya untuk biaya naik transportasi.
Alat transportasi tersebut merupakan alat transportasi yang terbuat dari alat ajaib. Jarak yang dapat ditempuh cukup jauh dengan waktu singkat.
Karena kehabisan uang, Huang Yiming tidak bisa membeli rumah di desa dan akhirnya hanya bisa membuat rumah sederhana di dalam hutan.
Kemudian dengan bantuan alat ajaib yang didapatkannya dari salah satu majikannya, Huang Yiming membuat rumahnya tak kasatmata.
Orang-orang berpakaian hitam mendendam kepada Huang Yiming karena mereka tidak bisa memegang kelemahan Huang Yiming, yaitu istrinya. Huang Yiming selalu mendapatkan perlakuan paling buruk dan disebut 'bidak' tidak berguna.
Namun sedikit pengetahuannya dalam bidang pengobatan telah melindungi Huang Yiming dari niat jahat orang-orang berpakaian hitam.
Huang Yiming berkata bahwa pengetahuannya tersebut dia dapatkan sedikit-demi sedikit dari pengalamannya ketika sedang melakukan berbagai macam bidang pekerjaan.
Sejatinya, Huang Yiming tidak memiliki kemampuan apa-apa, namun kemampuannya untuk beradaptasi sangat tinggi sehingga dia mampu belajar dengan cepat apapun pekerjaan yang diberikan kepadanya.
Benar. Huang Yiming telah melakukan pekerjaan apapun baik itu sebagai tukang kayu, kuli, juru masak, pengumpul tanaman herbal, dan lain sebagainya.
Dalam perjalanan untuk menyelesaikan pekerjaan itu lah Huang Yiming mengumpulkan pengetahuannya mengenai pengobatan.
Dapat dikatakan Huang Yiming adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dalam berbagai bidang, namun tidak begitu mendalam.
Setelah menceritakan mengenai dirinya dan motif dibalik kerja samanya dengan orang-orang berpakaian hitam, malam itu Huang Yiming memohon kepada Mu Haocun untuk menyelamatkan istrinya.
Mu Lian pun meminta tolong kepada Mu Haocun untuk membantu Huang Yiming yang menerimanya dengan mudah karena Mu Haocun pun tertarik kepada kemampuan yang dimiliki Huang Yiming.
Dia membawa Ling Zizhou ke rumah nya yang terletak beberapa kilometer dari perkemahan Mu Lian untuk kemudian dipindahkan ke perkemahan.
Mu Lian dan yang lain merasa iba setelah melihat kondisi istri Huang Yiming yang sangat mengenaskan. Semua kecurigaan kepada Huang Yiming pun hilang begitu saja.
Mu Haocun menyuruh Ling Zizhou mendirikan tenda baru untuk ditempati suami istri tersebut.
Mu Haocun meletakkan alat ajaib yang dapat mengendalikan suhu dalam tenda agar tetap hangat.
Mu Haocun mengatakan bahwa kondisi istri Huang Yiming memburuk karena tidak menempati lingkungan yang tepat untuk penyembuhan, misalnya saja rumah sederhananya yang hanya terbuat dari ranting dan daun yang tidak mampu menahan angin dan udara dingin.
Huang Yiming hanya duduk mengamati dari pinggir istrinya sedang didiagnosis oleh Mu Haocun kemudian dirawat oleh Mu Lian dan Xiaoxiao. Larut dalam pikirannya.
Mu Haocun menyampaikan hasil diagnosisnya kepada Huang Yiming. Membuat Huang Yiming terpuruk dan menangis tersedu-sedu.
Malam itu Huang Yiming dalam kadaan terguncang dan tidak bisa menjalankan tugasnya merawat istrinya yang kemudian diambil alih oleh Mu Lian dan Xiaoxiao.
Mu Haocun menemani pria itu sedangkan Mu Lian dan Xiaoxiao, selain merawat istri Huang Yiming, menjalankan perintah Mu Haocun untuk meracik obat untuk diminum istri Huang Yiming.
Sebelum tidur, Mu Lian dan Xiaoxiao diberitahu oleh Meimei bahwa Huang Yiming ingin melakukan apa saja yang Mu Haocun perintahkan karena tidak memiliki banyak uang untuk membayar jasa Mu Haocun.
Mu Lian sangat penasaran dengan keputusan Mu Haocun terhadap Huang Yiming. Pikirannya itu kemudian membuatnya tersadar dari lamunannya. Dia kemudian menatap Mu Haocun yang sedang menyeruput teh hangat.
.........
__ADS_1
Note:
*Pneumonia aspirasi merupakan komplikasi dari aspirasi paru. Aspirasi paru sendiri adalah kondisi ketika makanan atau zat asing lain tidak sengaja masuk ke paru-paru dan tidak dapat dikeluarkan kembali. Selanjutnya, kondisi ini memicu infeksi bakteri dan peradangan pada paru-paru.