Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Teater Mu Lian


__ADS_3

Mu Lian mulai curiga ketika tiba-tiba Mu Haocun bersikap aneh diikuti dengan Master Yi, Meng Zhi, Meimei kemudian Master Zhengheng.


"Hmm? Lian'er, kenapa kau berdiri terus di situ? Kemarilah, sudah malam. Kau harus tidur. Usiamu masih 10 tahun jadi kau harus tidur lebih cepat," kata Mu Haocun ke arah sebuah pohon cemara tak jauh darinya kemudian menoleh ke arah Master Yi,


"Yi, lihatlah. Lian'er semakin besar semakin sulit diberi tahu. Oh sedih sekali, coba bujuk dia untuk segera tidur,"


Mu Lian, Xiaoxiao dan Ling Zizhou saling menatap karena tiba-tiba disuguhi pemandangan tak biasa.


Namun tak lama, mereka ingat dengan janji mereka. Bahwa mereka akan berakting untuk mengelabui 'tamu mereka'.


"Laogong, malam ini dingin sekali. Peluk lebih erat," kata Meimei. Tiba-tida saja sepasang kekasih itu lebih mesra daripada biasanya. Sampai membuat orang yang melihat mereka menyesal karena masih sendiri.


Mu Lian menarik napas dalam. Karena tak lama ia merasakan chi mendekati mereka. Mu Lian memberi sinyal kepada Xiaoxiao dan Ling Zizhou.


Meski Mu Lian sedikit khawatir dengan akting mereka, terutama Master Yi yang diam mematung. Sepertinya sedang berakting sebagai orang bisu?


Sedangkan Master Yi tidur dalam posisi duduk. Membuat tubuhnya berayun ke kiri dan ke kanan.


"Ckck, lihat. Sekumpulan orang ini! Tiga lansia, salah satunya keterbelakangan mental. Sepasang kekasih t*lol dan tiga remaja bau kencur. Hei ketua, untuk apa kita menunda sampai 2 hari kalau orang-orang yang kita buru seperti ini!"


"Kyaa!" jerit Mu Lian dan Xiaoxiao bersamaan.


Meski sudah tahu mereka akan datang, tetap saja Mu Lian terkejut ketika orang-orang tersebut berada di depan matanya.


Sepuluh orang berpakaian hitam berdiri mengelilingi area perkemahan, masing-masing menghunuskan senjata tajamnya.


***** membunuh keluar dari tubuh mereka. Dengan mata seperti elang, mereka mengamati Mu Lian dan yang lain.


Mu Lian mengatur napasnya. Setelah berlatih di Gunung Kaki Langit, Mu Lian mampu menghadapi ketakutannya.


Namun tetap saja, manusia itu lebih mengerikan daripada spirit beast karena keserakahan dan tipu muslihatnya. Dimana-mana manusia itu lebih jahat.


Mu Lian mematung di hadapan tatapan orang-orang berpakaian hitam, namun kemudian tubuhnya mulai berfungsi kembali setelah terbiasa pada tatapan tersebut.


Memang usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Mu Lian bersyukur telah berlatih di Gunung Kaki Langit.


Mu Lian tersadar dari lamunannya dan melihat yang lain telah menjalankan perannya masing-asing dengan sangat baik, meski peran mereka sangat mengkhawatirkan.


"Laogong, aku takut," kata Meimei sambil berlindung dalam pelukan Meng Zhi.


"Tenang saja, aku akan melindungimu meski harus menyerahkan nyawaku," kata Meng Zhi dengan sungguh-sungguh.


Meimei menatapnya dengan penuh cinta. Mu Lian tertegun, bukankah mereka tidak berakting? Lihat saja, aura di sekitar mereka seketika berubah dan mereka langsung tenggelam dalam dunia mereka.


Mu Lian menatap Ling Zizhou dan memberinya sinyal untuk menjalankan rencana, sebelum orang-orang itu menyadari akting mereka.


"Si-siapa kalian. Kenapa menghunuskan senjata kepada kami. Kalau kalian mau uang, akan kami berikan, tapi lepaskan kami," kata Ling Zizhou dengan nada datar. Mu Lian merapatkan bibirnya agar tidak kelepasan menegur akting nya yang sangat buruk.


Kata-kata yang seharusnya diucapkan dalam beberapa tarikan napas, diucapkan dalam satu tarikan napas saja. Apalagi nada bicaranya seperti robot.


"Hiks, kumohon jangan marah. Kakakku menderita paralisis wajah. Lihat wajahnya yang tidak memiliki ekspresi dan nada bicaranya. Dia memang terlahir seperti itu," kata Mu Lian sambil menangis, air matanya benar-benar keluar karena menahan tawa sekaligus kejengkelannya.


"B-benar. Ini ambillah," kata Xiaoxiao sambil mengeluarkan kantung tebal. Mu Lian dan yang lain memasukkan uang ke dalam kantung tersebut membuatnya terlihat sangat gemuk.


Xiaxiao melempar kantung tersebut beberapa meter, berhenti tepat di depan salah satu orang berpakaian hitam.


"Haha! Lihat lah ketua, kita dapat panen besar! Mari selesaikan masalah ini dan kita gunakan uang di dalam kantung itu!" kata salah seorang yang berada di depan kantung.


Kesepuluh orang berpakaian hitam itu terlihat menurunkan kewaspadaannya. Mereka telah selesai memeriksa tingkat kultivasi kelompok Mu Lian dan tidak menemukan target yang patut diwaspadai.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, seluruh ketakutan Mu Lian pun sirna,namun Mu Lian tetap berhati-hati. Berdasarkan ucapan Meng Zhi, seseorang dengan tingkat kultivasi rendah tidak akan mampu mengidentifikasi orang yang memiliki tingkat kultivasi di atasnya.


Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa tingkat kultivasi orang-orang berpakaian hitam masih di bawah Mu Haocun, Master Yi, Meimei, Meng Zhi dan Master Zhengheng.


Pantas saja, Mu Haocun dan yang lain langsung menyetujui rencana Mu Lian dan menganggapnya sebagai rekreasi. Mereka tertarik untuk memainkan peran.


Lihat saja, Mu Haocun yang mendalami perannya sebagai kakek yang memiliki pandangan yang kurang baik. Mu Haoucun memanggil nama Mu Lian kepada salah seorang orang berpakaian hitam yang berdiri di depannya.


Master Zhengheng dengan ahlinya memainkan peran kakek yang sedang tertidur, atau memang benar-benar tertidur? Karena Mu Lian melilhat tubuhnya yang rileks serta napasnya yang panjang dan teratur.


"Tunggu," kata salah seorang orang dengan tubuh besar dan kekar.


Orang tersebut mengamati Master Yi yang tetap diam meski sudah di ajak bicara oleh Mu Haocun. Mu Lian, Xiaoxiao dan Ling ZIzhou terus menjalankan akting mereka sambil melihat ke arah Master Yi dengan khawatir.


"Ck, cepat ambil kantung itu dan bereskan orang-orang ini!" kata orang itu akhirnya.


"Yahu! Malam ini kita makan dan minum yang banyak!" kata seseorang. Yang lainnya terdengar ikut tertawa.


Orang yang berada paling dekat dengan kantung uang segera menghampiri untuk mengambil kantung tersebut, namun sebelum tangannya menyentuh kantung, sebuah array yang ada di bawah kakinya aktif.


Array itu terkamuflase dengan sangat baik dengan tanah dan lingkungan sekitar sehingga tidak ada yang sadar.


Array tersebut membuat tanah yang berada di sekeliling area perkemahan melesak ke dalam tanah. Membuat orang-orang berpakaian hitam tersebut ikut terjatuh.


Tiga orang yang sepertinya tidak pernah menurunkan kewaspadaan mereka berhasil menghindari jebakan tersebut.


Ketujuh orang yang terjatuh ke dalam lubang, hanya terlihat kepala mereka saja. Ekspresi mereka berubah aneh dan tiba-tiba air mata mulai menetes membanjiri pipi mereka.


"Kurang ajar!" kata orang bertubuh besar dan kekar.


"Apa yang kalian lakukan! Cepat keluar dari lubang itu! Dasar memalukan!" kata orang bertubuh kurus ceking.


Mu Lian membuka kipasnya dan mulai menonton. Entah mengapa sudah menjadi kebiasaan baginya untuk memegang kipas pemberian Mu Haocun.


"Ups. Dasar tidak sopan! Kau tidak melihat kami sedang bermesraan?" kata Meimei sambil menahan serangan dengan jian miliknya yang baru saja dikeluarkan dari kantung dimensional.


Ketiga orang tersebut terkejut, terutama orang yang merasakan langsung kekuatan Meimei. Orang itu benar-benar tidak bisa menggerakkan jian miliknya satu inci pun!


Orang bertubuh besar dan kekar segera membantu rekannya, namun sebelum bisa mendekat, Meng Zhi mengibaskan tangan kanannya membuat kedua orang tersebut terlempar dan membentur pohon di dekatnya.


Mereka batuk darah ketika membentur pohon. Terdengar derak pohon dan beberapa tulang patah? Kedua orang tersebut langsung tergeletak tak berdaya di atas tanah. Oh, orang betubuh besar dan kekar masih berusaha berdiri.


"Ck, menganggu saja," kata Meng Zhi.


"K-kenapa..." kata orang bertubuh besar dan kekar terjatuh lagi. Organ dalamnya rusak dan dia sedang mengalami pendarahan internal. Darah mengalir terus dari mulutnya.


"Buang senjatamu sebelum kupotong tanganmu!" kata Ling Zizhou sambil mengunuskan jian miliknya ke arah tangan orang kurus ceking yang sedang memegang senjata.


Melihat semua rekannya kalah, orang itu membuang senjatanya. Namun kemudian dengan sangat cepat membuang sebuah botol porselen ke atas tanah.


Hening.


"%$&&*%*! Kau melemparku dengan botol porselen?!" kata Ling Zizhou sambil menebas jian miliknya ke tangan kanan orang kurus ceking yang masih diam di udara setelah melempar botol tersebut. Orang itu kemudian menjerit.


Mu Lian tidak menonton kejadian itu. Mu Lian sudah berdiri di dekat lubang dan mulai mengamati orang-orang berpakaian hitam yang terjebak di dalam lubang.


Beberapa orang yang berhasil keluar terlihat menggaruk seluruh tubuhnya sambil berlinang air mata.


"Ukh, gatal,"

__ADS_1


"A-apa ini,"


"Tolong..."


"Menarik," kata Mu Haocun. Dia dan Master Yi berdiri di sebelah Mu Lian.


"Oh! Lihat, mereka seperti sedang melakukan pertunjukan," kata Meimei sambil menepuk tangan.


"Apa ini racikan barumu?" kata Meng Zhi.


"En. Kakek membantu menyusun bahan-bahannya," kata Mu Lian sambil mengangguk.


Meng Zhi hanya diam. Sepertinya dia harus mulai terbiasa dengan obat-obat aneh yang diracik oleh Mu Lian dan Mu Haocun.


"Master?" kata Xiaoxiao. Mu Lian melihat ke arah Xiaoxiao dan Master Zhengheng. Xiaoxiao tersenyum tipis, masternya benar-benar tertidur.


"Ah Zhou, bawa kemari penonton yang lari sebelum membayar pertunjukan kita itu," kata Mu Haocun tiba-tiba.


Ling Zizhou yang sedang membuat orang kurus ceking babak belur terdiam. Kemudian segera berangkat setelah melihat Master Yi menunjukkan kemana dirinya harus pergi.


"Siapa itu, kakek?" kata Mu Lian.


"Kita lihat saja, tapi sepertinya bukan rekan orang-orang ini," kata Mu Haocun misterius.


Beberapa menit kemudian, Ling Zizhou membawa Huang Yiming. Pemuda itu melempar Huang Yiming ke hadapan Mu Lian dan yang lain kemudian ikut berdiri di sebelah Mu Lian.


"Anda..." kata Mu Lian kepada Huang Yiming yang sedang mengendalikan napasnya.


Huang Yiming sangat terkejut ketika sedang melarikan diri, tiba-tiba Ling Zizhou menangkapnya dan memanggulnya.


"Hmm? Apakah orang ini yang Lian'er ceritakan?" tanya Mu Haocun. Seseorang yang bisa menarik perhatian Mu Lian dan dirinya karena memiliki pengetahuan dalam pengobatan.


"Benar, kek," jawab Mu Lian.


"Lepaskan kain yang menutupi kepalamu itu dan perlihatkan wajahmu, hei penipu," kata Meimei sambil menyeringai.


Huang Yiming merasakan tekanan berat di udara sekitarnya. Dan instingnya mengatakan bahwa jangan sampai menyinggung orang-orang yang ada di hadapannya ini.


Huang Yiming pun melepaskan kain yang menutupi kepalanya kemudian diam menunggu nasib yang akan menimpanya. Namun dia tidak akan menyerah begitu saja jika keadaan semakin memburuk.


Dia berjanji akan kembali dan Huang Yiming akan menggunakan berbagai cara, meski harus menyerahkan nyawanya kepada iblis!


Mu Lian mengamati Huang Yiming yang terlihat seperti tikus di hadapan ular. Ketakutan. Meski begitu, matanya tetap memancarkan api. Sepertinya ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa menyerah dalam keadaan keputus asaan.


"Ada apa kemari malam-malam begini?" kata Mu Lian. Lagi pula tempat Mu Lian dan yang lain berkemah sudah cukup jauh dari desa.


"Aku...merasa bersalah karena membuat tiga remaja terlibat dengan orang-orang berbahaya," kata Huang Yiming sambil menghela napas panjang kemudian melanjutkan


"Aku sangat paham dengan kekejaman mereka. Kalian pasti tidak akan dilepaskan begitu saja. Jadi aku kemari untuk mencari peluang, berencana membawa meski hanya satu orang dari kalian, lepas dari orang-orang kejam itu,"


Penilaian Mu Lian terhadap Huang Yiming berubah. Mu Lian kira Huang Yiming hanyalah orang yang menyalahgunakan pengetahuannya untuk menipu orang, namun ternyata pada dasarnya Huang Yiming adalah orang baik.


"Cih, apa kau kira kami akan percaya begitu saja? Siapa tahu kau hanya berpura-pura karena nyawamu sedang dalam bahaya!" celetuk Ling Zizhou.


Mu Lian tertegun. Benar, dunia ini berbeda dengan Bumi. Hanya yang kuatlah yang bertahan. Mu Lian menatap Huang Yiming.


"Setelah melihat 'ini' apa pendapat anda mengenai kami?" kata Mu Lian sambil menunjuk ke sekumpulan orang berpakaian hitam yang terlihat sedang menggaruk seluruh tubuhnya seperti orang gila.


Mu Lian menggunakan kesempatan itu agar Huang Yiming tidak berpikir yang macam-macam. Apapun itu rencana jahatnya.

__ADS_1


Mulut Huang Yiming terbuka. Dia tidak bisa berkata apa-apa selama beberapa menit. Pemandangan di depannya sangat kacau sehingga sulit dicerna oleh otaknya.


__ADS_2