Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Bibit kehidupan


__ADS_3

"Kalau begitu aku akan menulis surat untuk Master Yi," kata Meng Zhi.


Mu Lian dan yang lain berdiskusi selama dua puluh menit mengenai keberangkatan mereka ke Lembah Ufuk Timur.


Mereka sepakat akan bersama-sama berangkat sehari setelah pemurnian Ling Zizhou karena Master Zhengheng dan Ling Zizhou harus beristirahat terlebih dahulu.


Orang-orang yang yang akan di bawa serta oleh Master Zhengheng adalah saudara Che, saudara Su dan pemuda bernama He.


"He'er bawakan sepucuk kertas serta kuas dengan tintanya," kata Master Zhengheng.


"Baik, master," kata pemuda He.


Meng Zhi menulis di atas kertas yang diambilkan oleh pemuda He kemudian menandai kertas tersebut dengan indera spiritualnya.


Pemuda He melipat kertas itu hati-hati kemudian keluar ruangan. Setelah itu Master Zhengheng berbincang dengan Mu Lian.


Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pada Mu Lian yaitu bagaimana keadaan Mu Haocun, sejak kapan Mu Lian tinggal bersama Mu Haocun.


Master Zhengheng salah mengira jika Mu Lian adalah cucu Mu Haocun yang disembunyikan. Para ahli di dunia ini benar-benar tidak mengetahui keberadaan Mu Lian.


Mu Lian yang tidak tahu sama sekali jika Master Zhengheng salah mengira dirinya sebagai cucu asli Mu Haocun, terus menjawab pertanyaan yang dilontarkan Master Zhengheng.


Mu Lian pun bertanya mengenai array dan berkata bahwa dia tertarik pada array. Hal itu membuat Mu Lian menghabiskan lebih banyak waktu dengan Master Zhengheng.


Tanpa terasa hari berlalu dan datang lah hari dimana Ling Zizhou melakukan pemurnian tahap terakhirnya.


Kemudian, Master Zhengheng melakukan pemurnian terhadap bibit kehidupan. Ling Zizhou menyerahkan biji berwarna coklat kehitaman tersebut pada Master Zhengheng.


Gumpalan asap hitam membumbung tinggi menyerupai bentuk cawan. Mu Lian panik melihat awan hitam itu berusaha kabur dari susunan array dengan terbang tinggi ke atas.


Namun asap hitam itu tidak diberi kesempatan sama sekali dan baru tiga meter dari atas tanah, asap hitam itu berubah transparan.


"Sekarang kau bisa menyerahkan biji ini pada Master Mu," kata Master Zhengheng sambil menyerahkan biji tersebut pada Mu Lian.


"Terimakasih, Master Zhengheng!" kata Mu Lian.


Hatinya sangat gembira sehingga Mu Lian merasa waktu berjalan sangat cepat dan tibalah waktunya Mu Lian dan yang lain berangkat ke Lembah Ufuk Timur.


Keberangkatan kelompok Mu Lian beserta kelompok Master Zhengheng menarik perhatian penduduk desa.


Tak jauh dari gerbang desa, gerombolan anak tampak sedang mengusili para penjaga. Mereka berlari mengitari salah satu penjaga diikuti teman-temannya.


"Sudah kubilang kami sedang bekerja! Bermainlah di tempat lain!" kata seorang penjaga yang dikelilingi anak-anak itu.


"Oh! lihat! nona muda dan paman akan pergi kemana?" kata seorang anak perempuan. Dia adalah anak perempuan yang berani berdebat dengan Meng Zhi.


Anak-anak itu berhenti berlari dan menoleh ke arah Mu Lian dan yang lain. Mereka kemudian berlari menghampiri Mu Lian diikuti dua penjaga itu.


"Master Zhengheng? Hari ini rupanya hari keberangkatan anda! Aku hampir lupa karena anak-anak nakal ini!" kata salah satu penjaga.


"Aku titip anak buahku ya!" kata Master Zhengheng sambil melanjutkan ke gerombolan anak itu


"Dengarkan ucapannya dan jangan main terlalu jauh,"


"Baik Master Zhengheng!" kata anak -anak itu serentak.


"Nona, anda benar-benar akan pergi dan tidak kembali?" kata anak perempuan yang pemberani.


"Iya, aku harus segera pulang kalau tidak kakek akan khawatir," kata Mu Lian.


"Sayang sekali. Kita tidak bisa mengadakan lomba lari seperti yang dilakukan nona dan teman-teman nona tiga hari yang lalu,"


"Sssh"


"Eh kenapa?"


"Kata ibu kita tidak boleh mengungkit hal itu di depan mereka, nanti mereka malu,"


Dua penjaga yang berdiri di dekat Master Zhengheng terlihat malu. Mereka berdeham untuk menghentikan anak-anak itu.


"Loh? Padahal tidak apa-apa. Malah aku pikir itu menarik,"


"Betul! Beberapa paman dan bibi bahkan sudah mengusulkan untuk mengadakan perlombaan yang mirip dengan 'itu' pada kakek kepala desa,"


"Benarkah? Aku akan sangat menantikannya!"


"Ayo kita bujuk kakek kepala desa untuk melakukan perlombaan 'itu!"


Namun anak-anak itu tidak menghiraukan si penjaga dan semakin asik mendiskusikan yang mereka sebut 'perlombaan itu'.

__ADS_1


Gerombolan anak itu kemudian berpamitan dengan kelompok Mu Lian dan Master Zhengheng kemudian berlari menjauh.


"Haha! anak-anak yang penuh energi! Baiklah mari kita berangkat, kalau tidak hari akan semakin siang dan kita tidak akan mendapatkan lokasi berkemah yang bagus," kata Master Zhengheng.


Mu Lian dan yang lain pun meninggalkan desa itu. Mu Lian menoleh ke arah desa untuk yang terakhir kalinya, dia penasaran dengan apa yang dibicarakan anak-anak itu.


Sebenarnya yang terjadi adalah beberapa penduduk desa melihat Meng Zhi yang sedang menggendong saudara Che dan Meimei yang sedang menggendong Mu Lian berpacu menuju desa.


Di mata penduduk desa tersebut, Meimei dan Meng Zhi seperti sedang berlomba siapa yang lebih cepat tiba di desa.


Dan setelah kepergian Mu Lian dan yang lain, penduduk desa Mare mengadakan perlombaan lari tersebut setiap menjelang musim dingin.


Perlombaan ini akan menjadi warisan budaya di desa Mare dan dilaksanakan oleh generasi-generasi selanjutnya.


Kembali pada Mu Lian dan yang lain. Perjalanan mereka dapat dikatakan lancar dan tanpa kejadian yang mengejutkan.


Hal yang berbeda hanyalah perjalanan yang lebih cepat. Master Zhengheng mengusulkan untuk menggunakan qinggong agar mereka tiba di Lembah Ufuk Timur bertepatan dengan datangnya musim dingin.


Meng Zhi menyetujui usulan Master Zhengheng karena Mu Lian telah menyelesaikan pelatihannya. Meng Zhi pun merasa tidak enak jika harus menunda Master Zhengheng lebih jauh lagi.


Hal yang membuat Mu Lian geli adalah dia tidak pernah digendong oleh satu orang selama dua hari berturut-turut.


Hari itu Ling Zizhou menggendong Mu Lian, keesokan harinya Meimei, lusanya Meng Zhi. Begitu seterusnya siklus yang terjadi.


Master Zhengheng menawarkan untuk membantu namun Mu Lian menolak karena merasa tidak enak pada Master Zhengheng.


Saudara Su dan saudara Che juga menawarkan hal yang sama dan semuanya ditolak dengan halus oleh Mu Lian.


Pemuda He tidak seberuntung itu. Ketika pemuda itu menawarkan bantuan, Ling Zizhou menolak bantuan pemuda itu dengan kasar.


Mu Lian sampai harus menghentikan Ling Zizhou dan meminta maaf pada pemuda He. Sebaliknya, pemuda He tidak keberatan dan tidak memaksa.


Beberapa hari kemudian, Mu Lian tiba di perbatasan permukiman penduduk Lembah Ufuk Timur.


Beberapa meter dari kawasan permukiman, tiba-tiba saudara Che dan saudara Su menghunuskan senjata mereka.


"Siapa disana?" kata mereka bersamaan.


"Saudara Che , saudara Su, sarungkan kembali senjata kalian. Kalian beruntung karena bisa bertemu seseorang dalam daftar sepuluh kultivator terkuat," kata Master Zhengheng.


"!"


Saudara Che dan saudara Su segera menyarungkan kembali senjata mereka. Tiba-tiba sesosok pria muncul di hadapan Mu Lian dan yang lain begitu saja.


"Kerja bagus, Zhouzhou," kata Master Yi.


Mu Lian, Meimei dan Meng Zhi pun menghampiri Master Yi dan bertukar sapa. Master Yi mengelus kepala Mu Lian sebagai hadiah karena Mu Lian sudah bekerja keras.


Master Yi memang sedikit bicara. Namun dia tidak pernah malu mengekspresikan perasaannya seperti yang dilakukakannya pada Mu Lian.


"Apakah anda Master Zhengheng?" kata Master Yi.


"Benar. Senang bertemu dengan anda, Master Yi. Suatu kehormatan bagiku bertemu dengan anda," kata Master Zhengheng.


"Kata-kata itu seharusnya ditujukan untuk anda, Master Zhengheng," kata Master Yi. Kemudian hening.


"Master Yi, bagaimana kabar kakek?" kata Mu Lian.


"Berisik seperti biasanya," kata Master Yi.


"Oh sepertinya kakek sudah tak sabar bertemu denganku. Sebaiknya kita segera kembali ke rumah," kata Mu Lian.


"Terlambat," kata Master Yi.


"Maaf?" kata Mu Lian tidak mengerti dan meminta Master Yi mengulang ucapannya.


Tak lama sosok Mu Haocun terlihat berlari menuju ke tempat Mu Lian dan yang lain berdiri. Namun beberapa saat kemudian Mu Haocun menghentikan langkahnya kemudian berjalan dengan tenang dan penuh karisma.


"Ahem. Master Zhengheng, senang berjumpa dengan anda," kata Mu Haocun ketika tiba di hadapan Master Zhengheng.


Master Zhengheng, saudara Che, saudara Su dan pemuda He kemudian memberi hormat kepada Mu Haocun.


"Master Mu! Aku tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan dalam hidup ini untuk bertemu dengan anda," kata Master Zhengheng.


"Anda adalah tamuku. Tak usah sungkan," kata Mu Haocun kemudian memandang ke arah Mu Lian.


"Kakek aku pulang!" kata Mu Lian sambil tersenyum.


"Lian'er, aku sangat merindukanmu...rumah terasa sangat kosong tanpamu," kata Mu Haocun.Aktingnya runtuh ketika melihat Mu Lian.

__ADS_1


Mu Haocun memeluk dan mengelus wajah Mu Lian. Dia tidak peduli dengan tatapan Master Zhengheng dan bawahannya.


"Sebaiknya kita membawa Master Zhengheng dan yang lain untuk beristirahat," kata Mu Lian.


"Kau benar! Maaf atas ketidak sopananku ini, Master Zhengheng," kata Mu Haocun.


"Tidak masalah. Anda pasti sangat merindukan cucu anda," kata Master Zhengheng.


"Sangat! Ehm, maksudku tentu aja. Baiklah, Zhizhi, antarkan Master Zhengheng dan rekan-rekannya ke penginapan," kata Mu Haocun.


"Baik," kata Meng Zhi.


Meng Zhi dan Meimei pun mengantarkan Master Zhengheng, saudara Che, saudara Su dan pemuda He ke penginapan yang sama dengan mereka.


Meng Zhi dan Meimei tahu jika Mu Haocun berniat menghabiskan waktunya berdua saja dengan Mu Lian hari itu jadi mereka langsug kembali ke penginapan.


"Aku akan datang menemui anda besok, Master Mu," kata Master Zhengheng berpamitan.


Master Zhengheng pun tidak memaksa dan langsung mengikuti Meng Zhi dan Meimei ke penginapan.


Setelah kelompok tersebut menjauh, hanya ada Mu Lian, Mu Haocun, Ling Zizhou dan Master Yi di lapang terbuka itu.


"Nah, bagaimana kalau kalian menceritakan semuanya yang terjadi di Gunung Kaki Langit pada kakek," kata Mu Haocun pada Mu Lian dan Ling Zizhou.


...


"Bagaimana perasaanmu? Berikan tanganmu, biar kakek periksa dulu," kata Mu Haocun.


Mu Lian menurut dan memberikan tangan kanannya pada Mu Haocun. Ketika Mu Lian menunggu Mu Haocun mendiagnosis, terdengar rintihan dan erangan Ling Zizhou.


Mu Lian menoleh ke arah Ling Zizhou yang sedang 'didisiplinkan' oleh Master Yi. Ling Zizhou mengerang sambil meminta untuk tidak memukulnya keras-keras takut makanannya keluar lagi.


Seusai makan siang itu, Mu Lian dan Ling Zizhou menceritakan kejadian dari Gunung Kaki Langit hingga bertemu dengan Master Zhengheng, tak ada satupun yang disembunyikan.


Di bawah tatapan tajam Master Yi yang membuat siapapun bergidik, mereka tidak berani menyembunyikan satu pun informasi penting.


"Aduh, master, makan siangku," rintih Ling Zizhou.


"Makanan tinggal masak sendiri. Tapi jika kau kehilangan nyawa, selesai sudah perjalanan kultivasimu. Kau tidak akan bisa bertambah kuat. Apa kau lupa dengan janji yang kau buat? Janji seorang kultivator tidak bisa dipandang sebelah mata jika kau memandangnya sebelah mata, kau akan terkena karma setelah kau berhasil mencapai tingkat kultivasi tertinggi mu...." kata Master Yi masih terus mengomeli Ling Zizhou.


Mulut Mu Lian terbuka. Baru kali ini Mu Lian mendengar Master Yi bicara lebih dari sepuluh kata.


"Hah, kakek macam apa aku ini. Kakek tidak ada disaat kau membutuhkanku. Kakek tidak bisa menepati janji," kata Mu Haocun.


Sebaliknya, Mu Haocun menjadi murung setelah Mu Lian dan Ling Zizhou selesai bercerita. Mu Haocun merasa murung karena mendengar bahwa Mu Lian berada dalam bahaya.


"Jangan berkata seperti itu kakek. Kakek sudah banyak membantuku," kata Mu Lian.


Mu Haocun murung selama beberapa saat sebelum akhirnya berhasil dihibur oleh Mu Lian. Mu Lian kemudian menunjukkannya biji yang disebut bibit kehidupan oleh Master Zhengheng.


Setelah biji itu dimurnikan oleh Master Zhengheng. Ling Zizhou mengembalikan biji tersebut kepada Mu Lian.


"Oh ini benar-benar biji Dan-shen! Coba kakek pinjam," kata Mu Haocun.


"Ambil saja kakek, ini kubawakan sebagai buah tangan dari Gunung Kaki Langit dan ini kubawakan dari desa Mare," kata Mu Lian sambil menyerahkan bibit kehidupan dan sebuah patung yang terbuat dari kayu dengan ukiran indah.


"Oh, kerajinan yang indah. Tapi Lian'er, menurut kakek kau lebih membutuhkan biji ini daripada kakek," kata Mu Haocun.


Suara erangan Ling Zizhou masih terdengar namun Mu Lian dan Mu Haocun terus berdiskusi mengenai bibit kehidupan.


"Apa karena biji ini memiliki chi yang sangat melimpah?" kata Mu Haocun.


"Ya, mungkin karena itulah Master Zhengheng menyebut biji ini sebagai bibit kehidupan. Kau ingat jika chi adalah energi yang dapat ditemukan di semua makhluk hidup? Biji ini penuh dengan energi tersebut jadi cocok dengan namanya, bibit kehidupan," kata Mu Haocun.


"Master Zhengheng tidak mengetahui cara untuk mengekstrasi chi dari biji ini," kata Mu Lian.


"En. Kakek dengar hal itu dari surat yang ditulis Zhizhi. Dan kakek memiliki ide mengenai hal itu. Lian'er kau ingat dengan pil Tu Na?" kata Mu Haocun.


Sejak membaca surat dari Meng Zhi, sebenarnya Mu Haocun sudah mengetahui solusi atas masalah yang dihadapi Master Zhengheng.


Namun Mu Haocun tidak memberikan jawabannya secara langsung kepada Mu Lian untuk mendidik Mu Lian.


Belajar yang paling baik adalah melalui pengalaman empirik, selain itu dengan mencari jawaban sendiri dari masalah yang dihadapi.


Belajar melalui cara tersebut membuat ilmu yang didapatkan tidak cepat hilang dan membuat orang tersebut bisa langsung mempraktikan ilmu yang baru saja didapatkannya.


"Pil Tu Na memiliki efek membersihkan pori-pori tubuh. Nama pil Tu Na diambil berdasarkan tehnik pernapasan Tu Na yaitu pernapasan dengan menggunakan seluruh pori-pori yang ada di tubuh manusia," kata Mu Lian melanjutkan


"Prinsip tehnik pernapasan itu adalah mengeluarkan chi keruh dan menarik chi murni..."

__ADS_1


"Benar! Lian'er mengingat semua yang kakek jelaskan," kata Mu Haocun terharu.


"Tunggu, jangan bilang kalau kita bisa membalikkan prinsip pernapasan Tu Na?" kata Mu Lian.


__ADS_2