Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Sepasang guru dan murid berkain putih


__ADS_3

"Hati-hati! Bagus, perhatikan waktu yang tepat untuk mengoper lukisan. Sebentar lagi saudaraku! 300 meter lagi!" seru Dongfang Xing kepada rekan-rekannya.


Dongfang Xing melihat Meng Zhi menghampirinya dari arah rumah Tuan Fu. Semua orang termasuk Meimei dan Tuan Xu sudah tiba di sana.


"Semua sudah siap," kata Meng Zhi.


"Bagaimana alatnya?" bisik Dongfang Xing sengaja memanfaatkan kesempatan ketika rekan-rekannya fokus pada Xiaoman.


"Lumayan. Tapi tidak akan bertahan lama. Aku akan berbicara dengan Master Mu dan Master Yi untuk mencari solusinya," kata Meng Zhi menggunakan energi spiritualnya.


Riak energi spiritualnya tidak terdeteksi oleh rekan-rekan Dongfang Xing karena terdapat jarak diantara mereka, lagipula perhatian mereka tertuju pada Xiaoman.


Dongfang Xing mengangguk. Dalam keadaan genting seperti ini, meski tak bisa bertahan lama, Dongfang Xing memilih bertaruh pada alat ajaib yang ada di rumah Tuan Xu.


Sudah jatuh banyak korban dari pihak Tuan Xu dan Dongfang Xing. Mereka terluka parah hingga tidak bisa bangkit lagi dan sepertinya membutuhkan pemulihan yang cukup lama.


Begitulah elemen abyssal bekerja secara dua arah, elemen tersebut menyerang jiwa serta tubuh korbannya.


Dongfang Xing mendengar Meng Zhi selama beberapa saat sebelum akhirnya menghampiri dan menerima lukisan dari salah seorang rekannya. Meng Zhi tetap mengamati sambil mengejar Dongfang Xing.


Tak jauh di depan beberapa orang sedang berdiri menunggu di depan gerbang yang telah dibuka lebar-lebar. Rumah Tuan Fu.


Orang-orang tersebut menghampiri Dongfang Xing untuk kemudian membantu Dongfang Xing mengarahkan Xiaoman ke pekarangan Tuan Fu.


Di tengah-tengah pekarangan, tergeletak sebuah rangka kubus dengan detail rumit yang terbuat dari besi.


Tembok rumah Tuan Fu hancur berkeping-keping ketika Xiaoman lewat begitu pula dengan tanah tempatnya berpijak.


Xiaoman tampak sangat marah karena beberapa orang mengeroyokinya sedangkan lukisan sang Baize ada di depan matanya.


Xiaoman berusaha menggapai lukisan tersebut dan menghancurkan Dongfang Xing yang telah 'mencuri' lukisan sang Baize darinya.


Wush.


Tiba-tiba tanduk-tanduk hitam yang mencuat dari tubuh Xiaoman memanjang dan berhasil melukai orang-orang yang lengah.


"Ukh," erang beberapa orang.


Dongfang Xing mengernyit ketika kelompoknya semakin banyak menderita luka-luka, kini keadaan mereka sama buruknya dengan kelompok Tuan Xu yang sudah babak belur.


Beberapa orang di dalam kelompok Tuan Xu bahkan ada yang sudah menunjukkan gejala kontaminasi yang cukup parah.


Dan Xiaoman yang telah bertransformasi, seiring berjalannya waktu, semakin mahir menggunakan aura serta tanduk-tanduk berwarna hitam yang memiliki karakteristik abyssal.


Termotivasi untuk menghancurkan orang-orang yang telah membuatnya marah, Xiaoman mampu beradaptasi dengan tubuh abyssal miliknya dengan cepat.


Untungnya, jarak rumah Tuan Xu tidak jauh dari rumah Xiaoman. Setelah beberapa menit berjuang dengan sangat keras mengarahkan Xiaoman ke kubus besi yang berada di tengah pekarangan, akhirnya ada secercah harapan di mata Meng Zhi, Meimei , Dongfang Xing, Tuan Xu dan yang lain.


Ketika seorang dewan dari kelompok Dongfang Xing tinggal beberapa langkah lagi dari kubus besi, dia melempar lukisan sang Baize ke arah kubus besi.


Xiaoman segera mengikuti lukisan sang Baize yang sedang diperangkap oleh kubus besi. Kubus besi bersinar sangat terang, pola-pola yang ada pada permukaan besinya terlihat hidup dan memiliki pikiran sendiri.


Kerangka-kerangka besi yang saling bertautan kini memisah, gerakannya merambat seperti akar tanaman membentuk sebuah corong yang mulutnya mengarah kepada Xiaoman dan lukisan sang Baize.


Kerangka-kerangka besi itu seperti 'memakan' Xiaoman dan lukisan sang Baize kemudian membentuk sebuah bola, dimana Xiaoman yang sedang mendekap lukisan sang Baize berada di pusatnya.


Suara berderak terdengar sepanjang proses pemenjaraan Xiaoman. Setelah akhirnya bola besi mengecil hingga membatasi pergerakan Xiaoman, alat ajaib tersebut akhirnya diam.


Tidak ada pergerakan, tidak ada lagi suara-suara derak. Alat ajaib itu tetap bergeming ketika Xioman mengguncang dengan tubuhnya.


Percikan-percikan api muncul saat tanduknya bergesekan dengan kerangka besi. Suara tanduk Xiaoman yang bergesekan dengan kerangka besi membuat ngilu semua yang mendengar.


"Kuarrghh!" Xiaoman menjerit frustasi. Membuat aura abyssalnya memuncak dan mulai 'melelehkan' kerangka besi.


"Jika dilihat dari kekuatan korosifnya, alat ajaib ini mungkin hanya bisa bertahan dalam 3 hari atau bahkan kurang!" kata Tuan Xu dengan tatapan horor.


Tuan Xu menatap Dongfang Xing yang hanya bisa membalasnya dengan tatapan tak berdaya.

__ADS_1


...


"Kau dengar? Dia tidak mau membayarku padahal sudah kalah taruhan!"


"Tidak mau! Kau curang!"


"Haish, sudah tahu dia tidak pernah mau membayar jika kalah taruhan, kau tetap saja bertaruh dengannya,"


"HAHAHAHA"


Mu Lian tanpa sengaja mendengar percakapan orang-orang yang berjalan melewatinya di lorong. Meski begitu, Mu Lian terus menatap keluar jendela dan mencari empat sosok yang kini telah seharian tidak ada di penginapan.


Pagi-pagi sekali, bahkan matahari belum terbit, Meimei dan Meng Zhi sudah meninggalkan penginapan untuk berperan sebagai Xi Rou dan Ting Xuan.


Sorenya, Ling Zizhou mengikuti Master Yi entah kemana meninggalkan Mu Lian dan Mu Haocun di penginapan.


Mu Lian melirik ke arah kamar Mu Haocun yang ditutup rapat. Bersamaan dengan perginya Ling Zizhou dan Master Yi, Mu Haocun berpesan kepada Mu Lian untuk berjaga di depan kamarnya.


Tak boleh ada siapapun yang masuk ke kamar termasuk Mu Lian. Jika ada seseorang yang berniat buruk padanya, tinggal mengaktifkan gelang yang diberikan oleh Mu Haocun.


Entah apa fungsi gelang tersebut, Mu Lian menerima dan mengenakannya untuk berjaga-jaga. Melihat keseriusan dalam cara bicara Mu Haocun, Mu Lian pun hanya bisa mengikuti ucapan Mu Haocun.


Mu Lian berdiri di depan jendela yang terbuka, perhatiannya terbagi pada kamar Mu Haocun yanga ada di belakangnya dan pemandangan di luar yang ada di depannya.


Semilir angin masuk melalui jendela, untungnya kamar-kamar ditutup rapat sehingga tidak ada orang yang mengeluh jika Mu Lian masih membuka jendela meski malam sudah sangat larut.


Mu Lian tidak tahu berapa lama ia berdiri, namun ketika melihat sosok Meimei, Meng Zhi, Ling Zizhou dan Master Yi berjalan ke arah penginapan, akhirnya dia bisa bernapas lega.


Mu Lian pun dapat mendengar pergerakan di dalam kamar Mu Haocun. Saat Mu Lian menatap ke arah kamar, pintu kamar dibuka dan Mu Haocun menyuruh Mu Lian menjemput empat orang yang baru saja datang itu.


Mu Lian bergegas menuju pekarangan dan menyambut Meimei, Meng Zhi, Ling Zizhou dan Master Yi di depan gerbang penginapan.


Penginapan dibuka selama 24 jam untuk memudahkan para pengelana yang tiba pada malam atau dini hari mencari penginapan. Maka dari itu gerbang penginapan tidak pernah ditutup.


"Mei jiejie, Senior Meng, kalian baik-baik saja?" kata Mu Lian ketika merasakan aura yang akrab dengannya. Seingat Mu Lian aura menjijikkan ini adalah aura abyssal.


Meimei dan Meng Zhi telah membuka penyamaran mereka. Wajah mereka terlihat sangat kusut dan mereka berjalan dengan gontai.


"Kami baik-baik saja," kata Meimei terdengar kelelahan.


"Apanya yang baik-baik saja, lihat kondisi kalian yang sangat menyedihkan itu!" kata Ling Zizhou. Master Yi hanya menghela napas.


Mu Lian tidak mengatakan apa-apa lagi dan mendesak keempatnya untuk pergi ke kamar Mu Haocun.


Di dalam kamar Mu Haocun, Mu Lian mendengar semua yang terjadi di perbatasan ujung dunia. Namun sebelumnya, Mu Lian membantu Meimei dan Meng Zhi melakukan purifikasi menggunakan kertas mantera yang diberikan oleh Mu Haocun.


Mu Lian melihat kelelahan yang sama dilihatnya pada Meimei dan Meng Zhi ketika menatap Mu Haocun. Dengan pandangan meminta penjelasan, Mu Lian melakukan purifikasi terhadap Meimei dan Meng Zhi.


"Fufu kakek hanya lelah karena melakukan perjalanan panjang ke ibu kota. Usia telah memakan sendi-sendi kakek sehingga kakek tidak bisa seenerjik dulu kala," kata Mu Haocun mengelak.


"Kakek! Bukan itu perjanjian kita! Kalau aku membantu Mei jiejie dan Senior Meng, kakek akan memberitahu mengapa kakek seharian di dalam kamar kan?!" kata Mu Lian dengan tatapan tak percaya.


"Jadi, kalau kakek bilang tidak mau menceritakannya padamu, kau tidak mau membantu Mei'er dan Ah Zhi?" kata Mu Haocun dengan sebelah alis terangkat.


"Um. Bukan itu maksudku. Aku hanya penasaran ketika merasakan energi spiritual kakek tiba-tiba terasa seperti benang-benang halus di udara," kata Mu Lian dengan tatapan curiga. Master Yi tersenyum dengan tatapan 'Kubilang apa' kepada Mu Haocun.


"Ehem, terkait masalah Tuan Xiaoman. Kalau dewan sudah menemukan bahwa Tuan Xiaoman telah bertransformasi, katakan bahwa kalian bertemu pengelana yang bisa menyembuhkan gejala karena terpapar aura abyssal," kata Mu Haocun kepada Meimei dan Meng Zhi berusaha mengganti topik pembicaraan.


"Mast- ehem, Ah Cun kalau kami bilang begitu, bukankah keberadaanmu dan Master Yi jadi tersebar?" kata Meng Zhi yang tiba-tiba mengubah nama panggilan Mu Haocun setelah ditatap Mu Haocun.


Semenjak kejadian penipu yang menyamar menjadi Mu Haocun, Meng Zhi dipaksa untuk mengubah caranya memanggil Mu Haocun.


"Aku dan Mu Lian akan menutupi wajah kami dengan kain sedangkan Ah Yi tidak akan ikut dengan kami ke gedung pemerintahan," kata Mu Haocun dengan percaya dirinya mengatakan bahwa dirinya dan Mu Lian pasti akan dipanggl ke gedung pemerintahan.


"Hei kakek tua! Awas saja kalau terjadi apa-apa pada Lian'er!" kata Ling Zizhou sambil mendengus.


"Lian'er terluka di bawah pengawasanku? Bah! Urus saja dirimu, orang yang hampir ketahuan menyusup dan membongkar penyamaran," kata Mu Haocun sambil menggeleng. Master Yi memukul belakang kepala Ling Zizhou sebagai teguran atas kecerobohannya.

__ADS_1


Jika benar ada yang berhasil melukai Mu Lian di depan hidung Mu Haocun, maka tidak ada yang akan bisa mengalahkan orang tersebut.


Dari cerita Mu Haocun, ternyata Ling Zizhou dan Master Yi mengawasi kelancaran operasi penyamaran serta penyusupan Meimei dan Meng Zhi namun karena kecerobohannya, mereka nyaris ketahuan.


Menurut perkiraan Mu Haocun, para dewan pasti kesulitan dalam mengobati orang-orang terpapar aura abyssal.


Dan benar saja, dua hari kemudian, setelah kebenaran bahwa makhluk yang sangat merepotkan itu adalah Xiaoman terungkap, Mu Haocun dan Mu Lian dipanggil ke gedung pemerintahan.


Di jalan yang terlihat sepi, Mu Lian disuruh mengenakan sehelai kain berwarna putih yang diberikan oleh Mu Haocun.


Mu Haocun berkata bahwa kain tersebut adalah alat ajaib yang dapat menyembunyikan identitas penggunanya.


Anti licin, anti badai. Mau bergerak seaktif apapun, kain tersebut tidak akan tergelincir dari kepala Mu Lian. Kultivator di bawah pembentukan jiwa pun akan kesulitan mengidentifikasi orang dibalik kain ini.


Dengan kain menutupi kepalanya, orang-orang hanya bisa melihat bibir Mu Lian saja, Mu Lian mengikuti Mu Haocun ke gedung pemerintahan.


Meimei dan Meng Zhi sudah mengenakan penyamaran mereka dan menemani Mu Lian dan Mu Haocun.


"Selamat datang, Tuan dan nona pengelana. Namaku Qiu Cu. Terimakasih, anda mau datang memenuhi panggilan kami meski jadwal anda sangat padat.


Anda sekalian akan meninggalkan ibu kota keesokan harinya, benar begitu?" kata Qiu Cu dengan nada hormat namun masih dengan kharismanya. Dongfang Xing tampak berdiri beberapa langkah di belakangnya.


Sepertinya Qiu Cu merupakan dewan dengan pangkat tinggi melihat sikap hormat dari dewan-dewan yang lain di sekelilingnya.


"Benar. kami akan melanjutkan perjalanan kami besok. Tapi mendengar ada yang membutuhkan bantuan kami, tetu saja kami bersedia meluangkan waktu," kata Mu Haocun tanpa memperkenalkan diri.


Di mata pengamat, sikap Mu Haocun pasti dianggap tidak sopan karena Qiu Cu yang memiliki pangkat yang cukup tinggi saja memperkenalkan diri sedangkan Mu Haocun tidak.


Namun, semua yang ada disana hanya bisa menggertakan gigi karena benar-benar membutuhkan seseorang yang mampu menyembuhkan gejala akibat terpapar aura abyssal yang dialami rekan-rekan mereka.


Tanpa lama berbasa-basi, Qiu Cu membawa Mu Lian dan Mu Haocun ke bangunan di sayap sebelah kiri.


Bangunan tersebut tampak lebih kecil dari bangunan-bangunan lain yang ada di kompleks ini.


Terdapat papan bertuliskan Unit Kesehatan di gerbang.


Mu Lian menyusuri pekarangan serta lorong-lorong yang sangat kosong meski waktu masih menunjukkan jam kerja dewan-dewan ini.


Qiu Cu mengatakan bahwa seluruh bangunan sedang diisolasi sehingga tidak boleh ada yang masuk tanpa ijin.


Mu Lian akhirnya mengerti mengapa yang ikut mengantar Mu Lian dan Mu Haocun ke bangunan ini hanya segelintir dewan.


Termasuk Dongfang Xing, seseorang yang telah diakui dan memiliki akses eksklusif ke lantai 9 perpustakaan, hanya ada empat orang yang mengantar.


"Kami menempatkan pasien di kamar terpisah berdasarkan tingkat keparahan gejala yang dialami mereka," kata Qiu Cu sambil masuk ke kamar pertama.


Orang ini masih bisa duduk di tempat tidurnya dan terlihat seperti pada umumnya. Mu Haocun tidak mengatakan apa-apa dan langsung melakukan purifikasi menggunakan kertas mantera yang dimilikinya.


Qiu Cu dan dua dewan lain terkejut melihat masalah yang telah membuat mereka pusing selama dua hari terakhir ini selesai dalam sekejap saja.


Dengan sikap yang lebih bersahabat dan lebih hormat, Qiu Cu membawa Mu Lian dan Mu Haocun ke pasien-pasien selanjutnya.


Yang membuat Dongfang Xing, Qiu Cu dan dua dewan lain lebih terkejut lagi adalah ketika mereka membawa Mu Lian dan Mu Haocun ke pasien yang memiliki gejala sangat parah, Mu Haocun menyerahkan proses purifikasi kepada Mu Lian, yang dilakukan Mu Lian dengan sangat baik.


Asap hitam yang memenuhi seluruh ruangan pasien dengan gejala sangat parah menghilang tanpa bekas. Luka-luka yang terinfeksi karena asap hitam itu pun mulai menunjukkan proses penyembuhan.


Sebelumnya, pasien itu telah diberikan pil kehidupan, pil internal, sampai pil raga, namun proses penyembuhan dihambat oleh aura abyssal yang telah meracuni sistem tubuh sang pasien.


Membuat luka-luka pasien semakin memburuk apalagi dengan sifat korosif yang dimiliki aura abyssal.


"Huhu, terimakasih, terimakasih!" kata si pasien. Dia sudah tidak tidur semalaman karena derita yang diakibatkan oleh luka luar serta luka dalam.


Hanya dengan mengerahkan energi spiritualnya untuk mengaktifkan beberapa kertas mantera, Mu Lian berhasil melakukan purifikasi.


Qiu Cu maupun Dongfang Xing menganggap bahwa Mu Lian hanya datang untuk menemani Mu Haocun sebagai murid yang sedang belajar bagaimana caranya melakukan purifikasi.


Kain putih yang menutupi kepala Mu Lian menyerupai dengan kain yang menutupi kepala Mu Haocun sehingga Qiu Cu dan Dongfang Xing menganggap Mu Lian adalah murid Mu Haocun. Begitu pula yang diperkirakan dengan dua dewan yang lain.

__ADS_1


Namun ternyata Mu Lian bukan hanya seorang murid magang yang sedang belajar di bawah Mu Haocun melainkan murid jenius yang memiliki energi spiritual yang tak kalah hebat dengan gurunya.


Keberadaan mereka mampu mengguncang dunia kultivator. Siapa sebenarnya guru dan murid pengelana ini pikir Qiu Cu.


__ADS_2