
Mu Lian bingung karena akhir-akhir ini Xiaobai selalu saja menangis sepulang dari tempat Bei Huaiwei. Apalagi setelah bicara empat mata dengan Wei Cheng. Ditanya berapa kalipun Xiaobai tetap bungkam.
Akhirnya Mu Lian tahu sebabnya. Wei Cheng terlalu antusias mengambil Xiaobai sebagai muridnya, malah terlalu asik untuk menjahili muridnya tersebut.
Mu Lian sampai turun tangan memberi Wei Cheng pelajaran agar Wei Cheng mengingat tujuan awalnya mengambil Xiaobai sebagai muridnya.
Namun Mu Lian baru bisa membalaskan dendam untuk Xiaobai setelah satu bulan kemudian karena mendengar kabar ada beberapa wanita yang hamil yang membutuhkan bantuannya, membutuhkan naungan Gerobak Ajaib agar janin mereka selamat.
Pemindahan wanita-wanita tersebut berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Menentukan tempatnya, menentukan apa saja yang dibutuhkan dan lain sebagainya.
Meimei yang sudah lepas masa kritis kini bisa menikmati masa kehamilannya dengan tenang. Kadang Meimei terlihat berjalan-jalan di sekitar kediamannya dan terkadang menengok wanita-wanita yang hamil itu.
Anak-anak belajar dan berkegiatan dengan hati lapang setelah memastikan Meimei baik-baik saja. Bahkan mereka terlihat semakin rajin apalagi setelah mengetahui adik kecil mereka akan datang sekitar 4 bulan lagi.
Pagi itu, anak-anak tak kalah semangat seperti biasanya. Mereka semaki cerdas dan haus dengan pengetahuan. Mata mereka berbinar penuh dengan wawasan.
Hasil yang ingin Mu Lian lihat setelah hampir dua tahun melihat perkembangan mereka. Beberapa anak menunjukkan perkembangan kultivasi yang pesat.
Beberapa lagi sama seperti dirinya, memiliki energi spiritual yang kuat. Ada yang menunjukkan perkembangan mental yang kuat juga sama seperti Xiaoxiao yang kini menjadi Ahli Array. Kemampuan geometris mereka juga diatas rata-rata.
Ada segelintir anak yang menurut Mu Lian unik. Mereka seperti bersatu dengan alam. Berdenyut dengan frekuensi mereka masing-masing. Bau mereka berbeda dengan semua tumbuhan yang pernah Mu Lian cium.
Mu Haocun berkata bahwa anak-anak itu kemungkinan besar memiliki bakat sebagai Ahli Metalurgi.
Ahli Metalurgi memang diharuskan beresonansi dengan mineral yang tepat agar dapat memberi 'napas kehidupan' kepada sebuah metal.
Mu Lian sangat antusias mendengar bidang yang sangat misterius itu. Sama misteriusnya dengan Ahli Alkimia.
"Kakek, anggota dewan merupakan pemegang kekuasaan tertinggi di dunia bawah ini kalau mereka ada yang membelot, siapa yang akan menghukum mereka?" tanya Xiaoleng.
Hari ini Mu Haocun sedang membahas tatanan dunia bawah. Didominasi dengan makhluk-makhluk penjaga, di Bumi dikenal dengan 12 zodiak. Kekuatan mereka sama rata, tidak ada yang lebih lemah tidak ada yang lebih kuat.
"Jauh sebelum penciptaan dunia, makhluk penjaga terikat dengan perjanjian lama. Dimana ikrar mereka akan menghukum mereka sendiri jika mereka tidak melaksanakan kewajiban mereka," jawab Mu Haocun.
"Kakek, kewajiban semua makhluk penjaga adalah menjaga dunia ini dari apa yang ada dibalik penghalang dimensi kan? Apa sebenarnya yang ada dibalik pengahalang dimensi?" tanya Xiaohan.
Mu Haocun diam sejenak. Matanya menyapu semua yang ada disana kemudian mulai bercerita, "Kalian tahu, dunia ini penuh keajaiban. Kekuatan yang sangat besar sangat mudah didapatkan bagi yang memiliki kemauan dan mengorbankan sesuatu yang berharga.
Namun dengan kekuatan besar mendatangkan tanggung jawab yang besar juga. Bagi pemegang kekuatan, mereka harus melakukan sesuatu yang pantas dengan kekuatannya itu..."
Semuanya diam. Sudah terbiasa dengan jawaban Mu Haocun yang disingkat, terkadang mendapat jawaban yang dipenuhi teka-teki.
Biarlah waktu yang mengungkapkan katanya. Dan anak-anak hanya bisa menurut dan mempelajari apa yang mereka bisa terlebih dahulu.
Sorenya, anak-anak sudah beristirahat di kediaman mereka. Sudah menguras otak serta tenaga di pelajaran terakhir mereka, kultivasi dan memperkuat fisik.
Mu Lian merawat wanita-wanita yang memasuki 2 bulan kehamilan mereka, belum terlihat tanda-tanda kobaran segera beraksi.
Kalau kelima wanita itu mengalami kobaran secara bersamaan, Mu Lian yakin dirinya pasti sudah pingsan bahkan sebelum sempat membantu satu diantaranya menahan kobaran yang sedang menginfeksi.
Maka dari itu, Mu Lian menghabiskan waktu istirahat sorenya bersama Mu Haocun untuk mencari cara agar tidak ada dari kedua belah pihak (yang membantu dan yang dibantu) menjadi korban.
"Astaga bagaimana ini...." gumam Mu Lian. Mu Haocun menghela napas dengan kencang. Masa depan terlihat suram, bagi tiga dari kelima wanita itu.
__ADS_1
Hanya ada dua orang yang dapat membantu mereka. Namun jujur, Mu Haocun tidak mampu lagi menahan kobaran sendirian sehingga satu orang harus dibantu oleh Mu Lian dan Mu Haocun.
"Lian'er. Kalau kakek harus memilih, kakek akan memilihmu. Kita hanya manusia tidak bisa menyelamatkan semuanya," kata Mu Haocun tegas.
Mu Lian mengangguk. Mu Lian tahu itu. Bahkan ketika dirinya mengajak kelima wanita itu untuk pindah ke dalam gerobak, kelima wanita itu hanya mengiyakan Mu Lian untuk menghormati keputusan Mu Lian saja.
Mereka sudah merasakan pahit kehidupan di Gua Sejati bersama-sama jadi sudah menganggap Mu Lian sebagai adik junior mereka.
Kehamilan seorang kultivator adalah event yang memang lebih dekat kearah kematian dari pada merayakan lahirnya kehidupan baru jadi kelima wanita itu tidak menyalahkan siapapun.
"Bagaimana Xiaobai?" kata Mu Haocun. Hari ini sepertinya anak itu pulang terlambat.
"Dia sudah belajar dibawah didikan senior Wei, maksudku sudah berjalan normal," kata Mu Lian.
Sempat Mu Lian melihat Xiaobai pulang dengan menangis lagi namun setelah Mu Lian mengancam Wei Cheng untuk melemparnya lagi ke dalam sumur waktu, Xiaobaipun tidak pernah menangis lagi.
Setelah makan malam, tepatnya diluar ketika Mu Lian berjalan bersama Xu bersaudara, Xiaobai tiba-tiba muncul. Xiaobai yang kini tubuhnya tidak muat dikepala Mu Lian terpaksa memarkirkan dirinya di dalam dekapan Mu Lian.
"Ho? Bola bulu ini semakin sering bermain tanpa dirimu ya? Ckck, awas jangan sampai lupa siapa yang membesarkanmu!" goda Xu Jing sambil menusuk-nusuk Xiaobai. Xiaobai menggeram.
Setelah Xiaobai belajar bersuara, Xu Jing semakin suka menggodanya. Dan semakin rumit pula lah hubungan cinta dan benci antara Xiaobai dan Xu Jing ini.
Mu Lian menggeleng. Mereka sedang membicarakan rencana tim eksplorasi sebelum Xiaobai muncul.
"Jadi bagaimana?" desak Mu Lian.
"Eksplorasi? Akan diadakan lagi dalam waku dekat. Kami terpaksa karena persediaan sudah habis. Oh iya, Lian'er, Paman kami menitipkan pesan agar jangan memaksakan diri," kata Xu Ke.
"Paman Jing benar. Maksudku, aku tahu kau cukup dekat dengan Kong jie dan Wen jie...tapi kumohon demi kebaikan dirimu. Mereka juga bakal sedih kalau kau terluka," bujuk Xu Jing dengan mata memelas.
Mu Lian mengangguk membalas sapaan orang-orang tersebut. Mu Lian, Xu Jing dan Xu Ke melewati beberapa rumah pohon sebelum akhirnya tiba di rumah pohon milik mereka.
Tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Penerangan padam, serangga-serangga mirip kunang-kunang belum terlihat dilepaskan ke sepenjuru rumah.
"Kemana Kakek Yi, Zhi ge dan Ah Zhou?" kata Mu Lian heran. Sebulan belakangan ketiganya selalu pulang sangat larut. Mu Lian tidak pernah bertemu dengan ketiganya di dalam rentang waktu kunjungannya ke rumah pohon Xu bersaudara.
"Mereka sepertinya menemukan sesuatu. Tapi belum bisa memastikannya sehingga belum mengatakan apa-apa pada kami," kata Xu Ke.
"Mencurigakan! Sangat mencurigakan! Mereka sembunyi-sembunyi pergi dan pulang di saat kami lengah!" kata Xu Jing menggeleng.
"Mereka pasti akan menceritakannya pada kita pada waktu yang tepat," kata Mu Lian meyakinkan.
Mu Lian menghabiskan waktu dirumah Xu bersaudara selama satu jam. Selama di rumah pohon, Xu Jing berbincang sambil terus menggoda Xiaobai dan Xiaobai terus berusaha menghindari keusilan Xu jing.
Pada akhirnya Xiaobai menghilang entah kemana dan muncul kembali ketika Mu Lian berjalan pulang ke gerobak.
"Bagaimana latihan hari ini?" tanya Mu Lian berbasa basi karena tahu semua latihan Xiaobai tidak boleh diceritakan kepada satu pun manusia.
"Lancar. Aku cukup tertarik dengan latihan hari ini karena cukup sulit," jawab Xiaobai merangkum latihannya hari itu dengan kesal.
Xiaobai menjelaskan bahwa setelah melewati latihan hari ini, akan ada satu latihan tambahan yang memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi namun ketika Xiaobai berhasil menyelesaikan latihan tersebut kekuatannya akan meningkat berkali-kali lebih lipat.
"Apa Senior Wei usil lagi?" kata Mu Lian penasaran.
__ADS_1
"Hmmph! Mana bisa kakek tua bangka itu tidak mengusiliku!" kata Xiaobai sambil loncat-loncat dengan kesal.
Meski begitu, Wei Cheng sepertinya masih bercanda dalam batas wajar apalagi Xiaobai tidak menangis. Mu Lian pun membiarkan hal tersebut lewat dan menyemangati Xiaobai agar latihannya lancar.
Yang kini memenuhi pikiran Mu Lian adalah kelima wanita hamil yang nyawanya dalam taruhan.
Belum lagi Mu Lian menyadari bahwa Master Yi, Meng Zhi dan Ling Zizhou menemukan sesuatu dan sesuatu yang menarik perhatian ketiganya bisa jadi hal yang baik atau juga hal yang buruk.
Sayangnya, tidak ada kabar dari ketiganya selama 2 bulan ke depan. Mu Lian tidak pernah bertemu dengan mereka satu kalipun.
Tim eksplorasi kini sudah berlangsung normal dengan keamanan ekstra dan perubahan besar-besaran pada anggota-anggotanya. Tim pertama sudah berangkat semenjak satu bulan yang lalu.
Klan yang berisikan makhluk legenda dan makhluk penjaga akan bergabung dengan klan manusia dengan rasio 1:2. Kini, tim eksplorasi lebih banyak dari klan manusianya.
Saat ini semuanya belum tahu apa tujuan sekte aliran sesat menculik makhluk legenda dan makhluk penjaga.
Semuanya sepakat untuk lebih waspada dan melindungi makhluk legenda serta makhluk penjaga karena kekuatan tempur paling kuat kelompok mereka berasal dari kedua ras ini.
Xu Jing dan ketua dari ras tersebut sempat protes karena merasa tidak enak harus dilindungi. Harusnya mereka yang memiliki kewajiban untuk melindungi apalagi dengan kekuatan paling besar.
Namun pada akhirnya yang lain berhasil meyakinkan Xu Jing dan yang lain untuk mau bekerja sama sementara waktu ini.
Mu Lian melihat dengan jelas suasana tidak sepanas satu bulan yang lalu ketika Xu Jing masih belum mau menyetujui keputusan tersebut. Kini suasana lebih damai namun tetap ada ketegangan karena ekplorasi berlangsung kembali.
Kematian akan selalu menyertai mereka, lebih dekat dari yang biasanya ketika sedang eksplorasi. Namun Mu Lian tidak tinggal diam, Mu Lian semakin rajin membuat pil yang dibutuhkan saat ini.
Apalagi setelah melihat evolusi tanaman herbal selama satu tahun belakangan. Tanaman-tanaman itu menjadi lebih cepat berkembang biak, menjadi lebih tahan dalam kondisi apapun dan khasiatnya berkali-kali lipat lebih bagus.
Mu Lian dan Mu Haocun sempat melakukan penelitian juga selama beberapa minggu untuk menentukan komposisi yang tepat dalam menuliskan revisi resep pil yang sudah terstandardisasi.
Kalian terkejut kenapa penelitian berhasil hanya dalam beberapa minggu saja? Itu disebabkan oleh kecintaan Mu Lian dan Mu Haocun terhadap tanaman herbal.
Semenjak datang ke Gua Suci, mereka menuliskan data-data baru mengenai tumbuhan hal sekecil apapun. Fisiknya, rasanya, ada keunikan tersendiri di setiap tumbuhan.
Bahkan setelah terperangkap di dalam Gua Sejati pun Mu Lian dan Mu Haocun menulis tanpa kenal lelah. Data-data tersebut terakumulasi selama satu tahun atau bahkan lebih.
Kemudian Mu Lian dan Mu Haocun tinggal membaca skimming data-data tersebut dan menghitung menggunakan rumus Alkimia yang sudah ada. Selesai.
Seperti yang sudah dikatakan beratus-ratus kali, yang membuat pusing Mu Lian sampai waktu tidur Mu Lian berkurang adalah wanita-wanita hamil itu.
Memang kelimanya masih terlihat sehat. Itu karena mereka belum mengalami kobaran. Mungkin sebentar lagi waktunya akan tiba. Dan Mu Lian yang menghitung hari, semakin gelisah.
Kegelisahannya memuncak ketika menemukan Master Yi dan Meng Zhi sedang melacak sekte aliran sesat. Hal tersebut disampaikan Ling Zizhou suatu hari ketika Mu Lian mengunjungi rumah pohon Xu bersaudara.
Padahal satu bulan lagi anak kembar Meng Zhi lahir ke dunia ini. Benar, kembar! Mu Lian merasakan denyutan energi spiritual yang cukup kuat ketika berada dekat dengan Meimei.
Awalnya Mu Lian salah mengira bahwa itu milik seorang anak saja namun Mu Haocun mengatakan bahwa itu milik dua anak.
"Luar basa! Aku punya adik kembar! HAHAHA" Ling Zizhou tertawa seperti orang gila.
"Makanya aku berusaha menghubungi kalian lewat gondola ajaib tapi kalian sendiri tidak mengeluarkan gondola, mana bisa nyambung!" kata Mu Lian menggeleng.
"OH! Kalian harus tahu ini! Gila! Aku juga tidak menyangka orang-orang br*ngs*k itu sampai melakukan ini!" kata Ling Zizhou sambil pura-pura meludahi orang sekte aliran sesat.
__ADS_1
"Jadi, kami pergi ke..." Ling Zizhou mulai menceritakan apa yang ditemukannya 3 bulan yang lalu.