Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Tidak adil


__ADS_3

"Siapa saja, kalian mendengarku? Kenapa Xiaohan, Xiaoqiu dan Zhi ge berterbangan di langit?"


Ketika suara Mu Lian terdengar melalui alat komunikasi, lapisan pelindung tiba-tiba muncul dan mengisolasi Ling Zizhou, Xiaobao, Xiaohua, Xiaoleng dan Xiaojia dari daya isap yang disebabkan oleh makhluk raksasa.


Ling Zizhou yang awalnya sedang memegangi keempat anak tersebut agar tidak terisap keluar gerobak pun segera menjawab Mu Lian.


"Gila! @$$@^$@^, ada suara yang sangat kencang hingga membuat kami tidak bisa apa-apa lalu ada anging, tidak, tiba-tiba ada sesuatu yang mengisap kami!" kata Ling Zizhou.


Ling Zizhou menceritakan bahwa mereka sedang menunggu spirit beast yang sedang mengintai mereka dari balik pepohonan.


Sebelum spirit beast itu bisa melancarkan serangannya, suara seorang pria membuat siapa saja yang mendengar mematung di tempat masing-masing.


Rasanya seperti ada yang memegang kaki mereka, menekan tubuh mereka agar tetap di tempat. Kalau Meng Zhi tidak melindungi mereka dengan perisai tak kasat mata, mungkin saja anak-anak sudah tidak sadarkan diri.


Ketika semua benda disekitar mereka mulai melayang, Ling Zizhou baru pulih dan terlambat bereaksi. Anak-anak mulai kehilangan tumpuan dan melayang beberapa meter dari tanah.


Meng Zhi hanya bisa menyelamatkan Xiaobao, Xiaohua, Xiaoleng dan Xiaojia dan melempar keempat anak itu bersama Ling Zizhou ke dalam gerobak.


Ling Zizhou hanya bisa memegangi keempat anak itu karena daya isap terasa semakin kuat, bahkan Meng Zhi pun terbawa tanpa bisa melawan!


"Lian jie! Tolong Xiaohan, Xiaoqiu dan Zhi ge!" kata Xiaobao dan Xiaoleng bersamaan. Xiaohua dan Xiaojia masih terdiam karena masih syok setelah mengalami peristiwa itu.


Teringat jelas saat Meng Zhi melempar mereka dan menghilang dari pandangan mereka dengan cepat menghilang ditelan tanah, bebatuan serta pepohonan.


Ketika tidak ada jawaban dari sisi Mu Lian, Ling Zizhou mendengar suara Mu Haocun, "Lian'er, apa kau baik-baik saja? Kenapa nak?"


Mu Lian tidak menjawab dalam waktu lama dan hanya bisa mengernyit. Wajahnya memucat setiap menit. Mu Haocun dan Ling Zizhou tidak tahu apa yang dirasakan Mu Lian saat ini.


Rasanya seluruh tubuhnya terbentur benda tumpul dengan keras! Tubuh Mu Lian gemetar karena selain menahan sakit, dia juga harus menahan agar lapisan pelindung yang mengisolasi gerobak dari lingkungan luar tidak hancur.


"Lian'er? Halo?" suara Ling Zizhou terdengar dari seberang.


Mu Haocun lompat ke sisi Mu Lian dan berdiri di kendali mengambang juga. Tidak ada aturan bahwa hanya satu orang saja yang bisa mengendalikan gerobak dalam satu waktu.


Jadi ketika Mu Haocun ikut berdiri di tengah kendali, kedatangan Mu Haocun yang tiba-tiba tidak menganggu Mu Lian mengoperasikan gerobak.


"Ah Zhou, saat ini Lian'er tidak bisa bicara denganmu. Dia sedang berkonsentrasi mengendalikan gerobak," kata Mu Haocun tidak mau membuat Ling Zizhou khawatir.


Mu Haocun mencari tahu apa yang menyebabkan Mu Lian tiba-tiba diam seribu bahasa dengan wajah pusat.


Melalui Cermin Langit, Mu Hacoun melihat banyak benda-benda yang membentur badan gerobak. Batu besar, ikan aneh, spirit beast, manusia. Keadaan diluar sana sungguh kacau. kelihatannya seperti adonan yang sedang diaduk rata.

__ADS_1


Mu Haocun melihat kadang pemandangan berputar kadang stabil, Mu Lian berusaha menjaga gerobak tetap stabil ditengah kekacauan itu.


Kalau tidak, gerobak bisa terpelanting kesana kemari dan Mu Lian akan merasakan sakit yang lebih dari yang dirasakannya saat ini.


"Ah, baiklah. Kakek tua, apa yang harus kita lakukan?" kata Ling Zizhou tidak berdaya. Seumur hidupnya, Ling Zizhou tidak pernah merasa ingin bertambah kuat seperti saat ini.


"Suruh anak-anak masuk dulu, dan biarkan mereka menyampaikan kondisi diluar kepada Mei'er. Kau, tetap disana sampai Mei'er datang," kata Mu Haocun.


Mendengar ucapan Mu Haocun, Ling Zizhou sedikit curiga. Namun Ling ZIzhou tidak mengatakan apapun sampai sosok ana-anak menghilang di balik pintu dan pintu terkunci rapat.


"Kakek tua, bicara padaku. Apa yang terjadi pada Lian'er," kata Ling Zizhou. Meski Ling Zizhou bersumbu pendek dan selalu mengambil tindakan secara impulsif, Ling Zizhou bisa merasakan ada yang tidak beres terhadap diamnya Mu Lian.


Mu Haocun melihat Mu Lian memberinya tatapan agar tidak berbicara apa-apa kepada Ling Zizhou namun tetap memberitahu Ling Zizhou apa yang terjadi.


"Kakek tua, tolong Lian'er! Atau begini saja, aku akan keluar dan menghadang semua yang mendekati gerobak," kata Ling Zizhou dengan panik.


"Jangan gegabah. Kau tidak akan percaya betapa kacaunya keadaan diluar sana. Kalau terjadi sesuatu padamu, Ah Yi pasti akan mengamuk," kata Mu Haocun kemudian menjelaskan pemandangan yang dilihatnya melalui Cermin Langit.


Mereka sedang berada di dalam pusat badai. Berbeda dengan di dalam mata tornado yang tenang, semakin mendekati pusat, pusaran semakin kentara.


Hanya kultivator setingkat Meng Zhi yang bisa selamat dengan luka ringan. Namun berbeda halnya jika Meng Zhi harus melindungi 2 orang selain dirinya sendiri.


Semuanya bermula ketika Meng Zhi, Xiaohan dan Xiaoqiu posisinya sudah sangat jauh dari gerobak. Ketiganya teraduk bersama tanah, batu, dan makhluk-makhluk yang hidup di Gua Suci.


Tak lama sebelum akhirnya Meng Zhi bisa mengidentifikasi manusia-manusia yang berterbangan tak jauh darinya.


"Ah!"


"Senior!"


"Junior! Tetap disana, aku akan datang untukmu!"


Keadaan kacau sekali, teriakan orang-orang terdengar sana-sini. Bahkan Xiaohan, yang memiliki energi paling banyak diantara anak-anak yang lain, diam seribu bahasa karena teringat dengan kejadian di kampung halamannya.


"Xiaohan, lihat aku! Kau baik-baik saja! Kau berada di Gua Suci, bersamaku dan yang lain! Kita sedang mencari harta karun, ingat?" kata Meng Zhi menyadarkan Xiaohan dari kondisi anehnya.


Xiaohan yang tersadar, melihat ke sekelilingnya. Wajahnya seperti orang yang baru bangun dari tidur panjang.


"Yo, Xiohan, disaat seperti ini kau masih sempat-sempatnya tertidur. Lihat, kita sedang terbang!" seru Xiaoqiu menunjuk keluar lapisan tipis yang mengisolasi mereka dai luar sehingga ketiganya bisa duduk dengan tenang.


Badai dalam hati Xiaohan telah berlalu, tentu saja yang datang belakangan adalah energi yang tak kalah besarnya dari Xiaoqiu.

__ADS_1


"Wah! Kenapa kita bisa duduk dengan tenang sementara orang-orang itu terpental kesana-kemari?" kata Xiaohan penasaran. Setelah sempat terhenti sesaat kini otak banyak akalnya berjalan kembali seperti sedia kala.


Saat itu Meng Zhi membuat perisai, yang berasal dari chi milikinya. Meng Zhi tidak merasakan apa yang dirasakan Mu Lian karena lapisan yang melindungi gerobak sebenarnya bagian dari gerobak itu juga, masih terhubung dengan Mu Lian.


Sedangkan baik itu perisai maupun serangan yang terbuat dari chi, memiliki kekuatan yang sangat besar.


Efek samping yang dirasakannya mungkin setelah seseorang menggunakan chi yang sudah dikumpulkannya dalam dantian sampai habis, orang tersebut memiliki gejala yang sama seperti penderita anemia.


Melihat Xiaohan yang kembali normal, meng Zhi bernapas lega. Dia kemudian menjelaskan mengenai pemanfaatan chi untuk seorang kultivator.


Xiaohan dan Xiaoqiu memiliki minat yang tinggi terhadap ilmu bela diri, sama halnya dengan Xiaoleng dan Xiaojia.


Namun mereka barus belajar dasarnya saja, belum sampai bagaimana memanfaatkan chi untuk memperkuat senjata dengan kesadaran ataupun untuk membuat perisai.


"Eh, bukannya mereka paman-paman yang sering barter dengan kita?" kata Xiaohan menunjuk ke satu arah.


"Lihat, lihat! Itu Xu Jing gege!" kata Xiaoqiu menarik-narik ujung lengan pakaian Meng Zhi.


Meng Zhi melihat orang-orang yang dimaksud Xiaohan dan Xiaoqiu dan segera bertindak tanpa berpikir panjang. Mereka adalah sumber pemasukan, maksudnya klien paling berharga.


Meng Zhi mengerahkan perisai yang menyerupai gelembung itu ke arah kelompok Xu Jing, yang paling dekat dengan mereka. Bukan jaraknya melainkan kenalan yang paling dekat dengan mereka.


Jaraknya malahan lebih jauh daripada beberapa kenalan yang juga sering melakukan barter dengan Mu Lian. Mungkin Xu Jing adalah klien pertama Mu Lian, Meng Zhi jadi mengutamakan keselamatannya.


"Hei! Hei, tolong junior-junior kami!" kata seorang gadis berteriak kepada Meng Zhi.


Gadis itu adalah anggota kelompok dari pria yang berada di pintu kematian namun sehat kembali setelah meminum pil kehidupan tingkat unggulan yang khusus dibuatkan oleh Mu Haocun.


"..."


Semua yang ada di dalam kelompok pria itu hanya diam dan tidak menyangka jika Meng Zhi hanya melewati mereka saja.


Si pria yang kini hanya memiliki satu mata melihat kemana perginya Meng Zhi dan mendapati bahwa Meng Zhi pergi ke arah kelompok Xu Jing.


"Kenapa kelompok pria itu lebih dimanja sih? Tidak adil..." gumam pria bermata satu. Baik sikap maupun jumlah pil yang boleh dibeli berbeda jauh dengan kelompoknya sendiri.


Pria itu tidak tahu kalau sebenarnya kelompok Xu Jing lah klien pertama Mu Lian dan Xu Jing juga yang merekomendasikan kelompok pria itu.


Xiaohan melihat ekspresi pria bermata satu dan tidak bisa menahan tawanya, "Lihat paman itu, tatapannya seperti anak yang ditelantarkan,"


"Apa nanti kita akan kembali untuk paman itu?" tanya Xiaoqiu. Xiaoqiu menyukai paman yang ceroboh dan agak tulalit itu. Setiap hari Xiaoqiu tidak pernah bosan mengamati perubahan ekspresi paman bermata satu itu.

__ADS_1


__ADS_2