
"Tidak ada. Kami hanya mendapat kabar bahwa mungkin perawatan gerobak akan lebih lama dari perkiraan," kata Meng Zhi kembali duduk di depan orang-orang dari Lereng Kaca.
Ling Zizhou duduk disebelah dengan tatapan tajamnya. Membuat usaha pihak Lereng Kaca mencairkan suasana sia-sia.
Pria yang nampaknya memiliki pangkat cukup tinggi hingga dua orang yang berdiri dibelakangnya tidak berani duduk bersama, menjadi juru bicara dan menyampaikan maksud mereka datang menemui Meng Zhi dan Ling Zizhou.
"Ketua rumah lelang, Lereng Kaca, menyampaikan hormat kepada ahli Alkimia Gerobak Ajaib. Ketua kami memuji 'keberanian' beliau menjual pil dengan bebas disini," kata pria itu tersenyum sinis kemudian melanjutkan
"Keberaniannya membuat kami bertanya-tanya apakah beliau baik-baik saja? Maksudku, sayang sekali bukan, dengan bakatnya yang luar biasa, ada 'kelainan' dengan cara pikirnya,"
Belum beberapa menit berlalu, pihak Lereng Kaca sudah menyerang dengan kata-kata. Mereka menyindir secara halus dan mempertanyakan kewarasan pihak Gerobak Ajaib.
Entah pihak Gerobak Ajaib tidak takut dengan orang-orang kuat yang bisa menekan mereka atau pura-pura tidak tahu.
"B****T! Beraninya kau menghina Li-"
"Terimakasih atas pujiannya. Tolong sampaikan kepada ketua kalian bahwa tidak perlu mencampuri urusan kami. Lagipula mau ada yang menekan kami atau tidak, dimata kami mereka seperti anak kucing yang imut," potong Meng Zhi sebelum Ling Zizhou membeberkan nama seseorang.
Pihak Lereng Kaca mengeluarkan ekspresi lucu. Wajahnya seperti sedang mengalami sakit perut dan sedang menahan buang angin.
Meng Zhi mengatakan bahwa usaha orang-orang mengancam Gerobak Ajaib sia-sia. Rasanya seperti anak kucing mencakar harimau atau singa, terasa seperti digelitik.
Ling Zizhou tersenyum puas melihat ekspresi orang-orang Lereng Kaca yang seperti menelan t**i itu.
"Kalau kalian datang kesini hanya untuk mengancam kami, maaf kami sangat sibuk dan tidak bisa melayani kalian. Silahkan, pintu keluar ada disana," kata Meng Zhi menunjuk pintu kamar.
Dua orang yang berdiri di belakang pria paruh baya segera mengambil ancang-ancang untuk mengeluarkan senjata dari sarung mereka.
Ling Zizhou memutar kedua bola matanya melihat drama yang ada di depannya. Pemuda itu bersandar ke kursi karena bosan dengan drama yang sama jika pihak lawan 'sedikit' dihina.
Sumbu mereka sangat pendek sehingga membutakan mereka dan menyerang orang yang berpuluh-puluh lipat lebih kuat dari mereka.
Meng Zhi memahami apa yang sedang dipikirkan Ling Zizhou. Terkait sumbu siapa yang lebih pendek...Meng Zhi hanya menahan helaan napasnya yang nyaris kabur dari bibirnya.
"Kami kemari untuk memberikan undangan kepada Gerobak Ajaib. Khususnya ahli ALkimia Gerobak Ajaib. Ketua kami mengundang beliau untuk mengunjungi Lereng Kaca," kata pria itu sambil menyerahkan benda berbentuk persegi panjang.
Warna benda tersebut persis langit di saat matahari terbenam. Permukaannya yang halus sekaligus keras menunjukkan bahwa benda tersebut terbuat dari giok.
Meng Zhi menerima undangan dengan kualitas tinggi tersebut. Bahan giok dapat dikatakan sebagai media tulis dengan kualitas paling tinggi karena cara membaca media tersebut adalah dengan mengerahkan indera spiritual.
Di dunia bawah baik itu resep masakan, resep obat racik, peta, referensi, semuanya ditulis pada kertas. Kemudian untuk referensi baik itu pengetahuan umum atau khusus, dibuat menjadi buku.
Lereng kaca memberikan undangan yang terbuat dari giok menunjukkan ahwa mereka memiliki hubungan dengan dunia diatasnya. Entah itu Zhongjian atau Langit Agung.
Pantas saja Lereng Kaca tidak memiliki perasaan takut kalau-kalau menyinggung pihak yang ternyata memiliki kekuatan diatas mereka. Sikap mereka begitu bebas, mungkin berpikir akan diselamatkan oleh orang-orang yang melindungi mereka.
Meng Zhi mengingat peringatan terakhir Tuan Xiaoman sebelum menjadi makhluk abyssal sepenuhnya, jangan percaya kepada orang-orang Zhongjian atau pun Langit Agung.
Meng Zhi menyimpan undangan tersebut ke dalam kantung dimensional karena ditujukan kepada Mu Lian, bukan dirinya.
Mungkin Meng Zhi akan meminta Mu Haocun memeriksa apakah ada sesuatu yang aneh pada undangan itu sebelum diserahkan kepada Mu Lian.
Namun Meng Zhi tidak akan dengan patuh segera menyerahkan undangan tersebut kepada Mu Lian karena tujuannya dari awal sudah sangat jelas, menginterogasi ketua Lereng Kaca.
Yah, setelah menghiraukan langkah yang harus diambil, kesimpulannya mereka harus menemui ketua Lereng Kaca dan menginterogasi oknum yang ada di dunia Zhongjian atau Langit Agung.
Memang tidak akan langsung mendapatkan nama, Meng Zhi berharap setidaknya mereka mendapat sedikit petunjuk.
"Ada prosedur yang harus kalian jalani untuk bertemu dengan ketua kami," kata Meng Zhi tersenyum dingin.
__ADS_1
Pria yang duduk di kursi mengepalkan kedua tangannya. Yang mengundang adalah Lereng Kaca namun Lereng Kaca yang harus mengikuti prosedur agar bisa bertemu dengan ketua Gerobak Ajaib?!
Rasanya sangat salah, umpamanya seperti tamu yang mempersilahkan tuan rumah untuk duduk padahal itu rumah milik tuan rumah.
"Prosedur apakah itu?" kata pria paruh baya setelah lama diam.
"Kami harus memastikan keamanan di lokasi tempat bertemu," kata Meng Zhi sambil memborbardir juru bicara Lereng Kaca dengan pertanyaan seperti dimana Lereng Kaca berada, tingkat kriminalitas disana, penjaga Lereng Kaca ada berapa, dan lain sebagainya.
Pria itu kelabakan ketika mendengar pertanyaan-pertanyaan Meng Zhi dan menjawabnya dengan terburu-buru.
"Oh, aku dan adikku akan melihat-lihat lokasi pertemuan," tutup Meng Zhi kemudian segera mengusir perwakilan dari Lereng Kaca keluar kamar.
"Maaf, Zhi gege," kata Ling Zizhou setelah pintu tertutup. Gurunya selalu memukulnya karena mulut pemuda ini terlalu bebas, setiap berbicara tidak pernah difilter terlebih dahulu.
Padahal seorang kultivator harus mampu menjaga emosinya juga. Ling Zizhou yang tetap tidak bisa menahan emosi dari semenjak menjadi seorang kultivator, malah akan menjual orang yang penting baginya ke Lereng Kaca.
"Tidak masalah," kata Meng Zhi yang sudah sangat mengenal Ling Zizhou. Makanya dia buru-buru memotong Ling Zizhou.
"Apa kita akan kembali dulu, atau langsung ke Lereng Kaca?" kata Ling Zizhou. Kembali yang dimaksud Ling Zizhou adalah kembali ke gerobak dan memberi tahu informasi yang mereka dapatkan dari perwakilan Lereng Kaca tersebut.
"Kita langsung ke Lereng Kaca saja. Bukankah perjalanan kita berdua baru dimulai?" goda Meng Zhi.
Ling Zizhou dan Meng Zhi saling melempar senyum. Senyum penuh arti yang menandakan waktu bersenang-senang dimulai.
...
Ling Zizhou dan Meng Zhi dijemput pihak Lereng Kaca dua hari kemudian. Orang-orang yang menjemput mereka masih orang yang sama dengan yang kemarin.
Ling Zizhou dan Meng Zhi dijemput menggunakan tandu ajaib yang cukup besar. Logo Lereng Kaca pada sisi kanan dan kiri tandu ajaib menarik perhatian pejalan kaki yang berlalu lalang di ibu kota.
Ling Zizhou dan Meng Zhi dibawa keluar ibu kota, di perbatasan lebih tepatnya, dekat daerah titik balik. Dimana kawasan itu lebih sepi dibandingkan kawasan lainnya.
Tiba-tiba, udara kosong yang awalnya sunyi, nampak bergerak dan menunjukkan celah di baliknya yang lama kelamaan semakin lebar.
Rumput-rumput setinggi tulang kering itu terlindas pintu kaca namun tetap berdiri tegak, karakteristi setiap rumput di daerah sabana ini, memiliki daya hidup yang sangat lama dan cukup kuat menahan benturan.
Dua orang mengenakan pakaian seragam, pakaian putih dengan sulur berwarna merah, menghampiri si pria paruh baya untuk hormat sebelum akhirnya membawa tandu ajaib masuk ke pintu lain beberapa meter dari pintu yang dimasuki Ling Zizhou dan Meng Zhi.
"Rumah lelang dibangun mengikuti titik balik, tak kasat mata. Kami menggunakan array yang terbuat dari cermin. Array tersebut berfungsi untuk membuat rumah menjadi sangat besar dan luas," kata si pria paruh baya dengan bangga.
Meng Zhi menaikkan sebelah alisnya, tak menyangka jika pria itu bersikap seperti tour guide dan mulai menjelaskan fitur-fitur rumah lelang Lereng Kaca.
"Kami menerima barang mulai dari pil, senjata, alat ajaib, organ spirit beast, makhluk legenda ataupun manusia. Benar Lereng Kaca menyediakan transaksi baik itu transaksi biasa maupun transaksi gelap," kata pria paruh baya dengan senyum keji.
Ling Zizhou dan Meng Zhi berjalan melewati lorong penuh kaca, seperti yang dapat ditemukan pada wahana rumah cermin. Bayangan Ling Zizhou, Meng Zhi serta pihak Lereng Kaca nampak ikut melintas di cermin.
Ekspresi wajah Ling Zizhou dan Meng Zhi pada cermin tertangkap oleh pria paruh baya itu; marah, jijik dan lain sebagainya. Si pria paruh baya tersenyum puas namun tak berhenti bicara.
Sepertinya pihak Lereng Kaca sangat percaya diri kalau mereka tidak akan tertangkap setelah mengakui bahwa mereka melakukan transaksi gelap juga.
Sejujurnya, Meng Zhi pun tidak mampu memetakan rumah lelang ini semenjak dirinya masuk ke rumah lelang.
Karakteristik titik balik adalah menyerap chi disekitar, berbeda dengan karakteristik samudra yang menghasilkan chi. Maka dari itu, jarang sekali orang membangun kediaman di dekat titik balik.
Dan rumah lelang, yang mengikuti karakteristik titik balik, sedikit menyulitkan Meng Zhi. Kalau Meng Zhi tidak mengalirkan chi miliknya secara terus menerus ke seluruh titik akupunturnya, mungkin saja chi tersebut malah merembes keluar tubuh Meng Zhi.
Ling Zizhou yang berjalan disebelah Meng Zhi pun melakukan hal yang sama. Keduanya saling melempar tatap untuk berkomunikasi. Lebih tepatnya, komunikasi satu arah yang dilakukan oleh Meng Zhi.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka mereka membangun rumah lelang seperti ini. Jangan gegabah dan ikuti mereka saja dulu," kata Meng Zhi. Ling Zizhou mengangguk.
Ling Zizhou dan Meng Zhi diajak mengelilingi rumah lelang selama kurang lebih dua puluh menit. Sepanjang perjalanan, mereka tidak bertemu siapapun yang membuat Meng Zhi bertanya-tanya.
"Ah, semua staff sedang mempersiapkan lelang yang akan diselenggarakan malam hari, di gedung lain tentunya. Gedung ini khusus kami sediakan untuk menerima tamu kehormatan seperti kalian," kata si pria paruh baya menjelaskan.
"Oh? Mengapa anda tidak memberitahu kami bahwa ada lelang malam ini? Mungkin kami bisa ikut memeriahkan acara tersebut," kata Meng Zhi.
"Heh, kami memang berminat menjadi salah satu agen Gerobak Ajaib, tapi kami adalah orang yang menaati aturan. Dan aturan rumah lelang ini adalah barang yang akan ikut pelelangan setidaknya harus mendaftar satu hari sebelum acara dimulai," kata si pria paruh baya.
Ling Zizhou memutar kedua bola matanya ketika mendengar bahwa Lereng Kaca adalah orang-orang yang taat pada aturan.
"Apa kami boleh melihat acara lelang itu?" kata Meng Zhi.
"Itu ketua yang memutuskan, sekarang mari temui ketua dulu, beliau sudah menunggu," kata si pria paruh baya.
Jalan yang awalnya alami, hamparan rumput setinggi tulang kering, lama kelamaan menjadi lantai gua. Permukaannya sedikit licin dan lembab.
Meski begitu, pencahayaan sangat baik, entah darimana sumbernya namun satu cahaya itu dipantulkan oleh dinding-dinding cermin.
Ling Zizhou dan Meng Zhi dibawa menaiki anak-anak tangga yang terbuat dari batu. Mereka terus naik hingga tiba di suatu lantai. Dari sana, mereka dibawa menuju sebuah ruangan yang tersusun dari dinding cermin.
Meja dan kursi-kursi kayu dengan ukiran indah serta mewah diletakkan pada tengah ruangan. Ada seorang pria yang tengah duduk menikmati teh.
Aura yang dipancarkannya cukup kuat, Meng Zhi memperkirankan tingkat kultivasi pria itu di tingkat pembentukan pondasi, mungkin setengah langkah menuju pembentukan inti.
Satu lagi hal yang paling menonjol pada pria itu adalah tanduk naganya. Dan uniknya, pria itu malah memperlihatkan sisik berwarna kuning kecoklatannya.
Ada campuran warna hijau toska di beberapa sisiknya. Mata pria itu pun berwarna hijau toska dan rambutnya cenderung keperakan.
Campuran. Individu yang berada di tengah-tengah, bukan Dilong bukan juga Qinlong. Satu makhluk terhormat satunya lagi makhluk agung. Biasanya campuran dari kedua ras ini sulit mendapatkan tempat di masyarakat.
"Salam, aku Jun Mo. Senang bertemu dengan anda sekalian. Aku dengar, Gerobak Ajaib sedang masa perawatan. Apakah sudah mendapat penginapan? Kalau anda kurang puas dengan penginapan yang sekarang anda singgahi, kami akan membantu mencarikan yang lebih baik," kata Jun Mo.
"Salam, Ketua Jun Mo. Benar, mungkin kami harus menunggu kurang lebih tiga hari lagi hingga semua perawatan selesai. Boleh.
Tapi mungkin hanya aku dan adikku yang akan menerima tawaran Ketua Jun Mo karena ketua kami sedang menginap di kenalannya," kata Meng Zhi.
Jun Mo menaikkan sebelah alisnya. Kenalan ahli Alkimia, artinya orang itu memiliki kekuatan atau jabatan di dewan.
"Sayang sekali. Padahal kami sangat menantikan kedatangan beliau. Tapi, apa boleh buat. Bagaimana, apa anda sudah melihat-lihat sekilas rumah lelang ini?" kata Jun Mo.
"Aku terkesan dengan rumah lelang ini. Katanya, akan ada acara lelang malam ini? Boleh kami ikut melihat acara tersebut?" tanya Meng Zhi.
"Tentu saja! Aku akan menyediakan ruangan untuk anda beristirahat hingga acara dimulai," jawab Jun Mo.
Mini Teater
Meng Zhi: Jangan panggil aku senior, panggil aku Gege
Mu Haocun: Hei, orang yg usianya 200 tahun lebih tua daripada kami, bisa bisanya minta dipanggil Gege
Master Yi: Apa kau sudah pikun
Meimei: Pfft
Mu Lian & Ling Zizhou: -\_-
__ADS_1