Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Gondola Ajaib


__ADS_3

Setelah mengutarakan ada yang ingin disampaikan, Meng Zhi berjalan menuju Gedung Pertemuan Selatan tanpa menoleh ke belakang. Kejengkelan terpampang jelas di wajahnya.


Di bawah cahaya bulan, kolam di Gedung Pertemuan Selatan memancarkan cahaya persis seperti kunang-kunang.


Permukaannya yang tenang merefleksikan langit malam berhiaskan bulan. Pemandangan tersebut membuat Meng Zhi lebih tenang.


"Pertemuan barusan benar-benar kacau.Apalagi orang-orang itu, dibiarkan saja malah tambah ngelunjak," kata Men Zhi menghela napas panjang.


Meng Zhi menceritakan bahwa banyak sekali yang memprotes karena tidak mendapat kesempatan untuk membeli pil.


Dan ternyata setelah melalui diskusi panjang yang tidak ada solusinya, pihak-pihak yang 'merasa dirugikan' tersebut mengancam akan memberitahu kelompok lain yang tinggal cukup jauh dari sini.


Pihak yang memprotes Meng Zhi tersebut berhasil melakukan kontak dengan kelompok lain yang ternyata kekuatannya cukup besar.


Meng Zhi yang akhirnya tahu watak asli kelompok-kelompok tersebut memutuskan untuk memutuskan kontak dengan mereka dan tidak meladeni tuntutan mereka.


"Meski keputusan itu aku buat secara sembunyi-sembunyi dan murni baru secara sepihak tapi aku sudah menyampaikan maksudku ke Xu bersaudara dan Du Luhan. Bagaimana menurut kalian?" kata Meng Zhi.


"Aku setuju dengan Zhi ge," kata Mu Lian .


"Aku juga. Lagipula mereka itu tidak akan pernah puas, sekali kita memenuhi tuntutan mereka, pasti akan ada tuntutan yang lain lagi," kata Meimei.


"Kalau kau kesulitan mencari tempat untuk melakukan diskusi rahasia, gunakan ini," kata Mu Haocun.


Mu Haocun memberikan sebuah bros berbentuk bulat dan mencolok. Bros tersebut menyerupai medali yang terbuat dari tembaga.


Mu Haocun menjelaskan bahwa alat ajaib ini berfungsi untuk mengisolasi si pengguna alat ajaib tersebut dan orang-orang yang dibawanya dari lingkungan luar.


Semua yang berada dibawah lindungan alat ajaib ini akan bebas membahas sampai rahasia paling memalukan dalam hidup mereka tanpa takut bocor ke pihak luar.


Meng Zhi tinggal mencari waktu yang tepat untuk membahas rencana untuk memisahkan diri dari kelompok-kelompok itu saja.


Yang ternyata cukup membuat Meng Zhi pusing. Selama beberapa hari ke depan, Meng Zhi terus saja diikuti kemanapun Meng Zhi berada.


Kalau hanya Xu bersaudara tidak masalah, karena semakin lama menghabiskan waktu, Meng Zhi merasa bahwa kedua kaka beradik itu semakin menyenangkan.


Untungnya, ada Master Yi yang berhasil mengirimkan pesan melalui surat kepada klien-klien lama Mu Lian.


Selain mengupdate kabar masing-masing dan kondisi kelompok lain, klien-klien lama Mu Lian mengupdate kelompok baru yang dapat mereka percaya. Karena didunia ini tidak semua orang jahat.


Meski begitu, Meng Zhi tidak mau langsung percaya dan menyuruh klien-klien lama Mu Lian terus memantau kelompok-kelompok tersebut.


Sementara itu, semua orang di dalam gerobak beraktivitas seperti biasanya. Pagi mereka melakukan kelompok belajar, sore melakukan olah tubuh serta meningkatkan kultivasi dan malam beristirahat.


Tak hanya anak-anak saja yang melakukan aktivitas tersebut, Mu Lian pun melakukan hal yang sama. Perbedaannya, waktu sore Mu Lian gunakan untuk melatih manipulasi energi spiritual tingkat tingginya.


Mu Lian menatap tanah liat berwarna hitam yang ada dalam genggamannya dengan tatapan kompleks.


Akhir-akhir ini, bongkahan tanah liat yang terlihat tidak berdaya ditangannya ini sudah membuatnya mati kutu. Baru kali ini Mu Lian mengalami kesulitan untuk mempelajari sesuatu semenjak pindah ke dunia ini.


Mu Lian memang telah berhasil memecah energi spiritualnya menjadi bagian-bagian kecil, membentuk sulur-sulur tipis yang untuk mengendalikannya, sulitnya minta ampun.


Namun akhirnya Mu Lian mendapatkan trik yang tepat untuk mengendalikan bentuk energi spiritual tersebut.

__ADS_1


Dan berdasarkan penjelasan Mu Haocun. Mu Lian telah berhasil menyelesaikan tahap persiapan untuk memanipulasi energi spiritual tingkat tinggi.


Mu Lian hanya tinggal meneruskan saja perjuangannya tersebut. Suatu hari kerja kerasnya pasti akan membuahkan hasil.


Mengingat kata-kata tersebut, Mu Lian pun segera memulai latihannya. Menghiraukan semua kejadian yang terjadi di sekitarnya.


Termasuk teriakan lantang yang terdengar dari Pegunungan Barat Daya, tempat dimana anak-anak melakukan latihan fisik dan kultivasi mereka.


Dan setiap malam, Mu Lian selalu mendengar update dari Meng Zhi mengenai rencana mereka memisahkan diri dari kelompok-kelompok menyebalkan itu.


Meng Zhi menjelaskan bahwa semua klien lama Mu Lian sepakat menggunakan metode pengalih perhatian setidaknya sampai gerobak berhasil membaur, menyatu dengan lingkungan menggunakan metode mimikri.


"Zhi ge bisa membawa gondola ajaib di lantai 6, tak hanya pagoda utara saja tapi semua pagoda memilikinya jadi Zhi ge bisa mengambil dari mana saja," kata Mu Lian melanjutkan,


"Em, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada Xiaoleng, Xiaojia, Xiaobao, Xiaohua, Xiaohan dan Xiaoqiu,"


Meng Zhi mengatakan bahwa mereka membutuhkan cukup banyak gondola ajaib agar kelompok-kelompok menyebalkan itu mengalihkan perhatian mereka dari gerobak.


Sedangkan, yang bisa mengoperasikan gondola ajaib hanya orang-orang yang telah di data oleh kendali. Selain Mu Lian dan yang lain, anak-anak desa jinan pun termasuk ke dalam orang-orang yang telah di data oleh kendali Gerobak Ajaib.


"Aku sudah mengingatkan agar mereka memenuhi janji mereka untuk melindungi Xiaoleng, Xiaojia, Xiaobao, Xiaohua, Xiaohan dan Xiaoqiu dengan seluruh kekuatan yang ada," kata Meng Zhi.


Dan kenapa hanya 6 anak itu saja yang dipilih, alasannya adalah karena merekalah yang paling sering melakukan kontak dengan dunia luar.


Banyak juga yang sudah melihat wajah enam anak tersebut. Kemungkinan rencana mereka berhasil sangat besar dengan kemunculan 6 anak tersebut.


"Hmm, baiklah. Tapi aku ingin ikut dalam rencana kali ini tidak apa-apa kan?" kata Mu Lian.


Memang daya tempur Mu Lian paling lemah diantara semuanya, karna MU Lian tidak bisa memegang senjata dan tidak bisa bertarung.


Mu Haocun hanya menyeruput tehnya dengan santai sedangkan Meng Zhi dan Meimei saling menatap.


Karena keduanya pun mengalami secara langsung betapa sulitnya menangkap Mu Lian. Terutama setelah Meng Zhi mengajari Mu Lian tehnik qinggong.


Namun yang membuat keduanya terkejut adalah, tehnik qinggong milik Mu Lian, menjadi sangat kuat dan tak terkalahkan.


Entah bagaimana caranya gadis itu mengembangkan tehnik yang seharusnya sangat umum dimiliki semua kultivator.


Melihat Mu Haocun tidak berkomentar apa-apa, Meng Zhi pun hanya mengangguk. Mu Lian pun ikut dengan Meng Zhi menuju lantai 6 pagoda untuk membawa gondola ajaib untuknya sendiri.


Meski Meimei telah membawa gondola untuknya sendiri, Meimei tetap ikut karena ingin melihat ruangan penuh gondola ajaib. Baginya, pemandangan tersebut sangat fenomenal dan tidak akan bosa dilihat berkali-kali.


Meng Zhi pun merasakan hal yang sama, ketika pertama kali menginjakkan kakinya di lantai 6, Meng Zhi sampai lupa caranya bernapas setelah disuguhi pemandangan tersebut.


Mu Lian berjalan dengan santai ke gondola terdekat dengannya dan memasukkannya ke dalam kantung dimensional setelah puas memeriksa gondola tersebut.


Selain itu, Mu Lian juga membawa 6 gondola lain untuk diberikan kepada Xiaoleng, Xiaojia, Xiaobao, Xiaohua, Xiaohan dan Xiaoqiu keesokan paginya.


Mu Lian menanyakan siapa saja yang akan menemani 6 anak itu. Karena mereka baru saja memulai mengumpulkan chi, jadi mereka tidak bisa mengoperasikan gondola.


Mu Lian menyarankan untuk membawa orang-orang yang akan menemani 6 anak tersebut ke dalam gerobak untuk latihan di sini.


"Setelah mempertimbangkannya, aku dan Ah Yi sepakat untuk menggunakan orang-orang Du Luhan dan Xu bersaudara," kata Meng Zhi.

__ADS_1


"Oh, satu sekte dari Negeri Xu dan satu lagi dari Zhongjian ya," kata Mu Lian mengangguk menyetujui.


Mu Lian sebenarnya tidak masalah jika orang asing masuk ke dalam gerobak dan mengungkap rahasia dibaliknya, Mu Lian cukup percaya diri dengan sistem keamanan di dalam gerobak.


Namun ada baiknya juga berjaga-jaga dan hanya mengijinkan orang-orang pilihan saja yang bisa masuk ke dalam gerobak.


"Kalau begitu, sampai ketemu besok pagi, Zhi ge, Mei jie. Akan kutunggu kedatangan orang-orang itu besok siang," kata Mu Lian kemudian segera pergi meninggalkan Meng Zhi dan Meimei.


Meng Zhi dan Meimei teralihkan perhatiannya oleh bola putih yang sedang melompat-lompat di atas kepala Mu Lian. Sadar-sadar, Mu Lian sudah tidak ada di ruangan itu.


...


"Selamat datang di gerobak ajaib, perkenalkan namaku Mu Lian dan aku akan membimbing anda sekalian mengoperasikan gondola ajaib yang ada di hadapan anda ini," kata Mu Lian sambil tersenyum.


Xu Jing, Xu Ke, Du Luhan, Junior Qi dan dua orang lain yang ikut bersama mereka hanya bisa membuka mulut mereka tanpa bersuara.


Saat itu mereka sedang berdiri di dermaga Taman Herbal Utara, dekat dengan Pagoda Utara. 6 gondola bergerak naik turun di atas permukaan sungai.


Xu Jing melihat ke 'matahari' yang bersinar terik, tak percaya dengan suhunya yang terasa sangat nyata ketika bersentuhan dengan kulit wajahnya.


"HIYAA"


Suara anak-anak terdengar dari kejauhan, tepatnya dari salah satu rangkaian pegunungan yang ada. Xu Ke menoleh ke arah sumber suara namun tidak menanyakan apa yang ada di sana karena takut tidak sopan.


"Baiklah, cukup terkejutnya. Aku meminta perhatian anda sekalian untuk memulai latihannya," kata Mu Lian menyuruh Xiaoleng, Xiaojia, Xiaobao, Xiaohua, Xiaohan dan Xiaoqiu menaiki gondola masing-masing.


"Yuhu!" Xiaohan dan Xiaoqiu melompat dengan sangat tinggi, untungnya mereka mendarat dengan selamat di atas gondola masing-masing.


"Apa yang harus kami lakukan," kata Du Luhan yang paling pertama pulih dari keterkejutannya.


"Aku ingin anda mencoba menaiki setiap gondola yang ada. Tapi kalau aku sudah mengatakan bahwa anda bisa diam di gondola tersebut, anda tidak perlu mencoba menaiki gondola lainnya," kata Mu Lian.


Semuanya mengangguk kemudian dimulai dari Du Luhan. Mu Lian mengikuti Du Luhan berjalan ke gondola Xiaoleng.


"Tempelkan telapak tanganmu di benda berbentuk kotak itu, Xiaoleng. Senior Du, silahkan letakkan tangan anda di bahu Xiaoleng dan edarkan chi anda ke Xiaoleng," kata Mu Lian. Xiaoleng dan Du Luhan menurut, namun tidak terjadi apa-apa.


Setelah yakin tidak ada reaksi apapun dari gondola, Mu Lian menyuruh orang selanjutnya, Junior Qi, untuk menaiki gondola Xiaoleng sedangkan Du Luhan pindah ke gondola Xiaojia.


Begitu seterusnya hingga orang terakhir yaitu Xu Jing yang berhasil mendapatkan reaksi dari gondola Xiaojia.


Pada akhirnya, semua pasangan berdiri di atas gondola masing-masing. Xiaohan dengan ditemani Du Luhan, Xiaobao dengan Xu Tian (ketua sekte dari Negeri Xu, yang merupakan rival Du Luhan dan yang berhasil melukai salah satu mata Du Luhan).


Xiaoleng ditemani Junior Qi, Xiaojia ditemani Xu Jing, Xiaohua ditemani salah satu junior dari kelompok Du Luhan sedangkan Xiaoqiu ditemani Xu Ke.


"Silahkan berkomunikasi dengan partner anda dan mulai mencoba mengoperasikan gondola," kata Mu Lian.


Mu Lian hanya menghela napas panjang setelah gondola Xiaobao gagal 'take off' dan air sungai menciprat kemana-mana, memakan banyak korban.


Jika Mu Lian tidak segera melihat ada yang salah dengan gondola Xiaobao dan membuat perisai pelindung, mungkin saja Mu Lian menjadi salah satu korban yang pakaiannya basah kuyup.


"Semangat, kalian pasti bisa!" kata Mu Lian hanya bisa menyemangati.


Kalau saja Xu Jing dan yang lain bukan orang luar dan menunjukkan kesetiaan mereka terhadap gerobak ajaib dan keluar dari sekte mereka, mungkin saja Mu Lian memasukan data mereka ke kendali sehingga mereka tidak perlu menggunakan cara sulit ini.

__ADS_1


Tapi Mu Lian menyingkirkan pikiran tersebut jauh-jauh karena 6 tamu dihadapannya ini telah menyerahkan kesetiaan mereka kepada sekte masing-masing.


__ADS_2