Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Tipe yang merepotkan


__ADS_3

Meimei menyerahkan daging burung liar yang telah matang, wanginya membuat air liur menetes namun Mu Lian tidak berani menyantap daging tersebut.


Mu Lian menoleh ke arah Meng Zhi yang sedang bermeditasi kemudian ke arah Meimei yang sedang membolak balikan daging agar tidak gosong.


"..." (Mu Lian)


"Hei! cepat makan!" kata Ling Zizhou.


"Oh," kata Mu Lian.


"Kalau kurang, ambil bagian mana pun yang kau suka, Lian'er," kata Meimei.


"Jiejie dan Senior Meng tidak makan?" tanya Mu Lian.


"Kami sudah tidak perlu makan. Lagi pula burung yang dibawa Zizhou hanya dua, tidak akan cukup untuk kita berempat. Makanlah yang banyak, LIan'er," jawab Meimei.


Mendengar ucapan Meimei, Mu Lian langsung menatap tajam Ling Zizhou.


"Kultivator dengan tingkat pembentukan pondasi tahap akhir dan di atasnya memang tidak perlu sering makan makanan makhluk mortal," kata Ling Zizhou membela diri.


"Jadi...tingkat kultivasi jiejie," kata Mu Lian, tidak menyelesaikan kalimatnya.


"Senior Meimei berada ditingkat pembentukan inti sedangkan Senior Meng berada di tingkat pembentukan jiwa," kata Ling Zizhou.


Sungguh pasangan yang luar biasa! Mu Lian tercengang dan pulih beberapa saat kemudian. Tangannya masih memegang paha atas burung liar, Mu Lian menatap ke arah Meng Zhi dengan ragu.


Ling Zizhou akhirnya menyadari tatapan Mu Lian pada Meng Zhi dan terbatuk hingga bahunya berguncang. Membuat perhatian Meimei mengarah pada pemuda itu dan Mu Lian yang terus menatap daging burung liar kemudian ke arah Meng Zhi.


Meimei pun terbatuk berusaha menahan tawa. Mendengar hiruk pikuk di sekelilingnya, Meng Zhi membuka matanya.


Ling Zizhou dan Meimei berusaha menahan tawa sedangkan tanpa sengaja mata Meng Zhi bertemu dengan Mu Lian setelah gadis itu menatap daging burung liar di tangannya.


"Jangan sungkan, makan saja daging burung liar itu, Lian'er," kata Meng Zhi.


"Se-senior! Aku tidak bermaksud-"


"Apakah di tempat asalmu burung bangau diburu?" tanya Meng Zhi.


"Tidak," jawab Mu Lian sambil merapatkan bibir.


"Itu artinya burung bangau tidak ada dalam rantai makanan manusia. Lagipula di dunia ini yang kuatlah yang akan bertahan," kata Meng Zhi acuh tak acuh sambil melanjutkan,


"Burung itu hanya burung liar, beda spesies dengan burung bangau,"


Ling Zizhou mendengarkan penjelasan Meng Zhi sambil terus mengunyah daging burung liar, bahkan dia sudah menghabiskan setengah burung sendirian.


"..." (Mu Lian)


Tanpa berbasa-basi Mu Lian pun melahap daging yang telah membuatnya dilema. Sebagai pembalasan dendam karena membuatnya bimbang, Mu Lian menghabiskan seluruh daging burung liar sendirian.


Mu Lian duduk berselonjor dan bersandar ke batang pohon dengan perut buncit. Merasa sangat kenyang dan tak berdaya, Mu Lian mengelus perutnya.


"Bagaimana spirit beast pertama mu?" tanya Meimei. Meimei duduk di samping Mu Lian, keduanya menatap api unggun.


"Mendebarkan. Apa ukuran spirit beast sebesar itu?" kata Mu Lian.


"Iya, bahkan spirit beast tingkat 5 dan di atasnya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar," kata Meimei. Mu Lian menghela napas.


"Lebih baik kita istirahat," kata Meimei.


"En," kata Mu Lian.


Namun karena perutnya terlalu penuh Mu Lian berbincang dengan Meimei selama satu jam ke depan. Mu Lian penasaran dengan kultivator tingkat pembentukan jiwa.


Meimei menjelaskan bahwa tingkat pembentukan jiwa adalah tingkatan di atas pembentukan inti. Jadi urutannya adalah pengkondensasian chi, pembentukan pondasi, pembentukan inti (untuk manusia membentuk jiendan, untuk binatang membentuk niendan) baru lah pembentukan jiwa.


Semakin meningkat tingkat kultivasi seseorang akan semakin jauh orang tersebut dari dunia orang-orang mortal. Sehingga mereka tidak terlalu membutuhkan makan dan tidur.

__ADS_1


Mungkin beberapa kali dalam seminggu cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Mu Lian mendengarkan ucapan Meimei yang seperti dongeng sambil menatap api unggun.


Tanpa terasa mata Mu Lian menutup dan napasnya semakin panjang dan teratur. Melihat Mu Lian tertidur, Meimei menyelimuti Mu Lian dan beranjak dari sana.


Keesokan harinya Mu Lian dan yang lain melanjutkan perjalanan. Mu Lian mulai terbiasa hidup di alam bebas sehingga tubuhnya semakin kuat dan Mu Lian tidak merasakan kelelahan yang berlebihan.


Yang menjadi masalah adalah semakin mendekati Gunung Kaki Langit semakin sering spirit beast muncul.


Meimei berkata bahwa jalur ke arah Gunung Kaki Langit memang jarang penduduk karena gunung ini tempat unik yang hanya dihuni oleh spirit beast.


Jadi semakin dekat ke Gunung Kaki Langit maka semakin banyak dan beragam pula spirit beast yang ditemui.


"Oh, lihat! ada si rakus," kata Meimei sambil menunjuk ke arah spirit beast berkaki empat. Tubuhnya besar dan berotot, lidahnya menjulur seperti anjing.


"Tingkat 1?" kata Ling Zizhou.


"Tingkat 1. Lian'er, kau ingin berhadapan dengannya?" kata Meng Zhi.


"..." (Mu Lian)


Belum sempat Meng Zhi mengatakan sesuatu, spirit beast itu sudah menerjang Mu Lian dan yang lain. Mu Lian melompat ke samping kiri.


Angin berhembus kencang ketika spirit beast itu melewati sepersekian senti tubuh Mu Lian. Mu Lian masih dapat merasakan hawa panas napas yang menyembur dari hidung spirit beast itu.


"Bukan si rakus namanya kalau dia tidak membabi buta menerjang lawan," kata Ling Zizhou mengejek kebodohan spirit beast itu.


Mendengar suara Ling Zizhou, spirit beast itu mengejarnya. Meimei segera kembali ke dekat Mu Lian sedangkan Meng Zhi diam di tempatnya semula sambil terus mengamati spirit beast yang sedang mengejar Ling Zizhou.


"Pola serangannya monoton, terus menyerang mangsanya membabi buta. Tidak memakai otak, bagaimana? Kau ingin mencobanya?" kata Meimei.


"Sebenarnya ahli Alkimia tidak memiliki serangan sekuat kultivator senjata dan master array. Tapi, tujuanmu ke sini untuk melatih jurusmu. Jadi aku rasa spirit beast ini tepat untukmu," kata Meng Zhi.


Mu Lian terkejut mendapati Meng Zhi sudah berada dekat Mu Lian dan Meimei, memang kultivator tingkat tinggi!


"Baiklah," kata Mu Lian akhirnya.


Mu Lian mengangguk kemudian berlari menghampiri spirit beast yang sedang bermain kejar-kejaran dengan Ling Zizhou.


Wajah pemuda itu menunjukkan ekspresi bosan namun tidak melancarkan serangan sedikitpun, hanya menjaga agar spirit beast itu sibuk dengan dirinya.


Melihat Mu Lian berlari menghampiri mereka, Ling Zizhou bersiap-siap pergi menjauh. Ketika Mu Lian tepat berada di belakang spirit beast, Ling Zizhou mengitari spirit beast sehingga spirit beast itu menghadap Mu Lian.


Melihat mangsa yang berbeda tidak menghentikan serangan membabi buta spirit beast itu. Mu Lian menghindari serangan demi serangan dengan canggung, beberapa kali tubuhnya goyah karena kakinya tidak menumpu dengan kuat.


Ling Zizhou mengomeli Mu Lian atas kecerobohannya. Melihat hal itu Meimei dan Meng Zhi tidak ikut campur dan membiarkan Ling Zizhou menjaga serta membimbing Mu Lian menghadapi spirit beast itu.


Beberapa menit kemudian Ling Zizhou harus turun tangan karena Mu Lian kehilangan momentum untuk melancarkan serangan ke spirit beast itu.


Gerakan Mu Lian tidak selincah pertama kali menghadapi spirit beast, menandakan tubuh Mu Lian sudah terlalu lelah. Dalam dua sabetan jian spirit beast itu tergeletak di tanah tak bernyawa.


Ling Zizhou mengibaskan jian untuk membersihkan darah spirit beast yang tersisa kemudian menyarungkan jian kembali.


Melihat darah spirit beast itu Mu Lian langsung mual, ingat kejadian dengan sekte aliran sesat.


"Kerja bagus. Kau merasa mual?" kata Meimei. Mu Lian mengangguk.


"Tidak apa-apa. Ini masih hari pertama kau menghadapi spirit beast secara langsung. Pelan-pelan saja," kata Meng Zhi.


Spirit beast tipe pelacak yang pertama Mu Lian temukan tidak masuk hitungan karena Mu Lian ditandai mengakibatkan dirinya tidak boleh berada di dekat spirit beast itu.


Ling Zizhou tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengambil inti spirit beast.


Hari ke tujuh, Mu Lian bertemu dengan dua spirit beast. Satu tipe pelacak satu lagi si rakus. Kali ini yang ditandai adalah Ling Zizhou jadi Meimei yang menangani spirit beast tipe pelacak sedangkan Mu Lian mencoba lagi berhadapan dengan si rakus.


Spirit beast yang ditangani Meimei menyerupai burung bangkai, meskipun tingkat 1 bukan lah makhluk yang mudah dihadapi kultivator pengkondensasian chi tahap akhir seperti Mu Lian.


Mu Lian tidak sempat mengamati pertarungan Meimei dengan spirit beast yang berat sebelah itu (tentu saja pemenangnya adalah Meimei) karena Mu Lian sibuk dengan makhluk yang sedang menyerangnya dengan ganas.

__ADS_1


Meng Zhi dengan sabar membimbing Mu Lian dan menunjukkan waktu yang tepat untuk melancarkan serangan.


Mu Lian dengan lincah melancarkan terpaan angin musim penghujannya sambil menghindari atau menangkis serangan yang datang.


Serangan Mu Lian tidak terlalu kuat sehingga hanya menggores kulit si rakus, membuatnya semakin membabi buta.


Beberapa menit kemudian gerakan Mu Lian semakin melambat sehingga Meng Zhi membunuh spirit beast itu dengan satu tebasan.


Baru pertama dalam hidupnya Mu Lian melakukan aktifitas fisik hingga mencapai batasnya kemudian beristirahat terus berulang-ulang selama tiga hari ke depan.


Baru sepuluh hari jauh dari Lembah Ufuk Timur, Mu Lian sudah merindukan wangi tanaman herbal. Untuk menyembuhkan kerinduannya Mu Lian mengendus seluruh kantung berisi obat racik yang dibawanya ketika sedang beristirahat.


Selama beberapa hari ini Mu Lian terheran-heran karena tidak merasakan beban dari barang yang dibawanya di dalam kantung dimensional.


Jika diumpamakan, Mu Lian membawa setengah dari barang-barang yang ada dalam kamarnya. Tidak masuk diakal. kantung itu masih seringan bulu.


Mu Lian dan yang lain tiba di Gunung Kaki Langit terlambat dua hari dari rencana karena mereka bertemu dengan spirit beast lebih banyak dari dugaan awal mereka.


Kata Ling Zizhou beberapa bulan yang lalu saat dirinya dan Master Yi ke gunung ini, jumlah spirit beast yang ditemui mereka saat dalam perjalanan normal-normal saja tidak sebanyak sekarang.


Ling Zizhou membawa Mu Lian dan yang lain ke tempat peristirahatan yang aman dari spirit beast karena matahari mulai terbenam.


Tempat itu adalah gua di bukit terpencil tak jauh dari kaki gunung. Master Yi selalu memperbarui array pelindung yang didapatkannya dari sekte Rajawali Agung agar tidak ada spirit beast yang memasuki gua.


Mu Lian dan yang lain beristirahat dan menyalakan api unggun. Saat Meng Zhi hendak menyalakan api dengan matra nya, Mu Lian berkata bahwa dia ingin mencoba cincin ajaib yang diberikan Xiaoxiao. Mu Lian sudah tidak kuat ingin mencoba alat ajaib itu semenjak dia keluar dari Lembah Ufuk Timur.


Namun karena Mu Lian penasaran dengan kultivator yang mampu menghasilkan api menggunakan mantra, dia mempersilahkan Meng Zhi untuk membuat api unggun. Hal ini dilakukan Mu Lian untuk menghormati Meng Zhi yang lebih senior.


Mu Lian mengenakan cincin bermata oranye itu di telunjuk tangan kanannya. Kemudian dia mengalirkan chi ke cincin tersebut. mata cincin bersinar terang dan menyemburkan api.


Mu Lian mengalirkan chi beberapa kali untuk memastikan cara kerja cincin tersebut. Ketika dia mengalirkan chi dalam jumlah banyak, api akan semakin besar sedangkan jika chi nya sedikit, api akan semakin kecil.


Mu Lian menatap pemantik api berbentuk cincin di jarinya itu. Benar pemantik api! Namun Mu Lian menghiraukan kenyataan pahit dari cincin itu dan mengamati api unggun di depannya.


Mu Lian tersenyum bangga karena bisa menyalakan api menghiraukan Ling Zizhou yang memutar bola matanya dan Meimei yang menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Malam itu Mu Lian dan yang lain menyusun rencana perburuan spirit beast. Mu Lian diberikan briefing mengenai tipe spirit beast, waktu memburu dan pembagian tugas menjaga Mu Lian.


Mu Lian dituntut mengamati kondisi tubuhnya sendiri, jangan terlalu lelah dan jangan terlalu awal untuk meminta bantuan.


Mereka sepakat agar tidak mendaki terlalu jauh ke puncak Gunung Kaki Langit, mengingat jumlah spirit beast sedang meningkat akhir-akhir ini.


Lagi pula semakin dekat dengan puncak semakin tinggi tingkat spirit beast. Tingkat paling tinggi spirit beast yang ditemukan di gunung ini adalah tingkat 3 setara dengan kultivator tingkat pembentukan inti.


Yang membuat mereka khawatir adalah spirit beast tipe pelacak dalam kondisi mengamuknya. Jika mereka bertemu dengan tingkat 3 tipe pelacak, maka dalam kondisi mengamuknya spirit beast itu hanya mampu dilawan Meng Zhi.


Setelah menimbang resiko, mereka menetapkan tempat berburu dan durasi tinggal di gunung ini. Kemudian dengan sepatah dua patah kata pengingat terakhir, Mu Lian pergi tidur untuk menyambut masa pelatihan keesokan harinya.


"Lian'er kau yakin tidak mau meminjam jian milikku?" kata Meimei. Ini sudah kesekian kalinya Meimei menanyakan pertanyaan yang sama pada Mu Lian.


"Tidak!Tidak! jiejie aku sungguh tidak bisa memegang senjata!" kata Mu Lian sambil menggelengkan kepala.


"Dengar! Dengan menggabungkan kultivasi tubuh dan senjata, kemungkinan seseorang untuk mengalahkan lawan yang memiliki tingkat kultivasi setingkat di atasnya lebih besar. Seperti aku ini! Dengan kultivasi sword dao ku aku dapat mengalahkan kultivator pembentukan inti tahap awal," kata Ling Zizhou bangga.


Mendengar ucapan Ling Zizhou, Mu Lian hanya menatap Meimei dan Meng Zhi dengan tatapan memelas.


Mu Lian bergidik setiap kali melihat Ling Zizhou memotong tubuh spirit beast dengan jian miliknya. Apalagi mencoba dengan tangannya sendiri.


Meimei dan Meng Zhi luluh melihat tatapan memelas Mu Lian dan tidak memaksanya memegang senjata.


"Hmm, aku melihat terpaan angin musim penghujan milik Lian'er memiliki potensi besar untuk menumbangkan lawan, meskipun hanya bisa menumbangkan lawan yang setara dengan tingkat kultivasi Lian'er," kata Meng Zhi.


"Ahli Alkimia memang tidak memiliki serangan yang kuat dibandingkan kultivator senjata dan kultivator array. Lagi pula Lian'er memang ingin melatih jurus yang dipelajarinya," kata Meimei.


Mu Lian merapatkan bibirnya. Mu Lian tidak pernah bilang akan menjadi seorang ahli Alkimia. Yah, memang sepertinya beberapa bulan ini Mu Lian sering mengikuti kelas Mu Haocun yang sering diadakan di bukit selatan.


Mu Lian tertarik dengan Alkimia apalagi bidang tersebut masih berkaitan dengan tanaman herbal. Mu Lian dengan senang hati ikut terlibat dalam hal yang berkaitan dengan tanaman herbal.

__ADS_1


__ADS_2