
Mu Lian berusaha mengatur napasnya dan berusaha tak menghiraukan panas yang dirasakannya. Namun Mu Lian merasakan waktu berjalan sangat lambat, satu menit terasa seperti satu tahun.
Kesadaran Mu Lian nyaris hilang karena menahan panas tersebut, hingga tiba-tiba suhu tubuhnya kembali normal.
"Ya ampun, aku tidak menyangka akan melihat kontaminasi sebanyak ini," kata Master Zhengheng.
"Apa ada yang salah dengan Lian'er?" tanya Meimei.
Setelah memastikan array sudah dinonaktifkan, Ling Zizhou, Meimei dan Meng Zhi menghampiri Master Zhengheng yang berdiri di dekat array. Tak sengaja mereka mendengar ucapan Master Zhengheng.
"Kontaminasi yang dialami nona muda ini tergolong tinggi. Untung saja cepat ditangani, kalau tidak.." kata Master Zhengheng tidak meneruskan kalimatnya.
Ling Zizhou, Meimei dan Meng Zhi saling menatap. Tadi malam saja Mu Lian mengalami kesulitan bernapas, mereka tidak berani memikirkan bagaimana jadinya kalau mereka terlambat setengah hari saja.
"Wah, tubuhku terasa sangat segar dan ringan. Terimakasih, Master Zhengheng," kata Mu Lian.
Merasa tubuhnya tidak terasa berat seperti sebelumnya, Mu Lian merasa bersemangat sehingga langsung bangkit dengan ceroboh.
"Hati-hati," kata Master Zhengheng menangkap lengan Mu Lian.
"Oh. Maaf, aku terlalu bersemangat," kata Mu Lian malu. Master Zhengheng hanya tersenyum.
"Nona, apa kau menyentuh sesuatu yang memiliki aura abyssal yang sangat kuat?" tanya Master Zhengeng.
"Sesuatu? Hmm, sepertinya aku tidak menyentuh apapun kecuali biji ini," kata Mu Lian sambil menunjukkan sebuah biji berwarna coklat kehitaman.
"Oh! itu bibit kehidupan!" kata Master Zhengheng.
Meng Zhi dan Meimei saling bertatapan. Mereka melupakan biji itu. Padahal pria bernama Su mengenali biji tersebut, mengapa mereka lupa menanyakannya?
"Biji ini sebenarnya biji *Dan-shen yang dimodifikasi menggunakan aura abyssal. Hmm pantas saja. Ada aura abyssal yang bocor ke udara kemudian aura tersebut tanpa sengaja diserap oleh nona ini," kata Master Zhengheng.
"Dan-shen?!" kata Mu Lian terkejut.Meimei dan Meng Zhi mengernyit mendengar Dan-shen dimodifikasi.
Dan-shen sebenarnya bermanfaat untuk mengobati penyakit *Atherosclerosis. Di Bumi, tanaman ini sering digunakan sebagai bahan meracik obat tradisional, tak terkecuali keluarga Mu Lian.
"Mereka memodifikasi tubuh spirit beast dan tanaman herbal? Sungguh gila!" kata Ling Zizhou sambil mendengus.
"Apa anda menemukan biji seperti ini lagi?" tanya Meng Zhi.
"Kami menemukannya secara tidak sengaja di Zhongjian, tak jauh dari Danau Seribu Cermin. Kemudian kami mendapatkan petunjuk darimana asal dari biji ini dan bagaimana menanganinya," kata Master Zhengheng.
"Danau Seribu Cermin?" kata Meimei terkejut.
"Apa anda memurnikan setiap biji yang anda temukan?" tanya Mu Lian. Mu Lian sangat ingin menyimpan biji ini, jadi dia mencoba peruntungannya.
"Tentu saja. Setelah mencari informasi di sana sini, akhirnya kami mengetahui bahwa biji itu dapat dimurnikan," kata Master Zhengheng melanjutkan
"Masalahnya adalah kami kesulitan untuk mengekstrak chi yang ada di dalam biji ini. Tujuan kami tinggal di desa ini sebenarnya untuk mendiskusikan masalah tersebut dengan Master Mu. Tapi Master Mu sangat sulit ditemui," kata Master Zhengheng.
Master Zhengheng melihat kesempatan kemudian tanpa basa-basi menjelaskan tujuannya datang ke desa ini.
Masalah pengekstrakan chi tersebut sudah lama mengalami kebuntuan. Sedangkan Master Zhengheng tidak memiliki banyak waktu.
Master Zhengheng berharap kelompok Mu Lian dapat membawanya ke hadapan Mu Haocun.
"Oh? Master Zhengheng ingin menemui kakek? Kalau begitu, bagaimana kalau anda pulang bersama kami ke Lembah Ufuk Timur?" kata Mu Lian.
Master Zhengheng terkejut ketika mendengar Mu Lian memanggil Mu Haocun kakek. Namun rasa terkejutnya segera tergantikan dengan kegembiraan.
Setelah bertemu dengan Mu Haocun, mungkin saja mereka mendapatkan solusi yang selama ini mereka cari.
Berbeda dengan Master Zhengheng, semua orang-orang berpakaian hitam yang ada di pekarangan tidak bisa pulih dari rasa keterkejutan mereka.
Suara bisik-bisik terdengar di sepenjuru pekarangan. Mereka tidak menyangka bahwa Mu Lian adalah cucu Mu Haocun.
"Master Zhengheng, apakah anda mengirim kabar kepada Master Yi bahwa anda hendak bertemu dengan Master Mu?" tanya Meng Zhi.
"Benar. Namun setelah aku mengirim informasi tentang diriku, Master Yi tidak mengijinkanku untuk bertemu dengan Master Mu," kata Master Zhengheng.
"Hmm, mungkin karena anda sedang dalam penyamaran makanya master tidak mengijinkan anda memasuki Lembah Ufuk Timur," kata Ling Zizhou.
Master Zhengheng terbatuk ketika mendengar kata 'dalam penyamaran' dari mulut Ling Zizhou. Ucapan Ling Zizhou sangat tepat sasaran
Master Zhengheng sampai menyesal karena tidak membongkar penyamarannya pada Master Yi. Namun Master Zhengheng harus memastikan agar penyamaran mereka tidak bocor hingga ke kelompok orang yang sedang mereka kejar.
"Ah. Master Yi jadi lebih waspada terhadap orang-orang yang hendak memasuki Lembah Ufuk Timur. Penjagaan kini lebih ketat dibanding yang sebelumnya," timpal Meimei.
"Aku dengar sekte aliran sesat menyerang Lembah Ufuk Timur?" kata Master Zhengheng kepada Meng Zhi. Meng Zhi mengangguk kemudian menceritakan secara singkat apa yang terjadi saat itu.
Master Zhengheng hanya menggelengkan kepala dan mengutuk perbuatan orang-orang tersebut. Master Zhengheng berkata dia semakin bersemangat untuk memburu orang-orang seperti mereka.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, apa hubungan pemuda ini dengan Master Yi?" bisik Master Zhengheng kepada Meng Zhi. Dia ingat Ling Zizhou menyebut Master Yi sebagai master.
"Azhou adalah salah satu murid Master Yi," jawab Meng Zhi.
"Oh!" kata Master Zhengheng.
Fantastis! Master Zhengheng semakin merasa jika keberuntungan berada di pihaknya. Hal tersebut membuat Master Zhengheng semakin bersemangat.
"Kalau begitu aku akan merepotkan kalian untuk ikut ke Lembah Ufuk Timur," kata Master Zhengheng sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Tidak perlu berterimakasih. Kami pun sudah sangat merepotkan anda, tentu saja kami berniat membantu anda," kata Mu Lian.
Mu Lian menyunggingkan senyuman, namun senyuman itu membuat bulu kuduk Ling Zizhou berdiri.
"Hmm, bagaimana nasib biji ini? Padahal aku berniat memberikannya pada kakek sebagai buah tangan," kata Mu Lian murung.
"Oh, kalau begitu biarkan aku membantumu memurnikan biji itu terlebih dahulu,"kata Master Zhengheng.
"Benarkah?" kata Mu Lian.
"Anda yakin akan memberikannya pada Lian'er? Apa anda tidak membutuhkan biji ini?" kata Meng Zhi.
"Tidak apa-apa. Lagi pula masih banyak yang lain," kata Master Zhengheng.
Kalau biji kehidupan digunakan sebagai harga untuk bisa bertemu dengan Mu Haocun, Master Zhengheng bersedia memberikan semuanya!
"Ahem, baiklah, kita lanjutkan proses pemurniannya," kata Master Zhengheng. Suasana kembali tenang.
Pria bernama Che dan dua orang berpakaian hitam mengganti bahan-bahan yang berada di dalam lingkaran array. Sepertinya bahan-bahan yang digunakan hanya bisa digunakan untuk satu kali pemakaian.
Setelah semua bahan siap dan Ling Zizhou duduk di tengah lingkaran besar, Master Zhengheng mengaktifkan array.
Mu Lian membelalakkan mata ketika melihat asap hitam keluar dari tubuh Ling Zizhou. Asap itu berusaha keluar dai lingkaran namun Array yang bersinar terang menghalangi jalan keluar asap tersebut.
Mu Lian merasa sangat mual ketika merasakan asap hitam tersebut. Berbeda halnya ketika dirinya sedang merasakan chi dari udara sekitar.
Asap hitam tersebut lama kelamaan menjadi semakin transparan. Proses pemurnian sedang berlangsung. Mu Lian melihat wajah Ling Zizhou semakin pucat. Keringat membasahi seluruh tubuhnya.
"Hmm mengapa chi milik pemuda ini terasa sangat kacau?" tanya Master Zhengheng. Mata Master Zhengheng masih tertutup namun kepalanya sedikit menoleh ke arah Meng Zhi.
Meng Zhi pun bercerita jika Ling Zizhou jatuh dalam kondisi mengamuk hingga nyaris menghancurkan kultivasinya.
Master Zhengheng kemudian berkata bahwa proses pemurnian Ling Zizhou harus dilakukan secara bertahap karena chi nya masih belum stabil.
Master Zhengheng melakukan hal yang sama pada Meimei dan Meng Zhi. Meng Zhi memiliki tingkat kontaminasi tertinggi kedua setelah Mu Lian.
Sepertinya hal ini terjadi karena Meng Zhi berhadapan dengan spirit beast campuran. Dan spirit beast tersebut adalah hasil modifikasi dengan aura abyssal, sama dengan bibit kehidupan.
Proses pemurnian Meng Zhi berjalan selama dua belas menit, tiga menit lebih cepat dari Mu Lian. Mulut Mu Lian terbuka ketika melihat asap yang keluar dari tubuh Meng Zhi sangat banyak.
Meimei berkata bahwa asap yang keluar dari tubuh Mu Lian lebih banyak daripada Meng Zhi. Mendengar hal itu, Mu Lian mengoper biji berwarna coklat kehitaman yang masih ada dalam genggamannya pada Ling Zizhou.
"Kenapa memberikan biji ini padaku? Bukannya kau akan memberikannya pada kakek tua itu?" kata Ling Zizhou heran.
"Aku titip sebentar," kata Mu Lian.
Setelah selesai melakukan pemurnian terhadap kelompok Mu Lian, wajah Master Zhengheng terlihat pucat.
Master Zhengheng kemudian undur diri untuk beristirahat. Dia berjanji pada Mu Lian untuk melakukan pemurnian bibit kehidupan dua hari lagi.
Mu Lian dan yang lain pun kembali ke kamar masing-masing. Segera setelah tubuh Mu Lian menyentuh tempat tidur, dia tertidur sangat lelap.
...
"Lian'er, kau sudah bangun?" kata Meimei.
"Mmm, aku lapar sekali, jiejie," kata Meimei.
"Tentu saja kau lapar. Kemarin malam kami berusaha membangunkanmu untuk makan malam, tapi kau tidak bangun juga," kata Meimei sambil tersenyum.
"Eh? Sekarang sudah pagi?" kata Mu Lian sambil membelalakkan matanya yang masih mengantuk.
"Benar. Lebih baik sarapan dulu, setelah itu kau bisa tidur lagi," kata Meimei. Mu Lian mengangguk.
Kemudian setelah menyeka wajah dengan air yang disediakan pada wadah (mungkin salah satu orang berpakaian hitam yang menyiapkannya), Mu Lian mengikuti Meimei keluar untuk sarapan.
Mu Lian dan Meimei melihat Ling Zizhou dan Meng Zhi sudah duduk di sisi kiri meja panjang jadi mereka ikut duduk disisi tersebut.
Saudara Che, saudara Su serta pemuda bernama He duduk di sisi satunya. Wajah mereka terlihat seperti sedang dalam kesulitan.
"Sepertinya Master Zhengheng akan mengundur jadwal pemurnian tuan Ling," kata saudara Che.
__ADS_1
Setelah mengetahui bahwa kelompok Mu Lian merupakan orang-orang terdekat Mu Haocun, sikap orang-orang Master Zhengheng bersikap lebih sopan terhadap mereka, termasuk saudara Che.
"Apa yang terjadi?" tanya Meng Zhi.
"Master sangat kelelahan dan belum bisa bangun dari tempat tidur," kata saudara Su.
Mu Lian menyadari keabsenan Master Zhengheng, namun ia pikir Master Zhengheng hanya datang terlambat.
Meimei membisikan bahwa kemarin malam pun Master Zhengheng tidak datang untuk ikut makan malam bersama mereka.
Kondisi Master Zhengheng ternyata lebih parah dari yang Mu Lian duga. Mu Lian ingat jika dia membawa teh yang dirinya dan Mu Haocun racik untuk memiliki efek setara dengan pil kualitas tinggi.
Seusai sarapan, Mu Lian memberikan teh tersebut pada saudara Che.Mata saudara Che terbelalak ketika mendengar teh itu dikembangkan oleh Mu Lian dan Mu Haocun.
Setelah mengucapkan terimakasih, saudara Che segera menyiapkan teh yang diberikan Mu Lian untuk Master Zhengheng.
Mu Lian dan yang lain kemudian kembali ke kamar untuk beristirahat. Mereka memanfaatkan waktu yang ada untuk memulihkan tubuh setelah melakukan pemurnian.
Keesokan harinya, Mu Lian mengajak Ling Zizhou untuk berkeliling desa. Mereka mengunjungi beberapa toko untuk membeli buah tangan.
Mu Lian mendapati produk kerajinan dari kayu sangat umum di desa ini. Mu Lian membeli beberapa patung kecil dengan ukiran yang sangat indah.
"Apa nona dari luar desa ini? Kami tidak pernah melihat nona," kata segerombol anak kecil berisi dua anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
"Hei anak kecil! Jangan berbicara dengan orang asing! Bagaimana kalau kami orang-orang jahat!" seru Ling Zizhou.
"Huee, paman ini menakutkan sekali," rintih seorang anak perempuan sambil bersembunyi dibelakang teman laki-lakinya.
"Azhou!" kata Mu Lian.
"Hanya paman saja yang mukanya seperti penjahat. Tapi kami yakin bahwa nona muda dan paman ini bukan orang jahat karena kalian keluar dari penginapan itu kan?" kata seorang anak perempuan dengan berani.
"Hei! Aku masih sembilan belas tahun! Jangan panggil paman!" kata Ling Zizhou.
Mu Lian merasa malu ketika Ling Zizhou mulai berdebat dengan gerombolam anak kecil. Setelah berusaha menarik Ling Zizhou agar tidak meneruskan perdebatannya, akhirnya Mu Lian membawa pergi Ling Zizhou ke depan sebuah bangunan.
"Nona Mu, Tuang Ling. Master Zhengheng mencari kalian," kata pemuda bernama He.
"Master Zhengheng mencari kami? Apa ada suatu hal yang penting? Bukankah beliau sedang dalam pemulihan?" kata Mu Lian.
"Ada apa sebenarnya?" kata Ling Zizhou dengan nada tidak sabar. Ling Zizhou berdiri sambil berkacak pinggang di antara Mu Lian dan pemuda bernama He.
"Aku tidak tahu secara pasti, jadi sebaiknya nona dan tuan ikut aku kembali ke penginapan," kata pemuda bernama He.
Mu Lian dan Ling Zizhou mengikuti Pemuda He kembali ke penginapan. Mu Lian dan Ling Zizhou diarahkan langsung menuju ruangan yang sering mereka gunakan sejak mereka tiba di penginapan.
Ketika Mu Lian dan Ling Zizhou masuk, Meng Zhi, Meimei dan Master Zhengheng sedang berbincang. Wajah Master Zhengheng terlihat sangat segar.
"Oh. Lian'er, Azhou, kalian datang," kata Meng Zhi.
"Nona Mu! Silahkan duduk!" kata Master Zhengheng dengan nada riang.
Master Zhengheng menghampiri Mu Lian kemudian menggiringnya menuju kursi yang berada di sebelah kursinya.
Mu Lian duduk diantara Master Zhengheng dan saudara Che dengan bingung. Matanya bertemu dengan Meimei yang duduk di seberang meja.
Meimei hanya membalas dengan senyuman, membuat Mu Lian tambah bingung. Beberapa saat kemudian secangkir teh diletakkan di hadapannya.
"Maaf kemarin aku tidak bisa menemani kalian. Aku terlalu memaksakan diri dalam proses pemurnian sampai tidak bisa bangkit dari tempat tidur.
Untung saja nona Mu memberikanku teh raciknya sehingga kita tidak perlu mengundurkan jadwal pemurnian selanjutnya," kata Master Zhengheng sambil menatap Mu Lian dengan penuh hormat.
Mu Lian membelalakkan mata, ternyata itu alasan mengapa Master Zhengheng terlihat sangat antusias ketika melihat dirinya.
Efek teh yang diraciknya dan Mu Haocun benar-benar memiliki kualitas tinggi. Mu Lian baru mempercayainya setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Pantas saja waktu Mu Lian membawa teh itu Mu Haocun berpesan padanya bahwa jangan menggunakan teh itu jika tidak dalam keadaan darurat.
Mu Lian memikirkan alasan apa yang akan digunakannya ketika Mu Haocun mengetahui jika Mu Lian menggunakan teh tersebut.
.........
Note:
*Dan-shen (red sage)
*Atherosclerosis adalah penyakit arteri yang ditandai dengan pengendapan plak lemak di dinding dalamnya, yang mengeras atau mempersempit pembuluh darah sedang hingga besar, terutama aorta, arteri koroner, dan arteri serebral.
(Secara singkat penyakit ini dapat menyebabkan stroke 🙄)
__ADS_1
*Nomaden adalah cara hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dan tidak tinggal menetap oleh sekelompok orang atau individu