Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Pengekstraksian chi


__ADS_3

[Lian'er, lihat kemari. Ini namanya sampel. Kakek mengekstrak bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pil Tu Na dan sedikit memodifikasi susunan bahannya agar kau bisa mengolah bahan-bahan tersebut dengan tingkat kultivasimu yang sekarang]


Mu Lian menatap kristal-kristal berwarna-warni di atas meja. Tiga hari yang lalu, ketika Mu Lian pertama mendengar kata 'sampel' dari mulut Mu Haocun, bentuk sampel masih sebesar kelereng.


Namun sekarang, bentuk sampel menyusut menjadi kristal-kristal kecil. Mu Lian jadi meragukan apakah penelitian yang akan dilakukannya benar-benar bisa mewakili pengekstrasian yang sesungguhnya.


Mu Lian mengingat wajah Mu Haocun yang seratus persen percaya bahwa Mu Lian akan berhasil dalam penelitian. Kemudian memutuskan untuk melakukan apa yang dia bisa.


Mu Lian mengerahkan energi spiritualnya pada kuali dan bahan-bahan yang ada diatas meja. Dengan sangat hati-hati menghindari bungkusan berisi sampel Siwang Mogu.


Kuali melayang ke arah telapak tangan kanan Mu Lian bersamaan dengan munculnya api pil. Proses menyalakan api pil yang dilakukan Mu Lian kini lebih singkat setelah berlatih beberapa hari terakhir ini. Mu Haocun sampai memuji kecepatan Mu Lian untuk menyalakan api pil.


Kuali berhenti tepat di atas api pil. Setelah merasakan kuali itu siap, Mu Lian memasukkan bahan-bahan utama.


Yang pertama Mu Lian masukan adalah kristal berwarna hitam. Mu Haocun mengatakan bahwa kristal tersebut berasal dari Dan-Shen yang telah dicampurkan dengan energi kematian.


Kristal tersebut akan berperan sebagai bibit kehidupan yang sebenarnya menjadi objek penelitian Mu Lian kali ini. Mu Haocun mengatakan jika kristal tersebut telah disuntikkan sedikit chi miliknya.


Mu Lian memasukkan kristal Dan-Shen terebut dengan menggunakan pinset yang digerakkan menggunakan energi spiritualnya.


Terkontaminasi energi kematian tidaklah seburuk terkontaminasi aura abyssal. Namun tetap saja efeknya akan seperti mengalami keracunan. Karena energi kematian dianggap benda asing oleh tubuh.


Untuk mencegah terjadinya kontaminasi, Mu Haocun memberikan pinset kepada Mu Lian. Mu Haocun mengingatkan Mu Lian bahwa meskipun sampel Dan-Shen sudah dipecah hingga sekecil itu, jika terkontaminasi, tetap saja akan sangat menyakitkan.


Kembali pada Mu Lian yang sedang memusatkan perhatiannya pada kuali serta bahan-bahan di hadapannya, setelah memasukkan hampir sepuluh bahan utama, kuali ditutup.


Kuali bergetar selama beberapa menit, menandakan proses peleburan dan pencampuran sedang terjadi. Setelah berhenti bergetar, Mu Lian memasukkan salah satu katalis, tanaman ajaib.


Begitu seterusnya hingga keempat kalinya kuali berhenti bergetar, Mu Lian memasukkan Siwang Mogu.


Mu Lian menggerakkan pinset dan mengambil kristal berwarna hitam pekat kemudian memasukkannya ke dalam kuali.


Jika dilihat sekilas, sampel Dan-Shen hampir menyerupai Siwang Mogu. Namun jika dilihat lebih teliti, sampel Siwang Mogu memiliki warna yang lebih pekat daripada sampel Dan-Shen. Begitu pun dalam segi kandungan kandungan energi kematian.


Ketika kuali ditutup kembali, Mu Lian mulai gugup. Langkah ini lah yang sangat menentukan keberhasilannya.


Mu Lian mundur beberapa langkah menjauhi meja. Agar energi spiritualnya tidak sengaja mengenai sampel Dan-Shen ataupun Siwang Mogu.


Api pil di atas telapak tangannya bersinar terang kemudian meredup kemudian terang kembali.


Selama beberapa menit Mu Lian mengendalikan api pilnya sambil merasakan proses yang terjadi di dalam kuali.


Kemudian kuali berhenti bergetar. Hening. Api pil sudah sepenuhnya padam, tinggal kuali yang melayang di atas telapak tangan Mu Lian.


Err. Itu saja?


Mu Lian menyadari ada yang aneh. Mu Lian hendak membuka tutup kuali namun ingat bahwa seharusnya penelitian ini dilakukan di luar ruangan.


Namun Mu Lian tidak tahan dengan dinginnya cuaca di luar. Mu Lian menghela napas, memutuskan untuk menunggu Mu Haocun.


Mu Lian meletakkan kualinya di atas meja kemudian berjalan keluar kamar. Dia melihat Ling Zizhou dan Han Tengfei sedang berdiri di lorong menatap keluar jendela.


"Bagaimana?" kata Han Tengfei.


"Hmm jika dikatakan berhasil belum tentu, dikatakan gagal pun tidak," kata Mu Lian sambil menggaruk kepala.


"Hah? Bagaimana ceritanya?" kata Ling Zizhou


menatap Mu Lian aneh.


Mu Lian menceritakan jika dia merasakan sedikit aliran chi yang merembes keluar kuali. Namun jumlahnya tidak terlalu signifikan.


Ketika dirinya hendak memeriksa bagaimana hasil pengekstrasian chi-nya, Mu Lian memutuskan untuk memeriksa bersama Mu Haocun.


Ling Zizhou dan Han Tengfei menganggap keputusan Mu Lian tepat dan mereka pun tidak berani memeriksa bersama Mu Lian karena mereka bukan ahlinya.


Akhirnya Mu Lian menghabiskan waktu bersama Ling Zizhou dan Han Tengfei hingga Mu Haocun pulang.


Mu Haocun yang baru saja masuk ke pekarangan, langsung menyuruh Mu Lian menunjukkan hasil pengekstrasian kepadanya.


Mu Haocun dan Master Yi menunggu di aula resepsionis bersama Ling Zizhou dan Han Tengfei. Sedangkan Mu Lian kembali ke kamar untuk mengambil kuali.


Keduanya kemudian ditanyai bagaimana kegiatan penelitian hari itu. Ternyata selain untuk menjaga Mu Lian, Ling Zizhou dan Han Tengfei bertugas mengawasi jalannya penelitian.


Ketika Mu Lian memberikan kuali miliknya ke Mu Haocun. Mu Haocun mengambil selembar kertas mantera dari balik jubahnya.


Kertas itu berwarna kuning, namun aksara yang tertulis diatasnya berbeda dengan kertas mantera yang digunakan untuk membasmi Egui.

__ADS_1


Mu Haocun membuka tutup kuali menggunakan energi spiritualnya, kemudian mengaktifkan kertas mantera ketika ada kepulan asap hitam yang keluar dari mulut kuali.


Mu Lian terkejut, untung saja dia tidak membuka kuali itu meskipun rasanya dia ingin mati karena penasaran.


"Bagus. Kau sudah berada di jalur yang tepat," kata Mu Haocun setelah menatap ke dasar kuali.


Mu Lian ikut melihat ke dasar kuali begitu pun Ling Zizhou, Han Tengfei dan Master Yi. Ling Zizhou mengernyit ketika melihat gumpalan berwarna abu-abu terang.


Dia tidak mengerti dalam segi apakah penelitian itu dianggap berhasil, namun karena Mu Haocun sendiri yang profesional Alkimia mengatakan demikian, Ling Zizhou pun hanya diam.


"Jika kau sudah berhasil membuat gumpalan seperti ini, itu artinya kau berhasil mengekstrak chi," kata Mu Haocun menjelaskan.


"Tapi mengapa rasanya chi yang terekstrak..."


"Sangat sedikit, nyaris tidak terasa apa-apa?" potong Mu Haocun. Mu Lian mengangguk.


"Tidak apa-apa. Lihat gumpalan ini, seiring berjalannya waktu, gumpalan ini akan semakin mendekati warna hitam. Saat itulah kau berhasil mengekstrak chi hingga batas yang telah kakek capai," kata Mu Haocun.


"40%? Kalau begitu, warnanya tidak mungkin hitam pekat," kata Mu Lian.


"Benar," kata Mu Haocun.


Mu Haocun terus menghibur Mu Lian agar tidak kecewa dengan hasil pengekstrasian hari ini. Tiga hari yang lalu saja Mu Lian tidak berhasil mengekstrak chi sedikit pun.


Jika melihat hari ini, pencapaian Mu Lian sudah luar biasa. Dan hal itu sepenuhnya benar, karena hanya Mu Lian saja, kultivator dengan tingkat pengkondensasian chi tahap akhir yang berhasil mengekstak chi pada percobaan ke 2 nya.


Keesokan harinya Mu Lian tidak langsung melakukan ekstrasi. Dia menghabiskan waktu berjam-jam di depan buku untuk memastikan apakah ada informasi yang terlewat.


Mu Lian membaca semua buku referensi hingga matanya terasa sangat perih dan kepalanya pusing.


Belum lagi dia melakukan ekstrasi terus menerus tanpa istirahat selama satu minggu. Hal ini membuat performa Mu Lian semakin menurun.


"Bagaimana kalau kau istirahat selama beberapa hari," kata Mu Haocun.


Mu Haocun merasa bersalah melihat keadaan Mu Lian yang mengenaskan. Matanya merah, rambutnya kusut, dan bajunya tidak karuan.


Mu Lian tergeletak di atas tempat tidurnya dengan mata terbuka dan tak bergerak.


Awalnya Mu Haocun hanya ingin Mu Lian menghabiskan waktu dengan mengasah kemampuan membuat pilnya.


Penting untuk membuat sesuatu setiap hari. Hal ini bertujuan juga untuk melatih energi spiritual seorang ahli Alkimia.


Apakah semua ahli Alkimia sama mengenaskannya dengan Mu Lian? Tentu saja tidak. Mu Lian berakhir seperti itu karena guru Alkimianya adalah Mu Haocun.


Seorang Profesional yang tidak memiliki tandingan dan berada di puncak bidang Alkimia. Terkenal perfeksionis dan sangat tegas dalam menangani segala hal menyangkut Alkimia.


Lihat saja kasus Mu Lian, Mu Haocun memilih pengekstrasian chi untuk melatih kemampuan membuat pil Mu Lian.


Sebenarnya, dari semua murid didik Mu Haocun, tak ada pelatihan membuat pil yang normal. Memang Mu Lian saja yang tugas berlatihnya sangat abnormal.


"Apa kau sudah bertemu Xiaoxiao? Sebaiknya kau menghabiskan waktu dengannya. Kasihan Xiaoxiao, mungkin saja sekarang dia menangis karena merindukanmu," kata Mu Haocun penuh drama.


Meski sangat disegani oleh murid didiknya, Mu Haocun memiliki kebiasaan menjahili murid didik dan orang-orang yang dekat dengannya.


Tak ada jawaban. Mu Lian tetap bergeming dalam posisi mengenaskan. Seluruh tubuhnya terasa sangat pegal hingga rasanya sendi-sendi di tubuhnya lepas.


Namun anehnya, Mu Lian tidak bisa menutup matanya yang sudah terlampau kering itu. Kantuk pun tidak datang juga hingga akhirnya Mu Lian hanya bisa menatap kosong langit-langit kamarnya.


...


Tiga hari kemudian, tubuh Mu Lian sudah lebih baik. Mu Haocun membantu pemulihan Mu Lian dengan teh inovasinya yang dikembangkan bersama Mu Lian *beberapa waktu yang lalu.


Belajar dari pengalamannya, Mu Lian tidak keras kepala dan memutuskan untuk mendiskusikan dengan Xiaoxiao mengenai pengekstrasian chi.


Lagi pula, setelah resmi menjadi murid Master Zhengheng, Xiaoxiao sudah menjadi bagian operasi pengekstrasian chi ini.


"Jiejie! Kenapa tambah kurus? Ya ampun, lihat lingkaran hitam dibawah matamu!" kata Xiaoxiao sambil memeriksa Mu Lian dengan teliti.


Xiaoxiao menatap tajam Ling Zizhou dan Han Tengfei. Seolah menyalahkan kedua pemuda itu. Ling Zizhou menahan amarahnya ketika melihat tatapan 'penuh makna' dari Xiaoxiao karena pemuda itu pun sebenarnya merasa gagal memerhatikan Mu Lian.


Han Tengfei yang biasanya tenang pun jadi salah tingkah mendapat tatapan tersebut. Han Tengfei tidak pernah ditatap seperti itu selama hidupnya!


Untung saja Xiaoxiao tidak melihat kondisi Mu Lian tiga hari yang lalu, kalau tidak gadis itu pasti sudah melempar kedua pemuda itu dengan jantung atau hati spirit beast yang selalu digunakannya untuk latihan array.


Mu Lian menenangkan Xiaoxiao, sambil menahan tawa karena melihat Xiaoxiao menegur Han Tengfei. BIasanya wajah gadis itu merah padam di hadapan Senior Han, namun kini wajahnya menunjukkan ketegasan.


Setelah keadaan kembali tenang, Mu Lian mendiskusikan penelitian yang sedang dilakukannya selama satu minggu belakangan.

__ADS_1


Mu Lian menceritakan kesulitannya dan beberapa hipotesis yang berhasil diambil setelah melakukan penelitian dalam kurun waktu satu minggu itu.


Mu Lian mengetahui bagaimana mengontrol api pil dengan tepat merupakan salah satu faktor keberhasilan pengekstrasian chi. Dan membuat api pil membutuhkan energi spiritual.


Mu Lian menjelaskan pada Xiaoxiao bahwa dirinya membutuhkan lebih banyak energi spiritual. Sepanjang penjelasan, mulut Xiaoxiao, Ling Zizhou dan Han Tengfei terbuka.


Xiaoxiao mencoba menjelaskan bahwa rencana Mu Lian hampir tidak mungkin. Namun Mu Lian meyakinkan Xiaoxiao pasti ada cara yang mampu menyelesaikan masalah kekurangan energi spiritual tersebut.


Ling Zizhou memijat keningnya melihat kekeras kepalaan Mu Lian, sedangkan Han Tengfei larut dalam pikirannya sendiri.


Setelah melalui penjelasan berputar-putar, Xiaoxiao akhirnya menceritakan bahwa beberapa minggu belakangan, Master Zhengheng memberikannya buku berisi pengetahuan umum tentang Array.


Xiaoxiao mengambil buku tersebut dari kantung dimensionalnya, yang juga dihadiahi oleh Master Zhengheng, kemudian menunjukkannya kepada Mu Lian.


Sebelum Mu Lian bisa melihat isi buku tersebut, Mu Lian menahannya dan menyodorkannya kembali ke arah Xiaoxiao. Mu Lian menyerahkan sepenuhnya kepada Xiaoxiao.


Xiaoxiao mengerti trauma yang dialami Mu Lian setelah belajar Array jadi Xiaoxiao tidak memaksa Mu Lian.


Xiaoxiao mendapatkan beberapa Array yang dirasa tepat, kemudian menuliskan hal-hal penting seperti bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana langkah-langkahnya.


Mu Lian mengingatkan agar Xiaoxiao tidak melewatkan satu pun Array dasar sesuai kemampuan Xiaoxiao. Mengingat Xiaoxiao sendiri lah yang harus menggambar Array tersebut.


Hari ini Mu Lian dan Xiaoxiao akan mencoba dua Array pilihan mereka. Ling Zizhou pergi mencari beberapa bahan yang yang dibutuhkan. Sedangkan Han Tengfei mengamati dari samping.


Yang membuat Mu Lian terkejut adalah teknik menggambar pola Xiaoxiao semakin meningkat, gerakannya pun semakin lincah.


Xiaoxiao mengatakan bahwa kedua tehnik ini adalah hal paling penting yang harus dimiliki ahli Array.


Karena Xiaoxiao harus menggambar di atas salju, kapur yang digunakan kali ini terlihat berbeda dari biasanya. Strukturnya terasa seperti jelly.


Ketika 'jelly' tersebut menyentuh permukaan salju, jelly seolah mencair menjadi tinta berwarna merah darah.


Dengan sangat cepat, Array pertama selesai. Xiaoxiao kemudian meletakkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengaktifkan Array di tempatnya masing-masing.


Xiaoxiao mempersilahkan Mu Lian masuk ke tengah Array ketika semua sudah siap kemudian Xiaoxiao mengaktifkan Array.


Mata Xiaoxiao berbinar melihat Mu Lian di tengah pola array, menggunakan energi spiritualnya untuk memasukkan bahan-bahan yang tergeletak di sekitar kakinya, ke dalam kuali.


Xiaoxiao berdecak kagum melihat api pil yang dibuat Mu Lian. Api pil berwarna lilac melayang dengan indah beberapa inci dari telapak tangan kanan Mu Lian.


"Sama dengan Master Mu," gumam Xiaoxiao penuh rasa kagum.


Apabila dulu mata Xiaoxiao memandang Mu Lian dengan penuh kecemburuan, kini matanya memandang Mu Lian dengan penuh kekaguman.


Bagaimana tidak, hanya ada dua orang di dunia ini yang memiliki api pil berwarna lilac. Satu orang lagi tidak lain dan tidak bukan adalah Mu Haocun.


Ling Zizhou dan Han Tengfei yang berdiri di sebelah Xiaoxiao langsung memberi peringatan melalui gestur tubuh mereka.


Xiaoxiao bingung melihat Ling Zizhou yang dengan sangat jelas menyuruh Xiaoxiao diam dan tidak mengatakan apapun lagi.


Ling Zizhou dan Han Tengfei diingatkan oleh Mu Haocun dan Master Yi agar tidak ada orang lain yang boleh mengetahui api pil milik Mu Lian.


Dan mereka juga tidak boleh mengatakan apapun pada Mu Lian mengenai api pil berwarna lilac miliknya yang sangat langka, agar tidak terlalu membebani pikiran Mu Lian.


Hal ini juga dilakukan untuk melindungi Mu Lian dari orang-orang yang berniat jahat. Namun mengingat Xiaoxiao sangat dekat dengan Mu Lian, kedua pemuda itu tidak keberatan membiarkan Mu Lian menggunakan api pilnya.


Lagipula Ling Zizhou sudah membuat pemilik penginapan sibuk di dalam kamarnya dan di penginapan ini tidak ada siapapun.


Han Tengfei dan Ling Zizhou memastikan gerbang dikunci dan mengawasi sekitar penginapan hingga radius beberapa meter.


Melihat Ling Zizhou yang bersikeras agar Xiaoxiao tutup mulut dengan wajah menakutkannya, akhirnya Xiaoxiao mengamati proses pengekstraksian dalam diam.


Dua puluh menit kemudian, tidak ada tanda-tanda apapun lagi yang terlihat di kuali. Api pil dipadamkan, dan kuali melayang turun ke telapak kanan Mu Lian.


Mu Lian membuka matanya, kemudian mengambil kertas mantera berwarna kuning dari kantung dimensionalnya.


Xiaoxiao, Ling Zizhou dan Han Tengfei menghampiri Mu Lian. Ketiganya mengelilingi Mu Lian untuk melihat ke dalam kuali.


Dengan sinyal dari Mu Lian, Xiaoxiao membuka tutup kuali sedangkan Mu Lian mengaktifkan mantera.


Setelah kepulan asap hitam menghilang. Keempatnya melihat dasar kuali.


...............


Note:


* Teh herba yang Mu Lian berikan kepada Master Zhengheng di chapter 29

__ADS_1


__ADS_2