Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Pelacakan energi spiritual Saudara Heng


__ADS_3

Dua pendekar bayangan yang terlanjur menghampiri rekannya itu gagal merasakan kejanggalan yang dirasakan oleh Ling Zizhou dan Meng Zhi sehingga keduanya terlambat menghindari serangan telak Saudara Heng.


Kejadiannya begitu cepat, ketika Saudara Bei dan rekannya berada cukup dekat dengannya, Saudara Heng berpura-pura kehilangan keseimbangan.


Saat Saudara Bei menangkapnya, Saudara Heng segera mengambil jian milik Saudara Bei yang sedang disarungkan di pinggangnya kemudian menebas Saudara Bei tanpa ampun!


"!"


Saudara Bei hanya bisa membelalakkan matanya, tubuhnya terhempas akibat kekuatan dari serangan tersebut menghantam rekan yang sedang berjalan di belakangnya.


Saat sedang terjatuh bersama rekannya, Saudara Bei dapat melihat bahwa mata Saudara Heng seperti mata boneka. Terlihat mati tanpa ada cahaya kehidupan.


Ling Zizhou dan Jun Mo dengan sigap menangkap Saudara Bei dan rekannya sedangkan Meng Zhi menangkis serangan demi serangan yang terus dilancarkan oleh Saudara Heng.


"CLANG!"


"CLANG!"


"Uwah! Dasar gila! Hati-hati Zhi Ge! Lihat, aura abyssal itu! menjijikkan!" kata Ling Zizhou mengernyit.


Segera mundur menjauhi pertarungan yang terjadi di tangga. Ling Zizhou membawa Saudara Bei yang masih belum bisa menerima kenyataan bahwa rekannya telah menyerangnya.


"Aura abyssal? Maksud anda, makhluk abyssal? Bagaimana mungkin? Aku hanya mendengarnya dari legenda tapi bukankah makhluk abyssal sudah disegel?" kata Jun Mo mengikuti Ling Zizhou menuju lorong.


Rekan Saudara Bei yang tidak terluka, buru-buru mengucapkan terimakasih dan segera berjalan sendiri. Dia hanya terkejut saja jadi tidak sempat menghindar ataupun menangkap Saudara Bei.


"Kau tidak akan percaya di negeri Mao sudah ada bukti nyatanya. Seharusnya anggota dewan sudah tahu sih, masa kau tidak punya kenalan dari sana?" kata Ling Zizhou heran. Jun Mo menggeleng.


Jun Mo mengatakan bahwa karena disibukkan dengan urusan rumah lelang, dia tidak sempat berbicara dengan kenalannya yang bekerja di dewan.


"Yang bisa kukatakan adalah entah bagaimana caranya makhluk abyssal sudah menginvasi dunia ini. Aku pernah berhadapan dengan orang-orang yang berhubungan erat dengan makhluk abyssal.


Dan menurut pengalamanku, aura idiot itu sungguh menjengkelkan! Kalian bertarung dengan orang-orang idiot itu ya, kalian juga akan terpapar dengan aura abyssal!


Kalau tidak cepat-cepat dipurifikasi, bisa-bisa mengalami deviasi qi! Huh, aku sudah muak dengan mereka! Oh, iya.


Karena aku tidak bisa mempurifikasi zat idiot itu, sementara minumlah pil ini untuk menyembuhkan luka anda. Aku akan membuat tagihannya nanti, jangan lupa bayar!" kata Ling Zizhou sambil menyuapi beberapa pil kehidupan kepada Saudara Bei.


Saudara Bei diletakkan di lantai dalam posisi duduk bersandar. Permukaan cermin sedikit licin jadi Ling Zizhou harus menahan tubuhnya agar tidak tergelincir.


Ling Zizhou melakukan hal tersebut karena luka yang pada tubuh Saudara Bei semakin melebar sehingga darahnya terus mengalir.


Saudara Bei tersadar dari keadaan shock nya, dia menggumamkan terimakasih kepada Ling Zizhou sebelum menelan semua pil yang diterimanya itu.


Meski diperlambat karena adanya aura abyssal yang mengkontaminasi lukanya, kondisi Saudara Bei membaik. Setidaknya pendarahannya berhenti dan lukanya mulai menutup.


"Kualitas pil ini benar-benar sesuai dengan ketenarannya," kata Jun Mo mengagumi kinerja pil dari Gerobak Ajaib.


"Tentu saja, kalau tidak ada aura abyssal, lukanya akan sembuh dalam sekejap mata!" kata Ling Zizhou.


"CLANG!"


Pertarungan ternyata sudah berpindah tempat. Kini suara-suara pertarungan mendekati Ling Zizhou, Jun Mo dan dua pendekar bayangan yang sedang beristirahat.


"Saudara Heng..." gumam Saudara Bei.


"Tenangkan diri anda. Apakah anda bisa membangunkannya dari bawah pengendalian? Sepertinya rekan anda sedang berada di bawah pengaruh seseorang," usul Jun Mo.

__ADS_1


"Ah, anda benar. Kedua matanya...aku akan memikirkan bagaimana untuk menyadarkannya kembali," kata Saudara Bei.


Sementara Saudara Bei dan rekannya tampak merenung, Ling Zizhou menawarkan bantuan kepada Meng Zhi namun ditolak.


Meng Zhi sengaja menolak karena tingkat kontaminasi aura abyssal disekitar Saudara Heng sangat tinggi.


Saat ini saja, meski bertarung jarak jauh, Meng Zhi tetap dapat merasakan aura abyssal di sekeliling Saudara Heng.


Tak lama kemudian, Saudara Bei berdiri dan menyuruh rekannya untuk tetap dekat dengan Ling Zizhou dan Jun Mo sedangkan dirinya sendiri menghampiri Meng Zhi.


"Tuan Meng, perkenankan saya menggantikan anda melawannya. Saya memiliki tanggung jawab terhadapnya jadi saya tidak bisa meninggalkannya," kata Saudara Heng.


Meng Zhi mundur dan membiarkan Saudara Bei menangani Saudara Heng. Yang membuatnya terkejut adalah serangan Saudara Heng berubah semenjak Saudara Bei menggantikannya.


Memang serangannya masih tetap terlihat agresif namun jika dilihat-lihat lebih teliti, serangan tersebut tidak terlihat begitu mengancam nyawa.


Meng Zhi jadi mengingat serangan pertama yang dilancarkan Saudara Heng. Serangan tersebut terlihat seperti hendak membelah Saudara Bei secara diagonal dari bahu kanan menuju pinggangnya.


Namun pada kenyataannya, luka yang diderita Saudara Bei hanya disekitar diafragma dan perut bagian atasnya. Meski begitu, luka tersebut tetap saja dalam.


Meng Zhi mengamati gerak-gerik Saudara Heng seperti elang mengawasi mangsanya. Pada interval tertentu, Meng Zhi mendapati bahwa mata Saudara Heng terlihat hidup sebelum akhirnya kembali seperti mata boneka. Dan tepat pada saat itu, serangan yang dilancarkannya sedikit berubah.


"Saudara Bei, coba panggil namanya dan lakukan gerakan yang dapat memancing ingatan Saudara Heng!" kata Meng Zhi.


Setelah mengamati gerak-gerik Saudara Heng, Meng Zhi semakin yakin bahwa kesadaran Saudara Heng kadang-kadang dapat mengalahkan kendali sehingga dapat muncul kembali ke permukaan meski hanya sesaat.


Saudara Bei melakukan apa yang disuruh Meng ZHi, dari memanggil namanya hingga melakukan jurus-jurus yang sering digunakannya saat latihan bersama Saudara Heng.


Tak lama, pupil Saudara Heng bergetar dan matanya terlihat berlinang air mata. Saudara Heng terlihat hidup kembali namun terlihat sangat hancur.


"Bunuh aku...Saudara Bei..." hanya itu kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Kau tidak tahu! Aku sudah berusaha sekuat tenaga! Tapi tubuhku bukan milikku lagi! Saudara Han! Saudara...huhu..." kata Saudara Heng terisak.


Pemandangan yang dilihat Ling Zizhou dan Meng Zhi adalah seorang paman yang meminta dirinya dibunuh namun tangannya memainkan jian dengan tangkas berusaha membunuh orang yang dimintainya bantuan.


"Gila...dunia sudah gila..." gumam Ling Zizhou. Namun Meng Zhi merasakan ada cerita dibalik kegilaan ini.


Saudara Bei menenangkan Saudara Heng agar dapat menceritakan apa yang terjadi kepadanya dan rekannya yang disandera.


Namun Meng Zhi melihat bahwa kondisi Saudara Heng begitu buruk, dia terlihat sangat terpukul. Mana mungkin mereka mendapatkan informasi dari Saudara Heng.


"Saudara Bei, sebaiknya jangan menanyakan apa-apa dulu kepadanya. Tanya apa yang bisa kita lakukan untuknya selain membunuhnya," kata Meng Zhi akhirnya setelah lama diam.


Saudara Bei menanyakan hal tersebut kemudian dibalas dengan gelengan kepala. Saudara Heng terlihat sangat yakin dengan apa yang diucapkannya,


"Dengarkan aku, apa yang akan kalian lakukan jika kalian menyadari kejadian di sekeliling kalian namun tidak dapat mengendalikan tubuh klian sendiri?!" kata Saudara Heng sambil membulatkan mata. Matanya memancarkan kengerian yang luar biasa.


Lalu tiba-tiba Saudara Heng menatap Saudara Bei seperti memohon. Kehidupan dalam matanya terlihat mulai memudar. Sebelum sepenuhnya menghilang Saudara Heng berkata,


"Tidak...pagoda spiritual...benda itu...menyakiti-"


Sebelum selesai mengucapkan kalimatnya, aura abyssal menguat dan Saudara Heng menyerang Saudara Bei dengan nafsu membunuh.


"Awas!" kata Ling Zizhou.


Ling Zizhou memiliki refleks yang sangat cepat, seharusnya ia dapat dengan mudah membantu menangkis serangan tersebut namun karena terlalu terpikat dengan kata-kata terakhir Saudara Heng sebelum jatuh dalam kendali sepenuhnya, Ling Zizhou pun kehilangan momentumnya.

__ADS_1


Untungnya, Meng Zhi mengirim pedangnya untuk membantu Saudara Bei. Saudara Bei mengucapkan terimakasih kemudian melanjutkan pertarungannya kembali dengan Saudara Heng.


"Pagoda spiritual, hmm. Apakah Pagoda spiritual seperti yang kupikirkan?" kata Jun Mo.


"Takutnya, seperti yang kita pikirkan," kata Meng Zhi mengangguk.


"Apa sih yang kalian bicarakan? Tolong jelaskan!" kata Ling Zizhou tak sabar.


"Astaga anak ini! Apa kau lupa, setiap berhasil meningkatkan energi spiritual, kita akan membuka gerbang menuju tingkatan yang lebih tinggi!" kata Meng Zhi memutar bola matanya.


"Hmm? Oh, yang itu!" kata Ling Zizhou dengan wajah serius.


"Saudara Heng mengatakan bahwa ada sesuatu dalam pagoda spiritualnya, aku percaya bahwa sesuatu itu menginvasi area spiritual Saudara Heng," kata Jun Mo.


"Benar, makanya kesadarannya dipenjara dan siapapun itu, berhasil mengendalikan tubuhnya," kata Meng Zhi.


"Jadi apa yang harus kita lakukan? Masuk ke dalam pagoda Saudara Heng?" kata Ling Zizhou dengan tatapan ragu.


Karena memasuki area spiritual seseorang sangat tidak mudah. Ada dua cara yang memiliki tingkat keberhasilan 100% yaitu dengan mengaplikasikan melacak energi spiritual dan satu lagi adalah dengan berada di tingkat pembentukan jiwa.


"Oh," Ling Zizhou menepuk keningnya. Dua cara tersebut dapat dilakukan Meng Zhi dengan mudah. Meng Zhi dapat melacak energi spiritual Saudara Heng langsung dengan individu sekundernya.


Tujuan seorang kultivator tingkat pembentukan jiwa adalah membentuk individu sekunder yang berasal dari chi yang telah ia kumpulkan.


Setelah sebelumnya dikondensasi menjadi sebuah inti pada tingkat pembentukan inti, inti tersebut kemudian ditransformasi sedemikian rupa menjadi sebuah individu sekunder yang mendiami dantian pemiliknya.


Setiap orang memiliki bentuk individu sekunder yang berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti, melacak energi spiritual menjadi lebih mudah menggunakan individu sekunder.


"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Saudara Bei. Ternyata Saudara Bei mendengarkan percakapan Meng Zhi dengan Ling Zizhou dan Jun Mo. Saudara Bei tanpa ragu menyetujui ide yang diucapkan secara asal oleh Ling Zizhou.


"Anda hanya perlu berhati-hati saat aku memasuki area spiritual Saudara Heng. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jadi aku mohon bantuannya," kata Meng Zhi melanjutkan,


"Ah Zhou, kuserahkan tubuhku padamu ya,"


Untuk dapat memasuki area spiritual Saudara Heng, Meng Zhi harus sekali lagi bertarung dengan Saudara Heng.


Tujuan utama Meng Zhi adalah membiarkan Saudara Heng mendaratkan serangan kepadanya, dengan begitu Meng Zhi dapat melacak Saudara heng hingga ke area spiritualnya.


Ling Zizhou menuai protes dengan melempar tatapan tajam kepada Meng Zhi. Apakah harus terkena serangan dulu sebelum dapat melacak Saudara Heng? Sayangnya, harus.


Tanpa berusaha membujuk Ling Zizhou lebih jauh, Meng Zhi segera berlari memasuki pertarungan. Pertarungan kini menjadi pertarungan antara 3 orang.


"Zhi Ge!" Ling Zizhou hanya bisa melampiaskan kekesalannya dengan memanggil Meng Zhi sekuat tenaga.


Tepat saat itu, Saudara Heng berhasil mendaratkan serangannya. Satu tusukan di area perut Meng Zhi. Serangan yang dikeluarkan Saudara Heng memang sangat acak, kadang berupa tebasan kadang tusukan kadang terlihat seperti baling-baling.


Entah Meng Zhi menganggapnya keberuntungan atau bukan, serangan yang berhasil mengenainya adalah serangan paling mematikan yang juga memiliki tingkat keberhasilan pelacakan tertinggi.


Meng Zhi hanya harus memikirkan untuk menyembuhkan perutnya yang berlubang itu. Dengan adanya Mu Haocun dan Mu Lian, Meng Zhi tidak khawatir dengan hal tersebut.


Sehingga pada detik berikutnya, Meng Zhi segera memejamkan mata, memutuskan kontak dengan lingkungan luar dan menggunakan versi mini dirinya untuk melacak energi spiritual Saudara Heng dengan jejak chi penuh kontaminasi sebagai pemandunya.


Berbeda dengan Meng Zhi yang menerima serangan dari Saudara Heng tanpa kekhawatiran sedikitpun, Ling Zizhou dengan sangat cepat muncul di samping Meng Zhi dan segera membawanya menjauhi pertarungan.


"Gushii"


Suara yang membuat mual terdengar ketika pedang tercabut dari perut Meng Zhi. Saudara Heng hanya bisa diam melihat mangsanya yang sudah tertusuk itu melarikan diri.

__ADS_1


"UARRGH!"


Dengan kepergian Meng Zhi, Saudara Bei menerima kemarahan Saudara Heng sepenuhnya. Serangan membabi buta pun datang kepadanya.


__ADS_2