
"Sampai pagi pun mereka belum datang juga, takutnya terjadi ada apa-apa pada tim eksplorasi. Jadi kami semua memutuskan untuk menjemput mereka," kata Meng Zhi kepada Mu Lian yang sedang berdiri di depan meja penuh dengan hidangan.
Di sebelah Mu Lian ada Meimei, Ling Zizhou, Xu Jing, Xiaoleng, Xiaojia, Xiaobao dan Xiaohua. Kedelapan orang ini terus melahap semua hidangan yang ada di meja.
Rusa bakar, salad dauh pepohonan yang anehnya cukup lezat, ikan tumis dan 'tupai' khas luar yang memiliki tekstur daging kenyal namun gurih.
Jika tupai di Bumi dagingnya pasti keras karena mereka tersusun dari otot saja, tapi di Gua Sejati, makhluk-makhluk lucu ini rasanya bikin nagih.
Meski terlihat lucu, makhluk ini tidak bisa diremehkan karena semudah membalik telapak tangan, matanya berubah menjadi merah dan masuk ke dalam mode amukan dan bisa melukai seseorang dengan lua yang cukup fatal.
Bisa dibilang tupai nan lucu ini termasuk ke dalam hewan yang buas. Kekuatannya memang tidak setara spirit beast namun berada tak jauh darinya.
Namun tetap saja, jika sudah diolah menjadi masakan yang tepat, rasa tupai licik ini sangat lezat.
Contohnya saja saat ini, Mu Lian yang telah menghabiskan 3 tupai, masih terus melahap tupai selanjutnya sambil mendengarkan Meng Zhi.
"Nom, nom, nom..."
"..." (Meng Zhi, Junior Qi, Xu ke dan ketua kelompok yang lain)
"Ah, maaf, aku tidak bisa berhenti. Zhi ge mau meminjam gondola ajaib? Jaga-jaga bila ada tim eksplorasi yang terluka ya, boleh saja. Asalkan aku ikut," kata Mu Lian setelah meminum air untuk membantu menelan potongan daging tupai yang menyangkut di tenggorokannya.
"Oh, dan formasinya mohon maaf, tidak bisa diubah. Jadi kita masih menggunakan formasi yang dulu," kata Mu Lian mengingatkan.
"En. Baiklah, sebaiknya anda bergabung dengan partner anda supaya kita bisa segera menjemput Senior Du, Senior Xu dan yang lain," kata Meng Zhi kepada Xu Jing, Xu Ke dan Junior Qi.
Tim eksplorasi kali ini diawasi oleh dua ketua kelompok dari sekte yang berbeda. Du Luhan, rekan Du Luhan dan Xu Tian.
Jadi kali ini yang mengoperasikan gondola ajaib hanya Xiaoleng, Xiaojia dan Xiaoqiu. Sisanya, ikut dengan Mu Lian, Meimei atau ketiga anak tersebut.
"Ketua Gao bisa ikut denganku dan pergi lebih dulu untuk memeriksa jalur eksplorasi. Mudah-mudahan kita bertemu dengan tim eksplorasi di tengah jalan," kata Meng Zhi.
Beberapa ketua kelompok yang lain mengkondisikan pesta penyambutan. Mereka menenangkan beberapa orang yang panik dan menyuruh semuanya menunggu sementara Mu Lian dan yang lain menjemput tim eksplorasi.
Yang membuat Mu Lian dan yang lain terkejut adalah ketika mereka keluar dari perisai tak kasat mata yang dihasilkan secara terus menerus oleh pohon misterius.
Mereka merasakan tekanan yang sangat kuat. Rasanya seperti menyelam dikedalaman, tekanannya membuat dada terasa sesak.
Selain perisai tak kasat mata yang dihasilkan pohon misterius, daerah pemukiman dilindungi oleh alat ajaib. Alat tersebut gabungan dari beberapa alat ajaib lain dan di letakkan mengelilingi daerah pemukiman.
Alat tersebut memberikan perlindungan tambahan berupa memisahkan daerah pemukiman dengan dunia luar, prinsipnya sama seperti termos.
Satu lagi, ada mantera yang membuat orang-orang yang tidak memiliki ijin untuk memasuki daerah pemukiman menjadi tersesat. Mereka tidak akan pernah menemukan daerah pemukiman apalagi Gerobak Ajaib.
Fenomena aneh dialami oleh Mu Lian dan yang lain ketika mereka melewati portal yang disediakan secara khusus untuk keluar.
Dunia terlihat seperti monokrom. tidak ada tanda-tanda kehidupan baik itu dari hewan buas maupun dari spirit beast.
Mata air-mata air menghilang seperti ada yang menyembunyikan. Suasana diluar terasa sangat mencekam.
"Astaga apa ini?" kata Xu Ke.
"Gila! Waktu terasa seperti berhenti dan kita berada di dunia lain!" kata Ling Zizhou.
__ADS_1
"Kemana perginya hewan-hewan buas?" kata Meimei. Meimei berdiri di samping Mu Lian di atas gondola ajaib yang terbang dengan cukup cepat.
Mereka mengikuti Meng Zhi namun tidak begitu dekat. Ada jarak beberapa kilo agar Mu Lian dan yang lain bisa bersiap siaga jika terjadi sesuatu.
"Lian jie, bahkan mata air pun menghilang entah kemana," kata Xiaobai.
"Aliran chi, masih normal hanya sedikit lambat dari biasanya. Energi spiritual, bisa digunakan secara bebas. Tidak ada yang aneh," kata Mu Lian.
Hanya satu fenomena yang sampai saat ini teringat dengan jelas saat pertama kali menginjakkan kakinya di dunia ini.
"Aku jadi teringat dengan pergantian musim, menurut Mei jie bagaimana?" kata Mu Lian.
"Eh? Pergantian musim? Hmm," kata Meimei memikirkan ucapan Mu Lian.
"Lihat, tidak ada tanda-tanda bunga yang menunjukkan waktu bermekaran, tidak ada mata air dan udara terasa lebih kering. Aku tidak bisa menjelaskan lebih detail tapi ini rasanya mirip seperti musim kemarau.
Tapi bedanya, saat ini seluruh makhluk hidup baik itu tumbuhan maupun hewan malah berhibernasi seperti saat musim dingin," kata Mu Lian menjelaskan sambil terus mengamati sekelilingnya.
"Yang dikatakan nona Lianlian benar. Hari ini benar-benar tidak ada tanda kehidupan. Bahkan pepohonan pun lebih 'diam' dari biasanya," kata Junior Qi.
Mu Lian dan yang lain meneruskan perjalanan selama 30 menit sebelum sesuatu menarik perhatian mereka.
Bayangan-bayangan hitam terlihat melewati mereka dengan sangat cepat. Setelah diamati lebih jauh, ternyata tubuh mereka agak transparan.
Namun bayangan-bayangan tersebut mengingatkan Mu Lian pada satu makhluk. Makhluk yang menyerang mereka di ruangan gelap saat mereka menyelundup ke Rumah Kaca.
"Ah, ini tidak mungkin terjadi kan..."gumam Mu Lian. Bulu kuduknya berdiri.
"Makhluk Kegelapan! Hati-hati!" kata Meimei.
"Apa makhluk kegelapan itu aneh? Maksudku, seingatku, makhluk itu sangat agresif kan?" kata Xu Jing yang menyadarkan semuanya.
"Tunggu. Kau benar," kata Ling Zizhou.
"Makhluk kegelapan itu tidak akan menyerang kita tapi sebaiknya jangan memprovokasinya. Ah Zhou, jangan macam-macam," suara Meng Zhi terdengar dari alat komunikasi pada gondola.
"Eh?! Kenapa hanya aku?!" kata Ling Zizhou memutar kedua bola matanya. Meski begitu, Ling Zizhou menurut dan mengoperasikan gerobak dengan tenang.
Mu Lian dan yang lain belum menemukan tanda-tanda dari tim eksplorasi. Hanya menemukan jejak yang ditinggalkan tim eksplorasi saat pertama berangkat ke lokasi yang dituju.
Hingga akhirnya, 20 menit kemudian, Meng Zhi menyuruh Mu Lian dan yang lain untuk segera menyusulnya karena ada keadaan darurat.
Yang lain, tanpa diberitahu pun sudah dapat melihat kumpulan bayangan jauh di depan sana, ke arah yang mereka tuju.
"Cepat kesini! Makhluk kegelapan sebentar lagi mendapatkan mereka!" kata Meng Zhi. Semuanya berpacu menggunakan seluruh kekuatan, untungnya mereka tiba tepat waktu.
Saat ujung tajam tentakel makhluk kegelapan hendak menusuk sebuah batang pohon, tentakel tersebut berhenti dan segera pergi kettika Mu Lian dan yang lain tiba.
"Siapa saja jawab aku!" seru Meng Zhi.
"Senior Du!" seru Junior Qi dengan nada khawatir.
"Paman Tian!" seru Xu Jing.
__ADS_1
Sementara Meng Zhi dan yang lain menghampiri batang pohon yang menjadi target makhluk kegelapan barusan, Mu Lian dan Meimei menunggu diluar dan mengamati makhluk kegelapan.
Makhluk itu belum menyerah, menunggu kumpulan orang-orang bubar untuk menyerang mangsa yang dengan sangat sabar merek tunggu sangat lama itu.
"Mei jie lihat barusan? Waktu kita semua baru saja sampai, tubuh makhluk itu dengan sangat cepat kembali transparan," kata Mu Lian.
"Iya, aku lihat dengan jelas. Kok bisa ya? Apa makhluk itu masih sama dengan makhluk kegelapan yang kita dengar dari legenda?" kata Meimei meragukan identitas makhluk yang mereka yakini sebagai makhluk kegelapan.
"Coba nanti kita tanya kakek," kata Mu Lian. Mu Lian dan Meimei kembali mengamati bayangan-bayangan yang kini mulai gelisah karena hingga saat ini Mu Lian dan yang lain belum pergi juga dari sana.
"Lian'er!" seru Ling Zizhou. Tanpa menanyakan apa-apa, Mu Lian menghampiri Ling Zizhou. Ternyata Meng Zhi membutuhkan bantuannya di dalam.
"Jadi aku harus berusaha menyelinap ke alam bawah sadar mereka dan membangunkan mereka secara paksa?" kata Mu Lian meminta konformasi.
"Ya, tidak ada cara lain lagi. Aku serahkan orang-orang dengan kondisi cukup gawat kepadamu," kata Meng Zhi. Mu Lian hanya mengangguk.
Bagaimana tidak, Meng Zhi baru saja pulih setelah menggunakan energi spiritualnya untuk menjaga wujud Qinren di dunia nyata enam bulan yang lalu.
Bayangkan saja, baru enam bulan. Mu Lian tidak mau mengambil resiko dan mencoba dengan seluruh kemampuannya untuk membangunkan orang-orang yang dikumpulkan di sisi kirinya.
Mu Lian melakukan percobaan pertamanya, namun sepertinya membutuhkan keseriusan lebih untuk melaksanakan tugas tersebut.
Akhirnya setelah melirik ke arah Xu Jing, Xu ke dan Junior Qi, Mu Lian pun menghapus keraguannya dan segera duduk dalam posisi meditasi.
Selain itu, Mu Lian melepaskan kalung ajaib yang menyembunyikan identitasnya sebagai mutiara semesta.
Sontak Xu Ke, Xu Jing dan beberapa rekannya menyadari identitas Mu Lian sebagai mutiara semesta.
Namun untungnya, mereka tidak ribut dan mempermasalahkan hal tersebut sehingga Mu Lian dapat dengan leluasa mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memanipulasi energi spiritualnya.
Karena Mu Lian sudah cukup lama belajar manipulasi energi spiritual tingkat tinggi, Mu Lian pun dengan sangat mudah menyelinap ke alam bawah sadar orang yang berada dibawah kutukan putri tidur itu.
Prinsipnya masih sama seperi saat mengerahkan kesadarannya untuk melihat ke dalam dantian agar bisa memeriksa perkembangan kultivasi mereka.
Orang pertama bangun, kemudian yang kedua, yang ketiga begitu seterusnya hingga semuanya bagun.
Mu Lian melakukannya dengan sangat cepat, membuat Meng Zhi dan Meimei lupa caranya bernapas.
Bahkan Du Luhan dan Xu Tian yang berhasil dipulihkan oleh Meng Zhi pun hanya bisa menatap Mu Lian dengan mulut yang terbuka lebar.
Du Luhan dan Xu Tian baru tersadar setelah mendengar rekan-rekan mereka yang telah bangun bertanya dengan wajah bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Du Luhan dan Xu Tian pun menceritakan bahwa dalam perjalanan pulang, semakin banyak yang jatuh tertidur. Seakan-akan dikutuk, mereka yang tertidur tidak bisa dibangunkan.
Ketika tinggal Du Luhan dan Xu Tian yang masih terjaga, makhluk-makhluk kegelapan mulai menyerang.
Setelah mendengar cerita Du Luhan dan Xu Tian, semua yang baru saja bangun segera bersiap-siap untuk meneruskan perjalanan pulang.
"Heh, lihat makhluk-makhluk itu. Langsung lari terbirit-birit setelah semuanya bangun," kata Ling Zizhou.
Memang benar. Ketika Mu Lian dan yang lain keluar dari rongga batang pohon yang sangat besar itu, tidak ada satu pun makhluk kegelapan disekitar mereka.
Sekelebat bayangan memang masih mengintai namun tubuh mereka begitu transparan sehingga tidak begitu membahayakan.
__ADS_1
"Hati-hati. Sekali makhluk kegelapan mengikutimu, mereka akan terus mengikutimu dan menunggu hingga kalian dikutuk. Aku curiga kutukan tersebut asalnya dari makhluk itu juga," kata Du Luhan memperingatkan Mu Lian dan yang lain.
Du Luhan membagikan informasi ini setelah mengamati makhluk kegelapan yang mengikuti mereka sama semenjak sebelum bunga yang menunjukkan matahari terbit bermekaran, yah meskipun hari itu bunga tidak juga bermekaran setelah ditunggu selama apapun juga.