Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Kita masih di perbatasan ujung dunia bukan?


__ADS_3

"Uaaaargh!" Xiaoman mengamuk dan berusaha menyerang siapa saja yang ada di dekatnya.


Meimei dan Meng Zhi bertemu dengan Tuan Xu dan setelah saling bertatapan, Meng Zhi mengeluarkan bola yang sangat mulus seperti permukaan kaca, warnanya biru dongker dan ketika dimasukkan chi memancarkan sinar ke langit. Meng Zhi memberi sinyal ke sisi lain dinding.


"Apa yang terjadi? kata Meng Zhi.


"Kami pun tidak tahu. Kami mendengar ledakan dan segera kemari, tapi ketika kami tiba, makhluk ini telah menjebol rumah Tuan Xiaoman dan mengamuk," kata Tuan Xu.


Meimei dan Meng Zhi melihat dinding rumah Xiaoman runtuh, mereka dapat melihat pekarangan rumah Xiaoman.


"Makhluk itu terlihat sangat berbahaya, Tuan Xu, tolong peringatkan yang lain agar jangan sampai menyentuh aura gelap disekelilingnya," kata Meimei melanjutkan


"Lihat? aura disekitarnya memiliki elemen yang sangat korosif bagi yang ada disekitarnya.


Sebaiknya kita jaga-jaga dari pada menyesal nanti. Siapa yang tahu, aura tersebut dapat mempengaruhi tubuh kita secara langsung,"


Meimei tidak bisa secara langsung mengungkit aura abyssal karena para dewan seharusnya belum mengetahui keberadaan makhluk abyssal di dunia ini. Jadi Meimei berusaha menuntun Tuan Xu dan dewan-dewan yang lain.


Meng Zhi memahami apa yang hendak Meimei lakukan dan ikut bekerja sama untuk menuntun Tuan Xiaoman dan dewan-dewan lain menyimpulkan bahwa aura yang mereka hadapi adalah aura abyssal.


Beberapa menit kemudian, Tuan Xu dan beberapa dewan lain akhirnya menyadari kesamaan dengan aura yang ditunjukkan Tuan Xiaoman itu dengan aura abyssal.


"Tidak mungkin!" kata seseorang dari kerumunan. Kegaduhan pecah diantara kerumunan namun Tuan Xu segera memberi perintah untuk tetap tenang.


"Tuan Ting telah memberi sinyal pada sisi lain dinding, sebentar lagi bala bantuan akan datang. Mohon untuk tetap berhati-hati. Tuan Xeng, Tuan Fu ikut aku sebentar," kata Tuan Xu kemudian membawa Meimei dan Meng Zhi ke pinggir untuk membicarakan rencana.


Dari sikap tenang ditengah kekacauan yang sedang terjadi ini, Tuan Xu, Tuan Xeng dan Tuan Fu sepertinya veteran yang ditugaskan untuk membantu dewan-dewan yang lebih muda menjaga perbatasan ujung dunia.


Meimei dan Meng Zhi menerima tugas sebagai penghubung antara dewan dari sisi lain dinding dengan dewan dibawah pimpinan Tuan Xiaoman, Tuan Xeng dan Tuan Fu.


Tugas mereka cukup penting karena gaya bertarung para dewan sangat terorganisasi seperti dalam militer.


Dewan di perbatasan ujung dunia tidak mungkin beradaptasi dibawah kepemimpinan dewan dari sisi lain dinding begitu pula sebaliknya.


Bukan tidak mungkin, melainkan seperti kebiasaan yang tidak bisa diubah hanya dalam sehari saja. Dan kemungkinan besar efektivitas serangan mereka jadi menurun.


Selesai mendengarkan Tuan Xu, Meimei dan Meng Zhi pergi ke tempat yang ditentukan oleh Tuan Xu. Di sini, Meimei dan Meng Zhi akan menyambut dewan dari sisi lain dinding dan memberi tahu apa rencana Tuan Xu agar kelompok tersebut bisa menyusun rencana sendiri.


Woosh~


Meimei dan Meng Zhi menatap ke langit dan anehnya, menemukan seekor elang terbang dengan rendah sehingga Meimei dan Meng Zhi dapat melihat dengan jelas elang tersebut.


"Em, sayang, kita masih di perbatasan ujung dunia kan?" tanya Meimei ingin memastikan apakah mereka telah keluar perbatasan ujung dunia.


"Seingatku kita berlari tidak begitu jauh dari pemukiman," jawab Meng Zhi sambil mengamati elang tersebut. Meng Zhi merasakan sesuatu yang akrab dari elang tersebut namun tidak sempat mbicarakannya dengan Meimei karena merasakan kedatangan beberapa kultivator.


Tak lama, Meimei dan Meng Zhi melihat sepuluh orang sedang menggunakan tehnik qinggong ke arah mereka. Dongfang Xing berada ditengah-tengah kelompok tersebut.


Meimei dan Meng Zhi segera bergabung dengan keompok tersebut dan menjelaskan rencana Tuan Xu sambil berjalan.


"Kalian sudah menemukan keberadaan Tuan Xiaoman?" kata Dongfang Xing kepada Meng Zhi.

__ADS_1


"Sampai saat ini Tuan Xu belum bisa memastikan karena ketika kami tiba, makhluk misterius itu menghalau siapa saja yang mendekati rumah Tuan Xiaoman. Tapi kami menemukan 'pola misterius' ini di depan 'rumah Tuan Xiaoman'," kata Meng Zhi.


Dongfang Xing mendengar kata kunci 'pola misterius' dan 'rumah Tuan Xiaoman', menandakan bahwa Meimei dan Meng Zhi telah bertemu dengan Xiaoman.


Kata kunci ini telah mereka sepakati sebelumnya jika Meimei dan Meng Zhi telah menemui Tuan Xiaoman. Hanya Dongfang Xing yang tahu sedangkan dewan-dewan yang lain bertanya apa yang Meng Zhi maksud.


Sebelum Meng Zhi sempat berbohong mengenai kata kunci tersebut, mereka tiba di belakang rumah Xiaoman.


"Jika benar yang kalian katakan bahwa makhluk itu dari abyssal, kita harus sangat berhati-hati," kata salah seorang dewan.


"Ingat, prioritas utama kita adalah menemukan Tuan Xiaoman, jika tidak menemukannya, segera pergi ke titik temu tanpa sepengetahuan makhluk itu," kata Meng Zhi mengingatkan karena sudah mengetahui bahwa makhluk misterius yang sedang mengamuk di depan rumah Xiaoman tidak lain adalah Xiaoman itu sendiri.


"Tentu saja, Tuan Ting. Keselamatan adalah yang paling utama, bukan begitu, saudara-audaraku sekalian?" kata Dongfang Xing meyakinkan dewan-dewan yang lain. Beberapa dewan terlihat mengangguk.


Beberapa lainnya sedikit menunjukan perlawanan dari tatapan mereka. Sepertinya orang-orang tersebut sering meminta nasihat kepada Xioaman.


Meng Zhi melompat ke atap lebih dulu untuk memeriksa pertarungan yang sedang terjadi di depan rumah Xiaoman karena suara-suara pertarungan semakin memanas semenjak kedatangan mereka.


Teriakan-teriakan monster bercampur dengan manusia, berusaha saling menyaingi satu sama lain. Menunjukkan bahwa pertarungan bukan hanya adu kekuatan saja melainkan dari sisi psikologi dua belah pihak.


Kedua belah pihak masih memiliki niat bertarung yang sangat tinggi sehingga keduanya berusaha menyaingi lawan dengan teriakan perang mereka.


Pertarungan tersebut pun diiringi suara retakan serta hancurnya benda-benda di sekitar. Bangunan, kayu, metal dan lain sebagainya.


Meimei, Dongfang Xing serta dewan-dewan lainnya yang masih berdiri di belakang rumah Xiaoman tidak melihat pertarungan tersebut.


Meng Zhi yang menyaksikan pertarungan tersebut dapat menilai bahwa pihak mereka sebentar lagi akan kalah.


Medan pertarungan sudah bepindah beberapa ratus meter dari rumah Xiaoman. Tepatnya di rumah salah satu dewan, namun kini rumah tersebut sudah rata dengan tanah.


"Oh! Kawan apa kau melihat tuanmu?" kata salah satu dewan kepada seekor elang yang sedang hinggap di atas seonggok kayu.


Ruangan itu sangat berantakan dengan pecahan benda-benda yang tergeletak dilantai. Sebelum pertemuannya dengan Meimei dan Meng Zhi, beberapa jam yang lalu Xiaoman berdiam diri di ruangan ini.


Burung elang yang mendengar ucapan seorang dewan tersebut hanya diam mengamati dengan mata tajamnya.


"Apa yang kau lakukan? Cepat pergi ke titik temu. Eh? Apa elang itu milik Tuan Xiaoman?" kata seseorang dari balik punggung dewan tersebut.


Keduanya bertukar beberapa patah kata kemudian segera pergi meninggalkan ruangan itu. Mereka tidak membawa serta elang tersebut karena menurut mereka elang tersebut lebih aman di ruangan ini dari pada di luar.


Namun yang tidak diketahui kedua dewan yang baru saja pergi adalah kedua mata elang tersebut mengkilat sesaat setelah mereka pergi.


Elang itu membuka sayapnya yang berwarna coklat kemudian meluncur ke pojok ruangan untuk mengambil sebuah botol menggunakan cakar tajamnya. Setelah berhasil mengamankan botol di salah satu cakarnya, elang itu terbang keluar ruangan.


Di pekarangan, Meimei, Meng Zhi, Dongfang Xing dan beberapa dewan yang lain telah berkumpul. Wajah semua orang yang berkumpul di sana terlihat sangat terguncang dan tak percaya karena melihat lukisan sang Baize di aula.


Tentu saja orang-orang dunia bawah pernah mendengar makhluk legendaris itu, namun mereka tidak pernah menyangka akan menemui pengikutnya di perbatasan ujung dunia.


Tak banyak yang mengetahui keberadaan para pengikut Baize karena rahasia tersebut dijaga di dalam perpustakaan lantai 9.


Orang-orang yang sering meminta nasihat kepada Xiaoman pun tidak pernah melihat lukisan sang Baize karena mereka selalu mengikuti peraturan jika hendak bertemu Xiaoman, dimana salah satu peraturan tersebut mengatakan bahwa tidak boleh ada yang masuk dan melihat ruangan-ruangan yang ada di dalam rumah Tuan Xiaoman tanpa ijin darinya.

__ADS_1


Setiap orang yang meminta nasihat kepadanya hanya datang kemudian duduk untuk membicarakan masalahnya dengan Xiaoman kemudian segera pulang setelah selesai mendengarkan nasihat.


"Arrgh!" jerit seseorang dari kejauhan.


"Mundur! Seseorang tolong Tuan Fu!" suara Tuan Xu menggelegar menyadarkan beberapa orang yang masih melamun di pekarangan rumah Xiaoman.


"Sebaiknya kita mengambil alih dulu agar Tuan Xu dan yang lain bisa beristirahat memulihkan chi mereka," kata Dongfang Xing.


Yang lainnya mengikuti Dongfang Xing ke arah makhluk abyssal yang sedang diserang oleh beberapa orang dibawah arahan Tuan Xu dan Tuan Xeng. Meng Zhi melihat Tuan Fu sedang dibawa menjauhi medan pertempuran.


"Tuan Xu!" seru Dongfang Xing. Melihat Dongfang Xing dan beberapa dewan yang lain datang, Tuan Xu menyuruh orang-orangnya mundur.


"Tuan Ting, Nona Xi, periksa keadaan Tuan Xu dan tanya langkah apa yang selanjutnya kita ambil!" kata Dongfang Xing kepada Meng Zhi. Meimei dan Meng Zhi mengangguk.


Berbahaya. Dongfang Xing tidak mengikutsertakan Meimei dan meng Zhi dalam pertarungan karena mereka tidak mengetahui formasi serangan yang sering digunakan Dongfang Xing dan kelompoknya.


Belum lagi ketika Meimei dan Meng Zhi menggunakan jurus yang jelas sangat berbeda dengan Xi Rou dan Ting Xuan. Bisa-bisa penyamaran mereka terbongkar.


Untungnya, Meimei dan Meng Zhi sudah ditugaskan sebagai penghubung antara Dongfang Xing dengan Tuan Xu sehingga tidak ada yang curiga ketika Dongfang Xing menyuruh keduanya memeriksa Tuan Xu.


Tak jauh dari medan pertarungan, di aula rumah Xiaoman, seekor elang terbang menghampiri lukisan sang Baize. Elang tersebut membuka tutup botol dengan cakarnya kemudian menumpahkan isinya ke lukisan Baize.


Lukisan yang sangat indah itu pun ternodai dengan bercak hitam memanjang. Orang-orang tidak akan percaya jika melihat seekor elang telah melakukan aksi vandalisme di lukisan sang Baize!


Tidak berhenti sampai disitu, elang itu dengan tubuhnya yang lebih kecil daripada lukisan sang Baize, membawa lukisan tersebut menggunakan cakarnya ke arah medan pertarungan.


Meimei, Meng Zhi serta kelompok Tuan Xu yang mengamati pertarungan dari pinggir melihat elang tersebut terbang dengan susah payah membawa lukisan sang Baize ke hadapan Xiaoman.


"Kh...kh..." Xiaoman berhenti di tengah pertarungan dengan kelompok Dongfang Xing, membuat tubuhnya menerima serangan dari kelompok Dongfang Xing.


Xiaoman terlempar akibat serangan tersebut dan menghantam rumah di belakangnya namun segera bangkit dan menatap si pencuri kecil.


Dongfang Xing menghentikan serangan ketika melihat Xiaoman menatap ke atas kepalanya dan menyadari ada seekor elang terbang tak jauh di atasnya.


"Baz...Baz...!" Xiaoman telah kehilangan kesadaran serta kemampuan berbicaranya namun Meimei dan Meng Zhi menyadari bahwa Xioman mengenali lukisan serta Baize yang ada di dalam lukisan tersebut. Mungkin masih ada sedikit kesadarannya yang tersisa.


"Awas!" seru Meimei kepada si elang karena Xiaoman melesat dengan sangat cepat ke arah elang berusaha menerkamnya.


Dongfang Xing sedikit terlambat menangkis serangan Xiaoman, menyebabkan elang itu terlempar beberapa ratus meter. Lukisan sang Baize jauh tak jauh di kaki salah satu dewan yang datang bersama Dongfang Xing.


Anehnya, Xiaoman tidak mengejar elang itu ataupun membalas Dongfang Xing yang telah menghalanginya, melainkan pergi ke arah lukisan sang Baize.


"Ambil lukisannya!" kata Meng Zhi secara refleks mengutarakan pikirannya.


Meng Zhi tampak membisikkan sesuatu kepada Tuan Xu dan Tuan Xeng. Diskusi singkat terjadi diantara mereka.


Dongfang Xing yang menyadari rencana Meng Zhi segera memberi arahan kepada dewan-dewan yang lain untuk mengoper lukisan sang Baize jika Xiaoman mendatangi mereka.


"Tuan M-, ehem, Tuan Ting, apa rencana Tuan Xu dengan lukisan itu?" kata Dongfang Xing kepada Meng Zhi yang sudah berdiri di sampingnya. Nyaris menggunakan nama asli Meng Zhi.


"Tuan Xu mengatakan untuk menjadikan lukisan sang Baize sebagai umpan. Seseorang yang membawa lukisan sang Baize sebisa mungkin mengarahkan makhluk itu ke rumah Tuan Fu, ada alat ajaib yang bisa digunakan sebagai penjara," kata Meng Zhi melanjutkan

__ADS_1


"Kami tidak tahu apa alat itu mampu menahan makhluk itu atau tidak,"


"Kita coba saja," kata Dongfang Xing berusaha optimis.


__ADS_2