
"Luar biasa!" gumam Mu Lian. Ling Zizhou yang duduk di sebelah Mu Lian hanya mengamati ekspresi Mu Lian dari samping. Kini makanan sehari-hari Ling Zizhou adalah wajah terkejut Mu Lian setiap kali gadis itu membuka judul buku baru.
Sudah tiga hari lamanya mereka berkutat di depan buku-buku yang ada di perpustakaan. Pada hari pertama, Mu Lian membaca buku "Dunia Bawah jilid 3". Dimana buku tersebut berisi informasi-informasi seputar Dunia Bawah.
Mu Lian sangat terkejut melihat struktur Dunia Bawah kemudian dengan refleks menjelaskan kepada Ling Zizhou bahwa dunia asalnya berbentuk bulat tidak seperti gambar yang ada di buku tersebut.
Secara tidak sadar, Mu Lian terus membanding-bandingkan Bumi dengan Dunia Bawah dan Ling Zizhou mendengarkan layaknya seorang murid teladan.
Ling Zizhou tahu bahwa Mu Lian sedang mengalami dilema. Selama tiga terakhir ini Mu Lian jadi lebih pendiam dan sering melamun.
Jadi ketika Mu Lian mulai menjelaskan Bumi yang terdengar asing baginya, Ling Zizhou berubah menjadi pendengar yang baik, siapa tahu dengan begitu, dapat sedikit membantu Mu Lian.
"Luar biasa bukan?" kata Ling Zizhou sambil ikut menatap buku yang sedang dibaca Mu Lian.
Dunia bawah, seperti yang dijelaskan dalam buku, penampang atasnya terlihat seperti bunga dengan empat kelopak. Dan ujung dunia yang disebutkan oleh Ling Zizhou sebelumnya (ch.62), terletak pada empat kelopak tersebut.
Di pusatnya, terdapat yang namanya inti dunia. Dimana inti tersebut di jaga oleh para dewan di ibu kota.
Dewan-dewan ini tinggal di dalam dinding yang disebut sebagai batas dunia, dimana salah satunya sudah Mu Lian lihat (ch.62).
Mu Lian menatap catatan yang dibuatnya setelah membaca 3 jilid buku berjudul "Dunia Bawah". Catatan tersebut menjelaskan mengenai nama 12 negeri, elemen, musim sampai ekosistem.
Kemudian Mu Lian mencocokkan nomer-nomer yang ada pada tabel di catatan tersebut dengan Dunia Bawah yang sudah digambarnya di atas secarik kertas.
Jika inti Bumi terletak sekitar 3000 kilometer di bawah permukaan Bumi, Setengah inti Dunia Bawah menyembul ke permukaan dan dijadikan sebagai titik untuk berpindah ke Dunia Zhongjian yang memiliki penampakan yang serupa dengan Dunia Bawah.
Hanya saja, Dunia Zhongjian terdiri dari empat bagian saja. Yaitu bagian utara yang dijaga oleh Xuanwu (Black Tortoise), bagian Timur yang dijaga oleh Qinglong (Azure Dragon), bagian Selatan yang dijaga oleh Zhuque (Vermilion Bird) dan bagian Barat yang dijaga oleh Baihu (White Tiger).
Beberapa carik kertas lainnya terlihat memenuhi meja yang sedang ditempati Mu Lian dan Ling Zizhou.
Disisi lain meja, tampak buku-buku berserakan dan judul-judul yang tertera disampulnya adalah
"Pengenalan Ahli Alkimia"
"Pengenalan Ahli Senjata"
"Ahli Array: Bidang yang Tidak Bisa Diukur Hanya Dengan Satu Aspek Saja''
"Ahli Metalurgi: Terberkati atau Terkutuk?"
"Ahli Mantera: Melebur Kedalam Empat BIdang, Terbukti Lebih Efisien"
"Pengenalan Spirit Beast"
"Pengenalan Kultivasi"
"Sejarah Kultivator-Kultivtor Terkuat"
"Dunia Zhongjian edisi lengkap"
"Dunia Bawah jilid 1"
"Dunia Bawah jilid 2"
"Dunia Bawah jilid 3"
Meski Mu Lian sangat terdesak ingin segera kembali ke Bumi, tanpa sadar Mu Lian sudah tenggelam ke dalam lautan informasi mengenai dunia ini.
__ADS_1
Dan karena terpikat dengan fakta-fakta unik dunia ini, Mu Lian menuliskan rangkuman-rangkumannya. Tidak peduli informasi-informasi tersebut tidak akan berguna jika dirinya kembali ke Bumi.
Beberapa menit kemudian, Mu Lian menutup buku "Dunia Bawah jilid 3" dan berhenti menulis. Dia menghela napas panjang kemudian berkata,
"Ayo pulang. Sebentar lagi makan siang," kata Mu Lian sambil bangkit dari kursi kemudian mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan. Ling Zizhou ikut membantu.
"Ini sudah hari ketiga, berarti besok kita pergi ke perpustakaan bersama si kakek itu kan?" kata Ling Zizhou. Mu Lian mengiyakan.
Malam pertama kedatangan Mu Lian di ibu kota, Mu Haocun berpesan bahwa jika dalam tiga hari Mu Lian tidak menemukan jawaban yang ia cari, Mu Lian harus menghadap Mu Haocun.
Selain itu Mu Haocun mengingatkan agar Mu Lian serius dalam membaca buku apapun yang ditemukannya di lantai 1 perpustakaan. Jika tidak bisa mengingatnya hanya dalam sekali lihat, Mu Lian disarankan merangkumnya ke dalam secarik kertas.
Awalnya Mu Lian heran dengan ucapan Mu Haocun, namun ketika di hadapan buku-buku tersebut, Mu Lian merangkum informasi dari buku yang telah dibacanya dengan sukarela.
Setelah memasukkan kertas-kertas ke dalam kantung dimensional, Mu Lian memimpin Ling Zizhou melewati deretan rak-rak buku yang tingginya mencapai tiga meter.
Diantara rak satu dengan lainnya terdapat meja-meja serta kursi-kursi untuk digunakan pengunjung.
Mu Lian menyapu ke beberapa kursi yang dipenuhi pengunjung. Mereka tampak sedikit lebih tua dari Mu Lian dan Ling Zizhou.
Orang-orang tersebut terlihat sangat serius membaca sehingga tidak menyadari keadaan di sekelilingnya.
Semua pengunjung yang sedang membaca di perpustakaan pun begitu. Suasana di perpustakaan begitu hening, hanya terdengar suara langkah kaki Mu Lian, Ling Zizhou serta beberapa orang yang sedang mencari buku dari rak satu ke rak yang lain.
Beberapa saat kemudian, Mu Lian melewati tempat duduk yang sempat ditempatinya bersama Ling Zizhou dua hari yang lalu.
Lokasi meja tersebut menurut Mu Lian terasa pas. Tidak terlalu jauh dari pintu keluar perpustakaan namun tidak terlalu jauh juga dari bagian paling belakang perpustakaan.
Hari ini Mu Lian dan Ling Zizhou terlambat sehingga meja tersebut telah ditempati oleh beberapa pemuda dengan pakaian berwarna seragam. Kata Ling Zizhou mereka adalah anggota salah satu sekte yang ada di ibu kota.
Tak lama, Mu Lian dan Ling Zizhou tiba di depan pintu depan perpustakaan. Seorang pria berpakaian sederhana dengan warna tenang sedang duduk sambil mengedarkan tatapannya yang tajam ke sepenjuru perpustakaan dari balik meja kayu.
Di atas meja kayu tersebut terdapat bola berwarna hitam seukuran bola sepak. Biasanya ada seorang temannya lagi yang menemaninya menjaga perpustakaan, namun kini temannya itu tidak terlihat dimana-mana.
Mu Lian mengangguk kepada pria tersebut kemudian melewati pintu perpustakaan dengan tenang. Jika orang yang mencuri buku perpustakaan yang melewati pintu, pasti orang terebut terpental dan segera ditangkap.
Ling Zizhou hanya berdecak kesal namun tidak meluapkan kekesalannya tersebut karena tahu bahwa si penjaga perpustakaan hanya menjalankan tugasnya saja.
Mu Lian dan Ling Zizhou segera kembali ke penginapan dan bertemu dengan Meimei di depan gerbang penginapan.
"Mei jiejie menunggu kami?" kata Mu Lian sambil menghampiri Meimei yang telah menjadi pusat perhatian karena berdiri di depan gerbang penginapan dengan kecantikannya itu.
"Iya. Tapi baru lima menit kok. Master Mu sudah menunggu kalian, ayo," kata Meimei kemudian mengajak Mu Lian dan Ling Zizhou ke restoran yang biasa mereka kunjungi.
Kali ini Meimei dan Meng Zhi ikut makan siang. Setelah selesai menyantap makan siangnya, Mu Lian segera memberi tahu bahwa dia sudah selesai merangkum buku-buku yang tiga hari terakhir ini dia baca.
Dan Mu Lian belum menemukan buku berisi petunjuk untuk kembali ke Bumi. Sesuai janji besok Mu Haocun akan pergi bersama Mu Lian ke perpustakaan namun malam itu, Mu Haocun mengenalkan seseorang kepada Mu Lian.
Pria yang terlihat berusia lima puluhan dengan wajah yang masih menyisakan ketampanannya. Beberapa helai rambutnya yang putih menambahkan kesan flamboyan untuk tampilan keseluruhan pria tersebut.
Mu Haocun mengenalkannya sebagai salah satu pelanggan yang sering membeli pil. Pria itu bernama Dongfang Xing dan merupakan salah satu dewan.
Meski pria itu termasuk salah satu dewan, sikapnya terlihat rendah hati dan pria itu sangat murah senyum. Membuat Mu Lian mudah merasa dekat dengannya.
Mu Haocun mengatakan bahwa Dongfang Xing akan ikut menemani mereka ke perpustakaan. Dimana keesokan harinya, Mu Lian tahu alasan mengapa Dongfang Xing ikut menemani mereka ke perpustakaan.
"Hormat kepada tuan Dongfang yang sudah mau mengunjungi perpustakaan sederhana ini. Ada keperluan apa anda kemari?" kata kedua penjaga perpustakaan sambil menangkupkan kedua tangan mereka.
Meski orang yang mengunjungi perpustakaan memiliki jabatan yang tinggi, sudah menjadi tugas perpustakaan untuk menanyakan keperluan orang-orang penting tersebut.
Perpustakaan merupakan daerah netral dimana jabatan seseorang tidak berpengaruh apapun dan orang-orang penting tersebut diperlakukan seperti orang-orang biasa.
Hanya orang-orang terpilih yang telah berhasil melalui ujian untuk mendapatkan batu giok ungu yang mendapat perlakuan berbeda. Pemegang batu giok berwarna ungu mampu mengakses hingga lantai 9 perpustakaan.
"Aku ingin mengunjungi lantai 9 bersama tamu-tamu kehormatanku ini," kata Dongfang Xing sambil menyerahkan giok berbentuk persegi kepada salah satu petugas. Giok tersebut berwarna ungu.
__ADS_1
Setelah memeriksa keaslian giok serta memverifikasi kredibilitasnya, giok tersebut dikembalikan kepada Dongfang Xing kemudian si penjaga itu berkata,
"Hanya tiga orang termasuk anda yang dapat masuk ke lantai 9 menggunakan tanda pengenal ini,"
"Terimakasih," kata Dongfang Xing sambil melemparkan senyum.
Mu Lian pun mengikuti Dongfang Xing dan Mu Haocun berbaris di depan bola berwarna hitam yang tergeletak di depan salah satu penjaga perpustakaan.
Hari itu Ling Zizhou memang sengaja ditinggalkan di Master Yi karena Dongfang Xing dan Mu Haocun tahu bahwa hanya tiga orang yang diijinkan masuk ke lantai 9.
Mu Lian mengamati Dongfang Xing dan Mu Haocun yang menghilang ke dalam sinar setelah menyentuh bola tersebut.
Ketika Mu Lian menyentuh bola hitam di depannya, Mu Lian secara refleks memejamkan kedua matanya karena silau dan merasa tubuhnya tersedot.
"Nona ini adalah orang terakhir yang datang bersamaku," suara Dongfang Xing membuat Mu Lian perlahan-lahan membuka kedua matanya.
Mu Lian menatap dua penjaga baru yang sedang berdiri di balik meja. Di atas meja tergeletak bola hitam yang sama persis dengan yang ada di lantai 1.
Perpustakaan ibu kota berbentuk pagoda dengan lantai berjumlah 9. Dan setiap lantai memiliki penjaganya masing-masing.
Mu Lian mengedarkan ke sepenjuru lantai 9 yang memiliki rak buku lebih sedikit dibandingkan di lantai 1. Meski begitu, buku-buku tersebut terlihat tua dan memancarkan aura tidak biasa.
Setiap buku yang ada di rak buku memiliki pengaman pada punggung bukunya. Hal tersebut membuktikan bahwa betapa pentingnya informasi yang ada di dalam buku-buku tersebut.
"Baik, silahkan beritahu penjaga Yang buku apa yang hendak anda cari. Jangan berkeliaran sesuka anda dan tetap berada di dekat penjaga Yang," kata salah seorang penjaga.
Setelah mendengar bahwa Dongfang Xing mencari buku mengenai 'orang-orang sang penjaga dimensi' Penjaga Yang memimpin Mu Lian dan yang lain ke rak buku yang terletak di paling terpencil perpustakaan.
Penjaga Yang mengambil sebuah buku usang dan dengan menyentuhkan jarinya sebentar saja di atas pengaman, buku tersebut diberikan kepada Dongfang Xing yang kemudian dioperkan kepada Mu Haocun.
Penjaga Yang hanya bisa mengamati Mu Haocun yang sedang membaca buku tersebut bersama Mu Lian, meninggalkan Dongfang Xing sendirian.
Yah, lagipula dia hanya seorang penjaga. Asalkan pengunjung tidak berbuat macam-macam kepada buku berharga itu, Penjaga Yang tidak akan mencampuri urusan mereka.
"Ada buku lain selain buku ini," kata Mu Haocun setelah selesai membaca dengan tehnik *skimming.
Penjaga Yang mengambil buku yang dikembalikan kepadanya kemudian mengambil buku lain yang sama usangnya dengan buku pertama menggunakan cara yang sama.
Beberapa menit kemudian Mu Haocun mengembalikan buku tersebut kemudian mengulang permintaannya yang dilakukan Penjaga Yang dengan sabar.
Begitu seterusnya hingga buku ke enam, mata Mu Haocun berhenti tepat di salah satu halamannya. Mu Lian pun menelusuri kata demi kata yang tertera pada halaman tersebut dengan jari telunjuknya, takut melewatkan beberapa kata kunci penting.
"Ini dia," kata Mu Haocun.
"Apa kakek mengenal orang ini?" kata Mu Lian sambil menatap Mu Haocun penuh harap.
"Xucheng si bijaksana? Apa buku ini menyebutkan Xucheng yang itu?" kata Dongfang Xing kepada Mu Haocun.
"Benar. Meski kabar mengenai Xucheng si bijaksana tak pernah terdengar lagi setelah pergi melakukan meditasi tertutup, Xucheng sendiri memiliki keturunan.
Dan dipercaya keturunan-keturunannya menetap di Dunia Bawah karena moto keluarga mereka yang berbunyi 'mengejar pengetahuan meski sampai ke uung dunia'," kata Mu Haocun.
Dan di dunia ini, ujung dunia benar-benar ada. Ujung dunia yang disebutkan berada di negeri Mao, Wu, You serta Zi.
Meski begitu, Mu Haocun mengatakan bahwa keturunan Xucheng si bijaksana tidak hanya tinggal di ujung dunia saja, melainkan tinggal di sepenjuru Dunia Bawah.
Karena Mu Lian dan yang lain berada tak jauh dari tempat tersebut, kemungkinan Mu lian bertemu dengan keturunan Xucheng si bijaksana sangat tinggi.
Masalahnya adalah bagaimana caranya Mu Lian dan yang lain melewati dinding tinggi yang mengelilingi perbatasan ibu kota dengan ujung dunia.
Apalagi di tengahnya ada gedung pemerintah yang konon selalu dipenuhi dewan-dewan yang berjaga selama 24 jam penuh.
.........
Note:
__ADS_1
*Tehnik menemukan kata kunci dalam sebuah teks dengan mengerakkan mata dengan cepat (jadi bacanya tidak secara kata perkata). Skimming memberi tahu informasi umum apa yang ada di dalam suatu bagian dengan lebih efisien waktu.