Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Aku kutuk kalian!


__ADS_3

Mu Lian mengamati harta karun yang berhasil dikumpulkannya selama satu bulan ini. Sebagian kecil telah Mu Lian berikan kepada Xiaobai.


Mu Lian merasa tidak enak karena harta yang diambilnya lebih berharga dibandingkan harta-harta lain yang berhasil dikumpulkannya itu. Apalagi Mu Lian tidak bisa menjelaskan harta tersebut digunakan untuk apa.


Saat ini Mu Lian, Mu Haocun dan Meimei sedang berada di Gedung Pertemuan Selatan. Setiap ada harta berharga baru, Mu Lian dan yang lain memeriksanya di gedung ini.


Hari ini pun, Mu Lian sedang menunggu Ling Zizhou, Meng Zhi dan anak-anak membawa harta berharga yang berhasil mereka dapatkan.


"Kami kembali! Kakek Haocun, Lian jie, Mei jie," kata Xiaobao dan Xiaohua. Ling Zizhou dan Meng Zhi terlihat memasuki ruangan satu persatu.


"Selamat datang! Ada informasi terbaru mengenai inti Gua Suci?" kata Mu Haocun kepada Meng Zhi.


Xiaobao, Xiaohua dan Ling Zizhou menghampiri Mu Lian dan mengeluarkan panen mereka. Masih didominasi dengan senjata namun ada beberapa bijih besi kualitas unggulan untuk membuat senjata.


Dari berbagai macam harta yang ada, Mu Haocun mengusulkan untuk menukar pil dengan senjata atau bijih besi. Mu Haocun berkata dengan misterius bahwa harta-harta ini akan lebih berguna bagi mereka di masa depan.


"Wah, qian ini bagus sekali," kata Mu Lian. Yang Mu Lian maksud adalah kualitasnya bukan wujudnya. Wujud senjata itu biasa-biasa saja, yang menjadikannya luar biasa adalah benih jiwa di dalamnya.


"Mau ambil yang ini? Ambil saja," kata Ling Zizhou. Jika Mu Lian memilih suatu senjata berarti senjata itu kualitasnya memang bagus. Ling Zizhou tidak bisa membedakannya, hanya Mu Haocun, Meng Zhi dan Master Yi saja yang bisa.


Ling Zizhou menyimpulkan mungkin orang-orang yang memiliki energi spiritual yang tinggilah yang bisa membedakan kualitas senjata.


"Ok, aku akan mengambil ini saja. Sisanya, simpan untuk yang lain," kata Mu Lian yang membiasakan diri tidak mengucapkan terimakasih.


Sekali kata terimakasih keluar dari mulutnya, semuanya pasti menegurnya untuk tidak mengucapkan terimakasih kalau Mu Lian menganggap mereka sebagai keluarga.


"En," kata Ling Zizhou.


Mu Lian memasukkan semua harta tersebut ke dalam kantung dimensional yang khusus dipersiapkan oleh Mu Haocun. Kantung itu kemudian Mu Lian masukkan ke dalam kantung dimensional miliknya.


Setelah memisahkan harta untuk Xiaobai, Mu Lian mendengar percakapan serius antara Mu Haocun dengan Meng Zhi.


"...Ah Yi menyimpulkan bahwa Gua Suci ini sebenarnya Gua Ganda," kata Meng Zhi dengan tampang serius.


"Pantas saja panen harta kita banyak sekali dalam satu bulan terakhir ini," kata Mu Haocun mengelus dagunya.


"Apa itu Gua Ganda? Apa artinya gua ini berbahaya?" kata Mu Lian.


Mu Haocun menjelaskan bahwa Gua Ganda adalah Dua buah gua dengan gua paling luar merangkap sebagai jalan masuk gua utama. Pintu masuk ini terkamuflase dengan baik sehingga sulit ditemukan.


Gua ganda memiliki tingkat paling tinggi diantara gua suci lainnya, bahkan ada yang kekuatannya tidak bisa diukur.


Dan siklus pemulihan gua tersebut sangat tinggi. Setiap siklus pemulihan gua selesai, akan muncul harta-harta berharga baru.


Rata-rata, seseorang harus menjelajah gua suci berbulan-bulan hingga tidak ada siklus pemulihan diri lagi dan inti gua suci muncul.


Barulah Gua Suci akan ditutup, terlepas apakah ada orang yang bisa mengabulkan keinginan gua suci tersebut atau tidak.


"Oh, iya aku lupa. Kakek pernah bercerita bahwa awal mula gua suci terbentuk karena jasad kultivator mengubah lingkungan sekitarnya," kata Mu Lian.


Kultivator terpilih, yaitu yang memiliki pencapaian tertinggi diantara kultivator lain diberikan kesempatan untuk mengabulkan keinginan yang belum pernah terwujud seumur hidupnya.


Kedengarannya seperti kejatuhan rejeki dari langit namun tidak ada yang gratis di dunia ini. Ini bukan negeri dongeng yang jika mengusap lampu ajaib genie akan mengabulkan 3 permintaan kalian.


Harga yang harus dibayar seorang kultivator untuk mewujudkan mimpinya tersebut adalah jiwanya akan terperangkap di dalam gua suci miliknya, menjadi roh gentayangan selama beberapa ratus tahun, menunggu dalam kesepian.


"Benar. Dan karena tempat ini Gua Ganda, kakek menyarankan kalian menggerakkan anak-anak buah kalian, pfft, maaf. Maksud kakek orang-orang menarik itu untuk tambah semangat mencari harta berharga.

__ADS_1


Dengan begitu, siklus pemulihan akan cepat selesai dan kita bisa menemukan pintu masuk gua utama lebih cepat," kata Mu Haocun tersenyum.


Mu Lian hanya tersenyum kecil mendengar sebutan orang-orang yang membeli pil mereka dengan harta berharga sebagai anak buah.


Bagaimana tidak, mereka yang bekerja keras mecari harta berharga pada akhirnya harta tersebut jatuh ke tangan Mu Lian juga.


"Tapi ada juga yang menolak untuk bertransaksi dengan kita lagi," kata Xiaobao.


"Benar, dari sekte mana? Angin, eh Gugus? Itulah pokoknya. Mereka bahkan mengusir kami dan menyuruh agar kami tidak kembali," kata Xiaohua.


"Tenang saja. Mereka pasti membutuhkan kita. Kalau diingat-ingat, pihak sekte aliran sesat belum terlihat batang hidungnya benar?" kata Mu Haocun. Meng Zhi dan Ling Zizhou saling menatap.


"Kemarin master menyusuri jalan menuju pegunungan utara dan menemukan bekas-bekas pertempuran.


Dilihat dari jejaknya, mungkin pertempuran terjadi seminggu yang lalu. Dan disekitar sana banyak elemen abyssal," kata Ling Zizhou.


"Ho. Sudah tertangkap ekornya. Bilang pada Ah Yi untuk waspada, kalian masih memegang kertas mantra yang kemarin Lian'er bagikan?" kata Mu Haocun. Meng Zhi dan Ling Zizhou mengangguk.


Meski Ling Zizhou belum bisa mengaktifkan kertas mantra, Mu Haocun menyuruh Ling Zizhou membawa kertas mantra untuk jaga-jaga.


"Oh, iya, Ah Cun. Kami mendapat informasi bahwa mereka mulai mencari harta berharga di wilayah perairan," kata Meng Zhi.


Gua Suci berbentuk daratan yang dikelilingi jajaran pegunungan dimana pegunungan tersebut menjadi pembatas antara daratan dengan wilayah perairan. Bisa dikatakan Gua Suci ini menyerupai pulau di tengah samudra yang sangat luas.


Harta berharga paling sering ditemukan di pegunungan sehingga banyak yang menjadikan pegunungan sebagai base mereka.


Pertempuran kecil sering terjadi karena kelompok satu menginginkan harta berharga dari pegunungan yang didiami kelompok lain.


Namun setelah satu bulan, semuanya seperti telah bosan melihat wajah satu sama lain dan memutuskan untuk menjelajah wilayah perairan.


"Baiklah, kita harus mengikuti klien-klien kita. Bagaimana menurut kakek?" kata Mu Lian.


"Aku ikut bagaimana keputusanmu saja," kata Meng Zhi kemudian melanjutkan,


"Ayo kita keluar, siapa tahu ada spirit beast yang mengintai di dekat gerobak,"


Meng Zhi dan Ling Zizhou keluar gedung pertemuan diikuti Xiaobao dan Xiaohua. Semenjak bertemu dengan spirit beast, Xiaobao dan Xiaohua bukannya ketakutan.


Sebaliknya, kedua anak itu penasaran dengan spirit beast dan ingin melihat dari dekat saat Meng Zhi atau Ling Zizhou menangani spirit beast tersebut.


Hal tersebut dilakukan juga oleh Xiaoleng, Xiaojia, Xiaohan dan Xiaoqiu. Di lubuk hati anak-anak yang paling dalam, mereka tidak takut kepada spirit beast melainkan kepada manusia.


Karena manusia bisa berbuat sesuatu yang jahatnya diluar nalar seperti yang dilakukan terhadap kampung halaman mereka.


Melihat kedua anak yang biasanya selalu mengikuti kemanapun ia pergi kini meninggalkannya hanya untuk melihat spirit beast, Mu Lian hanya bisa menggeleng.


Namun Mu Lian setidaknya tidak khawatir lagi, karena setidaknya anak-anak menyikapi pertemuan pertama mereka dengan spirit beast lebih baik dari pada Mu Lian dulu.


Mu Lian mengalihkan perhatiannya kepada Mu Haocun yang masih larut dalam pikirannya.


"Kakek, ada apa? Kenapa kakek ragu?" kata Mu Lian.


"Kakek takut memilih. Dulu waktu kakek belum punya kalian, kakek tidak pernah sebimbang ini dalam membuat pilihan.


Kini kakek harus mempertimbangkan kalian dan kakek mengutamakan keselamatan kalian," kata Mu Haocun tersenyum pahit.


"Tenang saja, kan ada gerobak ajaib!" kata Mu Lian menghibur namun Mu Haocun menggeleng.

__ADS_1


"Kita tidak bisa mengandalkan sistem keamanan pada gerobak sepenuhnya. Kemarin saja, kau sampai terluka karena serangan bertubi-tubi dari makhluk itu," kata Mu Haocun mengingatkan Mu Lian pada kejadian di Lereng Kaca.


"Aku juga kan punya kakek dan yang lain. Tenang saja kek, aku tidak akan ceroboh hingga membahayakan nyawaku sendiri," kata Mu Lian.


Mu Haocun terdiam. Semakin Mu Lian berusaha meyakinkannya, semakin besar kekhawatiran Mu Haocun.


Namun khawatir terhadap apa yang belum terjadi hanya akan membuat seseorang lelah. Mu Haocun menekan kekhawatiran yang semakin besar itu dalam-dalam dan menjalani hari-harinya lagi seperti biasa.


Dua minggu berlalu. Kini gerobak sedang diparkirkan di pegunungan barat, dekat dengan jalan menuju pegunungan utara.


Di pegunungan barat hanya ada Mu Lian dan yang lain karena kelompok yang mendiami pegunungan tersebut pergi menjelajah wilayah perairan.


Mu Lian, Xiaobao dan Xiaohua sedikit murung karena tidak ada yang menukar pil dengan harta berharga lagi.


Namun mereka tidak akan menyangka karena setelah menjelajah di wilayah perairan transaksi barter mereka akan semakin meningkat.


Karena ternyata, spirit beast di wilayah perairan cukup kuat dan jumlahnya banyak. Memang, harta berharga di wilayah perairan memiliki kualitas lebih bagus namun korban luka-luka semakin banyak bahkan telah jatuh korban jiwa di beberapa kelompok yang belum pernah Mu Lian temui.


Kelompok-kelompok yang sering melakukan barter dengan Mu Lian masih lebih mending, pil yang mereka dapatkan dari Mu Lian benar-benar menjadi penyambung hidup mereka di saat paling berbahaya.


Dengan adanya pil-pil tersebut, kelompok kelompok itu melakukan aksi nekat untuk menjelajah ke wilayah yang lebih berbahaya namun tentu saja dengan harta berharga yang kualitasnya lebih tinggi.


Belum genap dua minggu, kelompok-kelompok tersebut mulai kembali ke daratan utama dan berniat mencari Mu Lian dan yang lain untuk menambah persediaan pil mereka yang hampir habis.


Beberapa kelompok lain, yang bermain aman sejak awal menemukan ada satu daerah yang dihindari spirit beast-spirit beast. Mereka penasaran dengan sesuatu yang membuat spirit beast-spirit beast takut mendekati daerah tersebut.


Setelah berdiam lama di daerah itu, akhirnya salah satu anggota dari kelompok tersebut menyadari sesuatu yang membuat spirit beast-spirit beast itu takut.


"Bawah! Di-di bawah!"


Pria itu menunjuk ke dasar. Air di daerah itu memang lebih gelap daripada daerah lain sehingga cukup sulit untuk mengidentifikasi benda tersebut.


Apalagi air di wilayah perairan ini memiliki sifat memblokir baik itu pandangan tajam yang dimiliki oleh seorang kultivator maupun indera spiritual seorang kultivator.


Semua yang ada disana menatap dasar wilayah perairan. Butuh beberapa menit bagi mereka agar bisa melihat bentuk dari sesuatu di bawah mereka.



(Oleh: Stefan Koidl, "Dragon Bones", sumber: pinterest)


Benda menyerupai kerangka yang ukurannya sangat besar, bahkan melebihi gunung, tergeletak di dasar wilayah perairan.


Wujudnya tidak sepenuhnya kerangka melainkan termumifikasi, masih ada kulit serta otot yang melindungi tubuhnya dan kulit itu senada dengan warna air, makanya benda itu sulit diidentifikasi.


Rakit-rakit yang disusun menggunakan gabungan antara kayu batangan dan alat ajaib yang seharusnya memiliki ukuran sebesar bus, terlihat seperti kutu dibandingkan makhluk yang sedang tertidur itu.


Ukurannya yang sangat besar dan ketidakpastian mengenai hidup atau tidaknya makhluk itu membuat bulu kuduk semua yang ada di sana berdiri.


"K-kalau memang makhluk ini masih hidup, bukankah seharusnya dia sudah membunuh kita sejak pertama kita masuk ke wilayahnya?" kata seseorang berusaha mencairkan suasana.


"B-benar! Makanya, kita tinggal pergi saja dari sini, ayo cepat! Jangan mematung begitu saja di tempat ini!" kata yang lain menyuruh rekannya agar segera menyalurkan chi mereka ke alat ajaib yang terpasang di rakit. Dengan begitu, mereka bisa pergi dari sana.


Namun, tiba-tiba dari arah pegunungan utara, sinar berwarna biru menyilaukan membelah langit dan terus terbang tinggi, seolah berusaha menggapai nirwana.


Chi di seluruh Gua suci bergejolak. Dan ada suara seorang pria menggema hingga mencapai orang-orang yang ada di wilayah makhluk raksasa.


"KALIAN TIDAK HANYA GAGAL MEWUJUDKAN KEINGINANKU, KALIAN JUGA BERANI MENGOTORI GUA SUCIKU DENGAN RITUAL TERLARANG?! KURANG AJAR! KURANG AJAR! KURANG AJAR!

__ADS_1


KUKUTUK KALIAN! AKU KUTUK KALIAN MAKHLUK-MAKHLUK YANG JATUH KE DALAM KEGELAPAN! SEMOGA DI PENGASINGAN KALIAN, KALIAN AKAN MENEMUKAN KEMBALI KEMANUSIAAN KALIAN,"


Setelah suara pria itu berhenti, makhluk yang tertidur dengan tenang di dasar perairan tiba-tiba membuka matanya.


__ADS_2