
"Master, jangan melewati batas! Aku masih menganggapmu guruku...jangan buat aku melakukan apa yang akan kusesali seumur hidup!" kata Ling Zizhou dengan tatapan membara.
"Banyak omong!" kata Master Yi sambil melemparkan lonceng mungil lucu yang terlihat milik seorang gadis namun anehnya lonceng tersebut dibawa oleh Ling Zizhou dan kini menjadi sandera Master Yi.
Yah, awalnya begitu. Namun kini lonceng mungil itu terlihat terpelanting ketika menumbuk batang pohon dan terus terjun bebas menuju makhluk menyerupai slime berwarna kehijauan nun jauh di bawah.
"Master! Teganya!" kata Ling Zizhou segera mengerahkan aura dahsyatnya yang membuat tubuhnya terlihat seperti berteleportasi.
"..." (Meng Zhi)
Meng Zhi hanya mengamati latihan aneh yang dilakukan Master Yi dan Ling Zizhou dalam diam.
Semenjak mendengar kondisi Meimei membaik dan anaknya dapat dipastikan keselamatannya, Meng Zhi mulai mengikuti Ling Zizhou dan Master Yi berpetualang.
Banyak yang tidak tahu bahwa ketiganya telah melakukan eksplorasi lebih jauh daripada tim eksplorasi gabungan yang rutin dikirimkan.
Pada dunia dimana hukum rimba berlaku, tidak bijak percaya sepenuhnya kepada seseorang selain keluarga sendiri. Karena banyak juga kasus sesama anggota keluarga yang saling menghianati satu sama lain karena dibutakan keserakahan.
Mu Haocun menaruh sedikit kepercayaan terhadap pelanggan-pelanggan yang satu tahun belakangan ini menjadi kontributor paling besar dalam pendapatan mereka. Namun hanya sebatas itu saja.
Mu Haocun pun mendiskusikan untuk mengadakan eksplorasi sendiri yang dilakukan oleh Ling Zizhou Master Yi dan Meng Zhi.
Semua alat ajaib serta pil untuk menolong mereka disaat yang paling genting sudah disiapkan dalam kantung dimensional khusus yang disiapkan Mu Haocun, tak lupa Mu Lian membagikan kertas mantra jika ketiganya bertemu dengan sekte aliran sesat.
"Utara 35 derajat?" kata Master Yi yang sudah muncul disamping Meng Zhi.
"Utara, 35 deratat," kata Meng Zhi mengkonfirmasi.
Meng Zhi terus menonton Ling Zizhou yang bergerak-gerak lincah diantara tembakan bola-bola air mematikan yang berniat menghabisinya.
Ketika bola-bola itu meleset dan malah mengenai batang-batang pohon di mana seharusnya Ling Zizhou berada, suara mendesis terdengar dan asap kehijauan melelehkan batang pohon tersebut.
Pada detik itu Ling Zizhou muncul di tempat itu, detik lainnya Ling Zizhou muncul di tempat lain. Ling Zizhou berpindah-pindah tempat sambil melepaskan pola-pola menyilaukan yang akhirnya mengiris-iris tubuh slime tersebut.
Inti yang mengambang dalam tubuh slime itu bergetar marah. Karena tak menyangka Ling Zizhou bisa semakin cepat. Pada setiap gerakannya terdapat daya ledak yang luar biasa.
Daya ledak tersebut melindungi Ling Zizhou dari bola-bola air kehijauan yang berhasil mengenai tubuhnya. Alih-alih melelehkan tubuh Ling Zizhou, bola-bola tersebut malah pecah dan menguap.
Meng Zhi melihat aura keunguan menyelimuti seluruh tubuh Ling Zizhou yangmelakukan kontak dengan bola berwarna kehijauan. Ketika pecah, asap kecoklatan muncul akibat perpaduan aura Ling Zizhou dengan bola tersebut.
Sebelum lonceng jatuh tepat diatas slime, Ling Zizhou mengeluarkan jurus pamungkasnya. Pola-pola rumit segera menerjang setelah pemuda itu menebaskan jian miliknya.
"Aura Ah Zhou terasa lebih stabil dari sebelumnya. Bahkan mendekati null, standar tertinggimu," kata Meng Zhi setelah slime hancur hingga ke intinya.
"Masih 100 tahun lagi!" kata Master Yi keras kepala.
"Kau dengan sifat perfeksionismu itu," kata Meng Zhi menggeleng.
"Zhi ge, kali ini kita akan kemana?" kata Ling Zizhou sudah seperti sedia kala lagi. Seolah-olah percakapan dengan Master Yi sebelumnya tidak pernah terjadi.
"Ayo naik," kata Meng Zhi mengeluarkan Qinren yang kini sudah tumbuh menyaingi pohon raksasa di Gua Sejati hanya saja tubuhnya ramping dan gerakannya lincah. Sehingga mereka tidak kesulitan terbang diantara pepohonan raksasa ini.
Perjalanan yang harusnya ditempuh selama 5 hari, hanya memakan waktu 10 jam. Ling Zizhou, Meng Zhi dan Master Yi melihat deretan rumah pohon, dan penerangan menggunakan kunang-kunang.
Pemukiman tersebut merupakan pemukiman pertama yang berhasil ditemukan ketiganya setelah berbulan-bulan melakukan eksplorasi secara sembunyi-sembunyi.
Eksplorasi rahasia mereka tidak akan pernah berjalan kalau bukan Master Yi dan Ling Zizhou. Sepasang guru dan murid ini terkenal sering melakukan latihan sangat jauh dari pemukiman agar tidak membahayakan keselamatan yang lain.
__ADS_1
Dan terkadang, Meng Zhi terlihat pergi bersama Master Yi dan Ling Zizhou untuk latihan. Meng Zhi pernah ditanya apa yang membuatnya mau latihan bersama para pengguna asura yang terkenal memiliki aura yang ganas dan sangat menyakitkan.
Meng Zhi beralasan bahwa dirinya harus membiasakan diri bertarung bersama keduanya karena kini mereka sudah seperti keluarganya sendiri. Semua musuh pasti dihadapi bersama Master Yi dan Ling Zizhou.
Setelah mendengarkan alasan Meng Zhi yang masuk akal, semuanya tidak merasa ada yang ganjil ketika Meng Zhi pergi bersama Master Yi dan Ling Zizhou.
Meski pikiran ketiganya terbelah dua oleh orang-orang yang sedang menunggu mereka di gerobak, ketiganya tetap bisa bekerja secara efisien.
Akhirnya, setelah beberapa kali salah mengira sarang hewan buas sebagai pemukiman, ketiganya menemukan pemukiman pertama mereka.
Master Yi menghilang seperti asap untuk mengecek keadaan sekitar sementara Meng Zhi dan Ling Zizhou menunggu.
Setelah cukup dekat namun masih dalam batas aman, Master Yi mengamati pemukiman tersebut selama 3 hari.
Master Yi kembali ke Meng Zhi dan Ling Zizhou untuk menyampaikan kesannya terhadap pemukiman itu. Sayangnya, Master Yi menilai orang-orang tersebut cukup berbahaya dan tidak dapat dipercaya sama sekali.
Ling Zizhou, Master Yi dan Meng Zhi semakin jauh dari gerobak dan menelusuri bagian Gua Sejati yang baru mereka jelajahi.
Ternyata cukup banyak juga yang tinggal di bagian usus besar makhluk raksasa misterius yang juga merupakan bagian dari Gua Sejati.
Namun Ling Zizhou, Master Yi dan Meng Zhi menangkap ketegangan yang ada disekitar kelompok-kelompok yang baru mereka temui ini.
Selain ketegangan karena harus hidup dilingkungan yang sangat berbahaya, ada ketegangan karena konflik lain. Bernar-benar ada yang tidak beres.
Setelah mengamati beberapa kelompok di sepenjuru Gua Sejati, Master Yi dan Meng Zhi memilih untuk melakukan kontak dengan kelompok yang tinggal sangat jauh dari gerobak, kira-kira lokasi mereka ada di sekitar ujung dari usus besar menuju rektum makhluk raksasa misterius.
Saat ketiganya memutuskan untuk melakukan kontak, kelompok tersebut sebenarnya sedang diserang oleh anggota mereka sendiri.
Namun saudara-saudara, rekan-rekan mereka tersebut menyerang secara brutal dan memiliki aura abyssal sangat pekat.
DUARR.
CLANG. CLANG.
Jeritan orang-orang, bau daging terbakar, bau darah yang amis pemandangan bagaikan di medan perang terpampang di depan mata Ling Zizhou, Master Yi dan Meng Zhi.
Orang-orang yang menyerang saudara dan rekan mereka sendiri itu memiliki bola mata hitam besar seperti boneka. Aura abyssalnya merembes keluar kemana-mana.
Master Yi mengerutkan hidungnya seperti sedang mencium bau sampah yang sangat busuk. Ling Zizhou terlihat mendingan namun ekspresi jijik terpasang di wajahnya yang tanpa cela.
Karena kelompok tersebut semakin terpojok dan terlihat telah mencapai batas mereka, Ling Zizhou, Master Yi dan Men Zhi segera membantu menghadang rekan-rekan mereka yang menjadi gila itu.
"!"
Semua yang ada disana, yang masih memiliki kesadaran terlihat terkejut melihat kedatangan Ling Zizhou, Master Yi dan Meng Zhi.
Karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh, Master Yi dan Meng Zhi dengan mudah mengendalikan situasi dan menumbangkan orang-orang gila yang menyerang saudara serta rekan mereka sendiri.
Keduanya kemudian menghampiri orang yang terlihat paling kuat dan bijaksana diantara semuanya, kemungkinan ketua kelompok tersebut. Ling Zizhou masih membereskan beberapa yang hendak melarikan diri.
Diantara semua orang yang ada disekitar situ, hanya pria dengan tanduk paling terlihat kokoh dan tebal ini lah yang menarik perhatian Meng Zhi dan Master Yi. Kultivasinya pun telah mencapai pembentukan inti, 1 sub tingkat dibawah Meimei.
"Salam, kami dari sekte Fluorite. Saya Man Hubei yang mengepalai dan pengambil keputusan sekte Fluorite di Gua Sejati. Kami sekte Fluortite berterimakasih kepada senior sekalian karena telah membantu kami menenangkan rekan-rekan kami," kata Man Hubei.
Ekspresi malu terlihat di wajahnya yang keriput. Rambutnya yang panjang acak-acakan dan pakaiannya pun begitu.
Meski begitu, yang membuat Man Hubei malu bukanlah penampilannya saat ini melainkan konflik internal yang ditunjukkan kepada orang asing yang ada dihadapannya ini. Kehormatan sekte Fluorite jadi taruhannya.
__ADS_1
Meng Zhi menangkap ada rasa malu dan ketidak percayaan pada nada Man Hubei.Wajar. DI dalam gua, semuanya harus selalu berada dalam posisi siaga.
"Dari kata-kata anda, anda berniat untuk menunda hukuman dari anggota-anggota yang melanggar aturan bahkan yang hendak membunuh rekan-rekan mereka sendiri?" kata Meng Zhi sambil mengusap dagunya.
"Mohon maaf sebelumnya, tapi ini urusan internal sekte Fluorite. Saya mohon agar anda tidak terlibat terlalu jauh," kata Man Hubei dengan waspada. Namun gesturnya masih menunjukkan kesopanan kepada Meng Zhi dan Master Yi.
Master Yi menatap Meng Zhi. Menunjukkan bahwa dirinya suka dengan sikap Man Hubei, tetap waspada terhadap orang asing meski orang asing tersebut telah menolongnya.
Orangnya pun tidak gegabah karena masih bisa mengendalikan diri di hadapan lawan yang lebih kuat darinya.
Meng Zhi sangat mengerti tatapan mata Master Yi. Karena Master Yi menyukai orang-orang ini, Meng Zhi pun memutuskan untuk menolong mereka.
"Hmm. Kami jauh-jauh kemari sebenarnya untuk mengumpulkan informasi karena kelompok kami diincar banyak kelompok jadi kami mengasingkan diri di lokasi terpencil," kata Meng Zhi menunjukkan niat baiknya untuk berkomunikasi.
Mata Man Hubei melebar. Tidak percaya orang di hadapannya ini malah membocorkan informasi mengenai kelompoknya lebih dulu.
Man Hubei tidak mengecewakan Meng Zhi. Niat baiknya dirangkul dan diterima dengan baik oleh Man Hubei.
"Hmm...ada 3 kelompok yang cocok dengan deskripsi anda, saya berasumsi satu diantaranya itu adalah kelompok anda? Kami diajarkan oleh leluhur kami agar mengasihi orang-orang yang menunjukkan niat baik mereka kepada kami.
Mari, kita bicarakan sambil minum teh. Mohon maaf kami tidak bisa menerima anda dengan tempat dan teh dengan kualitas bagus karena anda lihat sendiri bukan, kami mengalami konflik internal," kata Man Hubei.
Selain menerima niat baik Meng Zhi, Man Hubei menunjukkan kepada Meng Zhi bahwa kelompok mereka adalah pilihan yang tepat bagi Meng Zhi yang ingin mengumpulkan informasi.
Man Hubei memamerkan informasi yang dimilikinya, dia mengetahui siapa kira-kira Meng Zhi itu dan berasal dari kelompok mana.
"Kurung mereka dan jangan beri makanan spiritual selama beberapa hari. Rawat yang terluka dan segera pulihkan pertahanan kita sebelum spirit beast mencium aroma darah!" perintah Man Hubei sebelum memimpin Master Yi dan Meng Zhi ke rumah pohon yang kondisinya lebih baik dari rumah pohon-rumah pohon lainnya.
Setelah dituangkan teh seadanya, Man Hubei duduk bersama Master Yi dan Meng Zhi.
"Kalau aku menceritakan kejadian yang terjadi di negeri Chen, pasti anda tidak akan mengatakan bahwa yang terjadi barusan hanya sekedar konflik internal," kata Meng Zhi sambil menyeruput teh dari cangkir namun kemudian mengernyit dan meletakkan cangkir tersebut kembali ke atas meja tanpa lagi menyentuhnya.
"Apa anda pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya?" tanya Man Hubei tidak percaya.
"Hmm, aku tidak yakin sepenuhnya tapi kalau dilihat dari mata dan sikap mereka serta pola sekte aliran sesat aku tidak akan ragu untuk menghubungkan semua itu kembali ke sekte aliran sesat.
Anda juga merasakan aura abyssal yang sangat pekat itu bukan? Meski pikiran anda menyangkal kenyataan tersebut hati anda pasti sudah tahu kebenarannya," jawab Meng Zhi santai.
Man Hubei menarik napas dalam, "Bisa anda bagikan informasi tersebut kepada kami? Saya akan memberikan informasi apapun yang anda inginkan,"
Setelah menerima kesepakatan yang sangat menguntungkan bagi Meng Zhi dan yang lain, Meng Zhi menceritakan apa yang terjadi kepada anak buah pangeran Xuanwu, Zhi Yuefeng yang menyerang rekannya sendiri tanpa membeberkan jati diri sebenarnya Zhi Yuefeng.
Ada satu informasi lagi yang tidak Meng Zhi bagikan, bahwa sebenarnya Meng Zhi dapat menggunakan tubuh mini spiritualnya untuk memeriksa ke dalam dantian seseorang.
Man Hubei mendengarkan cerita Meng Zhi dengan sangat serius, saking seriusnya hingga tidak menyadari bahwa Ling Zizhou sudah kembali dengan ekspresi muram.
Pipi kananya tersayat dan darah segar sekaligus aura abyssal menguap dari luka tersebut. Sayatan juga terlihat di beberapa tempat pada tubuhnya.
Ling Zizhou masuk bersama seorang pemuda dengan tanduk melingkar dimana ujung tanduknya sedikit patah akibat pertarungan sebelumnya. Mata pemuda itu masih menggebu-gebu. Ekspresinya juga bercampur dengan kesedihan.
Master Yi hanya melemparkan tatapan menghakimi kepada Ling Zizhou dalam diam sedangkan Ling Zizhou pun hanya bisa cemberut dan duduk di sebelah gurunya itu.
Meng Zhi selesai menceritakan kejadian di negeri Wei namun Man Hubei butuh waktu untuk mencerna sehingga ruangan hening selama beberapa saat.
"Ah Duan? Ada apa?" kata Man Hubei ketika tersadar pertama kali dan melihat pemuda yang sangat dekat dengannya itu memiliki ekspresi yang sangat berat.
"Paman!"
__ADS_1