
Mu Lian menatap kota di depannya dengan mata berbinar. Kota X, kota yang menjadi salah satu tempat paling aktif di negeri Mao. Dan telah di kunjungi Xiaoxiao serta Master Zhengheng enam hari yang lalu.
Mu Lian yang telah menyempatkan diri belajar tehnik qinggong ketika masih merawat istri Huang Yiming, akhirnya dapat menggunakan tehnik ini pada dirinya sendiri, membuat perjalanan mereka ke kota X lebih singkat.
Tepat sehari setelah Xiaoxiao berangkat menggunakan kapal ajaib, Mu Lian dan yang lain tiba di titik pemeriksaan pengunjung kota X.
Karena perbedaan chi yang dimiliki Mu Lian dan Xiaoxiao cukup besar, Mu Lian bisa berpergian dengan lebih cepat dibandingkan Xiaoxiao.
Mu Lian juga baru menyadari dalam perjalanan bahwa dia dapat dengan mudah mengisi ulang kembali chi yang ada dalam dantiannya.
Hal ini membuat Mu Lian yang seharusnya berada sepuluh hari di belakang Xiaoxiao dapat menyusul dengan mudah, kalau saja jadwal kapal ajaib tidak beroperasi selama enam hari sekali, mungkin saja Mu Lian dan yang lain dapat bergabung kembali dengan Xiaoxiao dan Master Zhengheng.
Namun ekspektasi memang jarang sesuai dengan realita. Mu Lian yang belum tahu bahwa Xiaoxiao tidak akan ke ibu kota kini masih dengan sangat antusiasnya mengamati beberapa penjaga dengan telinga kelinci dan rambut berbagai macam warna serta kumisnya dan ekornya yang sedikit menyembul dari pakaian mereka.
Beberapa malam sebelumnya, Mu Lian sudah mendapat briefing mengenai penduduk di negeri ini. Hanya saja, melihat tidak sama dengan mendengar.
Setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, barulah Mu Lian percaya dengan apa yang didengarnya dari Mu Haocun dan yang lain. Sama saja dengan kasus spirit beast. Mu Lian baru percaya dengan keberadaan spirit beast setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Mu Lian menatap dua penjaga yang sedang bertukar sapa kemudian merasakan sepasang mata terpaku pada dirinya.
Belum sempat Mu Lian melihat siapa yang sedang mengamatinya, matanya bertemu dengan kedua penjaga yang baru saja bertukar sapa tersebut.
Meng Zhi maju untuk mengurusi regristrasi masuk ke kota X sekaligus menghalangi kedua penjaga yang mendekati Mu Lian. Sebelum seseorang berubah ke mode marah dan menyebabkan masalah dengan kedua penjaga tersebut.
Mu Lian mengamati pembicaraan antara Meng Zhi dan kedua penjaga tersebut. Meski mereka sedang berbicara dengan Meng Zhi, mereka beberapa kali terlihat mencuri pandang ke arah Mu Lian.
Mu Lian sampai harus membuka kipas pemberian Mu Haocun dan mulai bersembunyi di balik kipas tersebut hanya untuk lepas dari tatapan-tatapan para penjaga kota.
Selain itu Mu Lian juga harus menahan Ling Zizhou yang bersungut-sungut dan terlihat seperti seekor banteng yang siap menerjang orang di depannya.
Ketika akhirnya Mu Lian dan yang lain diijinkan memasuki kota X, dimana Mu Lian mendapati bahwa beberapa penjaga tersebut mengikuti kemana Mu Lian pergi dengan mata mereka, Mu Lian akhirnya bertanya,
"Apa ada sesuatu di wajahku?"
"Mana ada sesuatu?! Mereka saja yang tidak bisa mengontrol mata mereka! Kalau saja tidak kau tahan, bisa-bisa kucungkil mata mereka!" kata Ling Zizhou penuh amarah.
"Haha, tentu saja tidak. Kau salah mengartikan tatapan mereka," kata Mu Haocun. Master Yi hanya mendelik kepada Mu Haocun, menyalahkan sahabatnya itu.
"Master Mu, kenapa anda tidak menjelaskan mengenai energi spiritual dengan lebih dalam kepada Lian'er?" kata Meimei sambil menghela napas panjang. Meng Zhi juga penasaran akan hal itu dan ikut menatap Mu Haocun, menunggu jawaban darinya.
__ADS_1
"Tidak sempat," kata Mu Haocun sambil tersenyum. Mu Lian dan yang lain tahu pasti bahwa sebenarnya Mu Haocun malas untuk menjelaskan.
Mu Lian ingat untuk pertama dan terakhir kalinya Mu Haocun mau menjelaskan sesuatu secara mendetail adalah ketika dirinya menjelaskan tentang chi.
Mungkin saat itu nyawa Mu Lian menjadi taruhannya sehingga Mu Haocun mau menggunakan sedikit tenaganya untuk menjelaskan apa itu chi.
Mu Lian belum sempat mengutarakan protesnya kepada Mu Haocun ketika orang-orang bertelinga kelinci di sekitar mereka mulai menaruh perhatian kepada Mu Lian.
Mereka sampai berhenti melakukan sesuatu yang sedang mereka kerjakan dan mengikuti kemana Mu Lian pergi dengan mata berbinar mereka.
Mungkin karena saat itu telah menjelang siang hari, aktifitas di kota X sedang menuju puncaknya, menyebabkan banyak orang berlalu lalang di jalanan.
Dan beberapa orang tersebut memiliki telinga kelinci. Mu Lian merasakan banyak pasang mata terpaku pada dirinya.
"Cih, lihat mereka! Dengan terang-terangan menatap Lian'er seperti sangat mendambakannya!" kata Ling Zizhou semakin waspada kepada orang-orang bertelinga kelinci di sekitar mereka.
"Sebaiknya kita mencari penginapan dulu," kata Meng Zhi kemudian memimpin menyusuri jalan utama untuk mulai mencari penginapan.
Jalan yang dilalui Mu Lian dan yang lain merupakan jalan utama kota X, jalan tersebut disebut sebagai jalan utama karena menyambung langsung dengan titik pemeriksaan di daerah paling luar kota X yang baru saja dilalui oleh Mu Lian dan yang lain.
Mu Haocun dan yang lain setuju dan mengikuti Meng Zhi sambil mengamati bangunan-bangunan di sebelah kanan dengan papan bertuliskan Penginapan Apel, Penginapan Jeruk dan penginapan dengan nama buah lainnya serta di sebelah kiri dengan papan bertuliskan Penginapan Bayam, Penginapan Buncis dan penginapan dengan nama sayuran lainnya.
Mu Lian tiba-tiba merasa sangat kenyang setelah melihat nama-nama itu dan mungkin saja selera makannya untuk beberapa hari ke depan akan terpengaruh juga.
"Ini dia," kata Mu Haocun sambil berdiri di depan penginapan dengan papan bertuliskan Penginapan Daun Seledri.
"Oh, penginapan yang dibicarakan Master Zhengheng itu ya?" kata Meng Zhi sambil menilai-nilai penginapan tersebut.
Tanpa basa-basi, Mu Haocun menarik Mu LIan masuk untuk berlindung di pekarangan penginapan tersebut sementara Meng Zhi dan Ling Zizhou mengurus regristrasi penginapan.
Selama menunggu, Mu Haocun pun sedikit menjelaskan bahwa ada beberapa orang yang memiliki energi spiritual yang dapat menarik perhatian makhluk legenda seperti Meng Zhi, orang-orang bertelinga kelinci dan lain sebagainya di dunia ini. Sudah seperti catnip saja!
"Orang-orang menyebut orang dengan energi spiritual yang cukup tinggi hingga mempengaruhi makhluk legenda dan makhluk sejenisnya dengan sebutan mutiara semesta," kata Mu Haocun sambil tersipu malu. Mu Lian menjadi bingung karena Mu Haocun terlihat malu dengan sebutan mutiara semesta.
Ketika Mu Lian melihat Master Yi memutar bola matanya kepada Mu Haocun, Meimei yang terbatuk-batuk dan Ling Zizhou bergidik, akhirnya Mu Lian tersadar bahwa diantara dirinya dan yang lain, Mu Haocun memiliki energi spiritual paling kuat. Tentu saja sebutan itu melekat pada Mu Haocun.
"Tunggu, kalau begitu kenapa hanya aku saja yang menjadi target mereka?" kata Mu Lian mengingat-ingat apa yang sudah terjadi.
Yang Mu Lian tahu, orang-orang bertelinga kelinci itu hanya menatap dirinya dengan sangat antusias dan siap menerjang ke arah Mu Lian kapanpun juga.
__ADS_1
Mu Haocun tersenyum geli kemudian memamerkan kalung yang Mu Lian ingat merupakan alat ajaib dan menjadi bahan perdebatan di antara Mu Haocun, Master Yi dan Meng Zhi.
Rupanya kalung tersebut digunakan untuk kondisi seperti yang sedang dialami Mu Lian. Dengan kalung ajaib itu, Mu Haocun dapat menyembunyikan energi spiritualnya dari orang-orang bertelinga kelinci.
Makhluk legenda seperti Meng Zhi dan penduduk kota X sebenarnya memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap energi spiritual. Dan mereka sangat tertarik dengan energi spiritual seperti yang dimiliki Mu Lian dan Mu Haocun.
Mu Haocun, Master Yi dan Meng Zhi berdebat siapakah yang akan menggunakan kalung tersebut. Kata-kata yang sempat Mu Lian tangkap hanyalah Mu Haocun adalah bencana berjalan dan seharusnya mereka lebih mewaspadai Mu Haocun ketimbang Mu Lian.
Akhirnya dapat dilihat seperti sekarang, yang menggunakan kalung ajaib adalah Mu Haocun sedangkan Mu Lian harus bersabar dulu sebelum Mu Haocun dan yang lain mencari kalung yang serupa untuk Mu Lian gunakan.
"Kakek, sebaiknya kita cepat membeli kalung ajaib untuk kugunakan. Kalau di kota X saja dampaknya begini, apalagi di ibu kota," kata Mu Lian bergidik memikirkan apa yang akan terjadi di ibu kota jika dia belum memiliki kalung ajaib.
Mu Lian dengar orang-orang bertelinga kelinci sangat banyak ditemui di ibu kota, selain itu orang-orang dari negeri lain yang dapat dipengaruhi energi spiritual Mu Lian pun banyak yang berkunjung dengan agenda mereka masing-masing.
Nilai kalung ajaib di mata Mu Lian pun menjadi semakin berharga. Mu Lian tidak mungkin berkeliling ibu kota dengan orang-orang bertelinga kelinci menempel padanya bukan?
Lihat saja seperti yang dialami Mu Lian saat ini. Tanpa sepengetahuan Mu Lian, beberapa ekor kelinci berwarna putih sebesar anak kambing menyundul-nyundul betisnya.
Mu Lian yang tadinya asik berbicara dengan Mu Haocun mengenai kalung ajaib melihat sesuatu yang menyundul kakinya itu dan mendapati kelinci-kelinci lucu yang sangat menempel padanya.
Karena tidak tega, Mu Lian mengambil salah satunya kemudian berusaha menggendongnya. Meimei dan Ling Zizhou yang melihat hal ini pun terlihat gugup.
"H-hei! Turunkan anak itu sekarang!" kata Ling Zizhou sambil mengisyaratkan Mu Lian agar menurunkan kelinci yang sedang digendongnya pelan-pelan.
Mu Lian tersenyum melihat sisi lembut yang di tunjukkan Ling Zizhou. Tak Mu Lian sangka, Ling Zizhou memiliki sisi lain juga selain wajah seorang antagonis yang sering ditunjukkannya.
"Em, Lian'er. Sebaiknya turunkan anak ini sebelum orang tuanya khawatir," kata Meimei.
Sebelum Mu Lian menanyakan apa maksud Meimei, seorang wanita cantik yang baru saja turun dari lantai dua menghampiri Mu Lian kemudian berkata,
"Aduh, anakku! Kalian merepotkan orang lain lagi! Maaf jika anakku merepotkan kalian,"
"Haha. Tidak apa-apa. Sungguh anak-anak yang menawan. Berapa umur mereka? Nampaknya mereka belum belajar bertransformasi?" kata Mu Haocun sambil mengelus seekor kelinci yang ada di dekat kakinya.
"Anda benar. Mereka berumur enam tahun, tahun depan mereka baru akan belajar bertransformasi," kata si wanita cantik.
Mendengar percakapan antara Mu Haocun dan wanita cantik itu, Mu Lian hanya bisa menurunkan kelinci yang sedang digendongnya dengan sangat hati-hati. Kemudian menundukkan kepala tanpa berani memandang lagi ke arah wanita cantik tersebut.
Rupanya kelinci-kelinci ini adalah anak dari seorang wanita kelinci? Dan mereka baru bisa bertransformasi menyerupai manusia setelah genap berusia tujuh tahun.
__ADS_1