Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Rahasia Mu Haocun


__ADS_3

"Lian'er, sini kubawakan," kata Han Tengfei sambil mengambil keranjang yang sedang digendong Mu Lian.


"Senior Han. Tidak perlu, keranjang ini masih kosong jadi biar aku saja yang membawanya," kata Mu Lian.


Namun Han Tengfei tetap membawakan keranjang tersebut. Ling Zizhou yang berdiri di samping Mu Lian tak tahan melihat sikap Han Tengfei dan mulai melontarkan kata-kata untuk menyerang Han Tengfei.


"Senior! Bukankah kau ke Lembah Ufuk Timur untuk bertemu dengan master? Bukankah sepantasnya kau menunjukkan bakti kepada master daripada seharian mengikuti kami dan berusaha mencampuri urusan kami?" kata Ling Zizhou menekankan kata-kata kami.


"En. Tentu saja aku tidak lupa tujuanku kemari," kata Han Tengfei.


"Sudah, sudah. Lebih baik kita segera berangkat, Xiaoxiao dan yang lain pasti sudah menunggu kita," kata Mu Lian.


Sudah seminggu berlalu sejak kedatangan Han Tengfei, Chu Minishen dan beberapa murid Chu Minishen ke Lembah Ufuk Timur.


Mu Lian ingat ketika jamuan makan malam berlangsung. Suasana sangat meriah dan semua yang datang ke acara tersebut berada dalam kegembiraan.


...


Murid-murid Chu Minishen ternyata tiga pemuda yang menyelamatkan Mu Lian ketika anggota aliran sesat menyerang Lembah Ufuk Timur beberapa bulan yang lalu.


Satu orang lagi merupakan gadis yang pernah ditemui Mu Lian juga pada kejadian sekte aliran sesat tersebut. Gadis itu yang membawa Mu Lian dan Han Tengfei ke hadapan Chu Minishen di rumah Mu Haocun.


Mu Lian menjadi lebih santai karena orang-orang yang datang pada jamuan makan malam itu adalah orang-orang yang dikenalnya.


Master Zhengheng datang bersama saudara Che, saudara Su dan pemuda He. Mu Lian merasa sangat aneh ketika melihat mereka bersikap sangat formal di depan kelompok Han Tengfei.


Namun hal itu tidak menghalangi jalannya jamuan makan malam yang meriah itu. Bibi Wang sampai tersenyum bahagia.


Mu Lian merasa keputusannya tepat untuk mengajak serta Bibi Wang. Dengan begitu persiapan jamuan makan malam berjalan lancar dan Bibi Wang tidak melewati malam istimewa itu sendirian saja.


Setelah makan malam, tamu-tamu bubar dan pulang ke tempatnya masing-masing. Mu Haocun mengatakan bahwa dia sangat menyesal harus menghentikan acara itu lebih awal karena besok mereka harus mulai mengerjakan sesuatu yang sangat penting.


Sebelum tidur, Mu Lian dipanggil ke kamar Mu Haocun. Ketika Mu Lian tiba, Master Yi sedang duduk di kursi sambil memikirkan sesuatu.


Ternyata setelah mempertimbangkan banyak hal, Mu Haocun dan Master Yi memutuskan untuk tidak melibatkan keluarga Dongshan serta keempat murid Mu Haocun.


Mu Haocun mengatakan bukannya dia tidak percaya pada keempat muridnya namun karena masalah penghianat di dalam Embun Pagi, Mu Haocun tidak bisa menitipkan misi rahasia ini pada keempat muridnya.


Mu Haocun tidak takut untuk mengajak serta Mu Lian karena Mu Lian tidak berhubungan erat dengan Embun Pagi.


Mu Haocun juga melakukan hal ini untuk melindungi keluarga Dongshan dan keempat muridnya.


Memang penelitian mereka akan lebih cepat jika keempat muridnya ikut membantu. Namun resikonya tidak sepadan.


Lagi pula Master Zhengheng mengatakan bahwa dia tidak memiliki banyak waktu. Setelah Mu Lian berjanji untuk tidak mengatakan apapun mengenai misi rahasia ini, Mu Lian kembali ke kamarnya dan tidur.


Keesokan harinya, Mu Lian terkejut melihat Han Tengfei sudah duduk di meja dan bergabung sarapan dengan Mu Lian.


Han Tengfei kemudian mengikuti Master Yi pergi berpatroli namun siang harinya dia kembali dan mulai mengikuti Mu Lian kemanapun Mu Lian pergi.


Ling Zizhou marah dengan seniornya ini kemudian mulai menyerangnya dengan kata-kata namun tak dihiraukan Han Tengfei.


Melihat Xiaoxiao yang merah padam dihadapan Han Tengfei, Mu Lian menjewer telinga Ling Zizhou kemudian membawanya ke tempat tersembunyi untuk bicara berdua.


Setelah mengetahui niat Mu Lian untuk membuat Han Tengfei terbiasa dengan keberadaan Xiaoxiao kemudian membuat pemuda itu melirik Xiaoxiao akhirnya Ling Zizhou bersedia untuk tidak terlalu agresif pada Han Tengfei hingga membuat rencana Mu Lian gagal.


Dalam seminggu itu, Mu Lian masih menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatnya.


Namun waktu yang Mu Lian habiskan bersama mereka semakin sedikit karena Mu Lian harus membantu Mu Haocun.


Mu Haocun membawa kelompok Han Tengfei ke hutan dimana Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi bersembunyi ketika aliran sesat menyerang Embun Pagi.


Kondisi di hutan tersebut dirasa tepat untuk membudidayakan Siwang Mo-gu. Dingin, gelap dan lembab.


Belum lagi musim dingin membuat suhu di dalam hutan turun hingga dibawah nol derajat. Dengan suhu tersebut pembusukan pada bangkai akan terhambat sehingga energi kematian dapat terkumpul.


Memang yang menjadi masalah mendasar adalah cepatnya pembusukan pada bangkai. Pada musim panas, pembusukan akan terjadi lebih cepat sehingga belum sempat energi kematian terkumpul, bangkai sudah terlanjur hancur.

__ADS_1


Untungnya kali ini Lembah Ufuk Timur memasuki musim dingin. Mu Haocun memperkirakan keberhasilan tumbuhnya Siwang Mo-gu seratus persen.


Mu Haocun, Master Yi, Meng Zhi, Chu Minishen dan Master Zhengheng memantau kondisi hutan tersebut kemudian mulai merencanakan pembudidayaan Siwang Mo-gu.


Keempat murid Chu Minishen serta ketiga bawahan Master Zhengheng ditugaskan untuk berpatroli di sekitar Lembah Ufuk Timur.


Sedangkan Master Yi, Meng Zhi, Meimei dan Chu Minishen bergantian menjaga agar lokasi pembudidayaan Siwang Mo-gu tetap steril.


Mereka berjaga agar tidak ada penduduk yang mendekati lokasi tersebut karena sangat berbahaya.


Pada dua minggu pertama, energi kematian yang sudah terakumulasi akan mengeluarkan miasma yang buruk jika terhirup orang dengan kultivasi rendah.


Setelah 30 hari, bibit-bibit Siwang Mo-gu mulai muncul dan miasma semakin pekat. Mereka tetap harus waspada karena sebentar lagi Preta akan tercipta dari miasma tersebut.


Mu Haocun memperkirakan Siwang Mo-gu bisa dipanen kira-kira setelah dua bulan. Dalam dua bulan itu Mu Haocun berpesan untuk selalu melakukan pembasmian Preta.


Setiap hari tiga orang akan membantu Mu Haocun atau Master Zhengheng untuk membasmi Preta. Master Zhengheng menyediakan array sebagai penjamin keselamatan ketiga orang yang membantu mereka.


Begitu kira-kira rencana Mu Haocun. Karena baru seminggu berlalu, energi kematian belum terakumulasi begitu banyak sehingga belum ada tanda-tanda kemunculan Preta.


Hal ini dimanfaatkan Mu Lian dan Mu Haocun mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengekstrasi chi.


Mu Lian mengajak Xiaoxiao, Changyi, Jiaojiao, Mutong dan Liuzhi memetik tanaman herbal yang bernama Embun Pagi.


Tanaman yang hanya tumbuh di musim dingin. Bentuknya seperti rumput pada umumnya namun warnanya biru toska dan selalu muncul hanya pada pagi hari saja.


Gigi Mu Lian sampai bergemeletuk ketika memetik tanaman tersebut di pagi buta. Cuaca paling dingin adalah ketika pagi sebelum matahari terbit dan ketika malam tiba.


"Kakek, bagaimana keadaan disana?" kata Mu Lian.


Malam itu Mu Lian berada di kamar Mu Haocun seperti malam-malam sebelumnya. Namun semenjak Mu Lian memasuki kamar, Mu Haocun terlihat lebih gelisah daripada biasanya.


Biasanya Mu Haocun memanggil Mu Lian untuk berdiskusi mengenai proses ekstrasi chi dan persiapan ekstrasi tersebut.


Mu Lian dan Mu Haocun terpaksa bekerja pada malam hari karena ketika musim dingin, siang lebih pendek dari pada malam.


Jika mereka mengikuti jam alam, waktu yang dimiliki mereka menjadi sangat sedikit. Mu Lian memaksa dirinya agar tetap sadar meskipun kantuk menyerang.


"Energi kematian mulai terkumpul seperti rencana awal, meskipun miasma belum begitu membahayakan tapi kakek sudah menyuruh agar yang berpatroli memperketat penjagaannya," kata Mu Haocun.


"Apa kakek yakin setelah melakukan pembasmian Preta tidak akan ada satu pun yang tersisa?" kata Mu Lian.


Lokasi menumpuknya mayat, terdengar seperti tempat angker di telinga Mu Lian. Apa di masa depan tidak akan ada hantu bergentayangan di sana?


"Tentu saja. Haha, cucu kakek penakut sekali," kata Mu Haocun.


"Ahem. Baiklah kalau kakek yakin. Jadi apa yang menganggu pikiran kakek?" kata Mu Lian.


"Lian'er, kakek ingin minta tolong padamu," kata Mu Haocun.


"Apa itu kakek? Aku akan melakukan apa pun itu!" kata Mu Lian. Sudah lama Mu Lian ingin membalas semua kebaikan yang Mu Haocun berikan padanya.


"Kakek ingin kau membantu kakek saat mengekstrasi chi," kata Mu Haocun melanjutkan


"Aku akan meminta bantuan Master Zhengheng untuk membuatkan sebuah array yang dapat membantumu mentransferkan energi spiritualmu,"


"Eh? Apakah itu mirip dengan indera spiritual?"


"Hmm, indera spiritual itu lebih mirip dengan panca indera, berfungsi melihat dan merasakan keadaan di sekeliling kita. Yang membedakannya hanyalah penggunaan energi spiritual saja," kata Mu Haocun melanjutkan


"Sudah sampai mana meditasimu?"


Mu Lian berpikir sejenak. Jika Mu Haocun mengungkit energi spiritual berarti yang ditanyakannya adalah meditasi energi spiritual.


Mu Lian menceritakan pengalamannya ketika dirinya menyelam ke dalam lautan chi miliknya kemudian mendapati dirinya dalam ruangan gelap.


Mu Haocun mengkonfirmasi bahwa ruangan itulah yang dimaksud. Mu Lian pun menceritakan bahwa dalam ruangan tersebut sudah tercipta susunan bintang-bintang.

__ADS_1


"Bagus! Ingatlah, Lian'er, susunan bintang tersebut nantinya akan membentuk sebuah galaksi kemudian begitu seterusnya untuk setiap bintang yang tercipta," kata Mu Haocun.


"Apa itu sebenarnya, kakek?" kata Mu Lian.


"Bisa dikatakan wujud dari energi spiritual kita," kata Mu Haocun singkat.


Kalau saja Master Zhengheng atau Chu Minishen mendengar penjelasan singkat yang keluar dari mulut Mu Haocun, mereka pasti menangisi seluruh usaha yang telah dilakukan selama hidup mereka.


Sebenarnya untuk membuat wujud energi spiritual menjadi sebuah galaksi dibutuhkan usaha yang lebih dari apapun di dunia ini.


Dapat dikatakan energi spiritual merupakan tolak ukur dari bakat seseorang. Seseorang dapat melatih chi atau yang sering disebut sebagai energi kehidupan sehingga mencapai tingkat tertinggi kultivasi.


Namun yang menentukan cepat atau tidaknya, mudah atau berlikunya perjalanan kultivasi seseorang adalah energi spiritualnya.


"Baik. Aku akan mengikuti petunjuk kakek nanti," kata Mu Lian.


"Tidak. Kau akan mengikuti petunjuk Master Zhengheng. Kakek akan memasuki kondisi trance, dimana kakek tidak akan merespon meskipun kakek diserang." kata Mu Haocun melanjutkan


"Satu lagi yang kakek ingin sampaikan, kakek ingin kau mengadakan uji coba ekstrasi chi dengan bahan-bahan yang ada. Kakek pasti membantumu tapi kakek harus membasmi Preta-Preta yang muncul selama pembudidayaan Siwang Mo-gu,"


Setelah berdiskusi dengan Mu Lian, Mu Haocun semakin yakin bahwa ada cara yang dapat meningkatkan efektifitas pengekstrasian.


Sangat disayangkan, tangan Mu Haocun sudah sangat penuh dengan pembasmian Preta dan persiapan pengekstrasian chi.


Dia harus menjaga tubuhnya tetap prima saat pengekstrasian berlangsung. Untungnya ada Mu Lian yang memiliki energi spiritual yang tidak kalah kuat dari dirinya.


Banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya Mu Lian memiliki energi spiritual yang sangat kuat. Oleh sebab itu Mu Haocun bersikeras untuk mengajarkan Alkimia pada Mu Lian.


Bahkan pada sahabatnya, Master Yi pun, belum diberitahu apapun mengenai energi spiritual Mu Lian. Mu Haocun rencananya akan memberitahu yang sebenarnya setelah masalah bibit kehidupan selesai.


Karena masalah datang silih berganti, Mu Haocun tidak sempat menceritakan rahasianya mengenai energi spiritual Mu Lian kepada Master Yi.


Namun mungkin saja sahabatnya itu sudah mengetahui yang sebenarnya, mengingat Master Yi sangat peka terhadap kejadian disekitarnya.


Dan juga, Mu Haocun yakin apapun yang direncanakan dirinya sepertinya Master Yi akan mengetahuinya dalam waktu yang singkat.


"Kakek akan segera memberikan beberapa Siwang Mo-gu yang sudah bisa dipanen padamu," kata Mu Haocun.


"En. Masih dua bulan lagi hingga Siwang Mo-gu pertama yang bisa dipanen bukan?" kata Mu Lian.


"Durasi yang dibutuhkan rata-rata tiga bulan, tapi ada juga yang membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan," kata Mu Haocun.


"Jangan lupa untuk beristirahat ya kakek," kata Mu Lian sambil menggenggam tangan Mu Haocun.


Selama dua atau tiga bulan itu Mu Haocun dan Master Zhengheng harus membasmi Preta. Meng Zhi dan Master Yi sebenarnya bisa melakukan pembasmian namun energi spiritual keduanya tidak mencukupi.


Merasa kerja mereka tidak akan efektif akhirnya hanya Mu Haocun dan Master Zhengheng yang mendapat tugas untuk membasmi Preta.


Sedangkan Meng Zhi, Meimei, Master Yi dan Chu Minishen akan bergantian membantu Mu Haocun atau Master Zhengheng membasmi Preta.


"Tentu saja. Tapi jangan lupa buatkan kakek teh herbal ya," kata Mu Haocun. Mu Lian mengangguk.


...


Hari demi hari Mu Lian jalani dengan kesibukan.


Tanpa terasa Han Tengfei terlihat semakin mau membuka dirinya di depan Xiaoxiao.


Meskipun sibuk, Mu Lian tidak lupa dengan misinya. Yang pertama adalah membuat Xiaoxiao meneruskan belajar array dibawah bimbingan Master Zhengheng dan kedua adalah mendekatkan Xiaoxiao dengan Han Tengfei.


"Oh, Xiaoxiao. Bagaimana kabarmu. Hari ini sepertinya kita akan menemani Lian'er lagi," kata Han Tengfei.


Xiaoxiao yang berdiri di depan gerbang terlihat menggigil karena udara dingin namun wajahnya tetap merah padam.


"B-bagaiman kabarmu, Senior. S-senang, maksudku ya, hari ini baik," kata Xiaoxiao. Mu Lian menarik ujung pakaian Xiaoxiao. Apa yang sebenarnya dikatakan gadis itu?


Ling Zizhou hanya menggeleng. Sudah seminggu berlalu tapi tetap saja lidah Xiaoxiao kelu dihadapan Han Tengfei.

__ADS_1


Ling Zizhou melirik Mu Lian. Keraguan memancar dari matanya. Ling Zizhou tidak yakin apakah rencana Mu Lian akan berhasil.


"Baiklah, ayo kita ke Bukit Selatan!" kata Mu Lian riang. Tidak peduli bagaimana terbata-batanya Xiaoxiao di depan Han Tengfei. Dengan usaha lebih pasti Xiaoxiao bisa.


__ADS_2