
"Astaga, lihat! Dua orang tidak berguna ngapain disini!"
"Hihi, malu-maluin!"
"Heh! Makhluk jadi-jadian! Kalian kan dicampakkan para leluhur, ngapain disini terus? Ga bisa menjalankan kewajiban kalian, bisanya jadi beban keluarga, beban bangsa kami!"
"Pergi kalian!"
"Makhluk ga jelas!"
Dua anak laki-laki, belum genap berusia 10 tahun namun sudah jadi bulan-bulanan teman sebaya mereka, bahkan anak-anak yang lebih muda dari mereka.
Kedua anak laki-laki tersebut sangat mencolok diantara anak-anak yang rata-rata memiliki tanduk di pelipis mereka.
Mungkin karena perbedaan yang sangat terlihat inilah anak-anak yang lain langsung dapat mengetahui siapa kedua anak laki-laki tersebut. Makhluk campuran.
Sebagai salah satu makhluk terhormat, Dilong memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi untuk mengemban tugas yang diberikan. Menjaga kedamaian dunia bawah, terutama negri Chen.
Hanya makhluk terhormat keturunan murni saja yang mendapatkan kekuatan dari para leluhur mereka yang merupakan Dilong.
Sedangkan makhluk campuran, rata-rata tidak mendapatkan kekuatan tersebut. Orang-orang menyebutnya dengan sebutan orang yang dicampakkan para leluhur.
Oleh sebab itu, kedua anak laki-laki yang merupakan makhluk campuran ini diserang secara verbal, habis-habisan.
Berharap keduanya tidak menjadi beban, apalagi mengganggu Dilong-Dilong lain yang hendak melakukan tugasnya.
Namun kedua anak laki-laki itu tidak punya tempat lain selain di kampung halaman orang tua mereka ini.
Mo Fan kecil, terlahir dari ibunya yang seorang manusia dan ayahnya yang seorang Dilong. Karena darah campurannya, Mo Fan kecil kesulitan untuk membawa tingkat kultivasinya ke tingkatan yang lebih tinggi.
Sedangkan Jun Mo kecil, terlahir dari sang ibu yang merupakan Qinlong dan sang ayah yang merupakan Dilong.
Kedengarannya sedikit lebih beruntung daripada Mo Fan kecil, namun keadaan keluarga Jun Mo pun sedikit lebih rumit dari sahabatnya itu.
Cibiran yang diterima Jun Mo akan lebih banyak ketimbang yang diterima Mo Fan, apalagi Jun Mo memiliki darah setengah Qinlong, makhluk yang seharusnya ketika masuk usia dewasa harus menjalankan tugasnya sebagai roh penjaga.
"Uwah, hari ini omongan mereka sama gilanya seperti yang kemarin-kemarin," kata Mo Fan kecil tersenyum. Jun Mo menghela napas panjang.
"Jangan dipikirkan," kata Jun Mo kecil.
"Benar, Jun Mo yang bijaksana selalu benar. Aku akan menuruti semua perkataanmu!" kata Mo Fan tersenyum.
"Aku tidak menyuruhmu untuk menuruti semua perkataanku. Cukup ingat saja janji kita," kata Jun Mo.
"Iya, iya. Kita cari cara agar bisa bermanfaat bagi penduduk negri ini bukan? Meski secara sembunyi-sembunyi?" kata Mo Fan tersenyum kemudian melanjutkan,
"Karena sepertinya sahabatku ini curiga aku tidak akan menepati janji, mari kita ulangi lagi perjanjian tersebut!"
"Kau, ini. Ada-ada saja," kata Jun Mo.
Namun tetap saja, Jun Mo menikmati waktu bahagianya ketika bersama Mo Fan. Meski hari-hari dijalaninya dengan mendengar berbagai omongan menyakitkan hati, Jun Mo menjalaninya dengan tabah.
Sampai suatu hari, entah sejak kapan, sahabatnya itu berubah. Kini orang bernama Mo Fan menjadi sangat asing baginya.
.........
"Ketua Jun? Ketua Jun!" kata Meng Zhi mengguncang bahu Jun Mo yang terus menatap ke dokumen yang sama selama sepuluh menit dengan tatapan menerawang.
"Oh? Maaf," kata Jun Mo.
"Aku yang minta maaf, sepertinya anda syok berat tapi aku malah tidak sabaran," kata Meng Zhi.
"Hmm, Tuan Zhi. Anda bilang, bahwa anda tidak memiliki niat buruk kepadaku bukan?" kata Jun Mo, matanya terus memeriksa dokumen-dokumen yang ada di tangannya.
"Tentu saja. Saat aku dan adikku berkunjung pertama kali ke Lereng Kaca, anda sangat ramah kepada kami. Anda memberikan apa yang kami mau," kata Meng Zhi.
"Oh itu, itu semua kulakukan agar bisa lebih dekat lagi kepada kalian, kepada pihak Gerobak Ajaib," kata Jun Mo jujur.
__ADS_1
"Itulah yang saya suka dari anda. Niat anda jelas, tidak pernah bicara berbelit-belit langsung pada intinya saja," kata Meng Zhi tersenyum.
"Oh iya, maaf kalau saya keluar dari topik, tapi bagaimana perlakuan orang terdekat anda kepada anda di rumah?" kata Jun Mo setelah lama diam.
"Mereka menyayangiku dengan tulus, mendukung apa saja keinginan serta cita-citaku, tidak pernah memaksaku mengikuti perkataan mereka, memberiku lebih," kata Meng Zhi, mengerti apa yang dimaksud oleh Jun Mo.
"Seseorang yang dekat dengan kita bukan berarti mereka berhak mengendalikan kehidupanmu. Dan kalau memang secara 'tidak sengaja' mereka terus menyakiti hatimu, maka itu artinya mereka tidak menyayangimu.
Aku juga memiliki masalah yang sama dengan anda, ketua Jun. Namun orang yang sangat penting dihidupku pernah mengatakan bahwa asal aku berada disisinya, itu sudah cukup baginya.
Dia tidak peduli dengan asal-usulku yang lebih rendah darinya, nama keluargaku dan kehormatan yang terkandung di dalamnya, dia menerimaku apa adanya," kata Meng Zhi akhirnya curhat.
Jun Mo membuka mulutnya. Ternyata orang yang ada di hadapannya ini senasib dengannya! Jun Mo pun merasa lebih dekat dengan Meng Zhi dan memantapkan semua keputusan yang baru saja diambilnya.
"Ehem, untuk kali ini saja, aku akan menutup mata bahwa anda secara ilegal mengambil dokumen-dokumen penting Lereng Kaca. Anda benar-benar sudah memberikan semua yang anda ambil secara ilegal kepadaku?" kata Jun Mo.
"...sudah," kata Meng Zhi tersenyum.Jun Mo tersenyum tipis. Namun tidak mengungkit lebih jauh dan menganggap apa yang masih ada di tangan Meng Zhi sebagai biaya karena sudah membocorkan kegiatan busuk Mo Fan yang dilakukan diam-diam di belakangnya.
"Kalau begitu, aku minta maaf dan sangat menyesal harus menyuruh anda dan pihak Gerobak Ajaib untuk pulang, terutama kepada ketua kalian. Aku hendak menyelesaikan masalah internal yang ada di Lereng Kaca hari ini juga," kata Jun Mo.
"Tunggu, apa anda yakin anda bisa menanganinya sendirian?" kata Meng Zhi. Jun Mo mengetahui maksud dibalik kata-kata Meng Zhi.
Dan pastinya melalui sudut pandang orang luar seperti Meng Zhi, Jun Mo hanyalah menyandang tahta tanpa memiliki kekuasaan dibaliknya.
"Kalau boleh jujur, aku sudah mencurigai rekan-rekanku itu hingga mengumpulkan kekuatan secara sembunyi-sembunyi.
Tapi tetap saja, melawan satu organisasi besar tidaklah mudah dan pasti membutuhkan waktu yang cukup lama agar masalah internal ini selesai," kata Jun Mo.
"Aku memiliki proposal untuk anda. Bagaimana kalau Gerobak Ajaib meminjamkan kekuatannya kepada anda? Aku tidak dapat membuktikan secara langsung bahwa kami sebenarnya kuat-"
"-tidak, aku sangat memercayai anda. Ehem, jadi mohon bantuannya," potong Jun Mo. Awalnya Jun Mo tidak berani meminta bantuan, namun karena Meng Zhi telah menawarkan, kenapa ditolak?
Meng Zhi merasa seperti jatuh ke dalam perangkap. Namun tidak terlalu memusingkannya dan segera memberitahu bahwa ada anggota baru Gerobak Ajaib yang disandera.
"Astaga! Mereka... hufft, baiklah. Aku akan memberi sinyal agar rekan-rekanku itu datang kesini," kata Jun Mo.
Meng Zhi dan Jun Mo segera keluar ruang penyimpanan. Melihat Jun Mo akhirnya keluar dari ruang penyimpanan, para penjaga akhirnya bernapas lega dan sedikit mengeluh karena keduanya sangat lama.
Karena baginya yang akan dilakukannya nanti bisa menjadi pelajaran bagi para penjaga itu dan seluruh staf Lereng Kaca yang telah menghianatinya.
Jun Mo membawa Ling Zizhou, Meng Zhi dan 2 pendekar bayangan Zhi Yuefeng ke sebuah ruangan yang letaknya sangat jauh baik itu dari ruang pertemuan maupun dari ruang penyimpanan.
"Ruang pertemuan dan ruang penyimpanan berada di bangunan yang berbeda, makanya jah dari sini. Aku akan membawa kalian ke menara pengawas," bisik Jun Mo.
Jun Mo sengaja memilih menara pengawas di daerah yang boleh dikunjungi baik itu staf biasa maupun tamu dari luar. Sehingga staf-staf yang melihat Ling Zizhou, Meng Zhi dan 2 pendekar bayangan tidak menaruh curiga kepada mereka.
Tak lama, semuanya tiba di ruang terbuka yang hanya dikelilingi dinding gua. Pada dinding itu menempel tangga yang lama-lama melingkar naik hingga ke puncak.
Ada beberapa staf yang hilir mudik di ruang terbuka tersebut. Mereka mengangguk sedikit untuk memberi salam kepada Jun Mo kemudian melanjutkan apa yang mereka kerjakan.
Setelah naik hingga ke puncak, Ling Zizhou dan Meng Zhi dapat melihat susunan cermin-cermin memuakkan itu lagi, namun cermin itu tidak memantulkan bayangan keduanya melainkan menunjukkan pemandangan sabana dan langit biru tanpa awan.
"Ini adalah menara pengawas. Kita bisa melihat apa saja yang terjadi di luar sana tapi orang-orang tidak bisa melihat kita. Semuanya karena cermin ini-" Jun Mo terus menjelaskan layaknya tour guide.
Staf-staf yang sedang berjaga terpaksa menyingkir untuk membiarkan tamu melihat lebih jelas. Jun Mo memberi sinyal kepada Meng Zhi menggunakan matanya dan Meng Zhi pun memberi tahu Ling Zizhou untuk mengalihkan perhatian staf-staf yang berdiri di belakang mereka melalui telepati.
Ling Zizhou bergerak bersama Saudara Bei dan rekannya, ketiganya menjadi sangat ribut dan menghalangi pandangan staf-staf yang sedang menunggu di depan pintu masuk.
Jun Mo menggunakan kesempatan itu mengaktifkan benda yang ada dalam genggamannya.
Sayang seribu sayang. Usaha Ling Zizhou mengalihkan perhatian sia-sia karena ketika sinyal diaktifkan, cermin yang mengelilingi mereka tampak seperti kamera yang mengambil gambar dengan flash. Semua cermin, secara bersamaan.
"..."
"Apa itu barusan? Astaga, aku menyewa kalian agar tidak terjadi kesalahan pada cermin-cermin ini. Cepat selidiki, kenapa bisa terjadi seperti barusan! Aku minta maaf Tuan Zhi, bisa-bisanya alat-alat ini bermasalah pada kunjungan anda kali ini," kata Jun Mo segera memecah keheningan.
Aktingnya terlihat sangat natural, membuat staf-staf yang awalnya kerepotan menangani Ling Zizhou segera lari terbirit-birit untuk memeriksa apa yang terjadi dengan cermin-cermin itu.
__ADS_1
Karena kendali utama ada di ruangan terpisah, para staf meninggalkan menara pengawas, menyisakan lima orang berwajah dibanjiri keringat karena nyaris ketahuan.
"Anda dengan percaya dirinya menyuruh staf-staf itu menyelidiki apa penyebab cermin seperti itu. Apakah benar tidak apa-apa?" kata Meng Zhi.
"Aku yakin 100% alat pemberi sinyal ini tidak meninggalkan jejak," kata Jun Mo. Dan perkataan Jun Mo benar. Mau diperiksa sampai jungkir balik pun para staf tidak menemukan adanya kejanggalan.
Dan mau diperiksa lebih jauh pun tidak sempat karena malam itu, Lereng Kaca dilanda kejadian janggal dimana hampir semua staf mengalami masalah pencernaan.
Semuanya terjadi karena snack yang mereka santap. Snack tersebut mereka dapatkan dari pihak Gerobak Ajaib. Dimana klaimnya, snack tersebut terbuat dari tanaman herbal yang dapat membantu kultivasi orang yang memakannya.
Tentu saja semuanya sudah terlambat ketika mereka menyadari ada yang salah dengan snack yang telah mereka makan. Dari 500 staf yang ada, hanya tersisa 200 yang masih terlihat hilir mudik di sekitar rumah lelang.
Sepanjang sore hingga menjelang malam ketika permadani bintang pertama muncul, korban-korban snack mulai berlarian menuju rumahnya masing-masing. Yang mereka pikirkan saat itu adalah kamar mandi!
Rumah staf Lereng Kaca masih terletak di dalam susunan Array, hanya berbeda bangunan saja. Sempat terjadi kemacetan di jalanan menuju komplek perumahan staf.
Orang-orang berusaha menjadi yang paling pertama kembali ke rumahnya, tidak ada yang mau mengalah menyebabkan jalanan macet.
Dan dibalik semua kekacauan itu, beberapa orang berhasil menyusup dari jalan rahasia, termasuk jalan rahasia yang pernah digunakan oleh Master Yi.
Total 30 orang yang berhasil menyusup dan ada yang mengurus staf-staf yang masih terhambat di jalan pulang menuju rumah mereka.
Para penyusup mengunci gerbang besi yang menghubungkan antara komplek perumahan staf dengan satu bagian rumah lelang.
Tentu saja tidak ada yang menyadari bahwa mereka telah dikunci karena mereka fokus untuk segera pulang dan segera ke kamar mandi.
Beberapa penyusup sisanya, terlihat sedang memasang jebakan di sepenjuru rumah lelang. Termasuk di ruangan khusus yang disediakan untuk memarkir Gerobak Ajaib.
"Hei, lihat ada transportasi ajaib yang diparkir disini,"
"Hmm, sebentar. Seingatku ini kan Gerobak Ajaib!"
"Iya benar! Aku pernah mengantri untuk membeli pil di depan gerobak sebelum akhirnya proses jual beli beralih di penginapan!"
Orang-orang itu kemudian menjadi sangat antusias dan menghampiri gerobak. Dengan sekejap saja, mereka lupa pada tujuan mereka ke ruangan itu. Salah satunya berusaha menyentuh gerobak.
"Jangan sentuh, berani menyentuh bagian manapun dari gerobak ini, akan ku potong tangan kalian," kata suara seorang wanita dari balik kain terpal.
Mini teater
Mu Haocun: Sudah enakan?
Mu Lian: Sudah, kek. Aku tidak menyangka akan sepusing itu berada di tengah-tengah Array ini.
Mu Haocun: Begitulah. Tapi dengan merasakan pengalaman tersebut seharusnya kau sudah bisa lebih jeli merasakan berbagai detail baik itu chi maupun energi spiritual.
Mu Lian mendengarkan nasihat Mu Haocun dan mencatat dalam hati. Setelah semua ini selesai, Mu Lian akan mencoba berlatih kembali.
Namun saat ini karena merasa sudah lebih baik, Mu Lian pun memutuskan untuk membuat obat pencahar.
Mu Lian membagikan idenya kepada Mu Haocun untuk memasukkan obat pencahar tersebut ke dalam snack yang nantinya akan dibagikan ke staf-staf Lereng Kaca.
__ADS_1
Mu Lian memang percaya bahwa Ling Zizhou dan Meng Zhi dapat membantu Zhi Yuefeng menyelamatkan rekannya, namun Mu Lian menggunakan cara ini agar urusan mereka disini cepat selesai. Dengan melakukan rencana tersebut pun dapat dipastikan mereka akan berhasil.