
"Wah, Zhi ge benar-benar populer ya, kek. Lihat, semuanya rela berdesak-desakan hanya untuk menyapa Zhi ge," kata Mu Lian.
Mu Lian, Mu Haocun dan Meimei mengamati Cermin Langit yang saat itu sedang menunjukkan Meng Zhi didalam kerumunan.
"Oh? Master, lihat. Ada yang mencuri-curi pandang ke arah gerobak," kata Meimei. Mu Lian mengalihkan perhatiannya ke arah orang yang ditunjuk Meimei.
Setelah menemukan satu orang mencurigakan, beberapa orang mencurigakan yang lain pun terungkap dengan sangat mudah. Ada yang membaur di kerumunan, ada yang membaur diantara penonton yang tidak berani mendekati gerobak.
"Ck, orang-orang itu belum pernah kulihat," kata Master Yi. Penonton yang berkumpul tak jauh dari gerobak ternyata bukan dari kelompok yang pernah diselamatkan Meng Zhi. Seragam mereka lebih mewah dan menyerupai orang-orang dari Zhongjian.
"Sepertinya mereka menetap di wilayah lain dan datang kemari setelah mendengar Gerobak Ajaib," kata Meimei.
"Untungnya seminggu ini anak-anak tidak keluar," kata Mu Lian. Dengan begitu tidak akan ada yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Mu Lian mendapati banyak sekali wajah-wajah baru yang terus berdatangan. Mereka berkelompok dan tersebar di batang-batang pohon tak jauh dari gerobak dan saling memantau pergerakan satu sama lain.
Kelompok-kelompok baru tersebut mendekat dengan penuh waspada. Saling menjaga jarak dengan kelompok lain.
Situasi diluar sana membuat Mu Haocun mengernyit. Menjadi pusat perhatian tidak selalu menjadi hal yang bagus. Menjadi pusat perhatian dapat mendatangkan orang-orang dengan agenda tersembunyi.
"Ah Zhi harus mengusir orang-orang itu. Kalau tidak, mereka akan semakin menjadi," kata Mu Haocun.
Meski Master Yi dan Meng Zhi tidak mendengar kata-kata Mu Haocun, keduanya memikirkan hal yang sama.
Oleh sebab itu, setelah Meng Zhi menerima undangan pertemuan untuk mendiskusikan eksplorasi yang akan datang, Meng Zhi bertukar tatap dengan Master Yi.
Kemudian secara serempak mereka mengeluarkan aura kultivator mereka, mengintimidasi kelompok-kelompok yang mengawasi gerobak dari kejauhan.
Aura yang dikeluarkan Meng Zhi dan Master Yi berjalan dengan sangat cepat seperti gelombang panas. Namun yang dibawa aura adalah kumpulan chi serta campuran dari sedikit energi spiritual.
Aura ini sifatnya menyerang seseorang. Apalagi yang ditujukan memang untuk mengintimidasi. Seseorang yang terkena aura ini merasakan seluruh tubuh mereka seperti masuk ke dalam pendingin raksasa.
Bulu kuduk mereka berdiri dan merasa tidak ada tempat yang aman dimanapun mereka berada. Segera setelah merasakan aura yang dahsyat, kelompok-kelompok tersebut bubar. Mereka lari seperti sedang mempertaruhkan nyawa mereka.
Meski Meng Zhi dan Master Yi hanya berniat mengusir orang-orang yang mengawasi gerobak dari kejauhan, Meng Zhi dan Master Yi tidak dapat mengontrol aura mereka.
Sehingga orang-orang disekeliling Meng Zhi dan Master Yi pun terpengaruh secara langsung oleh aura Meng Zhi dan Master Yi.
Warna di wajah mereka menghilang, wajah mereka basah karena keringat dingin. Beberapa orang yang lebih lemah pun sudah jatuh terduduk.
Ling Zizhou hanya menguap, senang saat Meng Zhi dan Master Yi bersikap keras kepada orang-orang yang tidak bisa membuatnya tidur beberapa hari ini. Sudah sangat lama Ling Zizhou mengawasi kelompok-kelompok yang mengincar Gerobak Ajaib.
"Maaf, kami tidak suka dengan orang-orang yang mengendap-endap seperti mereka jadi kami tidak sabar untuk memberi peringatan keras," kata Meng Zhi.
"Uh-ja-jadi, anda tidak marah kepada kami?" kata Du Luhan. Wajahnya mengkilap karena dibasahi keringat.
"Marah? Untuk apa? Tentu saja tidak. Mari, kita pergi ke lokasi pertemuan," kata Meng Zhi sambil menarik lengan Ling Zizhou.
"Eh, Zhi ge, aku-" namun Meng Zhi hanya tersenyum mengancam, kalau tidak ikut dengannya, lihat saja!
Ling Zizhou hanya menelan kata-kata yang hendak diucapkannya itu dan dengan pasrah dibawa secara paksa oleh Meng Zhi ke pertemuan.
Kenapa meng Zhi hanya menarik Ling Zizhou saja? Karena Master Yi sudah tidak terlihat dimanapun. Setelah membantu Meng Zhi mengusir orang-orang itu, Master Yi menghilang tanpa jejak.
Sebenarnya bukan tanpa jejak juga karena Mu Lian dan Mu Haocun menyaksikan kepergian Master Yi melalui Cermin Langit. Namun Mu Haocun mengatakan bahwa sebenarnya Master Yi tidak benar-benar pergi melainkan bersembunyi.
Mungkin sesekali berpatroli tanpa sepengetahuan orang di sekitar. Mu Haocun berkata bahwa inilah keahlian Master Yi, sulit untuk dilacak.
Mu Lian mengangguk dan memuji Master Yi dalam hati. Bisa dikatakan, 2 keahlian Master Yi yang Mu Lian ketahui ini merupakan keahlian tingkat tinggi yang hanya dimiliki segelintir orang.
__ADS_1
Mu Lian, Meimei dan Mu Haocun berdiam diri mengamati Cermin Langit selama beberapa saat lagi. Saat ini diluar, kerumunan sudah bubar karena cukup banyak yang mengikuti pertemuan.
Hanya ada segelintir orang yang lewat karena kebetulan kediaman mereka dekat dengan gerobak. Dan tentu saja Mu Lian, Meimei dan Mu Haocun mengenali wajah orang-orang yang lewat tersebut.
"Karena sepertinya pertemuan akan berlangsung lama, aku akan memeriksa anak-anak dulu," kata Meimei akhirnya setelah lama diam.
"Tunggu, aku ikut," kata Mu Lian. Mu Haocun juga segera beranjak dan menyusul Mu Lian. Lagipula ada Master Yi yang menjaga gerobak jadi mereka tidak perlu terlalu khawatir dengan keamanan, setidaknya untuk saat ini.
Mu Lian mengikuti Meimei dan Mu Haocun berjalan di bawah langit malam yang hanya diterangi cahaya bulan.
Saat itu hanya ada suara air mengalir dari sungai, membuat suasana malam begitu syahdu. Namun Mu Lian berpikir suasana saat malam terasa sangat sepi, bisa membuat anak-anak merasa cemas dan memunculkan kenangan sedih mereka.
Mu Lian berencana untuk memelihara beberapa hewan diurnal yang dapat menemani anak-anak beraktivitas di siang hari dan beberapa hewan nokturnal agar suasana pada malam hari tidak terlalu sunyi.
Mu Lian mengutarakan keinginannya kepada Mu Haocun dan Meimei.
"Tentu saja itu ide yang bagus! Hewan-hewan itu juga dapat membantu tumbuh kembang anak-anak," kata Mu Haocun.
"Tapi apakah di dalam Gua Sejati ada hewan jinak? Setidaknya jangan terlalu ganas seperti spirit beast. Kalau dilihat dari kejadian yang menimpa Xiaohan dan Xiaoqiu, sepertinya hewan-hewan disini lebih didominasi oleh hewan-hewan yang sudah bermutasi," kata Meimei.
"Tempat ini sangat luas. Jangan berkecil hati dulu, siapa tahu ada hewan mutasi yang dapat dijinakkan," kata Mu Haocun sambil menatap ke arah Mu Lian penuh arti.
Tak sengaja Mu Lian melihat ke arah Mu Haocun juga dan mengingat sesuatu. Dengan adanya dirinya menjinakkan hewan bukanlah masalah. Bahkan Mu Lian percaya bahwa daya pikat Mu Haocun lebih besar daripada miliknya.
Mu Lian, Mu Haocun dan Meimei berdiskusi mengenai hewan yang ada di dalam Gua Sejati dengan antusias hingga tanpa sadar, mereka tiba di depan gerbang kediaman anak-anak.
Ketika melewati gerbang dan berjalan menuju bangunan utama, Mu Lian merasakan kepalanya lebih dingin dan berangin.
Saat Mu Lian mendongak untuk memeriksa 'penghuni' yang mendiami atas kepalanya, ternyata penghuni tersebut sudah hilang entah kemana.
"Hmm? Xiaobai sudah pergi saja!" kata Meimei terkejut juga karena mendapati Xiaobai sudah tidak ada di atas kepala Mu Lian.
Gerak-gerik Xiaobai gagal dideteksi oleh Meimei yang sudah berada di tingkat pembentukan inti! Bahkan Mu Haocun pun tidak tahu keberadaan Xiaobai.
"Mei jie! Lian jie!" seru Xiaohan dan Xiaoqiu menghambur ke arah Meimei.
"..." (Mu Lian dan Mu Haocun)
Sifat lelaki yang selalu suka dengan visual telah nampak pada Xiaohan dan Xiaoqiu yang masih berusia 9 tahun.
Terbukti dengan sikap mereka yang selalu menyapa Meimei lebih dulu dan sepertinya selalu Meimei yang terlihat lebih dulu dalam pandangan kedua anak laki-laki itu.
"Dasar bocah ingusan," kata Mu Haocun menarik pipi Xiaohan yang terlihat sangat bahagia didalam pelukan Meimei.
Kalau Meng Zhi melihat ini, pasti Meng Zhi tidak akan tinggal diam. Pasangan Dao bukan hal sembarangan yang hanya bisa ditemukan satu kali dalam hidup seorang kultivator.
Jadi, jangan salahkan Meng Zhi jika Meng Zhi bisa cemburu terhadap anak kecil. Yah, jika anak tersebut sangat dekat dengannya, setidaknya kecemburuan Meng Zhi tidak akan terlalu parah. Mu Haocun hanya bisa menggeleng.
"Kakek Haocun, Lian jie, Mei jie," kata Xiaoleng, Xiaojia dan yang lain. Xiaofu dan Xiaoqi yang jarang berbicara pun terlihat ikut menyapa.
Melihat Xiaofu dan Xiaoqi membuat hati Mu Lian sedikit sedih. Rasanya jantungnya seperti diremas. Mu Lian masih mengkhawatirkan kedua anak berusia 12 tahun di depannya ini yang terpaksa cepat dewasa demi melindungi adik-adiknya itu.
"Bagaimana kabar kalian?" kata Mu Haocun. Mu Haocun juga memberi perhatian yang lebih kepada Xiaofu dan Xiaoqi mengingat luka mereka lebih dalam dari yang lain.
"Baik, terimakasih atas perhatiannya, Kakek," kata Xiaofu melanjutkan, " Silahkan duduk,"
Xiaoleng bersama dengan Xiaojia, Xiaobao dan Xiaohua sudah pergi ke bangunan yang berfungsi sebagai ruang tamu dan menyiapkan teh serta merapikan meja.
Xiaofu dan Xiaoqi menunggu di dekat Mu Lian, Mu Haocun dan Meimei untuk mengantarkan mereka ke ruang tamu.
__ADS_1
"Apa adik-adik kalian sudah tidur?" kata Meimei.
"Itu...Mei jie bisa lihat sendiri," kata Xiaofu bertukar tatap dengan Xiaoqi kemudian tanpa mengatakan apa-apa mengantarkan Mu Lian, Mu Haocun dan Meimei ke ruang tidur.
Pertama mereka mengunjungi ruang tidur untuk anak laki-laki. Mu Lian mengintip dari sebuah celah di pintu setelah Meimei dan Mu Haocun selesai mengintip.
"Oh, seperti biasa. Mereka harus mengeluarkan tenaga mereka yang berlebihan dulu baru bisa tidur," kata Meimei. Xiaofu dan Xiaoqi mengangguk.
Di dalam ruangan, Mu Lian dapat melihat medan perang mini. Anak-anak sedang perang bantal dan berlari ke sana kemari.
Xiaohan dan Xiaoqiu hanya bisa memanyunkan bibir mereka karena tidak diperbolehkan ikut karena kalau dibolehkan ikut, anak-anak tidak akan tidur dan main hingga pagi.
Selanjutnya Mu Lian dan yang lain dibawa ke ruang tidur anak perempuan. Suara lantang seorang anak perempuan terdengar dari balik pintu.
Setelah diintip, ternyata mereka sedang membaca cerita sebelum tidur. Cerita itu kebetulan yang ditulis ulang oleh Mu Lian, cerita sebelum tidur yang sering ditemukan di Bumi.
Beberapa cerita ada yang berasal dari luar negeri, bahkan ada cerita 1001 malam diantaranya. Selebihnya, didonasikan dari koleksi pribadi Mu Haocun.
"Anak-anak perempuan ini masih saja gemar membaca cerita," kata Meimei tersenyum. Mu Lian dan Mu Haocun ikut tersenyum.
"Xiaoleng dan yang lain sudah menunggu, Kakek, Mei jie, Lian jie," kata Xiaofu.
Mu Lian dan yang lain mengikuti Xiaofu dan Xiaoqi berjalan menuju ruang tamu. Kompleks kediaman anak-anak tersusun dari beberapa taman. Ada kolam berisi pasir halus untuk membuat berbagai kreasi juga.
Ayunan, perosotan dan berbagai macam wahana lainnya. Yang tidak ada disana adalah kolam dan berbagai hal yang berkaitan dengan air.
Untuk menjaga keamanan anak-anak Mu Lian pun sengaja membuat kamar mandi dalam bentuk pancuran.
Setelah melewati kolam pasir dan taman dengan bunga berwarna-warni, Mu Lian dan yang lain tiba di bangunan setengah terbuka.
Mu Lian dapat melihat isi bangunan tersebut dari kejauhan karena bangunan itu tidak memiliki pintu sama sekali. Hanya bukaan berbentuk gerbang bulan saja yang menghiasi samping bangunan.
"Kakek, sebenarnya spirit beast mutan itu kuat atau tidak sih? Kenapa ciri-cirinya sedikit berbeda dengan spirit beast biasa? Kok aneh ya? Apa yang membuat mereka menjadi seperti itu?" kata Xiaohan dan Xiaoqiu bergantian.
Baru saja duduk, Xiaojiu dan Xiaohua bahkan belum menyeduhkan teh, Xiaohan dan Xiaoqiu sudah mengajukan pertanyaan kepada Mu Haocun tanpa henti.
Xiaoleng menjitak kepala XIaohan dan Xiaoqiu dengan lembut yang dibalas dengan protes,
"Loh, tidak apa kan kami bertanya? Soalnya kami penasaran sekali!"
"Setidaknya biarkan kakek meminum tehnya dulu, kau ini," kata Xiaoleng menggeleng.
"Tidak apa. Jadi, ini baru asumsi kakek saja loh, ya. Spirit beast ini sudah beradaptasi..." kata Mu Haocun menjawab pertanyaan yang dilontarkan Xiaohan dan Xiaoqiu satu persatu.
Sementara Mu Haocun menjelaskan karakteristik spirit beast di dalam Gua Sejati berdasarkan hipotesisnya, Mu Lian dan Meimei mengobrol dengan Xiaofu dan Xiaoqi.
Namun karena Xiaofu dan Xiaoqi hanya menjawab apa yang ditanyakan kepada mereka saja, obrolan pun berubah menjadi sesi tanya jawab.
Waktu berjalan dengan sangat cepat dan tanpa sadar Mu Lian tidak mendengar lagi suara Xiaohan dan Xiaoqiu.
Ketika Mu Lian menoleh ke arah Mu Haocun, Xiaohan, Xiaoqiu, Xiaobao, dan Xiaojia sudah tidur terkapar di dekat Mu Hacoun.
Dan Xiaoleng, meski belum tertidur, terlihat sangat mengantuk. Dia menahan kantuknya karena harus membawa anak-anak yang tertidur.
"Tidak terasa malam sudah semakin larut. Ayo, siap-siap," kata Meimei kepada Xiaofu dan Xiaoqi.
Mu Lian memindahkan kepala Xiaohua yang berada dipangkuannya kemudian pergi menuju dapur mini yang berfungsi untuk memanaskan air dan membuat teh herba.
Teh herba ini berfungsi sebagai obat penenang serta membantu insomnia Xiaofu dan Xiaoqi.
__ADS_1
Setelah Xiaofu dan Xiaoqi meminum teh herba, Mu Lian, Mu Haocun, Meimei, Xiaoleng, dan Xiaofu pun memindahkan anak-anak yang tertidur ke kamar masing-masing.
Setelah memindahkan ank-anak, Mu Lian, Meimei dan Mu Haocun kembali ke ruang kendali. Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan Meng Zhi yang datang dengan cemberut.