
Mu Haocun menggeleng. Jun Mo menatap Ling Zizhou namun percuma saja, sejak awal Ling Zizhou hanya memperkenalkan Mu Haocun saja kemudian menutup rapat mulutnya.
Jun Mo kemudian menatap Dewan Di. Dewan seharusnya memiliki jabatan lebih tinggi daripada Jun Mo sehingga tidak perlu khawatir untuk menjaga sikapnya di depan Jun Mo.
Namun karena Dewan Di memang orang yang rendah hati dan satu lagi, saudara sepupunya pernah ikut merundung Jun Mo, Dewan Di merasa tidak enak terhadap Jun Mo dan sangat memperlakukan Jun Mo dengan hormat.
Kasus perundungan Jun Mo dan Mo Fan ini sempat dibahas oleh Dewan Di dan dicurigai karena penghasutan sekte aliran sesat. Waktu itu Dewan Di ingat, ada seorang pengelana eksentrik yang sangat dekat dengan anak-anak.
Makhluk Terhormat memang memiliki rasa tanggung jawab yang besar, namun tidak pernah ada sejarah membuktikan Makhluk Terhormat sampai merundung makhluk campuran seperti Jun Mo dan Mo Fan seperti itu.
Semenjak saudara sepupunya ikut bermain bersama teman-temannya di sekitar si pengelana eksentrik itu, sikapnya berubah menjadi lebih agresif. Emosinya pun sering berubah-ubah.
Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan saudara sepupunya itu kembali seperti semula, begitu pula dengan teman-teman sebayanya.
Setelah dicurigai dan sikap penduduk menjadi lebih waspada terhadapnya, si pengelana eksentrik pun menghilang entah kemana. Tak ada lagi yang melihat sosoknya hingga saat ini.
Seiring berjalannya waktu, Jun Mo diterima apa adanya oleh penduduk. Apalagi setelah Jun Mo membangun rumah lelang dan memberi bahan bahan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ayah saudara sepupunya itu.
Jun Mo mendapatkan bahan tersebut dengan susah payah dan uang yang tak sedikit, namun ketika hendak diganti, Jun Mo mengatakan bahwa memang rumah lelang sengaja dibangun untuk membantu kasus seperti saudara sepupu Dewan Di.
Yang membutuhkan transaksi gelap agar tidak perlu menunggu lama persetujuan dari dewan mengimpor bahan tersebut. Terbukti, nyawa ayah sepupu Dewan Di terselamatkan dengan cara tersebut.
Hubungan antara sepupunya dengan Jun Mo pun semakin membaik dan membuatnya ikut dekat juga dengan Jun Mo.
Tak disangka, pertemanannya dengan Jun Mo dapat memberikan petunjuk bahkan kunci sukses dalam kasusnya, sekte aliran sesat.
Dewan Di pun merasa berhutang kepada Jun Mo karena sering dibantunya. Sehingga meski belum dapat membayarnya, Dewan Di bersikap lebih baik lagi kepada Jun Mo.
"Kalau saya sudah tidak ada yang ingin ditambahkan lagi untuk kasus sekte aliran sesat. Saya percaya anda bisa menanganinya.
Tapi untuk gerobak ajaib, ada informasi yang ingin saya sampaikan. Festival Spirit Beast. Kita semua tahu gerobak ajaib telah banyak membantu dalam hal pil sehingga anggota-anggota kita yang terluka sembuh seperti sedia kala.
Saya ingin mengundang gerobak ajaib untuk datang pada Festival Spirit Beast. Pada hari itu, Pohon 1 Abad Spirit Beast akan tumbuh subur dan chi akan sangat melimpah.
Kami akan menyiapkan lokasi terbaik untuk anda sekalian bisa dengan nyaman bermeditasi di sana. Kalau anda menginginkan privasi, kami bisa menyiapkan lokasi tersebut bebas dari pengunjung yang lain," kata Dewan Di.
Mata Mu Haocun berbinar. Tak disangka Festival Spirit Beast datang disaat mereka sedang mengunjungi Negeri Chen. Mu Haocun memang sering mendengar kabar mengenai hari tersebut karena sudah lama juga dirinya tinggal di dunia bawah.
Mu Haocun mengetahui Festival Spirit Beast dari Orang-orang yang mengunjungi Sekte Embun Pagi. Biasanya, orang-orang yang datang membeli pil maupun obat racik selalu membagikan informasi penting dari sepenjuru dunia bawah.
Festival Spirit Beast adalah hari paling ditunggu-tunggu penduduk negeri Chen. Karena pada hari tersebut, beberapa pohon akasia tiba-tiba berubah menjadi pohon ajaib dan dari akar, batang maupun daunnya akan mengeluarkan spirit beast.
Yang paling dinantikan sebenarnya bukan spirit beast nya melainkan satu minggu sebelum pohon mulai mengeluarkan spirit beast.
Selama satu minggu itulah pohon-pohon terpilih mengandung banyak sekali chi hingga tumpah ruah ke lingkungan sekitarnya.
Festival Spirit Beast dimulai saat pohon-pohon terpilih mulai menunjukkan kelebihan chi. Dan semua orang pun berbondong-bondong untuk melakukan mediasi di dekat pohon-pohon tersebut.
Anak-anak kecil, remaja, dewasa, hingga yang tua sekalipun tidak mau melewatkan kesempatan emas untuk meningkatkan kultivasi mereka.
Festival Spirit Beast sangat terkenal bahkan ke negeri-negeri tetangga karena mengandung banyak manfaat. Salah satunya chi akan melimpah, yang kedua bisa memanen banyak sekali inti Spirit Beast.
"Haha! Anda orang yang sangat baik dan perhatian. Pantas saja anda memiliki 3 orang anak yang lucu-lucu dan istri yang cantik.
Tentu saja kami akan datang! Tidak perlu khawatir karena kalian belum mendengar jawaban langsung dari ketua kami, anda tahu, posisiku ini bisa menggantikan ketua kalau ketua sedang tidak ada," kata Mu Haocun tersenyum secantik mungkin dengan bibir merahnya.
Ling Zizhou mengernyit. Sejak tadi dia berusaha menahan agar wajahnya tidak menampakkan ekspresi jijik. Namun melihat senyum Mu Haocun, tak sengaja Ling Zizhou bersuara seperti orang yang akan muntah. Tolong, batin Ling Zizhou.
Melihat antusiasme pada Mu Haocun, Dewan Di bernapas lega. Setidaknya, dengan mengundang pihak Gerobak Ajaib, secara tidak langsung Dewan Di membalas jasa.
Membuat pil, selain membutuhkan energi spiritual untuk membuat api pil, membutuhkan chi yang sangat banyak juga.
Dewan Di berharap, semua anggota Gerobak Ajaib yang membuat pil, dapat bermeditasi mengumpulkan chi pada Festival Spirit Beast.
"Bagus. Kalau begitu, saya akan segera menyiapkan lokasi untuk anda sekalian. Tapi maaf, apa anda pernah bertemu dengan istri dan anak-anak saya?" kata Dewan Di.
"Waktu itu kami bertemu di pesisir samudra. Anak-anak anda sedang bermain disana, jadi saya menemani istri anda mengobrol bersama cucu saya, eh, adik saya maksudnya," kata Mu Haocun gelagapan. Dia lupa bahwa saat ini sedang menyamar sebagai wanita berusia 30 tahunan.
Dewan Di tidak berani meragukan perkataan Mu Haocun karena Mu Haocun adalah anggota Gerobak Ajaib.
Jun Mo, Dewan Di dan Mu Haocun berbasa-basi sejenak sebelum akhirnya menutup pertemuan. Jun Mo mengantarkan Dewan Di dan Mu Haocun keluar rumah lelang.
__ADS_1
Sebelum benar-benar pergi, Dewan Di memeluk Jun Mo dengan erat. Menunjukkan kedekatan antara Jun Mo dan Dewan Di.
"Kami akan menghubungi anda jika saatnya tiba," kata Dewan Di kepada Mu Haocun setelah melepas pelukannya dari Jun Mo.
"Terimakasih. Anda bisa mencari pohon paling unik diantara pohon disini. Tepatnya 500 km dari sini, aku akan memberi tanda agar anda dapat mengidentifikasikannya," kata Mu Haocun. Dewan Di mengangguk. Mu Haocun dan Ling Zizhou pun kembali ke gerobak.
Mu Haocun menceritakan hasil pertemuan dengan Jun Mo dan Dewan Di, tak lupa untuk memberi tahu bahwa mereka diundang untuk datang pada Festival Spirit Beast.
Mu Lian mendengarkan penjelasan mengenai Festival Spirit Beast sebelum akhirnya memahami seberapa pentingnya Festival Spirit Beast.
"Wah, kita beruntung sekali bisa menghadiri Festival Spirit Beast!" kata Meimei dengan senyum sumringah.
"Kalau aku bermeditasi di sekitar Pohon 1 Abad Spirit Beast, tingkat kultivasiku akan berhasil naik ke tingkat yang lebih tinggi bukan?!" kata Mu Lian dengan antusias.
"Bisa jadi. Tapi kakek menyarankan untuk tidak tergesa-gesa. Kalau tubuhmu merasa tidak nyaman dan dantianmu terasa mau meledak, segera berhenti bermeditasi.
Kakek tahu, ketika kita akan naik ke tingkatan yang lebih tinggi dantianmu terasa seperti mau meledak juga. Tapi perasaan itu bisa dibedakan kok, biasanya, ledakan yang terasa karena deviasi qigong akan sangat sakit.
Berbeda ketika mau naik ke tingkatan yang lebih tinggi. Rasanya seperti ini; perasaan lega karena berhasil buang angin setelah tidak bisa buang angin berhari-hari.
Jadi kalau mulai merasakan sakit seperti ditusuk, jangan berani-berani meneruskan meditasimu. Deviasi qigong bukan hal sepele, kau akan sangat tersiksa berhari-hari bahkan berbulan-bulan.
Apalagi ketika harus mengorganisasikan kembali chi yang kacau di dalam dantianmu," kata Mu Haocun serius. Mu Lian mengangguk.
Mu Lian mencatat dalam hati dan terus menghapalkan di dalam kepalanya berulang-ulang sambil menunggu kabar dari Dewan Di.
Satu minggu kemudian, Mu Lian dan Mu Haocun melihat Master Yi membawa Dewan Di mendekati gerobak melalui Cermin Langit. Dewan Di hanya ditemani seorang rekannya.
Dewan Di sempat terkejut melihat gerobak tiba-tiba muncul di bawah pohon yang sedang ditujunya. Saking terkejutnya, Dewan Di tidak menyadari Ling Zizhou yang tiba-tiba muncul di sampingnya.
Ling Zizhou bingung harus bagaimana, tamu mereka sedang melamun mengamati gerobak sedangkan gurunya yang telah mengantarkan tamu sampai di depan gerobak hanya berdiri dalam diam.
Melihat Master Yi yang tidak mengambil tindakan, Ling Zizhou pun hanya diam menemani tamunya. Lagipula Mu Lian pasti sudah melihat kedatangan tamu mereka, cepat atau lambat pasti akan ada yang datang.
Benar saja, setelah melihat Dewan Di dan rekannya mendekati gerobak, Mu Lian segera mencari Meng Zhi dan menyarankannya untuk membawa Dewan Di ke Lobby. Saat itu Meng Zhi dan Meimei baru saja keluar dari kediaman anak-anak.
"Aku akan membuatkan teh. Disana ada dapur kecil, cukup untuk memanaskan air," kata Mu Lian. Meng Zhi mengangguk. Mu Lian, Meimei dan Meng Zhi pun berjalan menuju Pagoda Utara.
Mu Lian segera menyiapkan teh sementara Meng Zhi menjemput Dewan Di dan Master Yi. Untung Meng Zhi segera menjemputnya, saat Meng Zhi menyingkap kain terpal, Dewan Di dan rekannya sedang berdiri dengan canggung di samping Master Yi.
"Oh? Apakah anda Tuan Zhi? Aku banyak mendengar anda dari Ketua Jun. Terimakasih telah membantu kami. Gara-gara kami, anda terluka, mohon maaf sebesar-besarnya," kata Dewan Di sambil membungkuk kepada Meng Zhi.
"Benar. Jangan begitu, bukan salah anda. Kami juga tidak akan menyangka akan bertemu dengan makhluk seperti itu. Huff merepotkan. Tapi tenang saja, aku baik-baik saja, kok. Tidak akan ada yang perlu dikhawatirkan dengan adanya ketua kami," kata Meng Zhi.
Ada Mu Lian dan Mu Haocun. Meng Zhi benar-benar tidak merasa khawatir karena duo kakek dan cucu itu.
"Syukurlah," kata Dewan Di bersungguh-sungguh.
"Mari, kita pindah ke tempat yang lebih nyaman untuk berbicara," kata Meng Zhi mengisyaratkan Dewan Di dan rekannya untuk mengikutinya masuk ke dalam gerobak.
Meski gerobak terasa sedikit sempit, Dewan Di tidak mengatakan apa-apa dan hendak duduk di kursi yang ada di dekatnya namun tiba-tiba Meng Zhi mengangkat kursi, membukakan jalan menuju pintu yang ada di seberang kursi.
Meng Zhi meletakkan jari telunjuknya hingga sinar berwarna hijau terlihat berjalan dari atas hingga ke bawah alat kemudian pintu unik yang baru dilihat Dewan Di pun terbuka.
"Dewan Di, sedang apa? Silahkan masuk," kata Meng Zhi.
"Oh? Baik," kata Dewan Di melewati pintu dan mulai menuruni anak tangga diikuti rekannya.
"Indah sekali," tanpa sadar kata pujian lolos dari mulut rekannya. Bagaimana tidak, perjalanan mereka menuruni tangga memang sangat indah.
"Benar. Apakah ini serangga? Atau makhluk hidup lain? Aku belum pernah melihatnya," kata Dewan Di. Meng Zhi hanya diam. Tidak mungkin kan dia menjelaskan benda yang melayang itu sebenarnya senjata bagi para penerobos ilegal.
"Oh, iya. kalau anda sudah melihat dasar tangga, biarkan saya memimpin jalan lagi karena di depan ada pos pemeriksaan," kata Meng Zhi. Menjelaskan alat pengidentifikasi sebagai pos pemeriksaan.
Dewan Di dan rekannya melakukan apa yang diminta Meng Zhi. Mereka mengamati Meng Zhi menempelkan jarinya pada alat misterius itu, sama seperti di depan pintu tadi.
Setelah melihat cahaya hijau selesai berjalan dari atas hingga ke bawah alat, Meng Zhi mempersilahkan Dewan Di dan rekannya melewati gerbang bulan.
Keduanya terpesona melihat kemegahan Lobby. Meng Zhi melihat Mu Lian dan Meimei sedang meletakkan peralatan teh dan merapikan meja yang berada di dekat susunan kaca berkilauan.
__ADS_1
"Salam, saya Dewan Di dan ini rekan saya," kata Dewan Di kepada Mu Lian dan Meimei. Mu Lian dan Meimei membalas Dewan Di.
Dewan Di bersikap sopan kepada Mu Lian dan Meimei karena tahu pasti bahwa keduanya juga anggota Gerobak Ajaib.
Siapa yang tidak tahu Gerobak Ajaib yang kini sedang ramai diperbincangkan di negeri Chen? Semuanya ingin dekat dengan Gerobak Ajaib, berharap mendapat pil maupun obat racik.
"Silahkan duduk," kata Meng Zhi. Segera setelah kedua tamu dan Meng Zhi duduk, Meimei menuangkan teh ke dalam cangkir.
Kemudian beranjak ke meja tak jauh dari Meng Zhi dan Dewan Di. Melihat Mu Lian dan Meimei juga duduk di meja tak jauh darinya, Dewan Di sedikit rileks.
Dia tidak berani memulai pembicaraan jika Mu Lian dan Meimei berdiri di belakang Meng Zhi sedangkan dia dan rekannya duduk dengan nyaman. Karena menurutnya, semua staf Gerobak Ajaib memiliki status yang tak kalah tinggi darinya.
"Bagaimana? Apa Festival Spirit Beast segera dimulai?" kata Meng Zhi memulai pembicaraan.
"Benar. 3 hari lagi. Dengan alasan keamanan, kami mengutamakan anak-anak dulu. Anak-anak diawasi orang tua mereka serta anggota dewan yang bertugas disana, melakukan meditasi disekitar Pohon 1 Abad.
Setelah itu ketika keadaan mulai berbahaya, yaitu beberapa hari sebelum Pohon 1 Abad mulai mengeluarkan Spirit Beast, giliran kultivator-kultivator yang lebih senior melakukan meditasi.
Tentu saja satu hari sebelum Pohon 1 Abad mulai mengeluarkan Spirit Beast, semua kegiatan meditasi dilarang agar tidak ada korban jiwa berjatuhan," kata Dewan Di mulai menjelaskan rundown Festival Spirit Beast.
Meng Zhi mengangguk puas karena dewan merencanakan acara festival dengan sangat matang. Dewan sangat mementingkan keselamatan baik itu kultivator junior maupun kultivator senior yang datang untuk bermeditasi.
"Mungkin itu saja yang dapat kujelaskan mengenai jalannya festival. Sekarang aku akan membicarakan tentang lokasi meditasi. Kami berhasil mendapatkan lokasi yang sangat pas," kata Dewan Di menunjukkan peta negeri Chen.
Beberapa hari sebelum festival dimulai, anggota dewan mulai menyebarkan anggota-anggotanya untuk memeriksa kadar chi pada pohon-pohon di seluruh penjuru negeri.
Setelah memantau selama berhari-hari, anggota dewan mengumumkan lokasi-lokasi mana saja yang pohonnya akan berubah menjadi Pohon 1 Abad Spirit Beast pada Festival Spirit beast.
Dewan Di membooking lokasi yang paling jauh dari pemukiman dan dipastikan tidak ada yang mengunjungi. Bukan karena jumlah chi pada pohon tersebut rendah melainkan lokasinya yang sangat terpencil.
Untuk mengunjungi lokasi tersebut, seseorang harus menyewa transportasi ajaib untuk dirinya sendiri yang biasanya lebih mahal daripada tiket yang biasanya dibeli.
Lokasi-lokasi dekat ibu kota dan pemukiman penduduk lah yang biasanya paling sering diincar para kultivator.
"Bagaimana, Lian'er? Mei'er?" kata Meng Zhi. Mu Lian dan Meimei mengangguk.
"Kami setuju. Apakah anda yang akan mengantar kami kesana?" kata Meng Zhi.
"Tentu saja. Rekan saya mungkin tidak bisa karena dewan membutuhkan seluruh tenaga yang ada. Pada hari itu bahkan yang masih magang pun dikerahkan, jadi mohon maklum. Aku akan datang 3 hari lagi, dan kita akan berangkat kesana bersama-sama, bagaimana?" kata Dewan Di.
"Bagus, bagus! Kami akan menunggu kedatangan anda!" Kata Meng Zhi tersenyum kemudian bingung melihat Dewan Di yang terus saja mencuri-curi pandang kepadanya.
"Ada apa, Dewan Di? Katakan saja, jangan sungkan-sungkan," kata Meng Zhi.
"Anu, Tuan Zhi, anak sulung saya sudah memulai meditasinya sejak dini. Melihat ada anak yang usianya tidak jauh dari anak saya, saya jadi ingin mengajak anak sulung saya pada festival nanti. Apakah anda tidak keberatan?" kata Dewan Di kini mencuri pandang ke arah Mu Lian.
"Pfft," Meng Zhi tidak tahan menahan tawa mereka karena Dewan Di mengira Mu Lian masih kecil! Memang, tubuh Mu Lian sangat mungil ketika berdiri di samping Meimei dan Meng Zhi. Belum lagi wajah Mu Lian yang terlihat seperti anak SMP.
"?"
Mu Lian yang tidak menyadari anak kecil yang dimaksud Dewan Di adalah dirinya hanya bingung melihat Meimei dan Meng Zhi menahan tawa.
Mu Lian sedang meminum tehnya dengan khidmat ketika Dewan Di mencuri pandang ke arahnya jadi Mu Lian tidak tahu apa-apa mengenai anak kecil yang dibicarakan Dewan Di.
Mini Teater:
Dewan Di: Sayang, apa kau pernah bertemu dengan seorang wanita, berusia 30 tahunan?
Nyonya Di: Wanita? Siapa? Dimana?
Dewan Di: Dia adalah anggota Gerobak Ajaib! Sepertinya dia tangan kanan ketua Gerobak Ajaib, wanita itu dapat dengan langsung mengambil keputusan menggantikan ketuanya. Katanya dia bertemu denganmu di pesisir samudra dan menemanimu mengobrol ketika anak-anak sedang asyik bermain di pinggir samudra.
__ADS_1
Nyonya Di: Eh? Seingatku tidak pernah. Tapi aku ingat waktu itu ada seorang nenek yang membawa cucu perempuannya yang manis dan anggun bermain ke pesisir samudra. Aku mengobrol dengan nenek dan cucu itu selama beberapa saat.