
"Wah wah, sepertinya anda sedang menemui masalah," kata pria berpakaian hitam. Seluruh wajahnya tertutup kain hitam, menyisakan matanya yang berkilat mengerikan.
"Huh, kau tahu apa! Aku sudah tertekan karena investigasi yang diadakan besar-besaran, kehilangan muridku yang tak berguna itu-"
"Tapi murid itu bisa digunakan sebagai bidak yang bisa dibuang kapan saja bukan? Makanya anda sangat kesal saat tahu bidak itu berhasil kabur dari anda," potong pria berpakaian hitam.
Master Xi terdiam. Ucapan pria berpakaian hitam itu tepat sasaran. Siapa sangka gadis tak berguna itu yang sudah sepuluh tahun dia besarkan dengan harapan suatu hari gadis itu membalas budi, malah lepas begitu saja dari genggamannya!
Dia sudah memaksakan diri untuk berbesar hati menerima gadis yang tidak memiliki bakat Alkimia itu, memberinya perhatian sama seperti murid-muridnya yang lain.
Yang membuatnya tidak merasa terlalu rugi adalah gadis itu memiliki paras yang cantik dan polos, cocok digunakan sebagai bidak untuk menjebak orang.
Master Xi terkejut ketika mendapati gadis yang dibimbingnya dengan hati-hati itu tiba-tiba sering tidak masuk pelajaran. Kian hari gadis itu makin tidak terlihat batang hidungnya. Membuat tekanan darahnya naik!
Hingga suatu hari Mu Haocun mendatanginya, mengatakan bahwa gadis itu akan keluar dari Sekte Embun Pagi, akan berhenti menjadi ahli Alkimia.
Semua penalti, akan ditanggung oleh Mu Haocun. Master Xi sampai batuk darah mendengarnya!
Siapa yang berani mengusik Mu Haocun, seseorang yang berada di puncak Alkimia?
Semua orang saja berusaha menjilat Mu Haocun. Master Xi tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa merasakan jantungnya seperti diiris-iris!
"Tidak berguna! Perjuanganku selama ini sia-sia!" kata Master Xi masih meledak-ledak.
"Yah, apapun alasan anda, anda sudah tahu kan perjanjian kita? Apalagi anda sudah tidak memiliki tempat di Embun Pagi, heh, aku tidak tahu apa yang dipikirkan orang itu.
Mengapa orang gagal seperti anda masih tetap diperlakukan sama, seperti tidak terjadi apa-apa. Memang anda ahli Alkimia, tapi memangnya anda Master Mu?" kata pria berpakaian hitam.
Ucapannya masih terdengar sopan namun dibaliknya terdapat sindiran keras terhadap Master Xi.
Wajah Master Xi merah padam karena menahan amarah. Ucapan pria itu sangat tepat sasaran, karena itulah amarahnya terpicu.
Selain Master Xi, wajah kedua pemuda yang sedang mencuri dengar tak jauh dari Master Xi dan pria berpakaian hitam pun terlihat merah padam.
Bagaimana tidak. Semua orang di Sekte Embun Pagi mengenal Xiaoxiao. Banyak sekali pemuda di Sekte Embun Pagi yang mengejar gadis itu.
Sehingga kabar mengenai pengunduran dirinya yang penaltinya dijamin oleh Master Mu menyebar seperti si jago merah.
Shaoting dan Yunhao, tidak menduga Master Xi berniat memanfaatkan gadis impian mereka. Secara bersamaan, kedua pemuda itu mengaktifkan alat ajaib untuk memanggil Meng Zhi.
Kedua pemuda itu tidak mau mendengarkan lagi kata-kata dari seorang penghianat. Semoga penghianat itu mendapatkan ganjaran yang sangat berat!
Master Xi dan pria berpakaian hitam tidak tahu jika mereka telah masuk ke dalam perangkap.
Master Xi dan pria berpakaian hitam tengah membicarakan rute pelarian mereka.
Ternyata pria berpakaian hitam itu salah seorang anggota sekte aliran sesat. Dan mereka membuat kegaduhan untuk mengalihkan Master Yi dari Lembah Ufuk Timur.
Entah berapa anggota yang gugur ditangan Master Yi. Pria berpakaian hitam merasakan mulutnya sangat pahit mengingat harga yang harus dibayarkan hanya untuk membawa pulang ahli Alkimia satu ini.
Dua bulan belakangan, seluruh sekte heboh karena mendapat kabar ada kelompok orang tidak dikenal yang menghalangi rencana mereka. Kelompok itu pun dikabari sedang memburu mereka.
Para pemegang posisi tertinggi menjadi sangat waspada dan bergerak sangat hati-hati, bahkan beberapa proyek menjadi molor atau ditunda hingga pemberitahuan selanjutnya.
Hal tersebut membuat atasan pria berpakaian hitam setuju untuk menjemput Master Xi, yang sebenarnya sudah sangat ketakutan ketika investigasi besar-besaran diadakan untuk menangkap penghianat.
Setelah menjelaskan rute pelarian mereka, pria berpakaian hitam bersama Master Xi bergegas untuk keluar Lembah Ufuk Timur.
Namun sayangnya, Meng Zhi yang telah mendapat sinyal dari Shaoting dan Yunhao, menyergap Pria berpakaian hitam dan Master Xi.
Betapa terkejutnya pria berpakaian hitam dan Master Xi. Siapa sangka, satu dari sepuluh kultivator di dunia ini berada di depan mereka dengan taringnya yang siap menerkam mereka.
Aksi pertarungan di tengah kejar-kejaran pun berlangsung. Meng Zhi sengaja membiarkan pria berpakaian hitam serta Master Xi berlari cukup jauh dari Shaoting dan Yunhao sebelum akhirnya menyusul mereka dan melancarkan serangan.
Kalau tidak begitu, kedua pemuda itu akan terpental sangat jauh hanya karena gelombang kejut yang dihasilkan oleh Meng Zhi.
__ADS_1
Pupil pria berpakaian hitam bergetar hebat akibat teror yang dirasakannya. Pria itu kemudian hendak meninggalkan Master Xi karena dirinya merasa tidak memiliki harapan jika bertarung lebih lama dengan Meng Zhi.
Master Xi sudah mengetahui jalan pikiran pria berpakaian hitam, tiba-tiba menangkap lengannya seperti anak kola. Master Xi tidak sudi ditinggalkan seperti itu oleh pria berpakaian hitam.
Jian milik Meng Zhi yang kini berjumlah lebih dari dua puluh menyerang kedua buronan itu tanpa belas kasih.
Apa yang bisa dilakukan kultivator rendahan mavam pria berpakaian hitam di hadapan salah satu kultivator terkuat di dunia ini? Yang ada dirinya hanya menjadi mainan bagi Meng Zhi.
Meski begitu, serangan Meng Zhi tidak ada yang mengenai bagian vital. Tujuan Meng Zhi memang hanya membuat semangat bertarung lawan turun, hingga tidak bisa memberi perlawanan lagi.
Menggunakan energi spiritualnya Meng Zhi menggerakkan jian miliknya dengan sangat tangkas. Sebilah jian berhasil memukul pria berpakaian hitam hingga tersungkur ke tanah.
Master Xi pun ikut terseret pria berpakaian hitam dan hanya bisa menelungkup di permukaan tanah.
Pria berpakaian hitam mengerang. Lengannya akhirnya terlepas dari Master Xi, karena Master Xi hilang kesadaran.
Benar selemah itulah ahli Alkimia jika berhadapan dengan pertarungan fisik!
"Kh..kenapa kau ada disini," kata pria berpakaian hitam sambil menahan rasa sakit.
Meski dipukul dengan bagian tumpul jian, sebagian hati, kantung empedu, usus serta ginjal kanannya hancur!
Pria berpakaian hitam itu batuk kemudian cairan merembes kain yang menutupi mulutnya, cairan tersebut adalah darah.
"Heh, sudah kuduga. Orang-orang yang menyerangku itu ada hubungannya dengan sekte aliran hitam," kata Meng Zhi setelah melihat reaksi pria berpakaian hitam ketika melihat dirinya.
"Yah, mau tak mau kau akan membocorkan semua rahasia yang kau simpan padaku," kata Meng Zhi dengan dingin.
Setelah itu, pria berpakaian hitam dipukul hingga jatuh pingsan. Nasibnya kini berada di tangan penyanderanya, Meng Zhi.
Sepertinya Meng Zhi berniat mengajak Mu Haocun dan Master Yi melepas stres dengan 'menginterogasi' pria berpakaian hitam dan Master Xi.
Meng Zhi kembali untuk menjemput Shaoting dan Yunhao yang sedang berdiri mempertaruhkan kecerdasan mereka. Benar, salju mulai turun dengan derasnya. Shaoting dan Yunhao terlihat mati-matian membersihkan salju dari kepala mereka.
Mereka baru bernapas lega setelah melihat Meng Zhi datang sambil membawa Master Xi dan pria berpakaian hitam yang tak sadarkan diri.
...
"Loh, Mei jie dimana?" kata Mu Lian. Mu Lian mengelap tangannya di rok. Roknya yang berwarna abu-abu pun ternoda cairan berwarna hijau.
"Lima menit yang lalu Mei jie pamit untuk kembali berpatroli," kata Xiaoxiao. Tangannya tidak berhenti menghaluskan tanaman menggunakan alu.
Ketika tiba di klinik dan untuk pertamakalinya melihat fenomena degradasi, Mu Lian terdiam selama beberapa saat.
Otaknya berusaha mencerna apa yang sedang dilihatnya serta berusaha meyakinkannya bahwa dunia ini memang bukan Bumi, jadi wajar saja ada fenomena yang aneh bin ajaib.
Namun Mu Lian tidak bisa larut dalam pikirannya terlalu lama karena melihat sosok Xiaoxiao, Dongshan dan Yi Xue tampak sibuk.
Han Tengfei pun membantu dengan membimbing pasien ke dalam klinik. Jika pasien itu menunjukkan perlawanan, Han Tengfei langsung memanggul dan segera membawanya ke Dongshan.
Pasien-pasien yang masih tampak 'jinak' dibawa ke Yi Xue atau Xiaoxiao. Karena Mu Lian hendak membantu Xiaoxiao dan Dongshan, Mu Haocun pun menggunakan kesempatan ini untuk beristirahat di rumah.
Mu Haocun beranggapan bahwa dengan membantu Dongshan, ada variasi baru dalam kegiatan Mu Lian.
Daripada tenggelam terus menerus di dalam penelitian hingga membuat gadis itu stres, lebih baik rehat sejenak dengan mengerjakan kegiatan lain.
Ling Zizhou yang tidak bisa berhenti tertawa, dikirim pulang bersama Mu Haocun. Mu Lian yang meninggalkan diri di klinik kemudian mengikuti Xiaoxiao ke gudang penyimpanan untuk meracik obat.
Mu Lian tidak pernah meracik obat untuk menyembuhkan gejala degradasi, jadi Xioxiao membimbingnya. Bahan-bahan yang digunakan, tentu saja Mu Lian pernah melihatnya di dalam buku.
Namun ternyata setelah tiga kali percobaan, Mu Lian belum membuat satu pun obat untuk degradasi. Gadis itu kemudian merenungi apa yang menjadi kesalahannya.
Usut punya usut, ternyata Mu Lian merubah urutan ketika memasukkan bahannya, sehingga reaksi kimia yang dihasilkan tidak sesuai harapan dan akibatnya Mu Lian membuat sesuatu yang lain.
Karena menganggap enteng, Mu Lian jadi tidak terlalu memerhatikan urutan bahan-bahannya.
__ADS_1
Meski gagal, Mu Lian tetap memasukkan obat racik tersebut ke dalam botol porselen.
Xiaoxiao menyarankan Mu Lian untuk menanyakannya pada Mu Haocun, Mu Lian pun berpikiran demikian.
Setelah mengetahui letak kesalahannya, akhirnya Mu Lian mampu membuat obat racik untuk meyembuhkan gejala degradasi.
Sesaat sebelum hujan salju turun, beberapa pasien yang masih mengantri di luar dimasukkan ke dalam klinik.
Jika ada pasien baru, biasanya mereka datang setelah salju reda. Atau paling lambat keesokan harinya.
"Xiao'er, Lian'er, ayo kita makan dulu," kata Dongshan yang sedang berdiri di depan pintu.
Mata Dongshan mengandung senyuman ketika melihat anak gadisnya dan Mu Lian sangat kompak.
Mu Lian dan Xiaoxiao menghentikan pekerjaan mereka kemudian mengikuti Dongshan untuk makan bersama.
Mu Lian berpamitan ketika salju reda. Lagipula persediaan obat racik sudah mencukupi hingga keesokan harinya.
Menangani pasien hingga gejala degradasi hilang sepenuhnya adalah tugas Dongshan dan Yi Xue.
Mu Lian tidak terlalu memikirkan hal yang tidak perlu karena yakin pada kemampuan Dongshan dan Yi Xue. Mu Lian pun kembali ke rumah Mu Haocun.
Di pekarangan Mu Haocun, terdengar adanya perdebatan. Mu Lian mendengar suara Mu Haocun, Ling Zizhou, Meng Zhi dan Meimei.
"Lian'er? Bagaimana keadaan disana? Sudah makan siang?" kata Mu Haocun setelah melihat Mu Lian muncul dari balik gerbang.
Ling Zizhou, Meng Zhi dan Meimei berhenti bicara dan menoleh ke arah Mu Lian. Wajah mereka seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
Mu Lian menjawab pertanyaan Mu Haocun kemudian ketika dia menanyakan apa terjadi sesuatu, keempatnya tidak mengatakan apapun.
Mereka menyuruh Mu Lian beristirahat. Melihat keengganan empat orang tersebut, Mu Lian tidak menggali lebih dalam dan menanyakan hal lain kepada Mu Haocun.
Mu Lian menceritakan pengalamannya meracik obat untuk gejala degradasi dan menunjukkan obat racik yang gagal dibuatnya kepada Mu Haocun.
Mu Haocun memeriksa isi botol tersebut. Setelah mengendus dan merasakan tekstur obat racik dengan jarinya, mata Mu Haocun berbinar.
Mu Lian melihat sikap antusias Mu Haocun terhadap obat racikannya sehingga tumbuhlah harapan bahwa obat racik itu merupakan obat yang manfaatnya cukup tinggi.
"Luar biasa! Kakek baru melihat obat pereda masuk angin seefektif ini!" kata Mu Haocun.
"Eh?" kata Mu Lian terkejut. Mu Lian kira obat itu unik sehingga membuat Mu Haocun bersemangat, ternyata hanya pereda masuk angin.
Namun sepertinya Meng Zhi dan Meimei menangkap maksud lain dari ucapan Mu Haocun. Siapa sangka, jika obat racik itu benar-benar unik seperti yang Mu Lian duga.
Obat itu mampu membuat seseorang buang angin. Jika dalam batas normal, obat itu memang dapat disebut sebagai obat pereda masuk angin, yaitu menurut orang di dunia ini caranya adalah dengan membuang kelebihan angin yang masuk ke dalam tubuh atau dengan kata lain dengan buang angin.
Karena efektivitas obat racik yang dibuat sangat tinggi, obat itu menjadi unik karena orang yang memakan obat racik tersebut akan buang angin secara terus menerus.
Sesuai hukumnya, bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik untuk tubuh. Begitu pula dengan buang angin yang disebabkan oleh obat racik Mu Lian.
Komplikasi yang akan muncul jika tidak segera ditangani adalah obat tersebut malah membuat tubuh tanpa sadar mengeluarkan semua udara yang berada di organ-organ dalam tubuh.
Secara otomatis kadar oksigen dalam sel dan jaringan pun akan semakin rendah. Dan di Bumi fenomena ini disebut sebagai *Hipoksia.
Sisi negatif lainnya adalah setiap orang yang buang angin pasti bersuara, dan orang-orang disekitarnya akan tahu.
Hal tersebut membuat orang yang akan meminum obat racik buatan Mu Lian pasti malu terhadap dirinya sendiri!
"Master Mu, jangan bilang ini..." kata Meng Zhi tidak meneruskan kata-katanya.
Tentu saja Mu Haocun akan menggunakannya! Cara apalagi yang bisa dilakukan untuk memberi pelajaran pada pria sombong seperti Master Xi itu?
Meng Zhi dan Meimei saling menatap. Merasa simpati pada apa yang akan dialami oleh Master Xi. Sebaiknya kakek itu segera membocorkan rahasia yang ada sebelum menjadi bahan tertawaan bagi generasi selanjutnya.
.........
__ADS_1
Note:
*Hipoksia adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di sel dan jaringan. Akibatnya, sel dan jaringan yang ada di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal. Hipoksia merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan kematian jaringan.