
"Tentu saja! Tidak akan ada yang bisa mengalahkan ketajaman penglihatanku!" kata Juejiang sambil hinggap di pundak Zhi Yuefeng.
Meimei hanya menggeleng melihat Juejiang yang bersikap sok kenal dan sok dekat dengan Zhi Yuefeng. Untungnya Zhi Yuefeng tidak keberatan dengan sikap Juejiang.
Siapa sih yang tidak mau didekati dengan makhluk celestial?! Zhi Yuefeng mengagumi Juejiang dari dekat.
Tubuhnya yang sedikit transparan menunjukkan bahwa sebenarnya tubuh Juejiang bukan dalam bentuk materi seperti tubuh makhluk pada umumnya.
Hal tersebut menyebabkan makhluk celestial dapat menembus benda-benda bermateri contohnya saja, Juejiang masuk ke ruangan ini dengan menembus pintu.
Juejiang yang merasa dirinya diperhatikan segera melakukan pose terbaiknya untuk membuat Zhi Yuefeng tambah kagum terhadapnya. Meimei segera menyampaikan hal penting agar Zhi Yuefeng kembali fokus,
"Oh, halo, tuan muda. Kami dikirim oleh Master Mu untuk membantu anda sekalian,"
Meimei masuk ke ruangan diikuti dua pendekar bayangan. Kedua pendekar bayangan itu memberi hormat kepada Zhi Yuefeng dan segera memeriksa keadaannya. Mereka bernapas lega setelah memastikan Zhi Yuefeng baik-baik saja.
"Nona Meimei, bagaimana dengan Master Mu dan nona Mu?" kata Zhi Yuefeng merasa tidak enak karena terus dibantu.
"Tidak perlu khawatir, Master Yi menjaga mereka. Lagipula, 3 pendekar bayangan anda juga ikut membantu. Oh iya, disini ada array? Kami terjebak dalam array dan harus bertarung mati-matian agar bisa lepas dari array tersebut," kata Meimei.
"Aku senang rekan-rekanku dapat membantu anda. Kami juga terperangkap di dalam array. Aku yakin semua yang ada di dalam rumah ini juga," kata Zhi Yuefeng kemudian menjelaskan keberadaan inti rumah lelang yang menjadi pusat kendali array-array yang terpasang di sepenjuru rumah lelang.
"Terus, kenapa sekarang array tiba-tiba jadi non-aktif?" tanya Meimei. Zhi Yuefeng menjelaskan kejadian janggal yang menimpa Mo Fan.Tak lupa, informasi tersebut disampaikan kepada Mu Haocun melalui Juejiang.
"Berarti kita tidak perlu khawatir dengan array-array di rumah lelang?" kata Meimei mencari konfirmasi dari Zhi Yuefeng. Zhi yuefeng mengangguk kemudian menunjukkan inti rumah lelang.
Membuktikan kebenaran cerita sebelumnya, Zhi Yuefeng berhasil merebut inti rumah lelang jadi mereka tidak perlu khawatir pada array-array yang terpasang pada rumah lelang.
"Oh, alat ajaib yang sangat kuat~" kata Juejiang. Matanya terus mengamati kalung yang ditunjukkan Zhi Yuefeng.
"Kalau Juejiang bilang begitu, berarti alat ajaib ini bukan sembarang alat ajaib," kata Meimei sambil menghampiri Zhi Yuefeng agar dapat melihat alat ajaib itu dengan jelas.
"Tentu saja! Karena aku merasakan makhluk mitos dari kalung ini!" kata Juejiang. Semuanya terkejut, meski begitu semuanya percaya dengan kata-kata Juejiang. Makhluk celestial tidak pernah dan tidak ada keperluan untuk berbohong.
"Jadi sekarang bagaimana tuan muda? Apa kita menyusul yang lainnya?" kata Meimei. Meimei belum melihat Meng Zhi yang artinya Meng Zhi belum kembali dari misinya.
"Tunggu sebentar. Juejiang, boleh aku minta yolong untuk memeriksa keadaan sekitar?"
"Tentu saja sayang~ apapun untukmu. Eh, jangan cemburu, master. Kesetiaanku masih untukmu kok, hehe~" Juejiang terdengar sedang berdebat dengan orang tak kasat mata.
Ternyata dia sedang berdebat dengan Mu Haocun melalui hubungan mereka. Mu Haocun protes karena Juejiang selalu lemah terhadap seseorang dengan paras rupawan.
Bagaimana kalau orang rupawan itu musuh? Bisa-bisa Juejiang diculik! Mu Haocun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Melalui mata uniknya, Jujiang melihat struktur bangunan dan dengan sangat mudahnya mengidentifikasi makhluk hidup yang berada disekitar.
Juejiang terbang menembus dinding cermin, terbang lebih tinggi agar mendapat pemandangan bagus. Kemudian Juejiang juga berkeliling rumah lelang untuk mengamati makhluk hidup yang berhasil diintifikasinya itu.
Beberapa menit kemudian, Juejiang kembali ke Zhi Yuefeng dan menjelaskan bahwa mereka berada sangat jauh dari kerumunan paling besar yang berlokasi di bagian paling utara dan selatan rumah lelang.
Mu Haocun yakin bahwa kerumunan tersebut merupakan staf rumah lelang atau tamu pada acara lelang malam ini.
Mu Haocun membantu mengindentifikasi keberadaan Ling Zizhou dan Meng Zhi kepada Juejiang yang kemudian disampaikan kepada Zhi Yuefeng dan Meimei.
"Mereka ada di daerah yang cukup dekat dengan salah satu kerumunan ya...di daerah utara?" kata Meimei. Juejiang mengangguk.
"Apa yang dilakukan Meng Zhi sampai harus meninggalkan Ling Zizhou sendiri?" gumam Meimei.
"Tidak, dia bersama satu orang dengan kondisi vital cukup lemah dan satu orang yang vitalnya sama sekali tidak ada," kata Juejiang.
"!"
"Kenapa baru bilang sekarang?! Sepertinya kita harus menyusul mereka, tuan muda," kata Meimei segera berlari keluar ruangan. Zhi Yuefeng dan pendekar bayangannya mengikuti Meimei.
"Eh, apakah itu salahku?" kata Juejiang sambil terbang menyusul Meimei. Mu Haocun mengatakan iya.
Juejiang menuntun Meimei dan Zhi Yuefeng ke arah Ling Zizhou. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan lipan-lipan yang sedang berkeliaran.
Melihat lipan-lipan tersebut, Meimei tidak yakin
__ADS_1
kalau kelompok Meng Zhi terluka karena lipan-lipan tersebut.
Kekhawatiran Meimei hanya semakin bertambah karena mencari siapa yang terluka dan apa yang menyebabkan seseorang tersebut terluka.
Sosok Meimei dan kelompok Zhi Yuefeng melesat di sepanjang cermin sedangkan cermin tidak dapat menangkap sosok Juejiang karena Juejiang makhluk celestial.
Kecepatan mereka tidak berkurang dan malah semakin bertambah karena desakan Meimei. Apalagi setelah mengetahui tidak ada musuh di sekitar mereka.
Akhirnya, setelah berlari tanpa henti, Meimei menemukan Ling Zizhou yang sedang menggendong Meng Zhi.
Meng Zhi diam tidak bergerak, matanya terpejam. Kalau Meimei tidak melihat bahunya yang naik-turun, Meimei mengira Meng Zhi sudah tiada.
Zhi Yuefeng, merasakan keberadaan rasnya pada sosok yang ditutupi kain yang dibaringkan di sebelah Ling Zizhou.
Pendekar bayangan pun segera mengenali identitas jenazah tersebut dan memeriksa siapa jenazah itu. Zhi Yuefeng dan rekannya sangat terpukul ketika melihat wajah Saudara Heng dari balik kain penutup itu.
"Mei Jie!" kata Ling Zizhou.
"Ah Zhou! Apa yang terjadi kepada Ah Zhi?" kata Meimei, matanya memerah. Tangannya memastikan bahwa Meng Zhi masih bernapas.
"Kami akan menyusul Saudara Bei dan kembali secepatnya. Melihat kondisinya sangat genting seperti ini, sebaiknya kita segera kembali ke gerobak supaya Tuan Meng juga segera mendapatkan pengobatan terbaik," kata Zhi Yuefeng.
Kedua kelompok itu segera berpisah. Lokasi penyanderaan rekan-rekan Zhi Yuefeng sebenarnya cukup jauh dari tangga. Zhi Yuefeng tidak tahu seberapa jauh lokasi tersebut, hanya bisa mengikuti Juejiang dalam diam.
Untungnya, Jun Mo dan Saudara Bei dalam perjalanan pulang sehingga mereka bertemu dengan kelompok Zhi Yuefeng.
Dimana Jun Mo, Saudara Bei dan satu pendekar bayangan masing-masing membawa sebuah benda ditutupi dengan jubah.
Suasana diantara ketiganya sangat muram. Apalagi Saudara Bei, yang harus membawa 2 benda ditutupi jubah sekaligus.
Jubah yang menutupi benda itu tampak basah oleh suatu cairan dan ketika cairan itu menetes ke tanah akhirnya Zhi Yuefeng menyadari bahwa cairan itu darah.
"Tuan muda..." kata Saudara Bei dengan suara lelah.
"Kita kembali ke gerobak, ceritanya nanti saja," kata Zhi Yuefeng. Zhi Yuefeng sangat sedih melihat kematian rekan-rekannya lagi. Sampai saat ini, sudah banyak nyawa Xuanwu yang melayang. Motivasi Zhi Yuefeng untuk mengejar orang-orang itu semakin tinggi.
Saudara Chao dan pendekar bayangan yang mengikuti Zhi Yuefeng, segera membawa jenazah-jenazah tersebut menggantikan Jun Mo dan 2 pendekar bayangan tersebut.
Jun Mo tidak jadi mengantarkan Ling Zizhou, Meimei, Zhi Yuefeng dan yang lainnya setelah mendengar mengenai Mo Fan.
Jun Mo ingin melihat mantan sahabatnya itu, bagaimanapun juga Mo Fan adalah sahabatnya sejak kecil. Zhi Yuefeng menyerahkan inti rumah lelang kemudian mengikuti Ling Zizhou dan Meimei kembali ke gerobak.
Sebelum keduanya berpisah, Jun Mo mengucapkan belasungkawa atas gugurnya anggota gerobak ajaib.
Dia tidak menyangka Mo Fan secara sembunyi-sembunyi melakukan sesuatu yang sangat buruk dan meminta maaf mewakilkannya.
Jun Mo berjanji akan segera meyelesaikan masalah yang terjadi di rumah lelang apalagi setelah mendapat bantuan dari berbagai pihak. Jun Mo tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini.
...
"Silahkan mengikuti staf kami untuk keluar dari rumah lelang, sekali lagi, ikuti kami kalau anda sekalian ingin keluar dari sini!" kata seorang pria diantara kerumunan. Suaranya mampu menarik perhatian kultivator-kultivator yang sedang panik itu.
Bagaimana tidak, ketika mereka sedang asik-asiknya membungkus harta yang mereka inginkan, tiba-tiba sepenjuru rumah bergemuruh.
Kemudian cermin-cermin mulai berdatangan dari berbagai. Sadar-sadar, mereka terperangkap dalam lingkungan yang tidak mereka kenal yang ternyata lingkungan itu muncul karena sebuah array.
Tamu-tamu tersebut terpisah menjadi beberapa bagian. Ada yang beruntung terperangkap di lubang dalam tanpa jalan keluar.
Yang paling sial adalah orang-orang yang terperangkap di kawah gunung berapi, lahar dimana-mana.
Suhunya memanggang orang-orang yang terperangkap hidup-hidup, kalau saja mereka bukan kultivator mungkin mereka sudah mati.
Kemudian, ketika seluruh rumah bergemuruh lagi, ruangan kembali menjadi ruangan biasa. Para tamu tidak berani kemana-mana dan menunggu hingga mereka dijemput staf.
Orang-orang yang penakut, segera mengembalikan harta yang mereka ambil dari ruang penyimpanan kepada petugas pelelangan.
Untungnya, tidak ada korban jiwa baik itu dari pihak tamu maupun dari petugas pelelangan dan transportasi.
Ketika semua tamu berhasil diantarkan keluar rumah lelang dengan selamat, ketua yang mengepalai pelelangan meminta maaf sebesar-besarnya kepada para tamu dan berjanji akan memberi kompensasi.
__ADS_1
Setelah berhasil menghindari masalah yang akan timbul yang melibatkan tamu-tamu yang kecewa malam itu, ketua pelelangan dan transportasi segera menggerakkan anggotanya,
"Bagaimana keadaannya?" kata ketua transportasi.
"Aneh sekali! Lorong sangat sepi, aku tidak melihat petugas keamanan,"
"Ck, kita diserang. Aku yakin itu, cepat! Kita harus mencari ketua Mo dan mengamankannya!" kata ketua pelelangan.
Bangunan tempat diadakannya pelelangan merupakan bagian yang berada paling jauh dari bagian utama rumah lelang, yaitu tempat berkumpulnya 6 ketua untuk melaksanakan rapat.
Setelah memasuki bangunan yang ditempati anggota keuangan, ketua pelelangan dan transportasi semakin yakin bahwa rumah lelang diserang.
Seluruh bangunan kosong tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Ketua pelelangan memperkirakan bahwa bangunan ini ditinggalkan dua jam yang lalu.
Ketika semuanya sedang asik mencari petunjuk, tiba-tiba permukaan tanah bersinar. Mereka dapat merasakan permukaan tanah bergetar.
"Array!" seru ketua pelelangan namun semua sudah terlambat. Array tersebut disembunyikan dengan sangat baik sehingga tidak ada yang menyadari hingga array diaktifkan.
"Akkh!"
Satu persatu anggota elit rumah lelang ditumbangkan tanpa ada yang bisa melawan. Semua yang terperangkap dalam array tidak dapat menggerakkan tubuh mereka sehingga mereka hanya dapat menerima nasib ketika mereka diserang oleh gaya tak kasat mata.
Luka yang ditimbulkan membuat Anggota-anggota elit tidak bisa bertarung selama beberapa waktu. Orang-orang yang berjaga di luar, mendengar teriakan rekan-rekan mereka namun tidak bisa apa-apa. Mereka adalah ahli senjata yang andal bukan ahli array.
Selain teriakan dari dalam bangunan keuangan, orang-orang yang berjaga di luar itu juga mendengar suara pertarungan dari arah lorong menuju tempat pertemuan ketua.
25 orang yang terperangkap di dalam bangunan keuangan adalah anggota elit paling kuat, ketua pelelangan dan ketua transportasi kebetulan terperangkap juga di dalam array itu.
Sedangkan 15 orang lainnya pergi lebih dulu untuk memeriksa keadaan di tempat pertemuan ketua, menyisakan 10 orang yang berjaga di luar bangunan keuangan serba salah.
Namun mereka lebih mementingkan keselamatan ketua mereka, jadi kesepuluh orang ini menunggu hingga array di nonaktifkan.
Sayangnya, tepat sebelum array dinonaktifkan, orang-orang berpakaian hitam datang dan menyerang kesepuluh orang tersebut.
Pertarungan berat sebelah karena moral kesepuluh anggota elit rumah lelang keburu hancur setelah melihat ketua mereka berhasil ditumbangkan.
Belum lagi ternyata terdapat beberapa jebakan yang memecah konsentrasi 10 orang tersebut sehingga belum berjalan lima menit, pertarungan sudah selesai.
Semua anggota elit berhasil ditangkap dan diikat kemudian dibawa ke ruang pertemuan ketua. Jun Mo berdiri di depan meja yang sering digunakan 6 ketua rumah lelang untuk rapat. Di sampingnya sesosok yang tidak diketahui identitasnya sedang meringkuk.
"Jun Mo!" seru ketua pelelangan. Dia tidak sungkan-sungkan memanggil namanya langsung saking jengkelnya. Karena dimatanya, yang dilakukan Jun Mo adalah penghianatan. Apalagi Jun Mo membawa pihak luar untuk membantunya.
"Akhirnya anda datang juga," kata Jun Mo.
"Kau...kau...ukh," ketua pelelangan tidak bisa meneruskan ucapannya karena lukanya semakin lebar, darah mengalir deras. Hal tersebut disebabkan ketua pelelangan memaksakan diri menggerakkan tubuhnya.
"Tolong dengarkan aku dulu dengan tenang. Aku melakukannya karena suatu alasan. Setelah anda mendengarkanku, aku akan memberikan pil untuk menyembuhkan luka-luka anda," kata Jun Mo.
"Hmmph! Alasan apa yang bisa membuatmu mengkhianati kami yang telah membantumu?" kata ketua transportasi.
"Wah, anda bisa bilang begitu kepadaku padahal anda sendiri yang pertama berubah setelah kuajak mendirikan rumah lelang ini," kata Jun Mo tersenyum dingin.
Ketua keuangan dan ketua pelelangan menunduk. Mereka sadar bahwa merekalah yang berubah karena keserakahan. Awalnya mereka diajak Mo Fan untuk mencari keuntungan lebih besar, keduanya menyetujuinya.
Namun semakin lama, muncul keraguan di dalam hati ketua pelelangan dan ketua keuangan. Meski begitu, karena rumah lelang berhasil berkembang dengan sangat pesat semenjak Mo Fan merebut seluruh kekuasaan dari Jun Mo, keduanya tetap meneruskan kerjasama mereka dengan Mo Fan.
Jun Mo mengamati reaksi ketua masing-masing bidang terhadap kata-katanya barusan. Hanya ketua pelelangan dan ketu keuangan saja yang menunjukkan rasa bersalah.
"Kalau kalian ingin tahu seberapa busuk rumah lelang dibalik kesuksesannya saat ini, pertama-tama ini..." Jun Mo mulai menjelaskan penemuannya yang menunjukkan hubungan rumah lelang dengan sekte aliran sesat serta kegiatan-kegiatan tidak manusiawi yang dilakukan secara diam-diam.
Semua bukti Jun Mo sertakan dihadapan ketua-ketua tersebut. Ekspresi ketua pelelangan, ketua keuangan termasuk ketua keamanan pun berubah.
Mereka tidak menyangka mereka menjadi kaya karena bantuan dari sekte aliran sesat. Dari kegiatan yang tidak manusiawi pula!
"Wah, anda niat sekali hingga menyiapkan kertas-kertas itu sebagai bukti," celetuk ketua transportasi. Matanya menatap tajam Jun Mo.
"Oh, anda salah jika mengira hanya ini saja bukti yang kumiliki," kata Jun Mo sambil menarik makhluk yang sedang meringkuk di kakinya.
Semua yang ada di ruangan itu pun teringat dengan makhluk aneh ketika pertama memasuki ruangan pertemuan. Dan semakin terkejut melihat wajah makhluk itu.
__ADS_1
"Dia..."