Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Munculnya pikiran jahat


__ADS_3

"Ini...adalah kesialan paling buruk yang pernah dialami Xiaohan dan Xiaoqiu," kata Mu Haocun menggeleng.


Mu Lian dan yang lain sempat menahan napas, menunggu apa yang akan dikatakan Mu Haocun selanjutnya namun kemudian seperti disiram dengan air secara tiba-tiba, saking terpukulnya sampai tidak bisa berkata apa-apa.


"Coba saja kalau tipe pelacak itu tipe pelacak normal, yang mengisap chi korbannya. Pasti Xiaohan dan Xiaoqiu tidak akan merasakan efek apa-apa," kata Mu Haocun menghiraukan ekspresi Mu Lian dan yang lain.


"Kalau itu sih kami juga sudah tahu, tapi apa Xiaohan dan Xiaoqiu baik-baik saja? Maksudku, tidak ada komplikasi kan, kek?" kata Mu Lian.


"Tidak, tidak ada. Hanya ada residu dari makhluk itu saja. Tenang saja, tidak begitu berbahaya. Residu-residu ini akan mati dengan sendirinya sekitar satu menit lagi.


Tapi, supaya kondisi Xiaohan dan Xiaoqiu segera membaik sepertinya kakek harus mengeluarkannya," kata Mu Haocun sambil mulai mengerahkan jarum-jarum yang masih berada di dalam peredaran darah Xiaohan dan Xiaoqiu.


Tak lama, Mu Lian mencium bau tak sedap dari tubuh Xiaohan dan Xiaoqiu. Pakaian kedua anak itu basah di beberapa bagian dan Mu Lian yakin cairan yang baru saja keluar dari tubuh Xiaohan dan Xiaoqiu itulah yang menimbulkan bau tak sedap ini.


"Ah, bau sekali!" kata Xiaobao segera berlari keluar ruangan. Xiaoleng dan Xiaojia tidak berlari keluar ruangan namun tampaknya mata kedua anak itu menjadi tidak fokus.


"Uwah! Bau apa ini! Kakek tua, apa yang kau lakukan!" kata Ling Zizhou menghambur dari arah dapur.


Pemuda itu melihat Xiaohan dan Xiaoqiu yang basah kuyup dan mengerti inilah sumber dari bau tak sedap ini.


"Ah Cun, apa ini residu yang kau maksud?" kata Master Yi penasaran.


"Benar. Tapi waktu jarum-jarumku menemukan keberadaan residu-residu tersebut, bentuknya masih padat, ukurannya sebesar gula pasir. Dan mereka memenuhi peredaran darah Xiaohan dan Xiaoqiu.


Oh, ada yang bersembunyi di liver Xiaoqiu juga, sebentar aku harus konsentrasi penuh dulu," kata Mu Haocun kemudian memejamkan matanya.


Tidak butuh waktu lama untuk Mu Haocun membuka mata dan memberitahu bahwa residu yang bersembunyi di liver Xiaoqiu berhasil dikeluarkan. Proses pengeluaran residu pun selesai.


Namun yang menjadi masalah selanjutnya adalah bau tak sedap yang mereka cium tidak hilang-hilang meski satu jam berlalu.


"Sepertinya Gedung Pertemuan Utara untuk sementara ini tidak bisa digunakan," kata Mu Lian.


Dan semua makanan yang ada di sini pun tidak bisa dimakan karena bau tak sedap sudah menempel. Namun tidak bagi Xiaohan dan Xiaoqiu.


Karena mereka sangat kelaparan sehingga tidak peduli apakah makanan yang mereka makan itu bau atau tidak.


Kedua anak ini juga jadi tidur di Gedung Pertemuan Utara selama beberapa hari hingga kondisi mereka membaik serta bau tak sedap dari cairan yang keluar dari tubuh mereka menghilang sepenuhnya.


Anak-anak yang lain sempat heran karena mereka harus memindahkan aktivitas makan mereka di Gedung Pertemuan Selatan yang kini sudah diperbaiki Mu Lian seperti sedia kala.


Anak-anak hendak menjenguk Xiaohan dan Xiaoqiu namun ketika mencium bau tak sedap di depan pintu masuk ruangan, semuanya mengurungkan niat mereka untuk menjenguk.


Hanya Mu Lian dan Mu Haocun saja yang bergantian membawakan makanan air serta pakaian bersih agar Xiaohan dan Xiaoqiu bisa berseka.


Satu lagi perubahan yang paling besar adalah kini Xiaobai keluar dari dunia semu. Dia menyamar menjadi makhluk berbulu halus yang menyerupai bola. Hanya terlihat kedua matanya yang berwarna abu-abu.


Xiaobai selalu bertengger di atas kepala Mu Lian sehingga Mu Lian terlihat seperti mengenakan topi bulu.


Dengan cepat, Xiaobai terkenal diantara anak-anak namun sayangnya, Xiaobai sama sekali tidak mau disentuh sehingga anak-anak menyebutnya sebagi makhluk yang tidak tergapai.


Suatu ketika anak-anak melihat Xiaobai sedang melayang diudara. Xiaobai jadi terlihat seperti permen kapas yang melayang-layang.


"Uwah! Lucunya! Xiaobai!"


Anak-anak mengejar kemana pun Xiaobai pergi namun tentu saja Xiaobai berhasil bersembunyi di kediaman Mu Lian.


Xiaobai bersembunyi di pojokan, mengamati api berwarna lilac yang menari-nari di atas telapak tangan Mu Lian.


Bahkan Mu Lian pun tidak mengetahui keberadaan Xiaobai. Entah bagaimana Xiaobai tidak dapat ditemukan jika dirinya tidak ingin ditemukan.


...


"Kami, Xiaohan dan Xiaoqiu, telah sembuh!" kata Xiaohan dan Xiaoqiu bersamaan. Setelah lima hari berbaring, hanya bisa makan dan minum, akhirnya tubuh Xiaohan dan Xiaoqiu kembali seperti sedia kala.


Proses penyembuhan Xiaohan dan Xiaoqiu juga dipercepat dengan bantuan obat yang diracik Mu Haocun.


Kini, kedua anak itu mengumumkan kesembuhan mereka dengan sangat gaduh di depan kediaman anak-anak.


Xiaohan dan Xiaoqiu berdiri dengan dengan sangat antusias, ingin melihat bagaimana reaksi anak-anak yang lain.

__ADS_1


Namun setelah menunggu selama lima menit, hanya ada Mu Lian dengan senyum tersungging di bibirnya menghampiri Xiaohan dan Xiaoqiu.


"Kalian yakin kalian sudah kuat berdiri?" kata Mu Lian.


"Sudah dong!" kata Xiaohan dan Xiaoqiu bersamaan. Tanpa basa-basi Mu Lian menarik kedua anak itu masuk ke kediaman.


Di salah satu bangunan yang memang difungsikan sebagai ruang belajar, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Anak-anak usia 12 tahun dan 9 tahun sedang diajarkan membaca, menulis dan berhitung oleh Mu Haocun.


Anak-anak usia 5 tahun terlihat sedang sibuk dengan kertas masing-masing dan anak-anak usia 3 tahun sedang bermain bersama Meimei dan Meng Zhi.


Xiaohan dan Xiaoqiu awalnya belum melihat bahwa teman-teman mereka sedang belajar, yang mereka lihat pertama kali adalah Meng Zhi.


"Zhi Ge!"


Xiaohan dan Xiaoqiu menghambur ke arah Meng Zhi.


"Haha. Kudengar kalian...lupakan, selamat atas kesembuhan kalian," kata Meng Zhi menggeleng sambil tersenyum geli.


"Hehe," kata Xiaohan dan Xiaoqiu dengan wajah bangga. Entah mengapa kedua anak itu malah terlihat seperti mendapat rangking kelas, terlihat sangat bangga. Meimei dan Meng Zhi hanya menggeleng.


"Nah, kakek, karena Xiaohan dan Xiaoqiu sudah sembuh mulai hari ini mereka berdua akan bergabung dalam kelompok belajar," kata Mu Lian.


Senyum Xiaohan dan Xiaoqiu membeku. Keduanya baru sadar bahwa anak-anak yang lain sedang belajar.


Xiaohan dan Xiaoqiu segera mencari alasan agar bisa absen dalam kelompok belajar namun Mu Haocun tetap menyeret keduanya. Mau tak mau Xiaohan dan Xiaoqiu duduk dengan wajah memelas.


Sebenarnya jika mereka tidak ikut kelompok belajar hari ini pun, pada akhirnya Xiaohan dan Xiaoqiu tetap akan bergabung dalam kelompok belajar. Karena hal tersebut adalah keputusan bersama yang telah disepakati Mu Lian dan yang lain.


Sudah cukup lama anak-anak berkabung. Mereka harus terus menjalani hidup. Awalnya, Mu Lian dan yang lain hendak mencari orang tua angkat yang tepat untuk anak-anak.


Namun semakin kesini, anak-anak semakin tak terpisahkan dan Mu Lian dan yang lain pun semakin enggan melepaskan anak-anak.


Dan kini, setelah mereka terjebak di dalam Gua Sejati, Mu Lian pun memutuskan untuk merawat anak-anak. Lagi pula mereka semua terjebak bersama-sama, tidak ada tempat lain selain di Gerobak Ajaib.


Pendidikan adalah hal yang utama yang harus Mu Lian berikan kepada anak-anak. Mu Lian pun mendiskusikan apa saja yang harus diajarkan kepada anak-anak.


Mu Haocun, Meng Zhi dan Meimei bergantian mengajari berbagai pengetahuan di dunia bagi anak-anak usia 12 dan 9 tahun.


Mu Lian juga menjadi guru utama untuk anak-anak usia 5 tahun, dimana jika dibandingkan dengan anak-anak di Bumi, anak-anak usia tersebut setingkat dengan taman kanak-kanak.


Selain pendidikan, anak-anak juga bisa memilih bidang yang ingin mereka tekuni. Anak-anak yang memilih Ahli Senjata, selalu melatih tubuh serta mengasah kemampuan menggunakan senjata mereka setiap habis belajar pengetahuan umum.


Dari 20 anak, ada 9 anak yang berminat menjadi Ahli Senjata. Dan mereka mengikuti kelas tersebut dengan sangat antusias.


Kelas pengetahuan dimulai dari pagi hingga menjelang makan siang, ditutup dengan kelas olah tubuh pada sore harinya bagi yang memilih Ahli Senjata.


Mu Lian sangat lega ketika anak-anak terlihat bersemangat mengikuti pelajaran, kecuali, Xiaohan dan Xiaoqiu. Sepertinya kedua anak itu tidak begitu suka membaca.


Yah, setidaknya mereka masih semangat ketika pelajaran berhitung. Malah keduanya dapat menghitung lebih cepat daripada anak-anak yang lain.


Pernah suatu hari Xiaohan dan Xiaoqiu berniat keluar secara sembunyi-sembunyi. Keduanya ingin menyusup ke dalam kelompok eksplorasi. Namun keduanya tidak pernah berhasil kabur dibawah pengawasan Mu Lian dan Mu Haocun.


Dan setelah satu minggu dipaksa belajar. Xiaohan dan Xiaoqiu sudah terlihat seperti mayat hidup. Mereka loyo dan tidak berenergi.


"Wah, lihat dua anak itu. Baru seminggu saja tidak boleh keluar, sudah seperti itu," kata Meng Zhi.


Saat itu semuanya sedang makan malam di Gedung Pertemuan Selatan. Dua bocah yang biasanya membuat gaduh hanya diam, membuat makan malam itu menjadi sunyi.


"Hei, kalau tidak dimakan, aku habiskan loh," kata Xiaobao mengambil lauk di dalam mangkuk Xiaohan. Namun Xiaohan hanya melihat lauknya dicuri Xiaobao dalam diam.


"..."


"Sepertinya kita harus membawa mereka keluar malam ini," kata Mu Lian sambil mengelus Xiaobai yang masih menjadi bola bulu putih di pangkuannya.


"Kau yakin? Malam ini akan diadakan pertemuan untuk membicarakan eksplorasi mendatang," kata Ling Zizhou sambil menatap Master Yi kemudian melanjutkan


"Belum lagi ada Zhi ge. Kemunculan Zhi ge setelah sekian lama absen pasti membuat suasana semakin gaduh,"


"Hmm? Apa ada masalah di luar sana?" kata Meng Zhi penasaran.

__ADS_1


Ling Zizhou pun menceritakan bahwa ada beberapa kelompok tidak tahu berterimakasih yang semakin lancang kepada Gerobak Ajaib. Ling Zizhou juga mendapat informasi bahwa ada yang merencanakan akal busuk untuk menculik pihak Gerobak Ajaib.


"Saat semuanya sudah merasa aman dari marabahaya, keserakahan mulai menguasai hati mereka toh," kata Meng Zhi.


Saat keadaan masih sangat membahayakan jiwa, tidak ada yang berpikir macam-macam kepada Gerobak Ajaib. Namun kini, mulai terlihat akal busuk beberapa kelompok yang telah ditolong oleh Meng Zhi itu.


"Padahal kalau mereka bersabar menunggu, semuanya pasti kebagian pil," kata Mu Lian menghela napas panjang.


Setelah beristirahat 3 hari, Mu Lian langsung membuat pil, namun tetap saja produksi pil Mu Lian tidak dapat memenuhi kebutuhan semua kelompok.


Apalagi banyak yang melakukan eksplorasi. Mereka membutuhkan pil yang sangat banyak untuk menjamin keselamatan tim eksplorasi mereka.


"Lian'er, kau tidak akan bisa memenuhi kebutuhan semua orang. Lagi pula kau hanya ada satu dan tidak mungkin membuat pil lebih dari kemampuanmu saat ini," kata Mu Haocun melanjutkan,


"Jika harus memilih, kakek akan tetap menjual pil kepada kelompok-kelompok yang sudah menjadi langganan kita sejak pertama tiba di Gua Suci,"


Mu Lian mengangguk menyetujui. Dari semua kelompok yang ada, hanya kelompok-kelompok tersebut yang mereka kenal secara privat.


"Kalau keadaan semakin tidak kondusif seperti ini, bukankah sebaiknya kita memisahkan diri dari kelompok-kelompok yang memiliki niat tersembunyi itu?" kata Meng Zhi.


"Makanya, ikut saja pertemuan malam ini," kata Master Yi kepada Meng Zhi. Meng Zhi tersenyum geli.


"Baiklah, aku akan ikut," kata Meng Zhi.


Setelah anak-anak kembali ke kediaman mereka, Meng Zhi mengikuti Master Yi dan Ling Zizhou keluar. Untuk yang pertama kalinya, setelah sekian lama menghilang tak ada kabar.


Ketika Meng Zhi baru menginjakkan kakinya di luar, Xu Jing dan Xu Ke segera menghampiri Meng Zhi. Saat itu keduanya memang sangat dekat dengan gerobak.


"Tuan Zhi!"



Teater mini



Mu Lian: Xiaobai! Maaf baru bisa datang sekarang.



Xiaobai: Lian jie! Aku rindu sekali! Hiks, aku kira aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi!



Tubuh Xiaobai gemetar di dalam pelukan Mu Lian. Sepertinya anak itu sangat terpukul ketika mendengar kabar Mu Lian yang tak sadarkan diri.



Meski Mu Haocun menemaninya selama satu minggu Mu Lian tidak ada, Xiaobai menjadi sangat sedih karena tidak bisa merasakan aura ibunya pada Mu Lian.



Karena Xiaobai masih kecil dan belum terikat peraturan yang melarangnya mencampuri urusan dunia apalagi dekat dengan manusia, Xiaobai pun memberanikan diri berkata bahwa dirinya akan selalu berada disisi Mu Lian.



Mu Lian: Tapi Xiaobai, wujudmu...



Xiaobai: Jangan khawatir Lian jie kalau aku melakukan ini, hup, hup, Ah! Maka tidak akan ada yang mengenaliku!



Xiaobai menarik napas dalam kemudian mengejan dengan sekuat tenaga. Secara mengejutkannya, tubuhnya berubah menjadi bola bulu putih.



Mu Lian: !

__ADS_1



__ADS_2