
"Apa maksudnya ini, saudara Su?" kata seorang pria.
"Kenapa kau membawa orang-orang tidak dikenal ke 'penginapan' ini?"
Pria itu bertubuh ramping dan garis wajahnya halus seperti wanita namun sorot matanya tidak dapat mengelabui siapapun yang melihatnya bahwa dia orang yang kuat.
"Saudara Che, mereka menyelamatkan kami dari spirit beast, mereka tanpa sengaja kontak dengan orang-orang yang sedang kami kejar," kata Su.
"Beraninya! Kau menceritakan tujuanmu di Gunung Kaki Langit? Kau telah melanggar perintah master!" kata pria bernama Che dengan suara lantang.
Suasana semakin tegang disisi orang-orang berpakaian hitam. Sepertinya sekarang mereka terlihat tidak akan melepaskan kelompok Mu Lian begitu saja.
"Siapa kalian! Beraninya kalian menghunuskan senjata pada kami!" kata Ling Zizhou yang baru saja masuk ke penginapan.
Ling Zizhou menghunuskan jian miliknya kemudian mengarahkannya ke arah orang-orang yang mengerumuni Mu Lian, Meimei dan Meng Zhi.
"Zhouzhou, sarungkan kembali senjatamu. Kita tidak akan menyerang orang-orang ini," kata Meng Zhi menenangkan Ling Zizhou.
"Tidak bisa! Kita sudah menjamin keselamatan kedua orang dari kelompok mereka tapi mereka tidak tahu terimakasih. Setidaknya mereka mau menolong kita memurnikan kontaminasi aura abyssal pada tubuh Lian'er!" kata Ling Zizhou dengan cepat.
"Kalian terkontaminasi aura makhluk abyssal?" kata pria bernama Che.
"Ya saudara Che. Mereka melakukan kontak dengan 'orang-orang itu'," kata Su berusaha menjelaskan kembali.
Orang-orang berpakaian hitam yang mengelilingi Mu Lian saling menatap satu sama lain. Mereka kemudian menilai Mu Lian, Meimei dan Meng Zhi dari kepala hingga ujung kaki.
"AKu tidak percaya..."
"Kenapa bisa..."
"Apa mereka sudah..."
Orang-rang berpakaian hitam tersebut saling berbisik dengan teman disebelahnya. Mereka mendiskusikan kelompok Mu Lian yang bertemu dengan orang-orang yang sedang mereka kejar dan mengenai kontaminasi aura makhluk abyssal.
"Ada apa ini?" kata seorang pria dari pintu masuk penginapan.
Ketika orang-orang berpakaian hitam melihat pria itu memasuki penginapan dan berhenti di dekat Ling Zizhou, mereka memberi hormat pada pria itu dengan sikap sempurna.
"Master Zhengheng!" kata orang-orang berpakaian hitam itu, tak terkecuali pria bernama Che.
"He'er, kau tidak apa-apa?" kata Master Zhengheng sambil memeriksa keadaan pemuda bernama He. Kemudian mata Master Zhengheng bertemu dengan Ling Zizhou yang sedang mengamatinya.
"Master Zhengheng, maafkan sikap tidak sopan kami yang datang ke penginapan ini tiba-tiba," kata Meng Zhi.
Meng Zhi mengambil kesempatan ketika orang-orang berpakaian hitam sedang membungkuk untuk memberi hormat kepada Master Zhengheng untuk menerobos dan mendekati Master Zhengheng.
"Master, aku kembali untuk melaporkan kejadian di Gunung Kaki Langit," kata Su.
"Oh, saudara Su. Kau dan He'er tampaknya jatuh dalam kondisi membahayakan di Gunung Kaki Langit. Dan siapakah gerangan? Sepertinya aku sudah merepotkan anda untuk menjaga Saudara Su dan He'er," kata Master Zhengheng.
Sikapnya tampak santai di mata orang-orang namun matanya menatap Meng Zhi dengan waspada. Hal ini terjadi karena Master Zhengheng tidak mengenal kelompok Mu Lian.
Penginapan ini dijadikan sebagai markas sementara bagi dirinya dan orang-orangnya. Mereka berkumpul untuk mendiskusikan mengenai misi rahasia mereka di penginapan ini.
Jadi Master Zhengheng menganggap penginapan ini sebagai tempat rahasia yang tidak boleh diketahui oleh sembarang orang.
Jika mereka tidak memiliki alasan yang bagus untuk datang ke penginapan ini, maka dengan sangat terpaksa, Master Zhengheng bertindak dengan cara kasar.
"Maaf aku terlambat memperkenalkan diri pada anda, namaku Meng Zhi," kata Meng Zhi sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Meng Zhi? Kau dari Zhongjian?" kata Master Zhengheng terkejut.
"Benar Master Zhengheng. Sepertinya aku juga pernah mendengar nama anda. Apa anda Grandmaster Array dari Zhongjian?" kata Meng Zhi.
"Haha! Aku senang akhirnya bertemu dengan anda. Silahkan masuk! Che, siapkan teh untuk tamu-tamu ini!" kata Master Zhengheng.
"Baik Master!" kata pria bernama Che.
Sikapnya sangat patuh di depan Master Zhengheng, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan aura mengintimidasi yang ditunjukkannya di depan kelompok Mu Lian.
Master Zhengheng menyuruh anak buahnya untuk menangani pemuda bernama He sedangkan pria bernama Su memaksa untuk segera melaporkan kejadian di Gunung Kaki Langit.
Mu Lian dan yang lain dibawa ke dalam sebuah ruangan yang ditengahnya terdapat meja kayu berbentuk persegi panjang. Kursi-kursi terlihat di sisi kiri dan kanan meja.
Pria bernama Che dan dua orang berpakaian hitam terlihat sedang membereskan kertas-kertas yang bertebaran di atas meja.
Dia mendelik ke arah Mu Lian dan ketika mendapati dirinya sedang mengamati kertas-kertas yang ada di atas meja.
__ADS_1
Mu Lian merasakan kertas-kertas itu bersifat sangat rahasia jadi dia menyapukan pandangannya ke sekeliling ruangan. Mu Lian takut jika dirinya dituduh sedang memata-matai kelompok Master Zhengheng.
Setelah Mu Lian dan yang lain duduk dan dihidangkan secangkir teh. Master Zhengheng, Meng Zhi serta Meimei berbasa-basi sejenak.
Ternyata Meng Zhi dan Meimei merupakan pasangan terkenal di Zhongjian, meskipun Mu Lian tidak tahu dimana tepatnya Zhongjian.
"Azhou, apa itu pasangan dao?" bisik Mu Lian.
Ling Zizhou yang sedang meminum tehnya langsung menyemburkan teh tersebut. Setelah mencoba meredakan batuknya, Ling Zizhou mendelik ke arah Mu Lian.
"Kau ini! selalu saja penasaran dengan hal-hal tidak penting! Pasangan kultivator sering disebut sebagai pasangan dao. Seperti yin dan yang yang berpasangan begitupula para kultivator. Tapi kau masih kecil! Jadi jangan memikirkan hal itu!" kata Ling Zizhou memperingati Mu Lian.
Mu Lian membuka mulutnya, hendak protes karena Ling Zizhou menyebutnya sebagai anak kecil. Mu Lian adalah remaja akhir. Usianya 19 tahun!
"Ahem! jadi Master Zhengheng. Aku punya informasi yang ingin kubagi dengan anda, sebagi gantinya aku ingin meminta tolong pada anda," kata Meng Zhi mengalihkan perhatian Master Zhengheng yang tertuju pada Mu Lian dan Ling Zizhou.
Suara Ling Zizhou terdengar cuckup kencang hingga terdengar oleh orang-orang yang sedang duduk disekitar meja itu. Meimei tersenyum tipis sambil mendelik ke arah Ling Zizhou.
Mu Lian tidak jadi protes karena Meng Zhi mulai membuka pembicaraan mengenai kejadian di Gunung Kaki Langit.
"Oh. Gadis dan pemuda yang datang bersama anda sungguh menarik, Saudara Meng Zhi," kata Master Zhengheng tersenyum ke arah Mu Lian dan Ling Zizhou.
"Ah. Mereka sangat berbakat tapi sedikit unik. Jadi mohon dimaklumi," kata Meimei. Master Zhengheng hanya mengangguk.
"Jadi informasi apa yang ingin anda bagi? Asal anda tahu, meskipun anda tidak membagikan informasi padaku, aku tetap akan menolong anda karena sudah membawa Su dan He'er kembali dengan selamat," kata Master Zhengheng.
Sebenarnya alasan Master Zhengheng tidak waspada lagi di depan Meng Zhi adalah karena Meng Zhi sangat terkenal di Zhongjian.
Master Zhengheng memastikan ciri-ciri Meng Zhi sama dengan apa yang pernah dia dengar di Zhongjian. Karena hanya ada satu Meng Zhi, salah satu sahabat ahli Alkimia tersohor.
"Master!" protes pria bernama Che. Dia dan pria bernama Su duduk di damping kiri dan kanan Master Zhengheng. Master Zhengheng melirik ke arah pria bernama Che kemudian pria itu terdiam.
"Aku bertemu dengan tiga orang yang sepertinya sedang anda kejar. Sebelumnya aku sudah berbicara dengan saudara Su jadi aku dapat memastikan bahwa ciri-ciri yang diceritakan saudara Su seratus persen sama dengan ketiga orang yang berhadapan dengan kelompok kami," kata Meng Zhi setelah suasana tenang kembali.
"Oh? Baiklah aku sangat menghargai jika anda mau membagikan informasi tersebut," kata Master Zhengheng akhirnya.
Meng Zhi pun menceritakan kejadian saat ketiga orang tersebut datang ke gua. Kemudian Meng Zhi menceritakan tentang spirit beast campuran serta karakteristiknya. Pria bernama Su terkesiap karena Meng Zhi tidak pernah bercerita mengenai spirit beast tersebut.
Meng Zhi meminta maaf pada pria bernama Su dengan alasan bahwa Meng Zhi hendak menjaga informasi penting itu hingga menemukan orang yang tepat.
"Padahal tuan muda baru saja berangkat ke ibu kota," kata pria bernama Che sambil menghela napas. Dia kemudian meminta ijin untuk menulis surat dan keluar dari ruangan.
"Terimakasih, anda telah membantu kami. Seandainya tidak ada informasi mengenai spirit beast campuran itu, mungkin saja banyak korban jiwa berjatuhan dari pihak kami," kata Master Zhengheng.
"Master. Tidak perlu, karena aku ingin meminta bantuan anda," kata Meng Zhi.
Pria bernama Su tetap duduk ditempatnya, dia hendak membantu Meng Zhi untuk meyakinkan Master Zhengheng namun sepertinya tidak perlu.
"Apa yang bisa kubantu?" kata Master Zhengheng. Meng Zhi kemudian menceritakan bahwa dirinya dan kelompok Mu Lian terkontaminasi dengan aura abyssal.
Pria bernama Su kemudian mengambil alih untuk menjelaskan keadaan kelompok Mu Lian. Setelah Meng Zhi dan pria bernama Su selesai menjelaskan, Master Zhengheng mengangguk.
"Namamu Mu Lian benar?" tanya Master Zhengheng hati-hati.
Master Zhengheng terkejut mendengar nama Mu Lian dari Meng Zhi. Marga Mu hanya dimiliki satu keluarga yang sangat tersohor di seluruh dunia ini.
Jadi Master Zhengheng memiliki intuisi jika gadis ini memiliki hubungan dengan keluarga Mu.
"Benar, Master Zhengheng," jawab Mu Lian.
"Apa kau bisa merasakan chi yang ada disekitarmu? Kapan pun itu?" tanya Master Zhengheng.
"Iya, aku dapat merasakannya," jawab Mu Lian.
"Hmm kau sepertinya memiliki kesensitifan untuk merasakan chi yang ada disekitar sehingga gejala yang diderita ketika terkontaminasi dengan aura abyssal sangat cepat muncul," kata Master Zhengheng melanjutkan
"Baiklah, kita akan segera melakukan pemurnian. Tolong sampaikan pada Che untuk menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan,"
"Baik master," kata pria bernama Su kemudian pamit untuk menyampaikan pesan.
"Bagaimana kalau anda beristirahat dulu di kamar yang sudah kupersiapkan?" kata Master Zhengheng.
"Kalau begitu kami akan merepotkan anda, master," kata Meng Zhi dan Meimei sambil menangkupkan kedua tangan. Mu Lian dan Ling Zizhou mengikuti.
Master Zhengheng memimpin Mu Lian dan yang lain menyusuri lorong lantai dua kemudian berhenti di sebuah ruangan. Pintunya terbuka dan seorang pria berpakaian hitam terlihat sedang membereskan ruangan tersebut.
Master Zhengheng masuk ke ruangan yang cukup luas tersebut. Terdapat sebuah tempat tidur berkanopi dengan dipannya yang pendek. Sebuah meja rias dan kursi terletak di sisi lain ruangan.
__ADS_1
"Maaf bila kamar ini terlihat sangat sederhana. Hanya ini penginapan yang ada di desa Mare," kata Master Zhengheng melanjutkan
"Kamar ini untuk para gadis sedangkan kamar untuk para laki-laki ada disebelah,"
Master Zhengheng meninggalkan Mu Lian dan Meimei untuk beristirahat. Ling Zizhou dan Meng Zhi mengikuti Master Zhengheng ke kamar sebelah.
"Kau tahu? Master Zhengheng merupakan salah satu dari lima Grandmaster dalam bidang Array?" kata Meimei.
Meimei melihat Mu Lian yang berbaring di tempat tidur mulai mengantuk sehingga Meimei memulai percakapan. Mata Mu Lian yang setengah terpejam langsung terbuka ketika mendengar suara Meimei.
"Hmm, apakah tingkatan di bidang Array mirip dengan Alkimia?" kata Mu Lian sambil menguap.
Meimei tersenyum melihat Mu Lian yang berjuang melawan kantuk. Hal itu wajar terjadi karena Mu Lian tidak tidur sejak tengah malam.
"Ya, ada lima tingkatan yang sering dijumpai pada bidang Array," kata Meimei.
Mu Lian mengangguk kemudian menanyakan apa saja yang dapat dilakukan para ahli Array. Meimei menjelaskan apa itu Array dan apa saja yang dapat dilakukan para ahli Array.
Mu Lian mendengarkan dengan penuh antusias sambil memikirkan apakah Array akan cocok dengan Xiaoxiao.
Mu Lian berpikir untuk mengajak Master Zhengheng ke Lembah Ufuk Timur dan mempertemukannya dengan Xiaoxiao, siapa tahu Array merupakan jalan terbaik bagi Xiaoxiao.
Ketika Mu Lian dan Meimei dijemput oleh Ling Zizhou dan Meng Zhi untuk makan siang bersama Master Zhengheng, rasa kantuk Mu Lian semakin tidak tertahankan.
Mu Lian menguap sambil terus berusaha menyuap makanan yang ada di sumpitnya. Suara percakapan Meng Zhi dan Master Zhengheng terdengar sayup-sayup di telinga Mu Lian.
"Lian'er, kemarikan mangkuk mu. Aku akan menambah nasinya," kata Meimei.
Mu Lian tidak sadar jika mangkuknya sudah kosong. Jadi apa yang sejak tadi Mu Lian masukkan ke dalam mulutnya?
"Oh. Ini," kata Mu Lian sambil menyerahkan mangkuknya yang kosong.
"Sudah coba bebek pekingnya? Wah, aku sampai tambah dua kali," kata Ling Zizhou.
"Ok. Akan kucoba semua makanan yang ada di atas meja ini," kata Mu Lian.
"Ok?' gumam Ling Zizhou sambil menelengkan kepala. Dia baru mendengar kata 'Ok' selama hidupnya.
Setelah berpikir dan tidak menemukan apa artinya, Ling Zizhou meneruskan memakan daging bebek kesukaannya.
"Ini," kata Meimei sambil menyerahkan mangkuk yang sudah terisi nasi ke Mu Lian.
"Terimakasih, Jiejie," kata Mu Lian.
Pria bernama Che dan beberapa orang berpakaian hitam datang ketika Mu Lian dan yang lain selesai makan siang. Sepertinya alat dan bahan untuk melakukan pemurnian telah selesai dikumpulkan.
Master Zhengheng kemudian mengajak Mu Lian dan yang lain ke pekarangan. Mu Lian melihat beberapa barang yang tidak dikenalinya diletakkan di dekat kolam kecil.
Master Zhengheng menyuruh Mu Lian dan yang lain untuk menunggu Array selesai digambar. Mu Lian menatap Master Zhengheng yang sedang menggambar garis-garis lurus di atas tanah dengan mata berbinar.
Master Zhengheng menggambar garis-garis itu dengan sebuah benda menyerupai batu ruby, ya warna batu itu merah darah.
Namun batu tersebut dapat digunakan seperti kapur, digunakan untuk menulis atau pun menggambar.
Tiga puluh menit kemudian, garis-garis yang digambar Master Zhengheng membentuk sebuah pola rumit. Beberapa lingkaran terlihat memotong garis-garis lurus di beberapa tempat.
"Array sudah selesai digambar. Sekarang tinggal meletakkan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam lingkaran-lingkaran yang tersedia," kata Master Zhengheng.
Beberapa kali Master Zhengheng mendapati Mu Lian menatap Array yang dibuatnya dengan antusias.
Merasa Mu Lian tertarik dengan Array, Master Zhengheng menjelaskan langkah yang diperlukan selanjutnya.
Mu Lin memperhatikan penjelasan Master Zhengheng dengan serius. Tatapannya tak pernah lepas kemanapun Master Zhengheng pergi untuk meletakkan benda-benda seperti tanaman herbal, inti spirit beast atau sebuah jantung di dalam lingkaran yang ada.
Setelah semua bahan pada tempatnya, Mu Lian dipersilahkan memasuki lingkaran paling besar yang berada di pusat array tersebut.
"Duduk dalam sikap meditasi. Apapun yang terjadi tetap fokus pada meditasimu," kata Master Zhengheng.
"Baik, Master Zhengheng," kata Mu Lian kemudian duduk di tengah-tengah lingkaran dan memasuki tahap meditasi.
Master Zhengheng melakukan gestur tangan untuk mengaktifkan array. Beberapa saat kemudian garis-garis pada array tersebut bersinar terang termasuk lingkaran dimana Mu Lian duduk.
Mu Lian merasakan sesuatu bergejolak dalam dirinya. Mu Lian mengintip ke dalam dantiannya, dimana lautan chi nya sedang mengeluarkan cairan-cairan hitam dari kedalaman.
Mu Lian merasakan suhu dalam tubuhnya naik. Dalam prosesnya cairan-cairan hitam tersebut kemudian menguap dan keluar dari tubuh Mu Lian.
Semakin lama, suhu tubuh Mu Lian semakin naik. Rasa panik mulai melanda Mu Lian. Mu Lian dilema karena mengingat ucapan Master Zhengheng, bahwa apapun yang terjadi dia harus tetap fokus bermeditasi.
__ADS_1