Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya

Ahli Alkimia Transmigran Dan Gerobak Ajaibnya
Gua Kristal


__ADS_3

"Wah! Ayo, hajar terus!"


"Mantra tingkat menengah? Pemuda itu jenius Sekte Fluorite! Eh? Apa? Muridnya ketua sekte? Pantas saja!"


Sorakan serta obrolan terdengar mengiringi pertarungan yang sedang berlangsung, yaitu antara Sekte Amethys dan Sekte Fluorite.


Yang membuat pertarungan antara 2 sekte itu semakin pecah adalah karena anggota yang turun bertarung sudah berada di tingkat pembentukan pondasi. Tahap menengah pula.


Karena lempengan batu bukan hanya seluas satu lapangan sepak bola, melainkan dua lapangan sepak bola, pertarungan dibagi menjadi beberapa kelompok.


Jadi, semua anggota Sekte Amethys dan Sekte Fluorite yang hadir saat itu, memiliki kesempatan bertarung.


Dan yang menjadi pusat perhatian dari beberapa pertarungan itu adalah pemuda yang dirumorkan menjadi penerus ketua Sekte Fluorite.


Pemuda itu memiliki aura yang sangat kuat dan terlihat berwibawa. Sepertinya sejak lahir pemuda itu memiliki bakat memimpin.


Tak hanya itu, ternyata semua jurus yang dikeluarkannya sangat kuat dan akurat, pemuda itu cenderung menggunakan campuran antara elemen air dan pengendalian suhu sehingga tak jarang pemuda itu mengeluarkan es.


Dari pihak Amethys, yang melawan penerus ketua Sekte Fluorite adalah pemuda dengan bakat tak kalah hebat.


Namun sayangnya pemuda tersebut kurang pengalaman sehingga pemuda Sekte Fluorite lah yang memegang kendali pertarungan.


Mu Lian mengamati pertarungan yang terlihat seperti di dalam film-film Hollywood. Terasa seperti di dalam dunia fantasi dan tak terjangkau, meski begitu, pertarungan tersebut tidak berhasil menarik perhatian Mu Lian sepenuhnya.


Tak berbeda jauh dengan Mu Lian, Xiaobao, Xiaohua, Xiaoleng, Xiaojia, Xiaohan dan Xiaoqiu merasakan hal yang sama.


Mu Lian menoleh ke sebelahnya, Ling Zizhou sedang menguap. Anak Dilong duduk di atas kepalanya dengan menatap ke satu arah.


Menoleh lagi ke arah anak-anak, keenam anak itu terlihat sedang bermain dengan anak-anak hilang, semakin berniat membawa pulang anak-anak tersebut.


Beberapa orang disekitar Mu Lian dan yang lain menatap mereka dengan aneh. Kenapa anak-anak ini tidak tertarik dengan pertarungan yang sedang berlangsung di depan mata mereka? Alasannya adalah karena Mu Lian dan yang lain tidak pernah kekurangan aksi satu hari pun!


Master Yi, Ling Zizhou, Meimei dan Meng Zhi sering melakukan sparring di waktu luang dan anak-anak tak pernah melewatkan kesempatan sekalipun untuk menonton sparring tersebut.


Setelah menyaksikan tontonan premium, tentu saja Mu Lian dan anak-anak merasa biasa saja menonton pertarungan yang dilakukan oleh Sekte Amethys dan Sekte Fluorite. Bahkan mereka merasa bosan dan ingin cepat pulang ke gerobak.


Kalau bukan karena anak-ank hilang yang sedang mereka asuh ini, Mu Lian dan yang lain sudah pulang sejak pertengahan pertarungan!


Ling Zizhou menatap tajam ke arah yang sedang dilihat Anak Dilong. Mu Lian dan Ling Zizhou sudah tahu bahwa anak Dilong itu telah menemukan orang tuanya yang sedang menonton pertarungan. Orang tua anak Dilong itu berdiri tepat di seberang Mu Lian dan yang lain.


Yang membuat Ling Zizhou jengkel adalah kedua orang itu sudah tahu anaknya sedang duduk di atas kepalanya namun mereka terus saja menonton pertarungan!


Selain orang tua dari anak Dilong ini, Mu Lian juga menemukan orang tua dari anak-anak hilang yang sedang bersama mereka.


Mu Lian hanya bisa menggeleng ketika mendapati orang tua dari anak-anak ini hanya tersenyum canggung kearahnya saat ketahuan menatap anak-anak mereka.


Melihat anak-anak mereka baik-baik saja, para orang tua kembali menonton pertarungan dimana membuat Mu Lian semakin tak bisa berkomentar apa-apa.


Mu Lian melihat ke sekelilingnya. Memang sih, saat ini kota dipenuhi dengan kultivator-kultivator dari latar belakang baik-baik. Bahkan ada yang dari sekte terkenal. Mana berani sekte aliran sesat mengambil tindakan diantara musuh mereka ini?


"Ck, mereka menganggap kita apa sih?!" kata Ling Zizhou terus mencaci maki. Beberapa orang dewasa di sekitar menatap Ling Zizhou dengan ragu, dengan mulutnya yang pedas dan tampangnya yang cukup antagonis, apakah Ling Zizhou penjahat yang sedang menyekap anak-anak?


Mu Lian memutar kedua bola matanya kemudian berkata, "Sabar. Lagi pula, kita bisa menggunakan peluang ini sebagai pemasukan tambahan. Kau tahu? Bilang saja minta uang jajan,"

__ADS_1


Mata Xiaobao dan Xiaohua, bersinar seketika itu juga ketika mendengar kata-kata Mu Lian. Kedua anak itu sering menemani dan belajar dengan Mu Lian, tentu saja sikap matre Mu Lian menurun kepada mereka.


Beberapa menit menjelang penghujung pertarungan, beberapa pasangan menghampiri Mu Lian dan yang lain. Wajah mereka terlihat seperti anak kecil yang tertangkap basah makan permen sebelum tidur.


Sebaliknya, ketika melihat orang tua mereka, anak-anak hilang itu sangat gembira dan berusaha melepaskan diri dari Mu Lian dan yang lain. Mu Lian hanya memberi sinyal kepada yang lain agar menahan anak-anak itu.


"Selamat malam, ada yang bisa kami bantu?" kata Mu Lian tersenyum manis.


"Eh, Ah. Selamat malam. Kami...orang tua dari anak kelinci itu," kata seorang pria paruh baya. Telinga kelincinya bergerak-gerak dengan gelisah. Dia menyadari kesalahannya.


Senyuman Mu Lian semakin dalam, kini senyuman itu terlihat hingga ke matanya. Orang tua dari anak-anak hilang itu tambah salah tingkah.


"Oh? Berarti anda dan anda juga orang tua dari anak-anak ini?" kata Mu Lian dengan tenang. Beberapa pasang suami istri di depan Mu Lian mengangguk.


"Aku kira anak-anak ini ditelantarkan. Jadi awalnya kami ingin mengantar anak-anak ini ke dewan-"


"Tidak! Mereka akan jadi adik baru kami! Kau sudah berjanji kan untuk membawanya bersama kita jika tidak ada yang menjemput mereka?!" kata Xiaohan memotong ucapan Mu Lian. Mu Lian tersenyum kepada beberapa orang tua yang terlihat ketakutan.


"Maaf, adikku terus saja membujukku untuk membawa mereka kembali bersama kami. Tapi kalau sudah dijemput mau bagaimana lagi?" kata Mu Lian. Para orang tua menghela napas lega.


"Tapi, karena dari tadi kami mengasuh anak-anak anda, lihat, kami jadi tidak bisa jajan dan kelaparan sepanjang menonton pertarungan," kata Mu Lian dengan tatapan mata sedih. Xiaobao, Xiaohua, Xiaohan dan Xiaoqiu mengikuti.


Mata mereka membulat dan berkaca-kaca, membuat siapa saja yang melihat merasa iba. Namun para orang tua merasa ada yang janggal. Karena di sudut bibir Xiaoqiu ada saus yang tertinggal dan di dekat kaki Xiaohan ada tusuk BBQ.


Xiaoleng dan Xiaojia menyikut Xiaoqiu dan Xiaohan dengan lembut. Memberitahu agar Xiaoqiu mengelap saus yang tertinggal itu, sedangkan Xiaohan yang baru sadar segera menyembunyikan 'bukti' di bawah kakinya.


"..."


Mu Lian dan yang lain bebas membeli apapun yang mereka inginkan, sebagai wujud terimakasih dan penebusan atas rasa bersalah para orang tua tersebut.


Setelah kenyang, Mu Lian dan yang lain kembali ke gerobak, sebenarnya mereka dijemput Master Yi untuk kembali ke gerobak.


Xiaohan dan Xiaoqiu begitu sedih menatap kepergian anak-anak yang dijemput orang tuanya itu.


Mu Lian sempat bertanya kepada Xiaohan dan Xiaoqiu, mengapa mereka terlihat begitu sedih? Hampir saja Mu Lian tertipu.


Xiaoleng membocorkan niat Xiaohan dan Xiaoqiu yang sebenarnya, dapat adik baru otomatis dapat mainan baru.


Xiaohan dan Xiaoqiu terkenal dengan kenakalan mereka, hampir setiap hari mereka membuat ulah dan saling berkelahi, Mu Lian lupa akan hal tersebut.


Setelah memastikan Xiaohan dan Xiaoqiu hanya berulah, bukan benar-benar sedih, Mu Lian mengalihkan perhatiannya ke Master Yi.


"Apa Mei jie dan Zhi ge belum kembali?" tanya Mu Lian.


"Belum," jawab Master Yi. Master Yi pun menyuruh Mu Lian dan anak-anak untuk masuk duluan.


Sedangkan Master Yi dan Ling Zizhou berjaga di sekitar ke gerobak. Selain itu, Master Yi dan Ling Zizhou menunggu kedatangan Meimei dan Meng Zhi. Sayangnya, meski ditunggu berapa lama pun Meimei dan Meng Zhi tak kunjung datang.


Meimei dan Meng Zhi tidak kembali hingga 3 hari kemudian. Mu Lian dan yang lain tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi namun melihat situasi kota saat itu, dan dari informasi yang Master Yi dapatkan, sepertinya Meimei dan Meng Zhi terlibat dalam beberapa pertarungan.


Untuk menghindari gerobak menjadi incaran orang-orang yang menantang mereka, Meimei dan Meng Zhi memilih untuk tidak kembali ke gerobak.


Ketika Meimei dan Meng Zhi akhirnya menampakkan batang hidung mereka, keduanya terlihat sangat panik.

__ADS_1


"Master, ada yang membuka Gua Suci secara paksa!" seru Meimei melalui alat komunikasi.


Mu Lian dan Mu Haocun yang sedang duduk bersantai di ruang kendali saling menatap. Mu Lian segera bangkit dan mengoperasikan gerobak ke lokasi Gua Suci.


Dengan kondisi Mu Lian yang sangat fit dan memiliki akses sepenuhnya kedalam kendali, Mu Lian dapat menjalankan gerobak dengan kecepatan maksimal. Perjalanan menuju Gua Suci ditempuh Mu Lian hanya dalam 1 jam saja.


"Fyuh~" kata Mu Lian terduduk di tengah-tengah kendali tidak sanggup mempertahankan posisi meditasi sempurnanya.


Mata Mu Lian tidak pernah lepas dari pantulan orang-orang yang sedang menunggu giliran untuk masuk ke mulut gua. Lapisan warna-warni menyerupai gelembung menutupi mulut gua tersebut.


Kelompok demi kelompok masuk dibawah pengawasan beberapa dewan bersenjata. Meski masih diletakkan dalam sarung, dewan-dewan itu menyiagakan senjata mereka untuk kondisi yang mendesak.


"Lian'er, biar kakek yang mengendalikan gerobak. Istirahat saja dulu," kata Mu Haocun. Mu Haocun melompat ke samping Mu Lian dan dengan mudahnya membawa Mu Lian ke pinggir kolam.


Xiaobao dan Xiaohua menyiapkan teh untuk membantu Mu Lian mengembalikan kondisi tubuhnya seperti sedia kala.


"Aku dengar slip yang kita terima, digunakan sebagai tiket masuk untuk 6 orang ya? Bagaimana kalau aku dan jiajia menggantikan kalian?" kata Xiaoleng kepada Mu Lian dan Mu Haocun.


Mu Lian dan Mu Haocun harus bergantian mengendalikan gerobak. Meski siapa saja dapat menjalankan gerobak, hanya Mu Lian dan Mu Haocun lah yang dapat menjalankan gerobak dalam jangka waktu cukup lama dan dalam jarak yang cukup jauh.


Sedangka menurut slip, Mu Lian mendapatkan jatah ijin masuk untuk 6 orang dan 1 transportasi ajaib. Setidaknya harus ada yang menggantikan Mu Lian dan Mu Haocun sebagai formalitas.


"Baiklah, tapi kalian harus hati-hati. Tetap berada di dekat Ah Yi, Ah Zhou, Ah Zhi dan Mei'er," kata Mu Haocun.


Gua Suci bukanlah taman bermain. Saat masuk ke Gua Suci, seseorang telah mempersiapkan diri menghadapi segala macam tantangan, bahkan keadaan yang dapat mengancam nyawanya sekalipun. Jadi Mu Haocun mengingatkan Xiaoleng dan Xiaojia agar terus berhati-hati.


Ketika Xioleng dan Xiaojia keluar dari ruang kendali, suara Meimei terdengar lagi,


"Master, ada apa? Kenapa berhenti? Apa kalian baik-baik saja?"


Mu Haocun segera lompat ke kendali dan menjawab bahwa mereka baik-baik saja,


"Kami hanya butuh istirahat beberapa saat. Oh, ya, Xiaoleng dan Xioajia akan menggantikan Lian'er dan aku. Tolong jaga mereka,"


Setelah memberitahu kedatangan Xiaoleng dan Xiaojia, Mu Haocun membawa gerobak ke arah dewan yang sedang memeriksa slip sekelompok orang.


Dari pantulan Cermin Langit, hanya Mu Lian dan 3 kelompok lain saja yang membawa transportasi ajaib.


Transportasi-transportasi tersebut bahkan lebih besar dari gerobak. Lencana sekte terukir pada badan transportasi-transportasi tersebut.


Tak lama kemudian, giliran kelompok Mu Lian untuk diperiksa. Setelah beberapa saat diam, suara Meimei terdengar melalui alat komunikasi,


"Master, ayo maju,"


Mu Haocun membawa gerobak ke mulut gua. Ketika gerobak melewati lapisan gelembung, Mu Lian melihat pelangi memenuhi seluruh permukaan Cermin Langit.


Kemudian pemandangan berubah menjadi hamparan hijau. Sungai-sungai mengalir membelah padang rumput tersebut, menarik perhatian Mu Lian.


Karena sinar jatuh ke permukaan sungai, membuat permukaan sungai berkerlap-kerlip seperti kristal. Mu Lian mengamati 'Gua Kristal' di depannya itu dengan takjub.



(Oleh: PELLOWCONCEPTS, "Crystal Caverns", sumber: pinterest)

__ADS_1


__ADS_2